Berita Deiyai

Polda Papua Tengah Gelar Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025

Published

on

Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Kepolisian Daerah Papua Tengah menggelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 di halaman Mapolda Papua Tengah. Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Tengah Irjen Pol. Alfred Papare, S.I.K., serta diikuti jajaran TNI–Polri, pemerintah daerah, dan instansi terkait.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Nabire Burhanuddin, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Papua Tengah Roni Misikmbo, S.Sos, serta unsur Forkopimda lainnya. Meski diguyur hujan, apel berlangsung khidmat dan ditutup dengan doa bersama serta sesi foto.

Dalam amanatnya, Kapolda membacakan pesan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., yang menyoroti pentingnya kesiapsiagaan seluruh elemen dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.

“Apel kesiapan ini merupakan bentuk pengecekan kemampuan personel dan sarana prasarana penanggulangan bencana. Diharapkan seluruh stakeholder bersinergi secara sigap, cepat, dan tepat demi keselamatan masyarakat,” ungkap Kapolda.

Berdasarkan data BNPB, hingga 19 Oktober 2025 tercatat 2.606 kejadian bencana di seluruh Indonesia, berdampak pada korban jiwa, kerusakan fasilitas publik, serta kerugian ekonomi. BMKG memprediksi puncak musim hujan berlangsung November 2025 hingga Januari 2026, dengan potensi fenomena La Niña yang meningkatkan intensitas hujan, khususnya di wilayah Papua.

Kapolda menekankan tujuh prioritas kesiapsiagaan, antara lain:
Deteksi dini wilayah rawan bencana, penyampaian informasi dan imbauan Kamtibmas kepada masyarakat, penguatan kesiapan personel dan peralatan, pelaksanaan simulasi penanggulangan bencana, respons cepat dan tepat dalam kondisi darurat, penanganan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada keselamatan warga, kolaborasi lintas instansi untuk operasi kemanusiaan.

“Laksanakan tugas dengan empati, humanis, dan profesional. Kita harus hadir memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Kapolda.

Apel tersebut menjadi momentum memperkuat kerja sama TNI, Polri, BNPB, Basarnas, PMI, BMKG, pemerintah daerah, serta komponen masyarakat dalam membangun ketangguhan menghadapi bencana di Papua Tengah.

Kegiatan diakhiri dengan doa bersama dan foto bersama sebagai simbol komitmen kolektif dalam mewujudkan masyarakat Papua Tengah yang lebih siap menghadapi potensi bencana. (red)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Trending

Exit mobile version