Connect with us
Advertisements

Berita Deiyai

Kesbangpol Papua Tengah Tanamkan Nilai Pancasila untuk Perkuat Karakter Pemuda

Published

on

Ka Kesbangpol “Pancasila  Kompas Moral  Pegangan Generasi Muda Hadapi Tantangan Zaman”


Nabire, Papua Tengah -enagoNews –  Upaya memperkuat karakter kebangsaan di kalangan pemuda terus dilakukan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Salah satunya melalui kegiatan Pembumian Nilai-nilai Pancasila bagi Generasi Muda yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Tengah di Hotel JDF Nabire, Sabtu (22/11/2025).

Kegiatan dibuka secara resmi Kepala Kesbangpol Provinsi Papua Tengah Albertus Adii, S.E., M.Si di ikuti sebanyak 150 peserta hadir dalam kegiatan ini, terdiri dari Paskibraka aktif dan Purna Paskibraka dari tingkat provinsi hingga kabupaten. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dari proses pembinaan generasi muda yang diharapkan dapat menjaga nilai persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Kepala Kesbangpol Provinsi Papua Tengah, Albertus Adii, S.E., M.Si., dalam sambutannya mengatakan bahwa Pancasila merupakan kompas moral yang harus menjadi pegangan generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Teknologi berkembang pesat, informasi datang tanpa batas, tetapi nilai Pancasila adalah pondasi yang membuat kita tetap kokoh sebagai bangsa,” tegasnya.

Ia menegaskan, peran generasi muda—khususnya Paskibraka—sangat vital sebagai wajah dan representasi nasionalisme di daerah.

“Adik-adik bukan sekadar pengibar bendera pada upacara 17 Agustus. Kalian adalah Duta Pancasila yang memiliki tugas memberikan teladan di sekolah, kampung, hingga ruang digital,” kata Albertus.

Menurutnya, pembumian Pancasila harus benar-benar diwujudkan dalam laku kehidupan, bukan hanya dalam hafalan atau seremonial semata.

“Nilai ketuhanan mengajarkan moralitas dan toleransi. Nilai kemanusiaan menumbuhkan empati dan saling menghargai. Nilai persatuan menjaga kedamaian. Nilai kerakyatan memandu kita menyelesaikan persoalan lewat musyawarah. Dan nilai keadilan mendorong kita berkarya tanpa membedakan siapa pun,” urainya.

Narasumber Profesional Hadir Beri Penguatan Ideologi

Pelaksanaan kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari lembaga strategis nasional seperti:

▪ Tim Preventif Densus 88 AT Mabes Polri Wilayah Papua Rizki Hari F.P., S.H.,
▪ Ketua Bakorwil Forum Kader Bela Negara (FKBN) Republik Indonesia Provinsi Papua Tengah Samuel Sauwyar
▪ Perwakilan Purna Paskibraka Provinsi Papua Tengah Supami

Keikutsertaan narasumber tersebut diharapkan memberi pemahaman menyeluruh mengenai ancaman ideologi yang mengganggu persatuan nasional, seperti intoleransi, radikalisme, dan disinformasi.

Ketua Panitia, Maikel Gobay, S.E., M.A.P, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah solusi menghadapi tantangan sosial di era digital.

“Pemuda menjadi target utama provokasi dan informasi sesat. Karena itu, karakter dan daya nila bangsa harus diperkuat. Mereka harus bisa memilah informasi dan berdiri kokoh pada jati diri sebagai Bangsa Indonesia,” ujarnya.

Maikel menegaskan bahwa Paskibraka dipilih untuk menjadi peserta karena mereka adalah sosok yang sudah memiliki dasar kedisiplinan dan jiwa nasionalisme yang kuat.

Dukung Perdamaian dan Persatuan di Papua Tengah

Albertus menegaskan, Papua Tengah adalah rumah bersama bagi siapa saja tanpa memandang suku, agama, budaya, maupun asal-usul.

“Generasi muda harus menjadi benteng kebhinekaan. Kita harus saling menjaga dan membangun Papua Tengah sebagai tanah yang aman, damai, dan bersatu,” pesannya.

