NABIRE-Papua Tengah – enagonews – Papua Tengah-enagonews – Badan Pengurus Wilayah Gereja Bethel Indonesia (BPW GBI) Kabupaten Nabire menggelar Peringatan /Perayaan HUT ke-55 GBI dan dihadiri lebih dari 700 orang dari Jemaat GBI seluruh Kabupaten Nabire Provinsi Papua Tengah. Perayaan yang diisi dengan kegiatan utama yakni “Ibadah” dipusatkan di GBI Pondok Daud Kampung Harapan, Senin (6/10/2025) sore hingga malam hari.
Prosesi perayaan diawali ibadah yang dipimpin oleh pdp.Samuel Sauwyar. Suasana ibadah yang penuh hidmat itu berjalan dengan semangat serta curahan hati mendalam.
Peringatan HUT ke-55 GBI secara nasional itu mengusung Tema “Sehati Menuntaskan Amanat Agung” dengan Subtema “Pemimpin Berintegritas yang Merindukan Revival”. Meruahnya peserta yang hadir mengakibatkan ruangan dalam GBI Pondok Daud tidak muat menampung sehingga para peserta banyak yang mengikuti ibadah di halaman gereja.
Ibadah yang dipimpin Pdp.Samuel Sauwyar itu membuat hanyut setiap orang yang mengikutinya dengan pendalaman makna. Dalam kesempatan itu Wakil Ketua BPW GBI Kabupaten Nabire Pdt.Maklon Ruatakurey menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam mengikuti dan menyukseskan HUT ke-55 GBI.
Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-55 GBI BPW GBI Kabupaten Nabire Samuel Sauwyar melaporkan terkait partisipasi dan bantuan dari seluruh Jemaat GBI Kabupaten Nabire berupa konsumsi (air mineral, nasi kotak, dll). Bahkan nasi kotak dari partisipasi bantuan itu mencapai lebih dari 700 nasi kotak. Untuk itu Sauwyar menyampaikan terimakasih atas bantuan itu, juga kepada seluruh pihak yang telah membantu suksesnya penyelenggaraan HUT GBI dari awal sampai akhir.
“Terima kasih kepada panitia baik Panitia Turnamen Futsal maupun Panitia Puncak Perayaan HUT ke-55 GBI, dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ungkapnya.
“Kami panitia,HUT memohon ma’af bila masih banyak kekurangan disana sini, mudah-mudahan peringatan HUT GBI kedepan lebih dari tahun ini,” imbuhnya.
Membangun Integritas untuk Menjemput Revival
Sementara dalam ceramah/khotbah dalam Pdt.Deben Elaby mengatakan 55 (lima puluh lima) tahun adalah perjalanan iman yang luar biasa, sebuah anugerah tak terhingga dari Tuhan. Tema kita hari ini begitu kuat dan mendalam: “Sehati Menuntaskan Amanat Agung.” Menurut Deben Elaby, tema itu bukan sekadar slogan. “Ini adalah panggilan ilahi untuk menyatukan hati, pikiran, dan tenaga kita—seluruh potensi yang dimiliki GBI—untuk menunaikan visi Kristus. Amanat Agung (Matius 28:19-20) adalah tugas utama gereja : Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku. Ini berbicara tentang penginjilan, pemuridan, dan pelayanan sosial yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dari kota hingga pelosok,” jelasnya.
Namun, menurut Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah (DPRPT) itu, bagaimana bisa menuntaskan Amanat Agung ini dengan efektif di tengah tantangan zaman? Inilah yang membawa pada subtema hari ini: “Pemimpin Berintegritas yang Merindukan Revival.” Terang Elaby, tuntutan Integritas Seorang Pemimpin untuk menghasilkan buah yang kekal, membutuhkan pemimpin di setiap tingkatan, baik di mimbar, dalam komsel, di tengah keluarga, maupun dalam pekerjaan—yang memiliki integritas. “Integritas adalah keselarasan antara perkataan dan perbuatan. Itu adalah karakter yang utuh, yang tidak terbagi, yang sama di depan umum maupun saat sendirian,” ungkapnya. ”Integritas dalam Hubungan dengan Tuhan: Ini berarti mengutamakan Tuhan di atas segalanya, memiliki waktu pribadi yang berkualitas dengan-Nya, dan taat sepenuhnya pada Firman-Nya. Ini adalah fondasi kekuatan moral kita,” tandasnya.
Menurut Deben Elaby, Integritas dalam pelayanan berarti melayani dengan tulus, tanpa motif tersembunyi, menghindari penyalahgunaan kekuasaan, dan menjadi bendahara yang dapat dipercaya atas talenta, waktu, dan keuangan yang dipercayakan Tuhan.
“Integritas dalam Kehidupan Sehari-hari: Ini terlihat dari kejujuran, disiplin, dan etika kerja kita di luar tembok gereja. Dunia hari ini sangat merindukan pemimpin Kristen yang berani hidup otentik dan benar,” tuturnya.
Dinyatakannya, Revival dimulai dari Diri sendiri, karena integritas harus berjalan beriringan dengan kerinduan akan Revival. Terangnya, Revival adalah pencurahan Roh Kudus yang membawa pemulihan rohani besar-besaran, pertobatan massal, dan gereja yang dipenuhi kuasa. Sejarah mencatat, setiap revival besar selalu diawali oleh sekelompok orang sering kali para pemimpin yang merendahkan diri, bertobat secara radikal, dan memperbaiki kehidupan pribadi mereka.
“Kita tidak bisa mengharapkan kuasa Allah mengalir dengan dahsyat melalui bejana yang retak atau kotor. Kita harus menyadari bahwa Revival bukanlah program gereja, melainkan pekerjaan Roh Kudus,” terangnya. Lanjutnya, Revival tidak terjadi di luar, melainkan berawal di dalam diri kita. Ketika para pemimpin GBI, dari tingkat sinode hingga kepala departemen terkecil, berkomitmen untuk hidup dalam integritas, maka Roh Kudus akan menemukan saluran yang bersih dan siap pakai. Integritas pemimpin adalah pemicu bagi revival yang akan memulihkan umat, mengubah masyarakat, dan mempercepat penuntasan Amanat Agung.
Diakhir ceramahnya, Deben Elaby mengajak seluruh yang hadir di HUT ke-55 ini, bertekad untuk menjadi pemimpin berintegritas di manapun Tuhan menempatkannya. ”Jika kita semua bersatu hati, jika kita membiarkan karakter Kristus termanifestasi sepenuhnya dalam hidup kita, maka Revival yang kita rindukan itu pasti akan terwujud. Api Revival itu akan membakar dalam GBI, mempersiapkan kita sebagai laskar Kristus yang siap menuai jiwa-jiwa sebelum kedatangan-Nya yang kedua kali,” pungkasnya.
HUT itu ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Ketua Pdt.Maklon Ruatakurey dan penyerahan hadiah bagi para juara Turnamen Sepakbola Mini Soccer yang telah dilaksanakan hampir 3 minggu dan dipusatkan di Lapangan Polairud Samabusa Nabire. (ing elsa)