Nabire, Papua Tengah -enagonews – Tepat 78 tahun lalu, pada 17 Oktober 1947, sejarah mencatat lahirnya satuan pasukan elite TNI Angkatan Udara yang kini dikenal sebagai Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat). Satuan ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan udara dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Cikal bakal Kopasgat bermula dari terbentuknya Pasukan Gerak Tjepat (PGT) Satuan Lintas Udara pertama di Indonesia yang melaksanakan operasi bersejarah untuk membuka stasiun radio perjuangan di Kalimantan Tengah. Operasi tersebut menjadi simbol awal kemampuan pasukan udara Indonesia dalam mendukung perjuangan kemerdekaan, sekaligus meneguhkan eksistensi TNI Angkatan Udara di medan pertempuran. Hal itu diketahui dari perjalanan Korpasgat yang ditayangkan pada acara malam resepsi peringatan HUT ke-78 Kopasgat, Sabtu Malam (18/10/2025) di Pos Kopasgat Nabire Papua Tengah.
Seiring perjalanan waktu, Kopasgat terus menunjukkan kiprah gemilang di berbagai operasi militer, baik perang maupun non-perang, di dalam dan luar negeri. Dalam operasi dalam negeri, Kopasgat turut ambil bagian dalam berbagai misi penting seperti Trikora di Papua, Dwikora di Malaysia, Pembebasan Irian Barat, Penumpasan G30S/PKI di Madiun, Penumpasan PRRI/Permesta di Sumatera dan Sulawesi, serta berbagai operasi pemulihan keamanan di Aceh, Poso, dan Papua.
Di kancah internasional, pasukan ini juga mencatat kiprah membanggakan melalui partisipasi dalam misi perdamaian dunia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Bosnia, Kongo, Lebanon, Mali, Vietnam, hingga Kamboja. Selain itu, Kopasgat pernah terlibat langsung dalam operasi pembebasan sandera kapal MV Sinar Kudus di perairan Somalia — misi berisiko tinggi yang menjadi bukti profesionalisme prajurit TNI AU di level dunia.
Atas dedikasi dan pengorbanannya, Kopasgat dianugerahi lambang kehormatan Samkaryanugraha, dengan semboyan “Bala Ripu Sinyirna Samyuda”, yang bermakna “Musuh dapat ditaklukkan dengan kekuatan yang bersatu.” Semboyan ini menjadi roh pengabdian seluruh prajurit Kopasgat dalam setiap tugas yang diemban.
Saat ini, Kopasgat memiliki beberapa satuan utama yang menjadi tulang punggung kekuatan tempur TNI Angkatan Udara. Di antaranya:
Wing Komando Kopasgat, yang bertugas dalam operasi perebutan dan pertahanan objek strategis;
Satuan Bravo 90, yang memiliki kemampuan khusus dalam penanggulangan teror aspek udara, sabotase, hingga penjinakan bahan peledak;
Resimen Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) Kopasgat, yang mengoperasikan sistem senjata pertahanan udara modern seperti Orlikon MK-2 Skyshield dan Rodal KW-3;
serta Wingmatra Kopasgat yang mendukung misi infiltrasi dan pengendalian tempur.
Selain berperan dalam operasi militer, Kopasgat juga aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan pengabdian masyarakat, seperti operasi penanggulangan bencana, ketahanan pangan, pembinaan potensi dirgantara, dan kegiatan sosial lainnya, sejalan dengan semangat TNI sebagai tentara rakyat dan tentara profesional.
Dengan kemampuan tempur yang terus dikembangkan dan didukung teknologi pertahanan modern, Kopasgat berkomitmen untuk senantiasa siap bertugas di mana pun, kapan pun, dan dalam kondisi apa pun, demi tegaknya kedaulatan dan keutuhan NKRI.
Menandai 78 tahun pengabdian, Kopasgat TNI AU terus memperkuat profesionalisme prajurit sebagai garda udara penjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI
Tepat 17 Oktober 1947, sejarah mencatat lahirnya satuan pasukan elite TNI Angkatan Udara yang kini dikenal sebagai Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat). Satuan ini menjadi simbol kekuatan dan ketangguhan prajurit udara Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara dari darat, laut, hingga udara.
