Berita Daerah

Dari Nabire Menuju PON 2028: Langkah Awal KONI Papua Tengah Menata Prestasi

Published

on


Yoshua Tipagau saat Dilantik Ketua Umum KONI Pusat sebagai Ketua Umum KONI Provinsi Papua Tengah


Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Bukan sekadar ibu kota Provinsi Papua Tengah. Pada Jumat, 13 Desember 2025, kota ini menjadi saksi lahirnya tonggak penting pembangunan olahraga di wilayah tengah Tanah Papua. Di Hotel Mutiara Black, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Tengah menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Ke-1—forum strategis pertama setelah kepengurusan definitif terbentuk.

Suasana Rakerprov berlangsung khidmat namun sarat optimisme. Ketua KONI Papua Tengah, Yosua Tipagau, berdiri di hadapan peserta dengan satu pesan utama: olahraga Papua Tengah harus ditata sejak fondasi organisasi. Dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur, menjadi energi penting yang menguatkan langkah awal ini.

“Ini bukan sekadar rapat kerja, tetapi momentum menyatukan visi,” ujar Yosua. Menurutnya, tanpa struktur organisasi yang rapi dan legal, mimpi melahirkan atlet berprestasi akan sulit diwujudkan.

Dalam Rakerprov Ke-1 ini, KONI Papua Tengah resmi mengesahkan delapan KONI kabupaten yang sebelumnya telah melalui proses musyawarah dan pelantikan di daerah masing-masing. Pengesahan tersebut menjadi penanda bahwa roda organisasi olahraga di Papua Tengah kini bergerak dalam satu komando yang sah dan terstruktur.

Tak hanya itu, keputusan strategis lainnya adalah penetapan 32 cabang olahraga sebagai cabor prioritas sekaligus anggota resmi KONI Provinsi Papua Tengah. Cabang-cabang olahraga ini akan dibenahi secara bertahap, mulai dari kepengurusan, administrasi, hingga legalitas organisasi. Bagi Yosua, pembenahan ini adalah pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan sebelum berbicara lebih jauh soal target medali.

“Kami ingin memastikan semua cabor berjalan sehat secara organisasi. Prestasi akan mengikuti jika fondasinya kuat,” tegasnya.

Rakerprov ini juga membuka ruang bagi cabang olahraga lain yang belum terakomodasi. Beberapa cabor masih akan menjalani proses verifikasi lanjutan dan direncanakan ditetapkan pada rapat kerja berikutnya tahun depan. Pendekatan bertahap ini dipilih agar kualitas pembinaan tetap terjaga.

Lebih jauh, arah besar KONI Papua Tengah sudah jelas: menyiapkan atlet asli Papua Tengah untuk tampil kompetitif di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Pembinaan atlet akan dilakukan secara terarah, berjenjang, dan berkelanjutan—bukan sekadar persiapan jangka pendek.

“Momentum ini adalah awal yang baik. Kita ingin atlet Papua Tengah hadir di PON 2028 bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai pesaing yang diperhitungkan,” kata Yosua penuh keyakinan.



Rakerprov Ke-1 pun menjadi penanda bahwa KONI Papua Tengah tidak ingin berlari tergesa-gesa, tetapi melangkah pasti. Dari Nabire, sebuah perjalanan panjang menuju prestasi nasional resmi dimulai—dengan harapan, kerja keras, dan komitmen bersama membangun olahraga Papua Tengah dari akar hingga puncak prestasi. (red)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Trending

Exit mobile version