Acara kemudian resmi dibuka oleh Kepala Kesbangpol dengan seruan tiga kali Salam Pancasila yang disambut penuh semangat oleh seluruh peserta.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi, sesi dialog, serta pembekalan praktik pembumian nilai Pancasila dalam kehidupan sosial masyarakat.

Harapan Pemerintah untuk Generasi Muda Papua Tengah

Pemerintah berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebatas pertemuan seremonial, tetapi menjadi gerakan nyata pemuda dalam:

– Menjaga harmoni dalam keberagaman
– Menyaring dan melawan berita bohong (hoaks)
– Membangun semangat gotong royong
– Menghindari perilaku intoleran
– Menjadi pelopor prestasi dan kedisiplinan

“Jadilah generasi yang tidak hanya bangga memakai atribut Merah Putih, tetapi juga menghidupkan semangat Merah Putih dalam tindakan,” tutup Albertus.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan menyanyikan yel-yel Pancasila yang menggema memenuhi ruangan acara. (ing elsa)

Generasi Muda Papua Tengah Didorong Menjadi Penggerak Pembumian Nilai Pancasila

Sementara itu dalam pemaparan materinya, Ketua Bakorwil Forum Kader Bela Negara (FKBN) Provinsi Papua Tengah Samuel Sauwyar mengatakan,
Pancasila bukan hanya sekadar ideologi negara, melainkan nilai hidup yang harus terus dihidupkan, terutama di tengah arus perubahan zaman dan kemajuan teknologi saat ini. Generasi muda, khususnya di Provinsi Papua Tengah, dinilai memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai persatuan, menjaga keamanan daerah, serta mendorong pembangunan kemandirian di berbagai sektor.

Menurutnya, Pembumian Pancasila dimaknai sebagai upaya menjadikan nilai-nilai Pancasila benar-benar mengakar dalam perilaku, bukan hanya sekadar hafalan atau seremonial semata. Konsep ini menekankan pemahaman yang tepat, penghayatan moral, penerapan dalam tindakan nyata, serta kemampuan menyesuaikan nilai-nilai tersebut dengan tantangan kekinian, termasuk dalam ruang digital dan dinamika sosial masyarakat Papua Tengah.

Setiap sila Pancasila memiliki makna dan pesan moral bagi generasi muda. Mulai dari menjaga toleransi antarumat beragama, menolak tindakan perundungan, hingga menghormati keberagaman suku, budaya, dan latar belakang masyarakat yang hidup berdampingan di Papua Tengah. Para pemuda juga diharapkan mengedepankan musyawarah dalam penyelesaian masalah serta menjunjung keadilan dalam berbagai aspek kehidupan sosial.

Pemuda Papua Tengah diharapkan tampil sebagai agen persatuan, garda terdepan dalam menjaga harmoni sosial dan mencegah potensi konflik horizontal. Mereka juga menjadi bagian penting dalam penguatan nilai bela negara, yang tidak semata terkait aspek fisik, melainkan tercermin melalui kepatuhan terhadap hukum, sikap kritis terhadap informasi, keberanian melawan hoaks, serta kepedulian pada lingkungan dan masyarakat sekitar.

Selain itu, pemuda menjadi kunci dalam menggerakkan pembangunan sektor ekonomi kreatif, digitalisasi, pendidikan komunitas, serta pelestarian budaya lokal. Keteladanan dalam penggunaan media sosial juga menjadi sorotan penting, dengan harapan generasi muda mampu menyebarkan konten positif, merawat rasa kebangsaan, dan menolak ujaran kebencian yang dapat memecah belah.

Meski demikian, berbagai tantangan turut menghadang, seperti derasnya penyebaran informasi palsu, konflik identitas, pengaruh budaya negatif, hingga penyalahgunaan teknologi digital. Nilai-nilai Pancasila hadir sebagai solusi untuk memperkuat semangat persaudaraan, etika sosial, dan gotong royong yang menjadi karakter bangsa.

Strategi pembumian Pancasila di Papua Tengah terus diperkuat melalui berbagai langkah, antara lain pendidikan karakter berbasis budaya lokal, pelatihan kader bela negara, gerakan media sosial yang mempromosikan konten edukatif, serta pemberdayaan pemuda dalam kepemimpinan dan wirausaha kreatif.