Cikal bakal Kopasgat berawal dari terbentuknya Pasukan Gerak Tjepat (PGT) yang melaksanakan operasi lintas udara pertama di Indonesia. Operasi tersebut bertujuan membuka stasiun radio perjuangan dan membangkitkan semangat rakyat di Kalimantan Tengah pada masa revolusi kemerdekaan. Keberhasilan itu menjadi tonggak sejarah terbentuknya pasukan lintas udara yang tangguh dan profesional.
Seiring perjalanan bangsa, Kopasgat telah menunjukkan kiprah luar biasa dalam berbagai operasi militer perang (OMP) maupun operasi militer selain perang (OMSP). Di dalam negeri, Kopasgat terlibat aktif dalam berbagai misi strategis seperti Operasi Trikora, Dwikora, Pembebasan Irian Barat, Penumpasan G30S/PKI, PRRI/Permesta, serta operasi pemulihan keamanan di Aceh, Poso, dan Papua.
Sementara di level internasional, Kopasgat turut berkontribusi dalam misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB, antara lain di Bosnia, Kongo, Lebanon, Mali, Vietnam, Mesir, dan Kamboja. Salah satu operasi paling bersejarah adalah pembebasan sandera kapal MV Sinar Kudus di perairan Somalia, yang menegaskan kemampuan pasukan elit TNI AU di kancah global.
Penghargaan Tertinggi dan Semboyan Kebanggaan
Atas dedikasi dan pengorbanannya, Kopasgat dianugerahi lambang kehormatan Samkaryanugraha, dengan semboyan “Bala Ripu Sinyirna Samyuda”, yang bermakna “Musuh dapat ditaklukkan dengan kekuatan yang bersatu.” Semboyan ini menjadi dasar moral sekaligus semangat juang seluruh prajurit Kopasgat dalam menjalankan tugas negara di segala medan.
Kopasgat bukan hanya simbol kekuatan TNI Angkatan Udara, tetapi juga representasi dari semangat profesionalisme dan pengabdian prajurit Indonesia. Kopasgat akan terus bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi pertahanan modern, agar selalu siap menghadapi berbagai ancaman. Kopasgat adalah satuan yang selalu berada di garda terdepan.
Kopasgat telah menunjukkan jati diri sebagai pasukan elit yang siap bertugas di mana pun, kapan pun, dan dalam kondisi apa pun. Pengabdian mereka adalah cerminan semangat juang TNI untuk rakyat dan negara.
Meningkatkan Profesionalisme dan Kesiapan Tempur Kini, Kopasgat memiliki sejumlah satuan utama yang memperkuat daya tempur TNI Angkatan Udara, di antaranya:
Wing Komando Kopasgat, bertugas melaksanakan operasi perebutan dan pertahanan objek strategis;
Satuan Bravo 90, yang memiliki kemampuan khusus dalam penanggulangan teror aspek udara, sabotase, dan penjinakan bahan peledak;
Resimen Arhanud Kopasgat, yang mengoperasikan sistem senjata pertahanan udara modern seperti Orlikon MK-2 Skyshield dan Rodal KW-3, serta Wingmatra Kopasgat, yang bertugas mendukung misi infiltrasi udara dan pengendalian tempur.
Selain fokus pada operasi militer, Kopasgat juga aktif dalam operasi kemanusiaan, penanggulangan bencana, dan pembinaan potensi dirgantara, termasuk pembinaan generasi muda melalui program Saka Dirgantara.
Dedikasi Tanpa Batas untuk Indonesia
Dengan kemampuan yang terus dikembangkan, semangat juang yang tidak pernah padam, dan dukungan teknologi pertahanan yang semakin maju, Kopasgat berkomitmen untuk senantiasa menjadi pasukan elit yang siap melaksanakan setiap misi demi tegaknya kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (ing elsa)
Nabire, Papua Tengah-enagoNews – Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, menyerukan kepada seluruh masyarakat Papua Tengah untuk melaksanakan doa bersama demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif di seluruh wilayah Papua Tengah.
