Berita Deiyai

Warga Pasundan Papua Tengah Kumpul Bareng, Bahas Rencana Mubes, Tentukan Regenerasi Kepemimpinan yang Menyatukan

Published

on

Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Warga Pasundan Papua Tengah kumpul bareng alias ngariung, Senin (26/10/2025) di Pantai Jesbri Waharia Distrik Kimi Papua Tengah.
Kumpul bareng  itu dihadiri hampir seluruh Urang Sunda di Kabupaten Nabire dari tiap-tiap distrik yang ada.
Acara yang di gagas “Tim Sebelas” yang dikomandoi oleh Kolonel Kurniawan Fitriana bertujuan untuk menyatukan warga sunda di Papua Tengah ditengah dinamika dualisme kepemimpinan yaitu Paguyuban Pasundan 1913 yang diketuai Tabroni M.Cahya dan Satria Sunda Sakti yang dipimpin H.Doris.
Munculnya Tim Sebelas yang diinisiasi Kolonel Kurniawan setelah berbagai upaya menyatukan dua kubu selalu mengalami kebuntuan.


Disisi lain ada Intruksi dari Gubernur Papua Tengah agar setiap suku/kerukunan /paguyubanmemiliki Kepala Suku alias pemimpin.
Ngumpulnya warga sunda itu dibuat dalam bingkai “Sunda Ngahiji, Sunda Bersatu, Pasti Bisa”

Kegiatan ini, disamping dihadiri oleh Tim Sebelas, ketua kedua belah pihak yakni Tabroni M.Cahya dan H.Doris, tokoh Sunda seperti Dana Suherman, Ibu Norman,  serta ratusan warga sunda di Papua Tengah.
Kegiatan yang dinilai positif dan suasana kekeluargaan yang kental,  penuh semangat persaudaraan dan gotong royong, sesuai falsafah “silih asah, silih asih, silih asuh” yang menjadi jiwa Paguyuban Pasundan.

Kumpul, Wujud Semangat Kebersamaan
Dalam sambutannya, Ketua Tim Sebelas selaku inisiator Mubes, Kolonel Kurniawan mengatakan bahwa kumpul barengnya warga sunda sebagai wujud semangat kebersamaan.
Dikatakan Kurniawan, ngumpul bareng memiliki sejumlah alasan, diantaranya ada intruksi /perintah dari Gubernur Papua Tengah agar setiap suku/kerukunan /paguyuban memilih ketua suku/ketua/pimpinan untuk memudahkan melakukan komunikasi dan koordinasi.
Alasan lain bahwa Paguyuban Pasundan lagi ada permasalahan yakni adanya dua kubu atau dua kepemimpinan.
Upaya penyatuan sangat perlu dilakukan agar Paguyuban Pasundan menjadi satu dalam Satu Nahkoda.
Atas Dasar itu muncul Tim Sebelas yang diisi oleh orang-orang netral dan kompeten seperti Kolonel Kurniawan, Kombes Deni Herdiana, Yusuf, dan ditambah perwakilan dari masing-masing kubu.
“Tim Sebelas ini kemudian disebut Tim Ngadu Bako.Ngadu : Ngahijikeun Duduluran (menyatukan persaudaraan).Bako : Badan Komunikasi, Badan Koordinasi, Badan Komando, ” ujar Kasilog Korem 173/PVB itu.
Lanjutnya, untuk menyelesaikan permasalahan dualisme dan dalam rangka penyatuan warga pasundan di Papua Tengah, maka Tim Sebelas/Ngadu Bako merencanakan menyelenggarakan Musyawarah Besar (Mubes).
Dirinya menyadari sebagai warga Pasundan yang saat ini bertugas di Korem 173/PVB, sewaktu-waktu bisa berpindah.Namun dengan waktu yang relatif singkat ini, dirinya bertekad untuk menyatukan Warga Pasundan Papua Tengah dalam satu wadah, satu kepemimpinan.
“Saya orang Sunda, tetapi saya orang Jawa Barat bukan Papua Tengah.Oleh karena itu waktu yang ada akan dipergunakan sebaik-baik untuk menciptakan persatuan dan kebersamaan  warga pasundan di Papua Tengah ini,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Kolonel Kurniawan meminta dukungan dan doa restu dari seluruh warga pasundan untuk bekerja secara akuntabel, profesional, dan transparan.
“Tim Sebelas akan bekerja secara akuntabel dan transparan.Kami berkomitmen untuk menyatukan warga Pasundan di Papua Tengah dan kami akan bekerja secara profesional dan terbuka,” ungkapnya.

Tunjukkan bahwa “Sunda Ada, Sunda Bisa, Sunda Punya


Sementara itu, dalam sambutanya, H.Doris menyampaikan rasa syukur dan bangga atas banyaknya warga pasundan yang hadir.
H.Doris juga menyampaikan apresiasi kepada Tim Sebelas seraya berharap agar adanya Tim Sebelas betul-betul mampu menyatukan warga pasundan di Papua Tengah, menjadikan warga “Sunda Ngahiji” (menjadi datu kesatuan yang utuh dalam kekeluargaan dan kebersamaan : saling asah, saling asih, dan saling asuh).
“Mari kita tunjukkan bahwa “Sunda itu Ada, Sunda itu  Bisa, dan Sunda itu Punya”.Mari kita tunjukkan, dan ini sudah saatnya,” ungkapnya.
H.Doris mengajak seluruh warga sunda di Papua Tengah untuk melupakan yang sudah berlalu dan menatap masa depan, bagaimana dan apapun, segala daya upaya agar Warga Sunda bisa Ngahiji (bersatu).

Belum Ada Jadwal Resmi, Kapan Mubes Digelar
Sejauh ini belum ada keterangan pasti kapan Mubes Paguyuban Pasundan Papua Tengah akan digelar.
Tim Sebelah masih harus melakukan persiapan secara matang serta menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan Mubes.
Acara Kumpul Bareng Sunda Ngahiji dimeruah dengan hiburan berupa seni musik ala Pasundan.

Tabroni M.Cahya, Tegas ” Saya Dukung Mubes dan Saya Tidak akan Mencalonkan Diri Sebagai Ketua
Sementara itu, Tabroni M.Cahya, dalam sambutannya, secara tegas mengatakan siap mendukung dan membantu rencana Mubes dan menyatakan bahwa dirinya tidak akan maju mencalonkan diri sebagai calon ketua Paguyuban Pasundan dalam Mubes yang diinisiasi dan ajan diselenggarakan oleh Tim Sebelas.
Ditegaskan Tabroni, terlepas dari adanya opini bahwa ada dualisme kepemimpinan ditubuh Pasundan, namun demi kebaikan, kemaslahatan dan menjadi keputusan orang banyak maka dirinya mendukung rencana Mubes dan bahkan siap membantu semampunya.

Sementara itu Tokoh Sepuh Paguyuban Pasundan Papua Tengah, Dana Suherman  tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya dengan acara Ngariung Pasundan Ngahiji.
Ia berharap warga sunda di Kabupaten Nabire dan umumnya Papua Tengah terus  Ngahiji (bersatu), saling dukung dan saling bantu (ka cai jadi sa leuwi ka darat jadi sa logak : di air jadi satu sungai/satu kolam renang, di darat jadi satu lubang/kubangan).


Meminjam kata Adi Prayitno, warga sunda di Papua Tengan “berada dalam kolam kemesraan”.
Hal senada juga diungkapkan tokoh sepuh lainya Ibu Norman.
Ia juga berharap agar warga sunda terus Ngahiji. (ing elsa)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Trending

Exit mobile version