Nabire, Papua Tengah -enagoNews – Urbanus Beanal, anggota DPRP Provinsi Papua Tengah dari Komisi IV, menyampaikan desakan tegas kepada PT Freeport Indonesia agar memberikan perhatian serius terhadap keterlibatan Orang Asli Papua (OAP) dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Ia menilai bahwa kebijakan perekrutan yang selama ini berjalan belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan dan keberpihakan terhadap masyarakat lokal, khususnya mereka yang merupakan pemilik hak ulayat di wilayah operasional perusahaan.
Menurutnya, langkah Freeport yang membuka peluang rekrutmen dalam jumlah besar, seperti rencana perekrutan hingga puluhan ribu tenaga kerja di Gresik, seharusnya juga diimbangi dengan kebijakan serupa di Papua. Urbanus menegaskan bahwa masyarakat asli Papua tidak boleh hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri, melainkan harus menjadi bagian utama dalam pembangunan dan aktivitas ekonomi yang berlangsung di wilayah tersebut.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberadaan Freeport di Papua tidak terlepas dari dukungan serta hak-hak masyarakat adat. Oleh karena itu, sudah sepatutnya perusahaan memberikan kesempatan yang luas, adil, dan proporsional kepada OAP, baik dalam bentuk rekrutmen tenaga kerja, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, maupun keterlibatan dalam sektor-sektor strategis lainnya.
Urbanus juga mengingatkan bahwa upaya pemberdayaan masyarakat lokal bukan hanya sekadar kewajiban moral, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan. Ia berharap Freeport dapat merumuskan kebijakan rekrutmen yang lebih inklusif dan berpihak, sehingga manfaat kehadiran perusahaan benar-benar dirasakan oleh masyarakat Papua secara langsung dan berkelanjutan.
Dengan adanya komitmen yang kuat dari semua pihak, ia optimistis bahwa keseimbangan antara investasi, pembangunan, dan keadilan sosial bagi masyarakat asli Papua dapat terwujud secara nyata. (red-enagoNews)