Seruan tersebut disampaikan melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Marthen Ukago, saat memberikan sambutan dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-62 Gereja KINGMI Jemaat Maranatha Nabire yang berlangsung di Nabire, Sabtu (6/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Marthen Ukago menyampaikan pesan khusus dari Gubernur Papua Tengah yang mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, lembaga pemerintah, hingga seluruh warga Papua Tengah untuk bersatu dalam doa selama satu jam pada Minggu, 7 Juni 2026, mulai pukul 17.00 hingga 18.00 WIT.
Menurutnya, ajakan tersebut lahir dari kepedulian dan perhatian Gubernur terhadap kondisi Papua Tengah yang saat ini menghadapi berbagai tantangan dan dinamika sosial. Pemerintah daerah telah berupaya mengambil berbagai langkah strategis melalui jalur pemerintahan, koordinasi lintas sektor, serta pendekatan keamanan dan pembangunan. Namun demikian, Gubernur menilai bahwa upaya-upaya tersebut perlu disertai dengan kekuatan spiritual melalui doa bersama kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Dalam penyampaiannya, Marthen Ukago mengungkapkan bahwa Gubernur secara langsung menyampaikan ajakan tersebut melalui media sosial sebagai bentuk komunikasi terbuka kepada masyarakat. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan kepedulian seorang pemimpin daerah yang tidak hanya mengandalkan kekuatan pemerintahan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk memohon campur tangan Tuhan demi kedamaian dan kesejahteraan daerah.
“Bapak Gubernur mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah untuk melaksanakan doa bersama selama satu jam pada hari Minggu, 7 Juni 2026, pukul 17.00 hingga 18.00 WIT. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya sesuai kewenangan yang dimiliki, namun beliau meyakini bahwa kekuatan doa dari seluruh umat beriman juga sangat dibutuhkan agar Papua Tengah senantiasa berada dalam perlindungan Tuhan dan dijauhkan dari berbagai persoalan yang dapat mengganggu keamanan dan kedamaian daerah,” ujar Marthen Ukago di hadapan jemaat.
Lebih lanjut, ia mengajak para pimpinan gereja, pengurus klasis, para pendeta, serta seluruh jemaat untuk menyebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat luas agar pelaksanaan doa bersama dapat berlangsung serentak di berbagai wilayah Papua Tengah.
Momentum doa bersama ini diharapkan menjadi wadah persatuan bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun golongan. Melalui kebersamaan dalam doa, diharapkan Papua Tengah senantiasa diberikan kedamaian, keamanan, persaudaraan yang kuat, serta terhindar dari berbagai konflik dan permasalahan yang dapat menghambat pembangunan daerah.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi dan mengambil bagian dalam gerakan doa bersama tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan Papua Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera.
Doa Bersama untuk Kedamaian Papua Tengah akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: Minggu, 7 Juni 2026
Waktu: 17.00 – 18.00 WIT
Agenda: Doa Bersama untuk Keamanan, Kedamaian, dan Kesejahteraan Papua Tengah
Ajakan ini menjadi wujud harapan Pemerintah Provinsi Papua Tengah agar seluruh masyarakat bersatu dalam semangat persaudaraan dan mengandalkan penyertaan Tuhan dalam menjaga kedamaian serta stabilitas daerah demi masa depan Papua Tengah yang lebih baik. (red-enagoNews)
NABIRE, PAPUA TENGAH– enagoNews – Polda Papua Tengah mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan jalanan, khususnya tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang masih menjadi perhatian aparat kepolisian. Masyarakat diminta untuk menggunakan sistem pengamanan tambahan pada kendaraan, tidak meninggalkan kendaraan tanpa pengawasan di lokasi y.ang dianggap rawan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana maupun aktivitas yang mencurigakan.
