{"id":3896,"date":"2026-01-31T17:28:14","date_gmt":"2026-01-31T08:28:14","guid":{"rendered":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/?p=3896"},"modified":"2026-01-31T17:28:16","modified_gmt":"2026-01-31T08:28:16","slug":"urbanus-beanal-dukung-pembangunan-lapangan-terbang-di-waa-banti-minta-pemkab-mimika-libatkan-pt-freeport","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/urbanus-beanal-dukung-pembangunan-lapangan-terbang-di-waa-banti-minta-pemkab-mimika-libatkan-pt-freeport\/","title":{"rendered":"Urbanus Beanal Dukung Pembangunan Lapangan Terbang di Waa Banti, Minta Pemkab Mimika Libatkan PT Freeport"},"content":{"rendered":"\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Timika, Papua Tengah -enagoNews<\/strong> &#8211; Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah (DPRPT), Urbanus Beanal, menyatakan dukungan penuh terhadap usulan masyarakat Kampung Waa Banti, Distrik Tembagapura, yang menghibahkan tanah adat untuk pembangunan lapangan terbang (lapter) di wilayah tersebut.<br>Dukungan itu disampaikan Urbanus menyusul aspirasi masyarakat setempat yang menginginkan peningkatan akses transportasi udara guna menunjang pelayanan publik, mobilitas warga, serta aktivitas ekonomi di kawasan pegunungan yang selama ini masih tergolong sulit dijangkau.<br>Menurut Urbanus, Kampung Waa Banti memiliki posisi strategis karena berada di kawasan operasional PT Freeport Indonesia, salah satu perusahaan tambang emas dan tembaga terbesar di dunia. Dengan kondisi geografis yang ekstrem dan keterbatasan infrastruktur darat, kehadiran lapangan terbang dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat.<br>\u201cMasyarakat sudah menunjukkan itikad baik dengan menghibahkan tanah untuk pembangunan lapangan terbang. Ini langkah luar biasa dan harus didukung semua pihak,\u201d ujar Urbanus.<br>Ia menegaskan, pembangunan lapangan terbang di Waa Banti bukan semata-mata proyek infrastruktur, melainkan bentuk kehadiran negara dan kepedulian terhadap masyarakat adat yang selama ini menanggung beban keterisolasian.<br>Urbanus juga secara khusus meminta Pemerintah Kabupaten Mimika agar segera mengambil langkah konkret dengan menyurati PT Freeport Indonesia, guna meminta dukungan dan keterlibatan aktif perusahaan dalam merealisasikan pembangunan lapangan terbang tersebut.<br>\u201cPemkab Mimika perlu segera berkoordinasi dan menyurati PT Freeport Indonesia. Waa Banti berada di wilayah operasional Freeport, sehingga sudah sepatutnya perusahaan ikut mendukung pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat sekitar,\u201d tegasnya.<br>Lebih lanjut, Urbanus menilai keberadaan lapangan terbang akan memberikan dampak positif yang signifikan, mulai dari kelancaran distribusi logistik, akses layanan kesehatan dan pendidikan, hingga peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat lokal. Selain itu, fasilitas tersebut juga dapat mendukung mobilitas aparat pemerintah dan pelayanan darurat.<br>Ia berharap, usulan pembangunan lapangan terbang di Waa Banti tidak berhenti pada wacana, tetapi segera ditindaklanjuti melalui sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, dan PT Freeport Indonesia.<br>\u201cKalau akses terbuka, maka pelayanan publik lebih cepat, ekonomi bergerak, dan beban hidup masyarakat di pegunungan bisa berkurang. Ini tentang keadilan pembangunan,\u201d pungkas Urbanus.<br>Hingga kini, masyarakat Kampung Waa Banti masih menunggu respons resmi dari Pemerintah Kabupaten Mimika dan PT Freeport Indonesia terkait tindak lanjut usulan pembangunan lapangan terbang tersebut. (<strong>red-enagoNews)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Timika, Papua Tengah -enagoNews &#8211; Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah (DPRPT), Urbanus Beanal, menyatakan dukungan penuh terhadap usulan masyarakat Kampung Waa Banti, Distrik Tembagapura, yang menghibahkan tanah adat untuk pembangunan lapangan terbang (lapter) di wilayah tersebut.Dukungan itu disampaikan Urbanus menyusul aspirasi masyarakat setempat yang menginginkan peningkatan akses transportasi udara guna menunjang pelayanan publik, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":3899,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[192,2,181,7,191,193,189,188],"tags":[],"class_list":["post-3896","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-daerah","category-berita-nabire","category-berita-nasional","category-berita-papua-tengah","category-headlines","category-mimika","category-pendidikan","category-politik"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3896","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3896"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3896\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3900,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3896\/revisions\/3900"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3899"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3896"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3896"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3896"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}