{"id":1204,"date":"2025-10-19T10:16:44","date_gmt":"2025-10-19T01:16:44","guid":{"rendered":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/?p=1204"},"modified":"2025-10-19T10:26:13","modified_gmt":"2025-10-19T01:26:13","slug":"1204-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/1204-2\/","title":{"rendered":"KOPASGAT : Pasukan Elit Penjaga Langit dan Bumi Nusantara"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"718\" height=\"955\" src=\"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000069544.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1209\" srcset=\"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000069544.jpg 718w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000069544-226x300.jpg 226w\" sizes=\"auto, (max-width: 718px) 100vw, 718px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"460\" src=\"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000069535-1024x460.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1207\" srcset=\"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000069535-1024x460.jpg 1024w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000069535-300x135.jpg 300w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000069535-768x345.jpg 768w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000069535-1536x689.jpg 1536w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000069535.jpg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Nabire, Papua Tengah -enagonews &#8211; Tepat 78 tahun lalu, pada 17 Oktober 1947, sejarah mencatat lahirnya satuan pasukan elite TNI Angkatan Udara yang kini dikenal sebagai Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat). Satuan ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan udara dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"460\" src=\"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000069540-1024x460.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1210\" srcset=\"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000069540-1024x460.jpg 1024w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000069540-300x135.jpg 300w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000069540-768x345.jpg 768w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000069540-1536x689.jpg 1536w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000069540.jpg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Cikal bakal Kopasgat bermula dari terbentuknya Pasukan Gerak Tjepat (PGT) Satuan Lintas Udara pertama di Indonesia yang melaksanakan operasi bersejarah untuk membuka stasiun radio perjuangan di Kalimantan Tengah. Operasi tersebut menjadi simbol awal kemampuan pasukan udara Indonesia dalam mendukung perjuangan kemerdekaan, sekaligus meneguhkan eksistensi TNI Angkatan Udara di medan pertempuran.<br>Hal itu diketahui dari perjalanan Korpasgat yang ditayangkan pada acara malam resepsi peringatan HUT ke-78 Kopasgat, Sabtu Malam (18\/10\/2025) di Pos Kopasgat Nabire Papua Tengah.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"460\" src=\"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000069539-1024x460.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1211\" srcset=\"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000069539-1024x460.jpg 1024w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000069539-300x135.jpg 300w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000069539-768x345.jpg 768w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000069539-1536x689.jpg 1536w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000069539.jpg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Seiring perjalanan waktu, Kopasgat terus menunjukkan kiprah gemilang di berbagai operasi militer, baik perang maupun non-perang, di dalam dan luar negeri. Dalam operasi dalam negeri, Kopasgat turut ambil bagian dalam berbagai misi penting seperti Trikora di Papua, Dwikora di Malaysia, Pembebasan Irian Barat, Penumpasan G30S\/PKI di Madiun, Penumpasan PRRI\/Permesta di Sumatera dan Sulawesi, serta berbagai operasi pemulihan keamanan di Aceh, Poso, dan Papua.<\/p>\n\n\n\n<p>Di kancah internasional, pasukan ini juga mencatat kiprah membanggakan melalui partisipasi dalam misi perdamaian dunia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Bosnia, Kongo, Lebanon, Mali, Vietnam, hingga Kamboja. Selain itu, Kopasgat pernah terlibat langsung dalam operasi pembebasan sandera kapal MV Sinar Kudus di perairan Somalia \u2014 misi berisiko tinggi yang menjadi bukti profesionalisme prajurit TNI AU di level dunia.<\/p>\n\n\n\n<p>Atas dedikasi dan pengorbanannya, Kopasgat dianugerahi lambang kehormatan Samkaryanugraha, dengan semboyan \u201cBala Ripu Sinyirna Samyuda\u201d, yang bermakna \u201cMusuh dapat ditaklukkan dengan kekuatan yang bersatu.\u201d Semboyan ini menjadi roh pengabdian seluruh prajurit Kopasgat dalam setiap tugas yang diemban.<\/p>\n\n\n\n<p>Saat ini, Kopasgat memiliki beberapa satuan utama yang menjadi tulang punggung kekuatan tempur TNI Angkatan Udara. Di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<p>Wing Komando Kopasgat, yang bertugas dalam operasi perebutan dan pertahanan objek strategis;<\/p>\n\n\n\n<p>Satuan Bravo 90, yang memiliki kemampuan khusus dalam penanggulangan teror aspek udara, sabotase, hingga penjinakan bahan peledak;<\/p>\n\n\n\n<p>Resimen Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Kopasgat, yang mengoperasikan sistem senjata pertahanan udara modern seperti Orlikon MK-2 Skyshield dan Rodal KW-3;<\/p>\n\n\n\n<p>serta Wingmatra Kopasgat yang mendukung misi infiltrasi dan pengendalian tempur.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain berperan dalam operasi militer, Kopasgat juga aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan pengabdian masyarakat, seperti operasi penanggulangan bencana, ketahanan pangan, pembinaan potensi dirgantara, dan kegiatan sosial lainnya, sejalan dengan semangat TNI sebagai tentara rakyat dan tentara profesional.