NABIRE, Papua Tengah –enagoNews – Gereja Pentakosta di Papua (GPDP) resmi menggelar Sidang Daerah (Sidang I) Provinsi Papua Tengah pada Jumat (17/4/2026), bertempat di GPDP Torsina Kalibobo, Kabupaten Nabire. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat tata kelola organisasi gereja sekaligus merumuskan arah pelayanan ke depan di wilayah provinsi baru tersebut. Pembukaan sidang berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai unsur, mulai dari perwakilan pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga tokoh agama, adat, dan masyarakat. Hadir mewakili Gubernur Papua Tengah, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Papua Tengah, Viktor Fun. Turut hadir pula Dandim 1705/Nabire Letkol Dwi Palwanto Tirta Mentari bersama jajaran undangan lainnya. Mengusung tema “Meletakkan Dasar yang Kokoh dalam Kristus” dengan subtema “Membangun Fondasi Iman dan Kasih Kristus di Papua Tengah yang Kokoh, Mandiri, dan Visioner demi Kemuliaan Tuhan”, sidang ini diarahkan untuk memperkuat iman jemaat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan gereja di tengah dinamika pembangunan daerah otonomi baru.
Ketua Panitia Pelaksana, Pdt. Yesaya Waroy, S.Pd., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Sidang Daerah I ini merupakan tindak lanjut dari keputusan Sidang Sinode GPDP ke-6 di Kaimana, Papua Barat. Ia menjelaskan bahwa pembentukan Badan Pekerja Daerah (BPD) Papua Tengah menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan organisasi gereja di wilayah pemekaran. “Papua Tengah sebagai daerah otonomi baru membutuhkan struktur pelayanan gereja yang mandiri dan terorganisir. Oleh karena itu, melalui sidang ini akan dibentuk Badan Pekerja Daerah yang terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, serta perangkat pelayanan lainnya,” ujar Yesaya. Ia menambahkan, keberadaan BPD nantinya akan berfungsi sebagai motor penggerak pelayanan gereja di tingkat daerah, termasuk dalam merumuskan program kerja, melakukan evaluasi pelayanan, serta memperkuat koordinasi antara klasis dan jemaat. Sidang Daerah ini juga memiliki sejumlah tujuan strategis, di antaranya mengevaluasi pelaksanaan pelayanan gereja, mengidentifikasi kendala yang dihadapi di lapangan, serta merumuskan solusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang berlandaskan pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) gereja. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kapasitas pengurus klasis dan jemaat dalam menyusun serta menjalankan program pelayanan yang lebih efektif dan terarah. Para gembala jemaat juga didorong untuk semakin optimal dalam melayani umat di wilayah masing-masing.
Peserta sidang terdiri dari berbagai unsur, termasuk perwakilan sinode sebanyak lima orang, tamu undangan enam orang, serta utusan dari tiga klasis, yakni Klasis Timika sebanyak 18 orang, Klasis Nabire Timur 20 orang, dan Klasis Nabire Barat 16 orang. Dari sisi pendanaan, pelaksanaan Sidang Daerah I GPDP Papua Tengah menelan anggaran sebesar Rp70,8 juta yang bersumber dari sinode, klasis, jemaat, panitia, serta dukungan dari seksi usaha dana.
Menutup laporannya, Ketua Panitia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap hasil sidang dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan dan pelayanan Gereja Pentakosta di Papua, khususnya di Provinsi Papua Tengah. “Kiranya melalui sidang ini, pelayanan gereja semakin berkualitas, terarah, dan mampu menjawab kebutuhan umat di tengah perkembangan zaman,” tutupnya. (red-enagoNews)