Berita Daerah

‎Pers dan Pegiat Lingkungan Deklarasikan Sikap Bersama Jaga Hutan Jabar di Lembang

Published

on

Pers dan Masyarakat Jawa Barat Bersatu Tolak Deforestasi di Kawasan Gunung Tangkuban Parahu”


Bandung Barat, Jawa Barat-enagoNews – 14 Februari 2026 — Komitmen menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hidup di Jawa Barat ditegaskan dalam forum bertajuk “Peran Insan Pers dalam Menjaga Hutan dan Lingkungan Hidup di Jabar Istimewa” yang digelar di Saung Palupuh, Lembah Puspa, kawasan Gunung Tangkuban Parahu, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (14/2/2026).
‎Kegiatan yang berlangsung di kawasan strategis penyangga ekosistem Bandung Raya itu menghadirkan unsur pemerintah daerah, pengelola kehutanan, komunitas lingkungan, tokoh budaya, hingga insan pers. Forum ini menjadi ruang kolaborasi multipihak untuk memperkuat peran media dalam mendukung pelestarian lingkungan di Jawa Barat.


‎Kepala Desa Cikole, Drs. H. Tajudin, menyampaikan bahwa Cikole dan Lembang memiliki fungsi vital sebagai daerah resapan air dan benteng ekologis bagi wilayah Bandung Raya. Karena itu, ia menilai keterlibatan media sangat penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat.
‎“Pers memiliki kekuatan membentuk opini dan kesadaran publik. Ketika isu lingkungan terus digaungkan secara konsisten dan berbasis data, maka dampaknya akan sangat besar bagi keberlanjutan kawasan ini,” ujarnya.
‎Diskusi yang dipandu Teh Evi dari PRFM dan dimoderatori Umar Komarudin tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai unsur. Aceng Syamsul H menyoroti pentingnya komunikasi publik dalam membangun budaya sadar lingkungan. Ketua Umum RBNI, P.A. Rangkuti, menekankan perlunya sinergi lintas sektor untuk memastikan keberlanjutan hutan.


‎Perwakilan Perhutani Regional Jawa Barat dan Banten memaparkan langkah pengelolaan hutan berkelanjutan serta pentingnya pengawasan bersama. Sementara itu, Yudha Suswardhanto selaku Kepala Divisi Regional Jawa Barat dan Banten menegaskan penguatan tata kelola lingkungan harus berbasis kolaborasi multipihak.
‎Ketua Umum Jurnalis Media Indonesia (JMI), Ngadi Utomo, menyatakan pers memiliki fungsi strategis sebagai kontrol sosial sekaligus edukator masyarakat. Menurutnya, jurnalisme lingkungan tidak boleh berhenti pada pemberitaan seremonial, tetapi harus konsisten mengawal isu-isu krusial seperti deforestasi, alih fungsi lahan, dan kebijakan kehutanan.


‎Hal senada disampaikan Juson Simbolon, aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) sekaligus pimpinan media abarin.id. Ia menegaskan pentingnya keberanian media dalam mengangkat fakta kerusakan lingkungan secara objektif dan berimbang.
‎Deklarasi Pernyataan Sikap Bersama
‎Forum tersebut juga menghasilkan Pernyataan Sikap Bersama Insan Pers Nasional dan Masyarakat Peduli Lingkungan Hidup Hijau Terjaga Jawa Barat (PENAMAS PELDUJA).
‎Dalam deklarasi yang dibacakan di Lembah Puspa, para peserta menegaskan bahwa menjaga hutan merupakan “harga mati” demi keberlangsungan hidup generasi kini dan mendatang. Hutan disebut bukan sekadar kumpulan pepohonan, melainkan penopang kehidupan yang menyediakan oksigen, air bersih, serta habitat keanekaragaman hayati.
‎Adapun sejumlah poin sikap yang disampaikan antara lain:
‎Menolak segala bentuk deforestasi dan konversi hutan alam yang merusak ekosistem serta mengabaikan hak masyarakat adat.
‎Mendorong penegakan hukum tegas terhadap pelaku perusakan dan pembakaran hutan.
‎Mendukung pengembangan ekonomi berkelanjutan berbasis kehutanan tanpa merusak ekosistem, termasuk penerapan metode Integrated Farming Forest System.
‎Menegaskan perlindungan hak-hak masyarakat adat dan lokal sebagai penjaga hutan.


‎Mendesak aparat penegak hukum di Jawa Barat untuk menindak tegas tindak pidana perusakan lingkungan.
‎Inisiator kegiatan, Martika Edison selaku Ketua Sekolah Alam Budaya Gunung Tangkubanparahu, menekankan pentingnya persatuan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga hutan di Jawa Barat.
‎“Saat ini kita harus bersatu menjaga hutan dan lingkungan hidup, khususnya di Jabar Istimewa dan umumnya di seluruh Indonesia. Ini komitmen bersama,” ujarnya.
‎Kegiatan ditutup dengan seruan agar media terus konsisten mengangkat isu lingkungan secara konstruktif, solutif, dan berpihak pada kelestarian alam. Para peserta berharap forum serupa dapat digelar secara berkelanjutan guna memastikan pelestarian hutan tetap menjadi agenda kolektif lintas sektor di Jawa Barat. (red-enagoNews)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Trending

Exit mobile version