Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Papua Tengah menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) pada Jumat (24/4/2026) di Auditorium RRI Nabire. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, merumuskan program strategis, serta merespons berbagai isu sosial di Tanah Papua.
Penguatan Peran Pemuda di Era Perubahan Ketua Pemuda Katolik Komda Papua Tengah dalam sambutannya menegaskan bahwa pemuda merupakan tulang punggung bangsa sekaligus estafet kepemimpinan masa depan. Oleh karena itu, organisasi dituntut untuk adaptif, progresif, dan mampu bersaing di tengah arus digitalisasi dan revolusi industri. Ia mengangkat semangat “Grow Further” sebagai ajakan untuk terus bertumbuh secara mendalam dan luas, membangun kapasitas kader, memperkuat visi organisasi, serta memperluas dampak di tengah masyarakat dan gereja.
Selain itu, konsep “Level Up” ditegaskan sebagai panggilan untuk meningkatkan kualitas berpikir, memperbarui sistem kerja, serta memperkuat kaderisasi secara strategis. Rakerda ini diharapkan menghasilkan garis besar program kerja yang konkret dan aplikatif bagi seluruh jajaran organisasi. Arahan Pemuda Katolik Pusat: Konsolidasi hingga Program Kolaboratif Dalam sambutan Ketua Umum Pemuda Katolik RI yang diwakili Sekretaris Bidang UMKM, disampaikan sejumlah arahan strategis bagi Komda Papua Tengah. Pertama, pentingnya konsolidasi internal organisasi melalui pelaksanaan kaderisasi berjenjang, seperti Kursus Kepemimpinan Dasar (KKD), Kursus Kepemimpinan Menengah (KKM), serta penguatan MAPENTA di tingkat komisariat cabang (Komcap). Kedua, pengembangan program kolaboratif dengan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan serta kementerian terkait guna mendorong pemberdayaan ekonomi kader melalui sektor UMKM.
Ketiga, pembentukan Rumah Konsultasi Bantuan Hukum (RKBH) dan satuan tugas (Satgas) untuk merespons isu-isu sosial di Papua Tengah, seperti konflik sosial, kekerasan, hingga aktivitas ilegal seperti illegal logging dan illegal mining. Pemuda Katolik Pusat juga mengapresiasi langkah Komda Papua Tengah yang aktif menyuarakan isu strategis di tingkat nasional, termasuk pendekatan dialogis dalam penyelesaian persoalan di Papua. Tujuh Klaster Pengembangan Kader Sebagai bagian dari strategi nasional, Pemuda Katolik memperkenalkan tujuh klaster pengembangan kader, yaitu: Pendidikan (pelajar dan mahasiswa) Kewirausahaan dan UMKM Jurnalistik dan media Politik dan kepemimpinan Akademisi Advokasi dan hukum Distribusi kader ke sektor ASN Klaster ini diharapkan menjadi kerangka kerja dalam mencetak kader yang kompeten, profesional, dan siap berkontribusi di berbagai sektor.
KNPI Papua Tengah Ajak Pemuda Bersatu dan Bersinergi Ketua KNPI Provinsi Papua Tengah, Yustinus Tebai, dalam sambutannya mengajak seluruh organisasi kepemudaan untuk bersatu tanpa memandang latar belakang agama maupun kelompok. Ia menegaskan bahwa KNPI merupakan “laboratorium pemuda” yang menjadi ruang bersama untuk berdiskusi, bersinergi, dan merumuskan solusi atas berbagai persoalan di delapan kabupaten di Papua Tengah. “Tidak ada perbedaan antara Katolik, Kristen, maupun Muslim. Kita semua adalah pemuda Papua Tengah yang memiliki tanggung jawab bersama untuk mendorong kemajuan daerah,” ujarnya.
Ia juga mengajak Pemuda Katolik untuk terus berkolaborasi dalam mendukung program-program unggulan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Komitmen Bersama Bangun Papua Tengah Rakerda Pemuda Katolik Papua Tengah menjadi forum strategis untuk menyatukan visi, memperkuat organisasi, serta melahirkan program kerja yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi dan persatuan lintas organisasi kepemudaan, Pemuda Katolik diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan dan berkontribusi nyata dalam pembangunan Papua Tengah ke depan. (red-enagoNews)