Pada akhirnya, pembumian Pancasila merupakan tugas seluruh komponen bangsa. Namun, generasi muda menjadi faktor paling menentukan dalam menjaga masa depan Indonesia, termasuk Papua Tengah. Dengan memegang teguh nilai Pancasila, pemuda Papua Tengah diyakini mampu menjadi penjaga persatuan, pelopor pembangunan daerah, penggerak perdamaian, serta kader bela negara yang berintegritas.

Paparan Nilai-Nilai Pancasila dan Implementasinya bagi Generasi Muda Papua Tengah

Lebih lanjut dipaparkan Samuel Sauwyar, dalam pembumian Pancasila, setiap sila mengandung pesan moral yang harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, terutama oleh generasi muda sebagai penjaga masa depan.

Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila pertama mengajarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai ketuhanan dan kebebasan beragama. Generasi muda Papua Tengah diharapkan mampu memelihara toleransi antarumat beragama.
Di era digital, hal ini diwujudkan dengan tidak menyebarkan ujaran kebencian berbasis agama, saling menghormati kegiatan ibadah, dan menciptakan ruang media sosial yang damai dan saling mendukung. Toleransi menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat yang majemuk.

Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Sila ini menegaskan pentingnya menghormati martabat setiap manusia tanpa kecuali.
Anak muda diajak menolak segala bentuk diskriminasi, bullying, dan kekerasan baik di sekolah maupun di ruang publik lainnya. Empati dan kepedulian harus tumbuh dalam tindakan nyata seperti saling menolong tanpa memandang latar belakang suku, warna kulit, atau budaya. Inilah sikap beradab yang mencerminkan nilai kemanusiaan sejati.

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

Papua Tengah adalah bagian penting dari Indonesia, rumah besar yang beragam namun tetap satu.
Pemuda harus menjadi garda persatuan, menjaga kerukunan antar suku dan kelompok masyarakat, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah.
Dengan mencintai budaya lokal serta bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia, maka persatuan bukan hanya slogan, tetapi menjadi kekuatan dalam menjaga keamanan dan keharmonisan daerah.

Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Demokrasi Indonesia menempatkan musyawarah sebagai jalan penyelesaian masalah.
Pemuda didorong untuk berani mengemukakan pendapat dengan sopan, menghargai pandangan orang lain, serta mengutamakan dialog ketika terjadi perbedaan.
Keterlibatan aktif dalam organisasi pemuda juga menjadi sarana melatih kepemimpinan dan kemampuan pengambilan keputusan yang adil bagi kepentingan bersama.

Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sila terakhir menegaskan bahwa kesejahteraan harus dirasakan semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Generasi muda harus menumbuhkan sikap sportivitas, menolak ketidakadilan, dan mendukung usaha-usaha ekonomi yang memberdayakan masyarakat lokal seperti UMKM dan ekonomi kreatif.
Semangat membantu sesama tanpa memandang golongan adalah perwujudan nyata keadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan memahami makna setiap sila dan menerapkannya dalam berbagai situasi — baik dalam pergaulan, dunia pendidikan, hingga penggunaan media sosial — generasi muda Papua Tengah dapat menjadi penjaga kerukunan, pendorong kemajuan daerah, penggerak perubahan yang bermoral, kader bela negara yang berkarakter Pancasila,” pungkas Sauwyar.

Kasus SMAN 72 Jakarta Jadi Cermin Pentingnya Pembumian Pancasila di Era Digital

Sementara itu Rizky Hari F.P. , S.H.
Tim Preventif Densus 88 AT Mabes Polri wilayah Papua, dalam paparannya menyampaikan terkait dengan aksi terorisme Internasional, Nasional hingga Papua.
Bahwa terorisme yang terjadi merupakan rangkaian kelompok tingkat internasional seperti Alqaidah dan ISIS dan semua terorisme yang terjadi di Indonesia seperti Bom Bali terkait dengan terorisme tersebut.
Dalam kesempatan itu, Rizky menerangkan sejumlah kasus ektremisme yang terjadi dan
Kejadian yang baru-baru ini terjadi di SMAN 72 Jakarta membuka mata seluruh pihak bahwa upaya mencegah dan menangani kompleksitas ekstremisme kekerasan tidak bisa dilakukan secara parsial. Ketika seorang siswa menjadi korban perundungan (bullying), dampak psikologisnya dapat mengarah pada tindakan tak terduga dan tidak rasional. Sekolah, yang seharusnya menjadi ruang aman untuk tumbuh dan membentuk karakter positif, justru berpotensi meninggalkan trauma mendalam bagi peserta didik.

