Nabire, Papua Tengah – enagoNews — Kepala Suku Umum Moni di Kabupaten Nabire, Zoter Zonggonau, menegaskan pentingnya menjunjung tinggi bendera Merah Putih sebagai simbol kedaulatan dan persatuan bangsa Indonesia. Ia menyampaikan bahwa di mana pun berada, Merah Putih harus selalu dikibarkan dengan penuh hormat karena merupakan lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kita punya lambang itu tetap di mana saja berkibar Merah Putih. Itu simbol Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Zoter Zonggonau.
Zoter juga menyinggung tentang sejumlah program bantuan pemerintah yang telah dijalankan di daerah. Ia menegaskan, program makan untuk anak sekolah telah selesai dilaksanakan beberapa bulan lalu, dan kini masyarakat harus fokus mendukung program baru yang sedang berjalan.
“Program pertama sudah kami jalankan beberapa bulan lalu. Kalau diulang lagi, nanti kami dianggap menerima dua kali. Saya sebagai Kepala Suku harus jujur,” tegasnya.
Sebagai tokoh adat yang memiliki pengalaman panjang, Zoter mengaku dirinya adalah bagian dari “tulang punggung” NKRI. Ia mengingatkan bahwa Papua telah menjadi bagian dari Indonesia sejak 1 Mei 1963, dan masyarakat tidak perlu lagi mempertanyakan kemerdekaan yang telah diraih sejak 1945.
“1 Mei 1963 saya sudah jadi anggota calon Tamtama Angkatan Darat. Jadi kalau orang tanya saya soal Indonesia, saya tahu betul. Kami sudah merdeka sejak 1945, bukan baru sekarang,” ungkapnya.
Menutup keterangannya, Zoter mengajak seluruh masyarakat untuk menanamkan semangat nasionalisme dan menghormati Merah Putih sebagai simbol persatuan bangsa.
“Sejak kita masih dalam kandungan ibu, sampai dewasa, darah kita Merah Putih. Jadi jangan lagi bilang kita baru merdeka. Merah Putih itu milik kita, simbol Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya.
Apresiasi Perhatian Pemerintah Terhadap Kepala Suku Zoter Zonggonau, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas perhatian pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten terhadap para tokoh dan kepala suku di wilayah Papua Tengah.
Menurut Zoter, perhatian tersebut terlihat dari berbagai program pembangunan yang terus dijalankan oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, baik dalam bentuk pembangunan infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat adat.
Sebagai wujud nyata perhatian itu, Zoter Zonggonau menerima sejumlah bantuan dari pemerintah, antara lain rehabilitasi ringan rumah kediaman kepala suku, satu unit telepon genggam, alat bantu pendengaran, serta peralatan pertanian berupa tabung semprot rumput. “Atas nama masyarakat Suku Moni, saya mengucapkan terima kasih kepada Presiden dan seluruh jajaran pemerintah, baik di pusat maupun daerah, yang telah memberikan perhatian kepada kami melalui bantuan sembako dan rehabilitasi rumah sejak tanggal 3 hingga 9 Oktober 2025,” ujar Zoter Zonggonau.
“Presiden kepala Negara Republik Indonesia pak Prabowo, serta pemimpin pemimpin negara dari pusat hingga daerah, yang telah memberikan bantuan sembako pada suku Moni, dan melakukan rehab rumah, sejak tanggal 3 sampai selesai pada 9 oktober 2025, sebagai kepala suku saya mewakili warga suku moni, mengucapkan trimakasih kepada kepala negara bapak Prabowo,” tuturnya.
Ia berharap perhatian dan dukungan pemerintah terhadap masyarakat adat di Papua Tengah terus berlanjut, agar pembangunan di wilayah tersebut semakin merata dan berkeadilan. (red)