{"id":7113,"date":"2026-06-21T15:10:40","date_gmt":"2026-06-21T06:10:40","guid":{"rendered":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/?p=7113"},"modified":"2026-06-21T15:10:43","modified_gmt":"2026-06-21T06:10:43","slug":"ketum-pbnu-meneguhkan-ketulusan-khidmah-dan-persatuan-untuk-masa-depan-nahdlatul-ulama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/ketum-pbnu-meneguhkan-ketulusan-khidmah-dan-persatuan-untuk-masa-depan-nahdlatul-ulama\/","title":{"rendered":"Ketum PBNU : Meneguhkan Ketulusan Khidmah dan Persatuan untuk Masa Depan Nahdlatul Ulama"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kediri Jawa Timur &#8211;<\/strong> Pada acara Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Alim Ulama Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Ketua Umum KH. Yahya Cholil Staquf menyampaikan pesan yang sarat dengan nilai-nilai keikhlasan, persatuan, dan pengabdian bagi kemajuan jam&#8217;iyah Nahdlatul Ulama.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"473\" src=\"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000211167-1024x473.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7116\" srcset=\"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000211167-1024x473.jpg 1024w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000211167-300x139.jpg 300w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000211167-768x355.jpg 768w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000211167.jpg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas terselenggaranya Munas dan Konbes yang menjadi bagian penting dari rangkaian persiapan menuju Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Menurut beliau, momentum ini merupakan kesempatan berharga bagi seluruh jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), para pimpinan wilayah, serta seluruh elemen organisasi di berbagai daerah untuk memberikan pengabdian terbaik demi masa depan NU yang lebih baik.<br>Dilansir dari NUOnline, KH. Yahya Cholil Staquf menekankan bahwa keberadaan setiap kader dan pengurus di dalam jam&#8217;iyah Nahdlatul Ulama berlandaskan pada semangat <strong>khidmah<\/strong> atau pengabdian. Khidmah tersebut bukan sekadar menjalankan tugas organisasi, tetapi juga menjadi jalan untuk memperoleh keberkahan dari jam&#8217;iyah yang telah berdiri kokoh dan memberikan manfaat besar bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.<br>Beliau mengajak seluruh peserta Munas dan Konbes untuk kembali meneguhkan ketulusan niat dalam berkhidmah. Segala pikiran, tenaga, dan upaya yang dicurahkan hendaknya diarahkan sepenuhnya untuk kemaslahatan organisasi dan masa depan Nahdlatul Ulama. Dengan demikian, setiap keputusan dan langkah yang dihasilkan dari forum musyawarah dapat menjadi kontribusi nyata bagi kemajuan jam&#8217;iyah.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"470\" src=\"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000211165-1024x470.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7117\" srcset=\"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000211165-1024x470.jpg 1024w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000211165-300x138.jpg 300w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000211165-768x353.jpg 768w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000211165.jpg 1080w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PBNU juga mengingatkan pentingnya menghadirkan suasana musyawarah yang penuh kedamaian, kejujuran, dan kebersamaan. Beliau berharap seluruh rangkaian sidang dan pembahasan dapat berlangsung secara konstruktif dengan menghindari segala bentuk sikap yang berpotensi menimbulkan kontroversi, konflik, ataupun perpecahan baru di tengah warga Nahdliyin.<br>Mengutip pesan pendiri Nahdlatul Ulama, KH. Hasyim Asy&#8217;ari, beliau mengajak seluruh peserta untuk memperkuat ikatan cinta, persaudaraan, kerukunan, dan persatuan. Tidak hanya berkumpul secara fisik dalam forum-forum organisasi, tetapi juga menyatukan hati dan ruh dalam semangat mahabbah, ukhuwah, dan ittihad. Persatuan batin inilah yang menjadi kekuatan utama NU dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.<br>Lebih lanjut, KH. Yahya menyampaikan keyakinannya bahwa Nahdlatul Ulama dibangun di atas fondasi spiritual yang sangat kuat. Sejak didirikan oleh para ulama dan masyayikh, NU senantiasa berada dalam naungan ridha dan pemeliharaan Allah SWT. Oleh karena itu, berbagai upaya yang bertujuan mengganggu, mencederai, atau merusak kemuliaan jam&#8217;iyah tidak akan mampu menggoyahkan eksistensi NU yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat.<br>Dalam sambutannya, beliau juga mengingatkan sebuah wirid yang diwariskan oleh para ulama, khususnya KH. Muhammad Khalil bin Abdul Latif, sebagai simbol ikhtiar spiritual yang terus menjaga dan memelihara perjalanan jam&#8217;iyah Nahdlatul Ulama. Menurut beliau, kekuatan ruhani yang diwariskan para ulama pendahulu akan senantiasa menjadi benteng dan sumber keberkahan bagi NU dalam menjalankan pengabdiannya kepada agama, bangsa, negara, dan kemanusiaan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1004\" height=\"503\" src=\"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000211171.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7118\" srcset=\"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000211171.jpg 1004w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000211171-300x150.jpg 300w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000211171-768x385.jpg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1004px) 100vw, 1004px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Di akhir sambutan, Ketua Umum PBNU menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah Ploso yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan Munas dan Konbes Alim Ulama. Beliau menegaskan bahwa kontribusi pesantren ini tidak hanya berupa penyediaan fasilitas dan sarana kegiatan, tetapi juga menghadirkan dukungan spiritual melalui keberkahan para masyayikh dan pendirinya yang menjadi landasan rohani bagi terselenggaranya musyawarah tersebut.<br>Beliau berharap keberkahan yang terpancar dari lingkungan Pondok Pesantren Al-Falah Ploso dapat menjadi penolong dan penguat bagi seluruh peserta dalam menjalankan amanah organisasi. Dengan demikian, seluruh rangkaian Munas dan Konbes Alim Ulama dapat berlangsung dengan lancar, damai, dan menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat, membahagiakan seluruh pihak, serta membawa harapan baru bagi masa depan Nahdlatul Ulama yang semakin maju, kuat, dan berkhidmah untuk kemaslahatan umat.<br><strong>&#8220;Semoga hasil-hasil musyawarah yang lahir dari forum ini menjadi bekal bagi Nahdlatul Ulama untuk terus menebarkan manfaat, menjaga persatuan, dan mengabdi kepada agama, bangsa, negara, serta kemanusiaan. Amin Ya Rabbal &#8216;Alamin.&#8221;<\/strong> (<strong>red-enagoNews\/***)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kediri Jawa Timur &#8211; Pada acara Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Alim Ulama Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Ketua Umum KH. Yahya Cholil Staquf menyampaikan pesan yang sarat dengan nilai-nilai keikhlasan, persatuan, dan pengabdian bagi kemajuan jam&#8217;iyah Nahdlatul Ulama. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7119,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[181,191,189,199,190],"tags":[],"class_list":["post-7113","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","category-headlines","category-pendidikan","category-religi","category-sosial-budaya"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7113","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7113"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7113\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7120,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7113\/revisions\/7120"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7119"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7113"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7113"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7113"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}