NABIRE, PAPUA TENGAH–enagoNews – Rencana pemutaran dan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, menjadi perhatian publik setelah muncul informasi terkait dugaan upaya penghentian kegiatan oleh sejumlah pihak.
Kegiatan nobar yang direncanakan berlangsung di Gereja KSK Bukit Miriam disebut sempat didatangi beberapa orang yang diduga berasal dari unsur intelijen keamanan. Mereka dikabarkan meminta agar agenda pemutaran film tersebut dibatalkan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pendekatan kepada panitia dan pengelola gereja telah dilakukan sejak sehari sebelum acara berlangsung. Meski demikian, pihak panitia memilih tetap melanjutkan rencana kegiatan tersebut.
“Kami diminta menghentikan kegiatan nobar, tetapi sampai saat ini panitia masih berupaya agar kegiatan tetap berjalan,” ujar salah satu sumber di lokasi yang enggan disebutkan namanya.
Menanggapi informasi yang beredar, Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu menegaskan bahwa hingga kini belum ada instruksi resmi terkait pelarangan pemutaran maupun nonton bareng film dokumenter Pesta Babi di wilayah hukum Polres Nabire.
Melalui sambungan telepon seluler, Kapolres mengimbau masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban apabila kegiatan tersebut dilaksanakan.
“Sepanjang tidak ada perintah larangan dan kegiatan berjalan dengan tertib serta tidak mengganggu keamanan umum, kepolisian tidak melakukan pelarangan,” ujarnya.
Saat ini situasi di sekitar Gereja KSK Bukit Miriam masih dalam pemantauan aparat keamanan setempat. Panitia kegiatan berharap seluruh rangkaian acara dapat berlangsung aman dan damai serta meminta semua pihak menghormati ruang kebebasan berekspresi masyarakat. (red-enagoNews)