Menurutnya, di tengah kemajuan teknologi, ancaman kekerasan dan radikalisasi tidak lagi terlihat jelas. Anak-anak bisa terjerumus dalam kekerasan digital yang tak kasatmata. Transformasi radikalisme kini tidak membutuhkan proses panjang; cukup melalui algoritma dan ruang digital yang memperkuat kebencian, seorang remaja bisa masuk dalam lingkaran ekstremisme. Fenomena echo chamber yang menyempitkan cara pandang menjadi ancaman serius bagi generasi muda yang masih dalam proses pencarian jati diri.

Densus 88 AT Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga ruang digital agar tidak menjadi sarang penyebaran paham kekerasan, terlebih yang menyasar anak-anak.

Momentum ini sekaligus menegaskan pentingnya pembumian dan pemahaman Pancasila secara nyata di kalangan generasi muda. Nilai gotong royong, kemanusiaan, dan persatuan harus hadir bukan hanya dalam hafalan, tetapi dalam tindakan, terutama dalam interaksi di ruang digital. Pendidikan Pancasila bukan sekadar mata pelajaran wajib—melainkan tameng ideologis yang melindungi anak bangsa dari paparan ekstremisme dan budaya kekerasan.

Sekolah, keluarga, dan masyarakat perlu bergandengan tangan menanamkan karakter yang berlandaskan Pancasila: menghormati keberagaman, mengutamakan dialog, dan menjunjung kemanusiaan. Dengan itu, generasi muda tidak hanya cerdas teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya untuk kebaikan bersama.

Kasus SMAN 72 menjadi pelajaran penting bahwa pembinaan mental dan karakter pelajar harus diperkuat. Pembumian Pancasila adalah upaya strategis agar para pelajar tumbuh sebagai generasi yang tangguh, berakhlak, serta memiliki daya tahan terhadap ideologi kekerasan. Dari sekolah, dari rumah, dan dari dunia digital—Pancasila harus kembali dihidupkan dalam setiap langkah generasi penerus bangsa.

“Program yang dilaksanakan dari
Kesbangpol Papua Tengah ini sangat bagus sekali. Artinya menimbulkan lagi nilai-nilai Pancasila dalam diri generasi muda itu sangat penting. Khususnya anak-anak Paski Beraka, karena anak-anak Paski Beraka merupakan agen perubahan di dalam mengajak seluruh elemen merasakan untuk bersama-sama mencegah radikalisme, ekstremisme, dan tersebut,” ujarnya.
“Harapan kami dari Densus 88 kepada adik-adik Paski Beraka ini sangat besar, Bapak. Kami berharap adik-adik Paski Beraka menjadi simbol bagi teman-teman di sebayanya untuk menjaga nilai-nilai Pancasila dan menjaga kerukunan umat beragama, khususnya di Papua Tengah,” pungkasnya. (ing elsa)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita Daerah

DPR Papua Tengah Tetapkan 6 Raperda Inisiatif Masuk Propemperda 2026, Prioritaskan Adat dan Lingkungan

