TW, Papua Barat – enagoNews – Ribuan umat larut dalam suasana haru dan sukacita iman saat gabungan anggota Polda Papua Tengah dan Polres Nabire tampil sebagai pemandu lagu rohani pada Perayaan 1 Abad Nubuatan Izaak Samuel Kijne (I.S.K): Tanah Peradaban Orang Papua Tahun 2025 yang berlangsung khidmat di Lapangan Miei, Teluk Wondama, Papua Barat.
Dipimpin oleh Pdt. Steven Sirken, penampilan tim rohani kepolisian ini menjadi momen bersejarah yang melambangkan kebersamaan aparat keamanan dan masyarakat. Suara lantang penuh penghayatan menggema memenuhi arena ibadah, memimpin jemaat menyanyikan lagu-lagu rohani yang menggetarkan hati dan membangkitkan semangat iman.
Dengan seragam kebanggaan, para anggota polisi berdiri sejajar bersama jemaat dari berbagai daerah di Tanah Papua. Mereka hadir bukan sekadar sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan Tuhan yang membawa pesan kasih dan kedamaian.
Setiap bait lagu yang dilantunkan menjadi ungkapan syukur dan pengabdian kepada Sang Pencipta, sejalan dengan nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh Izaak Samuel Kijne — tokoh rohani yang nubuatan dan pengajarannya telah membentuk jati diri serta peradaban orang Papua.
Perayaan 1 Abad Nubuatan I.S. Kijne bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan juga momentum refleksi spiritual bagi seluruh masyarakat Papua. Pesan legendaris Kijne,
“Di atas batu ini aku meletakkan peradaban bagi orang Papua. Sekalipun orang memiliki kepandaian tinggi, tidak akan memimpin bangsa ini jika tidak memimpin dengan takut akan Tuhan,” kembali menggema sebagai pengingat akan pentingnya iman dalam membangun peradaban bangsa.
Keterlibatan aparat kepolisian dalam acara rohani ini menjadi bukti bahwa tugas mereka tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mempererat hubungan kemanusiaan melalui pelayanan dan keteladanan iman. Melalui lagu-lagu pujian, mereka menghadirkan suasana damai dan kasih di hati seluruh masyarakat Papua.
Sorak bahagia dan tepuk tangan jemaat mengiringi setiap penampilan lagu rohani. Banyak warga mengaku terinspirasi menyaksikan aparat kepolisian berdiri satu hati bersama pelayan gereja dan umat Tuhan dalam semangat kasih yang mempersatukan.
Perayaan akbar ini turut dihadiri oleh tokoh gereja, pimpinan TNI-Polri, pejabat pemerintah daerah kabupaten dan provinsi se-Tanah Papua, serta perwakilan umat dari berbagai kabupaten. Suasana penuh hikmat dan rasa syukur menyelimuti setiap doa serta pujian yang dinaikkan, menandai kebangunan rohani dan persaudaraan yang memperkokoh Tanah Papua.
Sebagai penutup, tim rohani gabungan Polda Papua Tengah dan Polres Nabire kembali memimpin lagu pujian penutup dengan penuh penghayatan. Suara mereka menjadi simbol persatuan, menegaskan bahwa kedamaian, persaudaraan, dan keimanan yang kokoh adalah fondasi sejati peradaban Papua — warisan suci Izaak Samuel Kijne yang kini genap berusia satu abad. (red)