Nabire, Papua Tengah -enagoNews – Di bawah langit Nabire yang cerah, langkah-langkah kecil penuh semangat mengawali peringatan Hari Ulang Tahun ke-57 Yayasan Pendidikan Islam (Yapis) di Tanah Papua. Jalan santai yang digelar Sabtu pagi itu bukan sekadar aktivitas seremonial, melainkan simbol perjalanan panjang Yapis dalam menapaki jalan pengabdian di dunia pendidikan. Dari masa ke masa, Yapis terus hadir, tumbuh, dan mengakar kuat di Tanah Papua.
Didirikan jauh sebelum Irian Barat resmi terintegrasi ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, Yapis telah menjadi saksi sekaligus pelaku sejarah pembangunan sumber daya manusia Papua. Ketua Yapis Tanah Papua Cabang Nabire, La Halim, menegaskan bahwa Yapis merupakan salah satu dari lima yayasan pelopor pendidikan di Papua, bersama YPK, YPPK, YPGGI, dan YPA sebagaimana tercantum dalam semangat Undang-Undang Otonomi Khusus Papua.
“Usia 57 tahun ini bukanlah perjalanan singkat. Yapis hadir jauh sebelum Papua seperti sekarang. Ini bukti bahwa Yapis telah lama berkontribusi mencerdaskan anak-anak Papua,” ungkap La Halim dengan nada penuh kebanggaan.
Di Kabupaten Nabire, kiprah Yapis nyata melalui 11 Unit Pelaksana Teknis (UPT) pendidikan yang tersebar dari pesisir hingga pusat kota. Mulai dari taman kanak-kanak di Kampung Wiraska, Kimi, hingga Bumiwonorejo dan Nabarua, sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah, sampai satuan pendidikan menengah, Yapis menjadi rumah belajar bagi ribuan generasi muda Papua.
Seiring Nabire berkembang sebagai daerah otonomi baru dan pusat pemerintahan Provinsi Papua Tengah, Yapis pun bersiap melangkah lebih jauh. Tantangan zaman dan kebutuhan daerah mendorong Yapis Cabang Nabire untuk merintis pendirian perguruan tinggi. Harapan itu bukan lagi sekadar wacana.
“Insyaallah tahun 2026 Yapis Cabang Nabire sudah memiliki perguruan tinggi dengan Program Studi Hukum Bisnis,” ujar La Halim. Sebuah cita-cita besar yang diharapkan mampu melahirkan sumber daya manusia Papua yang unggul, berdaya saing, dan siap mengisi ruang-ruang strategis pembangunan daerah.
Peringatan HUT ke-57 Yapis yang ditutup dengan resepsi dan syukuran mengusung tema “Berilmu, Berakhlak, Generasi Cerdas Papua Maju”. Tema ini menjadi refleksi sekaligus komitmen Yapis dalam membangun pendidikan yang tidak hanya menekankan kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak.
Apresiasi pun datang dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Gubernur Papua Tengah yang diwakili Asisten II Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Pengembangan Otsus, Ukkas, menyampaikan penghargaan atas dedikasi Yapis selama lebih dari setengah abad.
“Perjalanan Yapis hingga usia 57 tahun merupakan bukti nyata komitmen dalam membangun pendidikan melalui penguatan nilai keilmuan, keimanan, dan kebangsaan,” ujarnya.
Di usia yang semakin matang, Yapis di Tanah Papua terus menyalakan lentera ilmu. Dari ruang-ruang kelas sederhana hingga rencana pendirian perguruan tinggi, Yapis membuktikan bahwa pendidikan adalah jalan panjang pengabdian. Sebuah perjalanan sunyi namun bermakna, demi Papua yang cerdas, berakhlak, dan maju. (mus)