Nabire, enagonews — Pengolahan hasil pertanian seperti jagung, kedelai, kacang tanah, ubi jalar, nanas, dan berbagai komoditas lainnya diharapkan tidak lagi sebatas untuk konsumsi rumah tangga atau pakan ternak. Produk-produk tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk diolah menjadi makanan bernilai tambah dan mampu mendatangkan keuntungan bagi keluarga petani.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Nabire, Mediati Simanjuntak, saat memberikan arahan dalam pelatihan singkat pengolahan hasil pertanian sekaligus penyerahan alat mesin pertanian kepada kelompok tani penerima manfaat demonstrasi plot (demplot), Selasa (18/11).
“Harapan kami, pelatihan singkat ini menjadi dasar bagaimana hasil pertanian diolah menjadi produk yang bukan hanya dikonsumsi, tetapi juga bisa dijual sehingga memberi pemasukan bagi keluarga,” ujar Mediati.
Pelatihan tersebut berlangsung di Aula Sapta Taruna dan diikuti enam kelompok tani penerima manfaat demplot. Masing-masing kelompok melakukan praktik pengolahan sesuai komoditas yang mereka hasilkan:
Yabu Eruwok: donat ubi ungu dan cake ubi kuning
Mambruk: tempe dan susu kedelai
Mamai Jaya: emping jagung
Inanao: tepung beras dan singkong
Lani Jaya: saus tomat dan cabai
Isha Hare: selai nanas dan kacang
Asisten I Sekda Kabupaten Nabire, La Halim, dalam sambutannya berharap bantuan dan peralatan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para kelompok tani.
“Setiap kelompok mendapat alat yang berbeda sesuai jenis produk yang ingin dihasilkan. Semoga ini benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan bisa meningkatkan kapasitas produksi,” ungkap La Halim.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nabire, Sumardi, menegaskan bahwa pihaknya berharap alat-alat yang dibagikan dapat mendorong kelompok tani menghasilkan produk olahan bernilai ekonomis dan berdaya saing.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kadis Ketahanan Pangan Yasor Victor Sawo, Kadis Peternakan dan Perkebunan I Dewa Ayu Dwita, serta perwakilan Forkopimda. (Mus)