Himbauan itu disampaikan Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol.Jermias Rontini dalam jumpa pers, Senin (1/6/2026) di Mapolda Papua Tengah. “Kami tidak akan memberikan ruang terhadap segala bentuk kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat. Keamanan pada hakikatnya merupakan tanggung jawab bersama dan Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” tegas pihak kepolisian.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Runtini, mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap tindak pidana yang dialami, terutama yang berkaitan dengan kejahatan jalanan seperti pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), maupun pencurian kendaraan bermotor. “Laporkan kepada kami apabila mengalami atau mengetahui adanya tindak pidana. Kami akan mengambil langkah-langkah penyelidikan dan tindakan kepolisian lainnya untuk menemukan kembali barang yang hilang maupun mengungkap pelakunya,” ujar Kapolda.
Menurutnya, keberhasilan kepolisian dalam mengembalikan enam unit kendaraan bermotor kepada pemiliknya merupakan salah satu bukti nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menjadi korban tindak kejahatan. Momentum tersebut juga bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026. Mengusung tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai sarana memperkuat persatuan dan kebersamaan dalam membangun Provinsi Papua Tengah. “Mari kita jadikan momentum Hari Lahir Pancasila sebagai momentum pemersatu seluruh masyarakat Papua Tengah untuk bersama-sama membangun daerah ini menjadi lebih maju, aman, dan sejahtera,” katanya.
Kapolda menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian semata. Diperlukan kolaborasi dan partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi serta melaporkan setiap kejadian kriminal yang terjadi di lingkungan masing-masing. Menurutnya, meningkatnya perlawanan masyarakat terhadap aksi begal menunjukkan tingginya tingkat keresahan warga terhadap kriminalitas. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk mengutamakan keselamatan diri dan menyerahkan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum. “Mari kita berkolaborasi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Nabire. Polisi tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” tutup Kapolda. Pada kesempatan tersebut, Polda Papua Tengah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi yang edukatif, objektif, dan menyejukkan kepada masyarakat. Kehadiran media dinilai memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penyebaran informasi yang akurat dan berimbang.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Papua Tengah menegaskan bahwa pengembalian kendaraan hasil pengungkapan kasus merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta menindaklanjuti setiap laporan tindak pidana secara serius, profesional, dan akuntabel. “Kami berharap pengembalian kendaraan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para korban serta menjadi bukti bahwa setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti secara serius, profesional, dan akuntabel,” ujarnya.
Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel Ditreskrimum Polda Papua Tengah dan jajaran Satreskrim Polres Nabire yang telah bekerja keras dalam mengungkap berbagai kasus kriminalitas jalanan yang selama ini meresahkan masyarakat. (red-enagoNews)
Nabire, Papua Tengah–enagoNews- Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) memaparkan hasil penanganan kasus kejahatan jalanan atau tindak pidana C3 yang meliputi pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas/Begal), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) selama periode Januari hingga Mei 2026. Pemaparan tersebut disampaikan dalam kegiatan jumpa pers yang berlangsung di Markas Polda Papua Tengah, Senin (1/6/2026). Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Papua Tengah, Polda Papua Tengah bersama seluruh jajaran Polres terus mengoptimalkan langkah preventif, preemtif, serta penegakan hukum terhadap berbagai bentuk kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.
Berdasarkan data rekapitulasi penanganan perkara selama lima bulan terakhir, tercatat sebanyak 307 laporan polisi (LP) terkait tindak pidana C3. Jumlah tersebut terdiri dari 156 kasus pencurian dengan kekerasan (curas/begal), 31 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), dan 120 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Penanganan Kasus Curas/Begal Untuk kasus pencurian dengan kekerasan atau begal, tercatat sebanyak 156 laporan polisi yang ditangani oleh jajaran Polda Papua Tengah selama periode Januari hingga Mei 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 144 perkara masih berada pada tahap penyelidikan, sementara 12 perkara berhasil ditingkatkan ke tahap penyidikan dengan total 17 tersangka berhasil diamankan. Selain itu, 3 perkara telah dinyatakan lengkap atau P-21, sedangkan 2 perkara diselesaikan melalui mekanisme Restorative Justice (RJ) sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Polda Papua Tengah menilai peningkatan kasus curas menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu rasa aman masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat mobilitas yang tinggi. Untuk itu, berbagai langkah pencegahan dan penindakan terus dilakukan melalui peningkatan patroli, penguatan fungsi penyelidikan, serta tindakan tegas terhadap para pelaku kejahatan jalanan. Pengungkapan Kasus Curat Sementara itu, untuk tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), tercatat sebanyak 31 laporan polisi selama periode yang sama. Dari jumlah tersebut, 23 perkara masih dalam tahap penyelidikan, sedangkan 8 perkara berhasil diungkap dengan 11 tersangka berhasil diamankan. Selain itu, 3 perkara telah dinyatakan P-21, 4 perkara masih dalam proses penyidikan, dan 1 perkara diselesaikan melalui Restorative Justice.
