Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Pagi itu, suasana Masjid Al Anshor di Distrik Kimi Samabusa terasa berbeda. Selepas doa-doa Jumat dipanjatkan, senyum para jamaah menyambut langkah para prajurit Yonif TP 804/DBAY yang berdiri rapi di pintu masjid. Di tangan mereka, tersusun nasi kotak, susu, dan biskuit—bukan sekadar bekal makanan, melainkan simbol kepedulian dan kebersamaan. Kegiatan Bhakti Sosial Jumat Berkah yang digelar pada Jumat, 6 Februari 2026 itu menjadi salah satu wujud nyata kehadiran Yonif TP 804/DBAY di tengah masyarakat Nabire. Dua hari berselang, kehangatan serupa kembali terpatri di Gereja GIDI Jemaat Eklesia Kali Jernih Samabusa dalam kegiatan Minggu Berkah, Minggu, 8 Februari 2026.
Bagi prajurit Yonif TP 804/DBAY, berbagi telah menjadi bagian dari rutinitas pengabdian. Setiap pekan, mereka menyasar rumah-rumah ibadah sebagai ruang perjumpaan yang penuh nilai spiritual dan kemanusiaan. Usai ibadah, momen kebersamaan itu berlanjut dengan saling menyapa, berbagi rezeki, dan mempererat tali persaudaraan tanpa sekat perbedaan. Sebelum kegiatan dimulai, para prajurit menyiapkan seluruh kebutuhan dengan penuh tanggung jawab. Mereka juga turut mengikuti ibadah sesuai keyakinan masing-masing, sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman yang hidup berdampingan di tanah Papua. Saat bantuan dibagikan di pintu masuk tempat ibadah, antrean jamaah terlihat tertib. Senyum merekah, ucapan terima kasih mengalir, dan kehangatan terasa sederhana namun bermakna. Jumat Berkah dan Minggu Berkah bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menghadirkan rasa aman, dekat, dan saling peduli.
Melalui langkah-langkah kecil yang konsisten, Yonif TP 804/DBAY terus meneguhkan perannya sebagai bagian dari masyarakat. Di balik seragam loreng, tersimpan komitmen untuk merawat persaudaraan, menebar kebaikan, dan mengabdi sepenuh hati bagi negeri dan rakyatnya. (RED)