{"id":2618,"date":"2025-12-14T13:00:21","date_gmt":"2025-12-14T04:00:21","guid":{"rendered":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/?p=2618"},"modified":"2025-12-14T13:04:16","modified_gmt":"2025-12-14T04:04:16","slug":"suku-mee-dan-kamoro-harap-dialog-konflik-digelar-di-wakia-polisi-dipertanyakan-soal-pembiaran-kejahatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/suku-mee-dan-kamoro-harap-dialog-konflik-digelar-di-wakia-polisi-dipertanyakan-soal-pembiaran-kejahatan\/","title":{"rendered":"Suku Mee dan Kamoro Harap Dialog Konflik Digelar di Wakia, Polisi Dipertanyakan Soal Pembiaran Kejahatan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"454\" src=\"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/1000023920-1024x454.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2621\" srcset=\"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/1000023920-1024x454.jpg 1024w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/1000023920-300x133.jpg 300w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/1000023920-768x340.jpg 768w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/1000023920-1536x681.jpg 1536w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2025\/12\/1000023920-2048x908.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br><br>Nabire, Papua Tengah &#8211; enagoNews &#8211; Perwakilan Suku Mee dan Suku Kamoro berharap penyelesaian konflik yang terjadi di wilayah Wakia atau Mogodagi dilakukan langsung di lokasi konflik dengan menghadirkan seluruh pihak terkait. Harapan tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat yang digelar di Aula Bobaigo, Timika, Jumat (13\/12).<br><br>Pertemuan tersebut dihadiri Anggota MRP Papua Tengah Thomas Mutaweyau, Anggota DPR Papua Tengah Donatus Mote, Damiana Tekege, dan Urbanus Beanal, serta tokoh-tokoh adat Suku Mee dan Kamoro, pengurus OKIA, dan APK Mimika.<br><br>Dalam pertemuan itu, para tokoh adat menyampaikan kondisi masyarakat di Wakia serta relasi sosial antara masyarakat Kamoro dan Mee. Mereka menegaskan adanya keinginan bersama untuk menyelesaikan konflik secara damai dan bermartabat.<br><br>\u201cSaya mendengarkan secara seksama keterangan para tokoh. Terlihat jelas ada niat kuat dari kedua belah pihak untuk menyelesaikan persoalan ini di Wakia,\u201d ujar John NR Gobai.<br><br>Para tokoh adat meminta agar pihak-pihak yang tidak memiliki keterkaitan sejarah, tapal batas adat, maupun hubungan leluhur dengan wilayah Wakia tidak ikut campur dalam persoalan tersebut. Mereka menegaskan konflik harus diselesaikan dengan mempertemukan Suku Mee dan Suku Kamoro, serta melibatkan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan Pemerintah Kabupaten Deiyai.<br><br>Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menahan diri dan menjaga situasi keamanan, terlebih memasuki masa Adven menjelang perayaan Natal 2025.<br><br>\u201cKita diminta menahan diri dan menjaga kedamaian dalam menyambut Natal,\u201d lanjut Gobai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br><br>Di sisi lain, Gobai mempertanyakan sikap aparat kepolisian yang dinilai belum mengambil langkah tegas terhadap berbagai tindak kriminal yang terjadi di Wakia, seperti pembakaran rumah warga.<br><br>\u201cMengapa polisi terkesan membisu terhadap pelaku kejahatan di Wakia? Ini menyangkut rasa aman masyarakat,\u201d tegasnya.<br><br>Ia juga menyoroti aktivitas pendulangan emas ilegal di wilayah Wakia yang diduga belum mengantongi izin resmi berdasarkan informasi dari Dinas ESDM Papua Tengah. Meski belum berizin, kegiatan tersebut disebut telah menggunakan alat berat dan terus berlangsung.<br><br>\u201cKegiatan ilegal ini sangat memprihatinkan dan berpotensi memperparah konflik serta merusak lingkungan. Aparat dan instansi terkait harus segera bertindak,\u201d ujarnya.<br><br>Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong dialog damai di Wakia dengan mengedepankan pendekatan adat, penegakan hukum, dan perlindungan terhadap masyarakat adat. (ing elsa)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nabire, Papua Tengah &#8211; enagoNews &#8211; Perwakilan Suku Mee dan Suku Kamoro berharap penyelesaian konflik yang terjadi di wilayah Wakia atau Mogodagi dilakukan langsung di lokasi konflik dengan menghadirkan seluruh pihak terkait. Harapan tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat yang digelar di Aula Bobaigo, Timika, Jumat (13\/12). Pertemuan tersebut dihadiri Anggota MRP Papua Tengah Thomas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2621,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[192,5,6,4,2,181,3,7,191,187,193,189,188,190,1],"tags":[],"class_list":["post-2618","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-daerah","category-berita-deiyai","category-berita-dogiyai","category-berita-intan-jaya","category-berita-nabire","category-berita-nasional","category-berita-paniai","category-berita-papua-tengah","category-headlines","category-hukum-dan-kriminal","category-mimika","category-pendidikan","category-politik","category-sosial-budaya","category-uncategorized"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2618","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2618"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2618\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2624,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2618\/revisions\/2624"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2621"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2618"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2618"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2618"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}