Polda Papua Tengah menegaskan bahwa tindak pidana curat merupakan salah satu bentuk kejahatan yang sangat merugikan masyarakat karena umumnya menyasar rumah tinggal, pertokoan, fasilitas umum, maupun aset milik warga. Berbagai modus operandi yang digunakan pelaku menjadi perhatian khusus aparat kepolisian dalam upaya pencegahan dan pengungkapan kasus. Penanganan dan Pengungkapan Kasus Curanmor Untuk tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor), tercatat sebanyak 120 laporan polisi selama Januari hingga Mei 2026. Dari jumlah tersebut, 110 perkara masih dalam tahap penyelidikan, sementara 10 perkara berhasil ditingkatkan ke tahap penyidikan dengan 11 tersangka berhasil diamankan. Saat ini terdapat 9 perkara yang masih dalam proses penyidikan, terdiri dari 4 perkara yang telah memasuki Tahap I dan 5 perkara yang masih dalam proses penyidikan lanjutan. Selain itu, 1 perkara diselesaikan melalui mekanisme Restorative Justice. Dalam rangka pengungkapan kasus curanmor tersebut, Ditreskrimum Polda Papua Tengah bersama jajaran Satreskrim Polres berhasil mengamankan 15 unit kendaraan bermotor roda dua yang diduga merupakan hasil tindak pidana pencurian kendaraan bermotor.
Sebagai bentuk komitmen Polri dalam mengembalikan hak masyarakat, pada kesempatan yang sama Polda Papua Tengah juga melaksanakan penyerahan simbolis kendaraan hasil curanmor kepada para pemilik yang sah. Penyerahan dilakukan setelah melalui proses identifikasi dan verifikasi yang ketat, termasuk pemeriksaan dokumen kepemilikan, pencocokan nomor rangka dan nomor mesin, serta pemeriksaan administrasi dan yuridis oleh penyidik. Adapun kendaraan yang berhasil dikembalikan kepada pemiliknya antara lain: 1 unit Honda Beat Street warna hitam milik Muhammad Riski Ali; 1 unit Honda Beat Street warna hitam yang telah terverifikasi kepemilikannya; 1 unit Yamaha Mio 125 warna merah milik Era; 1 unit Honda Beat warna merah hitam milik Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire; 1 unit Honda Beat warna hitam milik Friska; 1 unit Honda Beat warna biru milik Arianti. Komitmen Polda Papua Tengah Kapolda Papua Tengah menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen melakukan penegakan hukum secara tegas, profesional, transparan, dan akuntabel terhadap seluruh bentuk kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat. Selain penindakan, upaya pencegahan melalui kegiatan preventif dan preemtif juga akan terus ditingkatkan guna meminimalisir potensi terjadinya tindak pidana di tengah masyarakat.
Kapolda Papua Tengah juga mengimbau seluruh masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menggunakan sistem pengamanan tambahan pada kendaraan, menghindari lokasi parkir yang rawan tindak kejahatan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengalami tindak pidana maupun mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar. “Keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, tertib, dan kondusif,” tegas Kapolda Papua Tengah. Melalui sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan situasi keamanan di wilayah Papua Tengah dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman. (red-enagoNews)