Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Seiring ditetapkannya Kabupaten Nabire sebagai ibu kota Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Tengah, penataan dan penguatan struktur satuan TNI di wilayah ini terus mengalami penyesuaian. Tidak hanya pada satuan teritorial, perubahan signifikan juga terjadi pada satuan penegak disiplin militer. Satuan Polisi Militer yang sebelumnya berstatus Subdetasemen Polisi Militer (Subdenpom) kini resmi meningkat menjadi Detasemen Polisi Militer (Denpom) XVII/1 Nabire. Peningkatan status tersebut merupakan implikasi langsung dari kehadiran Korem 173/PVB yang kini bermarkas di Nabire, setelah sebelumnya berkedudukan di Biak.
Perubahan status kelembagaan ini turut berdampak pada jenjang kepemimpinan. Jika sebelumnya Subdenpom dipimpin perwira berpangkat Mayor CPM, maka Denpom XVII/1 Nabire kini dipimpin perwira menengah berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) CPM, yang secara struktural setara dengan Dandim, Danyonif, serta Kapolres berpangkat AKBP. Komandan Denpom XVII/1 Nabire, Letkol CPM Reza Ramdhani, mengungkapkan bahwa perubahan status tersebut belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat maupun sebagian pihak internal. “Masih banyak yang menyebut Subdenpom, padahal secara organisasi kita sudah menjadi Denpom,” ujar Letkol Reza Ramdhani saat ditemui jurnalis enagoNews dan Gala Mandiri di ruang kerjanya, Rabu (21/1/2026). Ia menjelaskan, ke depan struktur satuan ini masih berpotensi kembali meningkat seiring perkembangan wilayah dan pembentukan satuan komando baru di Papua Tengah.
“Dulu Subdenpom, sekarang Denpom. Apabila nanti Kodam terbentuk di Papua Tengah, maka satuan ini akan naik lagi menjadi Pomdam. Jika sudah Pomdam, maka komandannya berpangkat Kolonel,” jelasnya. Benahi Internal, Perkuat Kinerja Sebagai komandan pertama Denpom XVII/1 Nabire dengan pangkat Letkol, Reza Ramdhani langsung melakukan pembenahan menyeluruh yang diawali dari internal satuan. Penataan kantor, ruang kerja, hingga mess atau barak personel menjadi prioritas awal. Menurutnya, pembenahan sarana dan prasarana harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) personel. Hal tersebut dinilai penting agar setiap anggota mampu melaksanakan tugas dan fungsi secara cepat, tepat, serta profesional. “Kita benahi ke dalam terlebih dahulu sebelum melaksanakan tugas ke luar. Polisi Militer harus menjadi contoh bagi prajurit TNI lainnya,” tegasnya.
Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) XVII/1 Nabire Letkol CPM.Reza Ramdhani
Lingkungan Kerja Nyaman dan Representatif Berdasarkan pantauan langsung jurnalis enagoNews dan Gala Mandiri, kondisi Markas Denpom XVII/1 Nabire kini tampak bersih, tertata rapi, dan representatif. Suasana kerja yang nyaman dinilai mampu mendukung kinerja personel secara optimal. Tak hanya ruang kerja pimpinan, mess atau barak personel pun terlihat tertib dan bersih, mencerminkan disiplin yang menjadi karakter utama Polisi Militer. Letkol Reza Ramdhani mengakui, pembenahan tersebut dilakukan di tengah keterbatasan personel maupun anggaran. Namun demikian, keterbatasan tidak dijadikan alasan untuk stagnasi. “Saya ingin ada perubahan ke arah yang lebih baik dari segala sisi. Sarana kerja dan tempat tinggal personel harus layak agar dapat menunjang kinerja yang optimal,” ujar perwira yang pernah bertugas sebagai anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu. Pernah Gagalkan Transaksi Senjata Api Letkol Reza Ramdhani juga tercatat memiliki prestasi menonjol saat masih berpangkat Mayor CPM. Beberapa bulan sebelumnya, ia berhasil menggagalkan transaksi senjata api yang melibatkan oknum prajurit TNI AD dengan salah satu anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB). Dengan dukungan Danrem 173/PVB saat itu, Brigjen TNI Frits W.R. Pelamonia, Dandenpom bersama jajaran berhasil menangkap kedua pelaku di sebuah rumah makan di Nabire. “Peristiwa itu sudah lama, namun itulah tugas, fungsi, dan panggilan sebagai personel Denpom,” ujarnya singkat. Di akhir perbincangan, Dandenpom XVII/1 Nabire menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan sarana dan prasarana serta melengkapi fasilitas secara bertahap, seiring peningkatan kualitas sumber daya personel.
“Tugas eksternal kami di sini tidak mudah. Oleh karena itu, penekanan dari dalam terus dilakukan. Sebelum keluar, kita benahi dari dalam dulu. Kita harus menjadi contoh bagi satuan lain sebelum melakukan tindakan,” pungkasnya. (red – enagoNews)