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kemampuan tempur yang terus dikembangkan dan didukung teknologi pertahanan modern, Kopasgat berkomitmen untuk senantiasa siap bertugas di mana pun, kapan pun, dan dalam kondisi apa pun, demi tegaknya kedaulatan dan keutuhan NKRI.<\/p>\n\n\n\n<p>Menandai 78 tahun pengabdian, Kopasgat TNI AU terus memperkuat profesionalisme prajurit sebagai garda udara penjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI<\/p>\n\n\n\n<p>Tepat 17 Oktober 1947, sejarah mencatat lahirnya satuan pasukan elite TNI Angkatan Udara yang kini dikenal sebagai Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat). Satuan ini menjadi simbol kekuatan dan ketangguhan prajurit udara Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara dari darat, laut, hingga udara.<\/p>\n\n\n\n<p>Cikal bakal Kopasgat berawal dari terbentuknya Pasukan Gerak Tjepat (PGT) yang melaksanakan operasi lintas udara pertama di Indonesia. Operasi tersebut bertujuan membuka stasiun radio perjuangan dan membangkitkan semangat rakyat di Kalimantan Tengah pada masa revolusi kemerdekaan. Keberhasilan itu menjadi tonggak sejarah terbentuknya pasukan lintas udara yang tangguh dan profesional.<\/p>\n\n\n\n<p>Seiring perjalanan bangsa, Kopasgat telah menunjukkan kiprah luar biasa dalam berbagai operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP). Di dalam negeri, Kopasgat terlibat aktif dalam berbagai misi strategis seperti Operasi Trikora, Dwikora, Pembebasan Irian Barat, Penumpasan G30S\/PKI, PRRI\/Permesta, serta operasi pemulihan keamanan di Aceh, Poso, dan Papua.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara di level internasional, Kopasgat turut berkontribusi dalam misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB, antara lain di Bosnia, Kongo, Lebanon, Mali, Vietnam, Mesir, dan Kamboja. Salah satu operasi paling bersejarah adalah pembebasan sandera kapal MV Sinar Kudus di perairan Somalia, yang menegaskan kemampuan pasukan elit TNI AU di kancah global.<\/p>\n\n\n\n<p>Penghargaan Tertinggi dan Semboyan Kebanggaan<\/p>\n\n\n\n<p>Atas dedikasi dan pengorbanannya, Kopasgat dianugerahi lambang kehormatan Samkaryanugraha, dengan semboyan \u201cBala Ripu Sinyirna Samyuda\u201d, yang bermakna \u201cMusuh dapat ditaklukkan dengan kekuatan yang bersatu.\u201d Semboyan ini menjadi dasar moral sekaligus semangat juang seluruh prajurit Kopasgat dalam menjalankan tugas negara di segala medan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kopasgat bukan hanya simbol kekuatan TNI Angkatan Udara, tetapi juga representasi dari semangat profesionalisme dan pengabdian prajurit Indonesia. Kopasgat akan terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi pertahanan modern, agar selalu siap menghadapi berbagai ancaman.<br>Kopasgat adalah satuan yang selalu berada di garda terdepan.<\/p>\n\n\n\n<p>Kopasgat telah menunjukkan jati diri sebagai pasukan elit yang siap bertugas di mana pun, kapan pun, dan dalam kondisi apa pun. Pengabdian mereka adalah cerminan semangat juang TNI untuk rakyat dan negara.<\/p>\n\n\n\n<p>Meningkatkan Profesionalisme dan Kesiapan Tempur<br>Kini, Kopasgat memiliki sejumlah satuan utama yang memperkuat daya tempur TNI Angkatan Udara, di antaranya:<\/p>\n\n\n\n<p>Wing Komando Kopasgat, bertugas melaksanakan operasi perebutan dan pertahanan objek strategis;<\/p>\n\n\n\n<p>Satuan Bravo 90, yang memiliki kemampuan khusus dalam penanggulangan teror aspek udara, sabotase, dan penjinakan bahan peledak;<\/p>\n\n\n\n<p>Resimen Arhanud Kopasgat, yang mengoperasikan sistem senjata pertahanan udara modern seperti Orlikon MK-2 Skyshield dan Rodal KW-3,<br>serta Wingmatra Kopasgat, yang bertugas mendukung misi infiltrasi udara dan pengendalian tempur.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain fokus pada operasi militer, Kopasgat juga aktif dalam operasi kemanusiaan, penanggulangan bencana, dan pembinaan potensi dirgantara, termasuk pembinaan generasi muda melalui program Saka Dirgantara.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dedikasi Tanpa Batas untuk Indonesia<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Dengan kemampuan yang terus dikembangkan, semangat juang yang tidak pernah padam, dan dukungan teknologi pertahanan yang semakin maju, Kopasgat berkomitmen untuk senantiasa menjadi pasukan elit yang siap melaksanakan setiap misi demi tegaknya kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (ing elsa)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nabire, Papua Tengah -enagonews &#8211; Tepat 78 tahun lalu, pada 17 Oktober 1947, sejarah mencatat lahirnya satuan pasukan elite TNI Angkatan Udara yang kini dikenal sebagai Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat). Satuan ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan udara dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Cikal bakal Kopasgat bermula dari terbentuknya Pasukan Gerak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1207,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[5,6,4,2,181,3,7,191,189,188,190,1],"tags":[],"class_list":["post-1204","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-deiyai","category-berita-dogiyai","category-berita-intan-jaya","category-berita-nabire","category-berita-nasional","category-berita-paniai","category-berita-papua-tengah","category-headlines","category-pendidikan","category-politik","category-sosial-budaya","category-uncategorized"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1204","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1204"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1204\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1212,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1204\/revisions\/1212"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1207"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1204"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1204"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1204"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}