Berita Daerah

‎Wakapolda : “Aparat Gabungan Perketat Patroli Pasca Penyerangan Pos.PT Kristalin”

Published

on



‎Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah, Kombes Pol. Gustav R. Urbinas, menyampaikan keterangan resmi terkait peristiwa penyerangan bersenjata terhadap Pos Pengamanan PT Kristalin Eka Lestari di Musairo, Kampung Biha (Lagari 1), Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Jumat (21/2/2026) sekitar pukul 13.00–14.00 WIT, pasca Apel Siaga Kamtibmas, Senin (23/2/2026) di Mapolres Nabire Polda Papua Tengah.
‎Dalam keterangannya didepan awak media, Kombes Gustav R.Urbinas menjelaskan bahwa aparat gabungan dari Operasi Damai Cartenz dan Polres Nabire segera menuju lokasi setelah menerima laporan kejadian untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).
‎“Di lokasi ditemukan satu bangunan pos dalam kondisi terbakar dan satu unit kendaraan mengalami kerusakan berat dengan tiga lubang bekas tembakan pada bagian kap depan. Petugas juga menemukan dua korban di dalam bangunan yang hangus terbakar,” ujarnya.
‎Kedua korban kemudian dievakuasi ke Nabire untuk proses identifikasi. Proses identifikasi dilakukan hingga Sabtu (22/2/2026) tengah malam dan masih terus berlanjut mengingat kondisi jenazah yang terbakar 100 persen, sehingga membutuhkan langkah-langkah forensik lanjutan.
‎Berdasarkan informasi awal, penyerangan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok bersenjata yang terafiliasi dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Namun demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan dan pendalaman masih terus dilakukan untuk memastikan pihak yang bertanggung jawab.
‎“Untuk perkembangan lebih detail dan rilis resmi selanjutnya akan disampaikan oleh Humas Operasi Damai Cartenz,” kata Gustav.


‎240 Karyawan Dievakuasi
‎Pasca-insiden, aparat keamanan mengevakuasi sebanyak 240 karyawan PT Kristalin Eka Lestari dari lokasi perusahaan. Dari jumlah tersebut, 26 orang merupakan warga negara Asing (WNA), sementara sebagian besar lainnya adalah warga negara asing asal Tiongkok.
‎Proses evakuasi dipimpin Kapolres Nabire dan melibatkan personel TNI-Polri, termasuk Brimob dan Koramil setempat. Seluruh karyawan berhasil dievakuasi hingga Minggu (23/2/2026).
‎Untuk sementara, aktivitas operasional perusahaan dihentikan sambil menunggu pertimbangan situasi keamanan di kawasan tersebut.
‎“Saat ini belum ada kegiatan di lokasi perusahaan. Keputusan operasional ke depan akan mempertimbangkan kondisi keamanan,” jelasnya.
‎Situasi Kondusif, Pengamanan Diperketat
‎Meski terjadi insiden penyerangan, Wakapolda memastikan bahwa secara umum situasi keamanan di wilayah Nabire tetap kondusif. Aparat masih melakukan langkah-langkah pengamanan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap pergerakan mencurigakan.
‎Terkait informasi yang beredar mengenai dugaan adanya senjata yang hilang dalam peristiwa tersebut, pihak kepolisian belum memberikan keterangan rinci dan menyatakan hal itu masih dalam tahap penyelidikan oleh Operasi Damai Cartenz.
‎Polda Papua Tengah juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban, sembari menunggu hasil identifikasi resmi yang akan diumumkan setelah proses forensik selesai.
‎Aparat keamanan menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas peristiwa ini serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Tengah. (red-enagoNews)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Trending

Exit mobile version