{"id":7157,"date":"2026-06-23T18:41:36","date_gmt":"2026-06-23T09:41:36","guid":{"rendered":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/?p=7157"},"modified":"2026-06-23T18:41:40","modified_gmt":"2026-06-23T09:41:40","slug":"48-kampung-di-nabire-perkuat-pengendalian-malaria-melalui-dana-desa-dan-kader-kesehatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/48-kampung-di-nabire-perkuat-pengendalian-malaria-melalui-dana-desa-dan-kader-kesehatan\/","title":{"rendered":"48 Kampung di Nabire Perkuat Pengendalian Malaria Melalui Dana Desa dan Kader Kesehatan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nabire, Papua Tengah -enagoNews &#8211; Upaya percepatan eliminasi malaria di Kabupaten Nabire terus diperkuat melalui pemberdayaan masyarakat kampung. Sebanyak 48 kampung telah membentuk tim pengendalian malaria dan mengalokasikan dana kampung untuk mendukung berbagai kegiatan pencegahan serta penanganan penyakit tersebut.<br>Komitmen ini mengemuka dalam pertemuan yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, didukung UNICEF dan Perdhaki, yang melibatkan para kepala kampung, kader malaria, serta pendamping desa.<br>Kepala DPMK Nabire, Pilemon Madai, menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh kampung dalam mendukung program eliminasi malaria. Menurutnya, kesehatan masyarakat menjadi fondasi utama pembangunan kampung sehingga pembiayaan untuk pengendalian malaria perlu menjadi prioritas dalam penggunaan dana desa.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"429\" src=\"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000211701-1024x429.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-7160\" srcset=\"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000211701-1024x429.jpg 1024w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000211701-300x126.jpg 300w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000211701-768x322.jpg 768w, https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/1000211701.jpg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Sementara itu, Dinas Kesehatan Nabire mendorong penguatan peran kader malaria dan tim kampung melalui pemeriksaan aktif dari rumah ke rumah, pemantauan kepatuhan minum obat bagi penderita, penyelidikan kasus, hingga edukasi penggunaan kelambu dan pengendalian sarang nyamuk.<br>Data yang disampaikan tenaga ahli pendamping kabupaten menunjukkan bahwa pada Tahun Anggaran 2026, sebanyak 44 kampung telah mengalokasikan dana desa sebesar Rp292 juta lebih untuk mendukung insentif kader, transportasi, dan kegiatan sosialisasi pencegahan malaria. Selain itu, beberapa kampung juga mulai menganggarkan program penanganan TBC dan HIV\/AIDS.<br>Melalui sinergi pemerintah kampung, kader kesehatan, dan berbagai mitra pembangunan, diharapkan angka kasus malaria di Nabire dapat terus ditekan hingga mencapai target eliminasi yang telah ditetapkan pemerintah. (<strong>red-enagoNews<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nabire, Papua Tengah -enagoNews &#8211; Upaya percepatan eliminasi malaria di Kabupaten Nabire terus diperkuat melalui pemberdayaan masyarakat kampung. Sebanyak 48 kampung telah membentuk tim pengendalian malaria dan mengalokasikan dana kampung untuk mendukung berbagai kegiatan pencegahan serta penanganan penyakit tersebut.Komitmen ini mengemuka dalam pertemuan yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":7161,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"pagelayer_contact_templates":[],"_pagelayer_content":"","footnotes":""},"categories":[192,2,7,198,191,202,189],"tags":[],"class_list":["post-7157","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-daerah","category-berita-nabire","category-berita-papua-tengah","category-ekonomi","category-headlines","category-pemerintahan","category-pendidikan"],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7157","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7157"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7157\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7162,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7157\/revisions\/7162"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7161"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7157"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7157"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/my.enagonews.com\/front\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7157"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}