Published

on


Nabire, Papua Tengah — enagoNews – Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT), John NR Gobai, menyampaikan penjelasan pengusul terhadap enam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif anggota DPRPT dalam sidang paripurna yang digelar di Aula DPRPT, Rabu (22/4/2026).
Dalam pemaparannya, Gobai menegaskan bahwa pengusulan Raperda tersebut mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, khususnya Pasal 33 ayat (1), yang mengatur bahwa Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) harus memuat judul rancangan peraturan, materi yang diatur, serta keterkaitannya dengan regulasi lain.
“Berdasarkan ketentuan tersebut serta Peraturan Tata Tertib DPRPT, kami telah menyampaikan penjelasan ringkas terhadap enam Raperda inisiatif anggota untuk dapat dipertimbangkan masuk dalam Propemperda tahun 2026,” ujar Gobai di hadapan peserta sidang.
Ia menjelaskan, keenam Raperda yang diusulkan terdiri dari lima Raperda Provinsi (Raperdasi) dan satu Raperda Khusus (Raperdasus). Seluruhnya dinilai strategis karena menyentuh aspek perlindungan masyarakat adat, pelestarian budaya, hingga pengelolaan lingkungan hidup di Papua Tengah.
Adapun rincian Raperda yang diusulkan meliputi Raperdasus tentang Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil, yang bertujuan memperkuat perlindungan serta pemberdayaan kelompok masyarakat adat yang masih terisolasi. Selanjutnya, Raperdasi tentang Ketertiban Umum yang diarahkan untuk menciptakan kondisi sosial yang aman dan tertib di wilayah Papua Tengah.
Selain itu, DPRPT juga mengusulkan Raperdasi tentang Hukum dalam Masyarakat, sebagai upaya pengakuan dan penguatan sistem hukum adat yang hidup di tengah masyarakat. Raperdasi tentang Cagar Budaya turut diajukan guna melindungi warisan budaya daerah dari ancaman kerusakan dan kepunahan.
Di sektor lingkungan, Raperdasi tentang Mangrove menjadi perhatian penting, mengingat peran ekosistem mangrove dalam menjaga keseimbangan pesisir dan mitigasi perubahan iklim. Sementara itu, Raperdasi tentang Noken diusulkan sebagai bentuk pelestarian simbol budaya khas Papua yang telah diakui secara internasional.
Gobai menambahkan, keenam draft tersebut telah ditetapkan sebagai Raperda inisiatif DPRPT dan resmi masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Provinsi Papua Tengah tahun 20
“Dengan masuknya enam Raperda ini dalam Propemperda 2026, diharapkan proses pembahasan dapat berjalan optimal dan menghasilkan regulasi yang berpihak pada kepentingan masyarakat Papua Tengah,” katanya.
Sidang paripurna tersebut menjadi bagian penting dalam tahapan perencanaan legislasi daerah, sekaligus menegaskan komitmen DPRPT dalam mendorong lahirnya regulasi yang responsif terhadap kebutuhan lokal serta berlandaskan nilai-nilai kearifan masyarakat Papua. (red-enagoNews)

Continue Reading

Berita Daerah

Kapolda Papua Tengah Resmi Buka Lomba Balap Perahu Motor Tempel di Nabire, Dorong Wisata dan Kreativitas Pemuda Pesisir

Published

on


Nabire, Papua Tengah — enagoNews – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, secara resmi membuka Lomba Balap Perahu Motor Tempel Yamaha yang digelar di Pantai Nabire, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Polda Papua Tengah yang jatuh pada 29 April 2026.
Pembukaan lomba berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu dan Dandim 1705/Nabire Letkol Dwi Palwanto Tirta Mentari. Kapolda terlihat langsung memantau jalannya perlombaan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai wilayah pesisir.


Dalam keterangannya kepada media, Kapolda menjelaskan bahwa perlombaan ini menggunakan perahu khusus yang dirancang untuk balap dengan mesin motor tempel berkekuatan 15 PK. Ia menegaskan bahwa perahu yang digunakan berbeda dengan perahu nelayan biasa, karena telah dimodifikasi khusus untuk kebutuhan kompetisi.
“Ini bukan perahu untuk memancing, tetapi benar-benar dirancang untuk balap. Kegiatan ini sangat positif, selain sebagai hiburan masyarakat juga menjadi sarana memperkenalkan potensi wisata pesisir Nabire yang memiliki keindahan pasir pantai yang luar biasa,” ujar Kapolda.


Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif yang diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan, tidak hanya oleh kepolisian, tetapi juga oleh berbagai pihak lainnya. Menurutnya, event semacam ini dapat menjadi daya tarik baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.


