Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Langit siang di Kampung Lagari Jaya terasa lebih teduh dari biasanya. Di tengah semilir angin yang menyapu halaman Masjid Al-Falah, langkah-langkah penuh kehangatan mulai berdatangan. Bukan sekadar kunjungan biasa, tetapi sebuah perjalanan hati—membawa kepedulian, menebar kebahagiaan, dan merajut silaturahmi di bulan suci Ramadan. Di Madrasah Diniyah Takmiliyah Lagari Jaya, tawa kecil para santri menyambut kedatangan rombongan dari Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) Lokal Nabire. Wajah-wajah polos itu memancarkan harapan sederhana—harapan akan perhatian, kasih sayang, dan kebersamaan. Siang itu, harapan itu terjawab.
Dipimpin langsung oleh Ketua Orari Lokal Nabire, Adryanto Juwandani, rombongan hadir bukan hanya membawa santunan, tetapi juga pesan kemanusiaan. Di balik setiap bingkisan yang diserahkan, tersimpan doa dan ketulusan. Ramadan menjadi pengingat bahwa berbagi bukan tentang seberapa besar yang diberikan, melainkan seberapa tulus hati yang menyertainya. “Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak santri,” ucap Adryanto, suaranya mengalir lembut, menyatu dengan suasana penuh haru. Kata-kata itu sederhana, namun terasa dalam—menggambarkan makna Ramadan yang sesungguhnya. Di sudut madrasah, Kepala Madrasah Abdul Haris tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Baginya, kehadiran Orari bukan sekadar bantuan, melainkan suntikan semangat bagi para santri untuk terus belajar dan bermimpi. Hal senada juga dirasakan oleh pengasuh madrasah, Muhammad Sodiq, yang melihat kegiatan ini sebagai jembatan kebersamaan antara lembaga dan masyarakat.
Suasana semakin hangat ketika senyum para santri merekah, seolah menjadi bukti bahwa kebahagiaan bisa hadir dalam bentuk yang paling sederhana. Tangan-tangan kecil yang menerima santunan itu bukan hanya menggenggam bantuan, tetapi juga menggenggam harapan akan masa depan yang lebih cerah. Ramadan di Lagari Jaya hari itu menjadi lebih dari sekadar ibadah—ia menjelma menjadi kisah tentang kepedulian, tentang hati yang saling terhubung, dan tentang kebahagiaan yang dibagi tanpa pamrih. Di tengah perjalanan menuju Idulfitri 1447 Hijriah, langkah kecil Orari Lokal Nabire ini meninggalkan jejak besar: bahwa di setiap kebaikan yang ditanam, akan tumbuh kebahagiaan yang abadi. (red-enagoNews)