Berita Daerah

Wakil Bupati Apresiasi Gerakan Pasar Murah Pangan Kolaborasi Polda Papua Tengah dan Polres Nabire

Published

on


Nabire, Papua Tengah– enagoNews -Pemerintah Kabupaten Nabire memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Gerakan Pasar Murah Pangan yang diselenggarakan oleh Polri melalui kolaborasi Polda Papua Tengah dan Polres Nabire. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Wakil Bupati Nabire H. Burhanudin Parenwari menyampaikan bahwa program tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya dalam menghadapi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan. Ia menegaskan bahwa pasar murah yang digelar Polri memberikan dampak nyata bagi masyarakat karena harga bahan pangan yang ditawarkan jauh lebih rendah dibandingkan harga di pasar umum.


Menurutnya, gerakan ini merupakan tindak lanjut dari program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto, yang menginstruksikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk melaksanakan Gerakan Pasar Murah Pangan secara serentak di seluruh Polda dan Polres di Indonesia. Program tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dalam kerangka besar “Pangan Kuat, Indonesia Berdaulat.”
“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Polri, khususnya Polda Papua Tengah dan Polres Nabire, yang telah melaksanakan gerakan pangan murah bagi masyarakat. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat, karena harga yang ditawarkan jauh di bawah harga pasar sehingga sangat meringankan beban masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri,” ujar Burhanudin.
Ia juga menambahkan bahwa langkah-langkah seperti ini perlu terus didukung oleh seluruh pihak karena tidak hanya membantu masyarakat secara langsung, tetapi juga menjadi salah satu instrumen untuk menekan laju inflasi daerah.


Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Nabire, Viktor Yasor Sawo, menjelaskan bahwa upaya pengendalian inflasi di daerah masih didominasi oleh program jangka pendek, seperti operasi pasar dan gerakan pangan murah. Meski demikian, pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus mendorong agar ke depan kebijakan yang diambil juga mencakup program jangka menengah dan jangka panjang.
Ia mencontohkan, salah satu komoditas yang sering menjadi pemicu inflasi di Nabire adalah cabai. Oleh karena itu, pemerintah daerah berencana mendorong program gerakan tanam cabai secara serentak sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga komoditas tersebut.
“Selama ini kita akui bahwa program yang dijalankan masih sebatas jangka pendek seperti operasi pasar dan gerakan pangan murah. Ke depan kita berharap bisa menjalankan program jangka menengah dan panjang, misalnya gerakan tanam cabai serempak, karena komoditas cabai sering menjadi pemicu inflasi di Kabupaten Nabire,” jelas Viktor.
Selain itu, pemerintah daerah juga tengah berupaya memastikan ketersediaan daging sapi menjelang Idul Fitri. Berdasarkan perhitungan kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan hingga Lebaran, Nabire diperkirakan membutuhkan sekitar 46 ton daging sapi.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah daerah berencana mendatangkan pasokan daging sapi dari luar daerah melalui distributor yang telah direkomendasikan, yakni Haji Waluyo dan Toko Aneka Baru. Kedua distributor tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan daging sapi secara proporsional.
“Untuk kebutuhan daging sapi selama Ramadan hingga Idul Fitri diperkirakan mencapai 46 ton. Saat ini kami sedang berupaya mendatangkan pasokan dari luar daerah melalui dua distributor yang telah direkomendasikan. Namun, prosesnya masih menunggu persetujuan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah karena terkait dengan kewenangan lalu lintas ternak,” ungkapnya.
Ia juga memastikan bahwa daging sapi yang didatangkan merupakan daging beku ex-impor Australia yang berada di bawah pengawasan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, sehingga kualitas dan keamanannya tetap terjamin.
Pemerintah Kabupaten Nabire berharap berbagai langkah tersebut dapat menjaga stabilitas harga pangan, meningkatkan ketersediaan bahan pokok, serta memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Harapan kami sederhana, petani bahagia, pedagang senang, dan konsumen tersenyum. Dengan adanya gerakan pangan murah, penambahan pasokan daging sapi, serta program pengendalian inflasi lainnya, kita berharap kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau,” tutup Viktor.


Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, kegiatan pasar murah diharapkan tidak hanya membantu masyarakat dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan di Kabupaten Nabire. (red-enagoNews)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Trending

Exit mobile version