NABIRE, PAPUA TENGAH–enagoNews – Anggota Komisi XIII DPR RI, Yan Permenas Mandenas, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Senin (5/5/2026), guna memastikan pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) berjalan optimal, transparan, dan tepat sasaran. Dalam kunjungan tersebut, ia tidak hanya meninjau operasional di lapangan, tetapi juga menyaksikan langsung inovasi digital berbasis lokal yang dinilai berpotensi menjadi model pengawasan nasional.
Kunjungan dimulai dari Dapur Satuan Pelayanan Persiapan Gizi (SPPG) di Oyehe. Di lokasi ini, Mandenas meninjau proses pengolahan makanan bergizi yang akan didistribusikan ke sejumlah sekolah. Ia memperhatikan secara detail standar kebersihan, kualitas bahan pangan, hingga sistem kerja para petugas dapur yang terlibat dalam program tersebut. Selanjutnya, Mandenas mengunjungi SMP Negeri 1 Nabire di Jalan RE Martadinata. Di sekolah tersebut, ia berdialog langsung dengan para guru dan siswa penerima manfaat MBG. Dialog ini bertujuan untuk menggali masukan terkait kualitas makanan, ketepatan distribusi, serta dampak program terhadap kesehatan dan aktivitas belajar siswa. Salah satu agenda penting dalam kunjungan ini adalah pemaparan aplikasi SIAP (Sistem Informasi Administrasi MBG) oleh Koordinator MBG Nabire, Marsel Asyerem. Aplikasi ini merupakan hasil karya putra-putri daerah Nabire yang dirancang khusus untuk memantau seluruh rantai pelaksanaan program MBG secara digital dan real-time.
Dalam presentasinya, Marsel menjelaskan bahwa aplikasi SIAP mampu mengintegrasikan pengawasan dari hulu hingga hilir. Mulai dari proses pengadaan bahan makanan di pasar oleh pihak SPPG, aktivitas pengolahan di dapur, hingga distribusi ke sekolah-sekolah dapat dipantau secara langsung melalui sistem tersebut. Tidak hanya itu, aplikasi ini juga mencatat penggunaan anggaran secara transparan serta memonitor kondisi kesehatan siswa penerima manfaat secara berkala.
Mandenas menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inovasi tersebut. Ia menilai kehadiran aplikasi SIAP menjadi langkah maju dalam mewujudkan tata kelola program pemerintah yang akuntabel dan berbasis teknologi. “Aplikasi ini sangat menarik karena seluruh proses pelayanan dapat dipantau secara transparan dan real-time. Ini adalah terobosan yang patut didukung. Saya meminta agar sistem ini terus disempurnakan, sehingga ke depan bisa diterapkan secara luas untuk mengawasi program MBG di seluruh Papua Tengah,” ujar Mandenas. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa DPR RI akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program MBG di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Papua. Ia juga menekankan pentingnya pemberdayaan sumber daya lokal sebagai bagian dari keberhasilan program tersebut.
“Penggunaan bahan makanan lokal dan pelibatan tenaga kerja setempat harus menjadi prioritas utama. Jika tidak dijalankan dengan baik, maka kami tidak akan ragu untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program ini,” tegasnya. Mandenas berharap, dengan dukungan teknologi seperti aplikasi SIAP serta komitmen terhadap transparansi dan pemberdayaan lokal, pelaksanaan MBG di Nabire dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Integrasi antara inovasi digital dan pengawasan yang konsisten dinilai sebagai kunci untuk memastikan program ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Papua Tengah. (red-enagoNews)