Selain aspek wisata, Kapolda juga menekankan nilai sosial dari kegiatan tersebut, terutama dalam mengarahkan energi generasi muda ke aktivitas yang lebih positif.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk menyalurkan minat dan bakatnya, sehingga dapat menjauhkan mereka dari aktivitas negatif,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua DPRK Nabire, Nancy Karolin Worabay, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan lomba tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi masyarakat pesisir dan generasi muda.
“Kegiatan ini sangat positif karena mampu menjaring anak-anak muda pesisir untuk menunjukkan kemampuan mereka. Balap motor di laut tentu berbeda dengan di darat, karena harus menghadapi gelombang dan membutuhkan keterampilan serta perancangan perahu yang matang,” ungkap Nancy.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini berpotensi menjadi solusi dalam mengurangi aksi balap liar di jalan raya yang kerap melibatkan remaja.
“Kalau kegiatan seperti ini rutin dilakukan, maka anak-anak muda yang sebelumnya terlibat balap liar bisa dialihkan ke kegiatan yang lebih aman dan terarah. Ini tentu dapat meminimalisir risiko kecelakaan di jalan,” jelasnya.
Nancy berharap pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, dapat memberikan dukungan penuh agar kegiatan serupa terus berlanjut dan berkembang. Ia juga mendorong partisipasi lebih luas dari berbagai suku dan komunitas di Nabire agar tercipta kompetisi yang sehat dan inklusif.
Dengan diikuti sekitar 24 peserta pada pelaksanaan perdana ini, diharapkan jumlah peserta akan terus meningkat di masa mendatang seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga balap perahu motor tempel.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga simbol sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ruang positif bagi generasi muda serta mempromosikan potensi daerah Papua Tengah ke tingkat yang lebih luas. (red-enagoNews)

Continue Reading

Berita Daerah

Tamu Kehormatan PP Paguyuban Pasundan Tiba di Nabire, Siap Lantik 5 PC & 18 PAC se-Tanah Papua

Published

on


Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Rombongan tamu kehormatan dari Pengurus Pusat (PP) Paguyuban Pasundan telah tiba di Nabire, Papua Tengah, Kamis (23/4/2026), dalam rangka agenda pelantikan kepengurusan organisasi di wilayah Tanah Papua.
Kehadiran delegasi PP Paguyuban Pasundan ini menjadi bagian penting dari rangkaian konsolidasi organisasi yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, di Nabire. Dalam agenda tersebut, perwakilan pusat akan melantik Pengurus Wilayah, lima Pengurus Cabang tingkat provinsi, 18 Pengurus Anak Cabang kabupaten/kota, serta satu pengurus ranting.


Adapun rombongan yang hadir mewakili Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan terdiri dari Mayjen TNI (Purn.) Deny K. Irawan selaku Sekretaris Dewan Pangaping, Dr. Kunkunrat, M.Si. yang menjabat Ketua Bidang Organisasi sekaligus Dekan FISIP Universitas Pasundan, serta Subaryo, S.Pd., M.Pd. sebagai Sekretaris Bidang Organisasi yang juga Kepala SMK Pasundan 3 Cimahi.
Setibanya di Nabire, rombongan disambut langsung oleh Ketua Paguyuban Pasundan Cabang Nabire, Tabroni M. Cahya, bersama jajaran pengurus setempat. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas organisasi berbasis kultural tersebut.
Ketua Cabang Paguyuban Pasundan Nabire, Tabroni M. Cahya, menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat eksistensi dan peran Paguyuban Pasundan di Tanah Papua. Menurutnya, kehadiran pengurus pusat memberikan dorongan moral sekaligus legitimasi organisasi dalam menjalankan program-program ke depan.


“Ini bukan sekadar pelantikan, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi serta memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat bawah, agar lebih solid dan mampu berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah pengurus cabang dan anak cabang dari berbagai daerah di Tanah Papua dilaporkan mulai berdatangan ke Nabire sejak beberapa hari terakhir. Namun, hingga Kamis sore, sebagian lainnya masih dalam perjalanan dan dijadwalkan tiba sebelum pelaksanaan pelantikan.


Pelantikan pengurus secara serentak ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarwilayah serta meningkatkan peran Paguyuban Pasundan dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di wilayah Papua Tengah dan sekitarnya. Selain itu, organisasi ini juga diharapkan terus menjadi wadah pemersatu warga Sunda di perantauan, sekaligus menjembatani nilai-nilai budaya dengan dinamika sosial masyarakat setempat.


Dengan agenda pelantikan yang melibatkan puluhan pengurus dari berbagai tingkatan, Nabire diproyeksikan menjadi pusat konsolidasi organisasi Paguyuban Pasundan di kawasan timur Indonesia dalam waktu dekat. (red-enagoNews)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 ENAGONEWS.COM