{"id":1308,"date":"2025-10-23T16:48:49","date_gmt":"2025-10-23T07:48:49","guid":{"rendered":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/?p=1308"},"modified":"2025-10-23T16:48:51","modified_gmt":"2025-10-23T07:48:51","slug":"ketua-poksus-dprk-intan-jaya-sesalkan-pembakaran-mahkota-cendrawasih-oleh-bbksda-papua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/ketua-poksus-dprk-intan-jaya-sesalkan-pembakaran-mahkota-cendrawasih-oleh-bbksda-papua\/","title":{"rendered":"Ketua Poksus DPRK Intan Jaya Sesalkan Pembakaran Mahkota Cendrawasih oleh BBKSDA Papua"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"865\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000071699-865x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1309\" srcset=\"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000071699-865x1024.jpg 865w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000071699-253x300.jpg 253w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000071699-768x910.jpg 768w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/1000071699.jpg 1042w\" sizes=\"auto, (max-width: 865px) 100vw, 865px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Sugapa Intan Jaya, Papua Tengah, 23 Oktober 2025 \u2014 enagoNews- Ketua Kelompok Khusus (Poksus) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Intan Jaya, Bartolomius Mirip, menyayangkan tindakan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua yang melakukan pembakaran sejumlah mahkota berbahan bulu cendrawasih, kasuari, dan nuri. Ia menilai langkah tersebut berlebihan dan mencederai nilai-nilai budaya masyarakat Papua yang menjunjung tinggi simbol burung cendrawasih sebagai lambang kehormatan dan identitas adat.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut Bartolomius, tindakan pembakaran itu tidak hanya mengabaikan aspek sosial-budaya, tetapi juga menyinggung perasaan masyarakat adat yang memaknai mahkota burung cendrawasih sebagai bagian penting dari tradisi dan status sosial dalam masyarakat Papua.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKalau benar alasan pelarangan adalah untuk kepentingan konservasi, mestinya dilakukan dengan cara yang lebih bijaksana. Barang-barang tersebut bisa dikumpulkan dan diserahkan kepada tokoh adat untuk disimpan di balai warisan budaya atau museum daerah, bukan dibakar,\u201d tegas Bartolomius di Sugapa, Kamis (23\/10\/2025).<\/p>\n\n\n\n<p>Ia menambahkan, Burung Cendrawasih tidak hanya memiliki nilai ekologis sebagai satwa dilindungi, tetapi juga memiliki makna simbolik yang mendalam dalam berbagai upacara adat, pernikahan, serta kegiatan budaya lainnya. Karena itu, ia meminta BBKSDA Papua agar lebih berhati-hati dan sensitif dalam mengambil kebijakan penegakan hukum yang berkaitan dengan satwa endemik Papua.<\/p>\n\n\n\n<p>Dikatakan Barto, tindakan seperti ini bisa menimbulkan salah paham bahkan konflik. Pemerintah perlu membuat mekanisme yang menghormati hukum konservasi tanpa mengabaikan nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Papua.<\/p>\n\n\n\n<p>Meski demikian, Bartolomius juga mengingatkan masyarakat Papua untuk ikut berperan dalam menjaga kelestarian satwa endemik seperti Cendrawasih, Kasuari, dan nuri. Ia menegaskan, praktik perburuan liar harus dihentikan agar tidak mempercepat kepunahan burung-burung kebanggaan Papua tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMasyarakat Papua juga harus berhenti berburu Cendrawasih, Kasuari, dan Nuri. Jika hal ini terus terjadi, anak cucu kita tidak akan bisa lagi melihatnya,\u201d tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Bartolomius mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk menyusun regulasi yang lebih jelas dalam perlindungan satwa khas Papua, sekaligus memberikan sanksi tegas bagi pelaku pelanggaran.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cAturan yang tegas akan menjadi bentuk penghormatan atas anugerah Tuhan bagi bangsa Papua. Jika masih ada yang melanggar, perlu diberikan sanksi agar menimbulkan efek jera,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai wakil rakyat dari wilayah Pegunungan Tengah Papua, Bartolomius menekankan pentingnya sinergi antara pelestarian alam dan pelestarian budaya. Pemerintah, masyarakat adat, dan lembaga konservasi diminta bekerja sama membangun kesadaran bersama bahwa menjaga satwa Papua berarti menjaga identitas dan masa depan generasi berikutnya.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cKonservasi bukan hanya soal hukum, tetapi juga soal tanggung jawab moral kita terhadap ciptaan Tuhan dan warisan budaya bangsa,\u201d pungkasnya.(ing elsa)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sugapa Intan Jaya, Papua Tengah, 23 Oktober 2025 \u2014 enagoNews- Ketua Kelompok Khusus (Poksus) Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Intan Jaya, Bartolomius Mirip, menyayangkan tindakan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua yang melakukan pembakaran sejumlah mahkota berbahan bulu cendrawasih, kasuari, dan nuri. Ia menilai langkah tersebut berlebihan dan mencederai nilai-nilai budaya masyarakat Papua [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1309,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[5,6,4,2,181,3,7,191,187,189,188,190],"tags":[],"class_list":["post-1308","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-deiyai","category-berita-dogiyai","category-berita-intan-jaya","category-berita-nabire","category-berita-nasional","category-berita-paniai","category-berita-papua-tengah","category-headlines","category-hukum-dan-kriminal","category-pendidikan","category-politik","category-sosial-budaya"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1308","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1308"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1308\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1310,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1308\/revisions\/1310"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1309"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1308"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1308"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1308"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}