Connect with us
Advertisements

Berita Deiyai

Kesbangpol Papua Tengah Tanamkan Nilai Pancasila untuk Perkuat Karakter Pemuda

Published

on

Ka Kesbangpol “Pancasila  Kompas Moral  Pegangan Generasi Muda Hadapi Tantangan Zaman”


Nabire, Papua Tengah -enagoNews –  Upaya memperkuat karakter kebangsaan di kalangan pemuda terus dilakukan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Salah satunya melalui kegiatan Pembumian Nilai-nilai Pancasila bagi Generasi Muda yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Papua Tengah di Hotel JDF Nabire, Sabtu (22/11/2025).

Kegiatan dibuka secara resmi Kepala Kesbangpol Provinsi Papua Tengah Albertus Adii, S.E., M.Si di ikuti sebanyak 150 peserta hadir dalam kegiatan ini, terdiri dari Paskibraka aktif dan Purna Paskibraka dari tingkat provinsi hingga kabupaten. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dari proses pembinaan generasi muda yang diharapkan dapat menjaga nilai persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Kepala Kesbangpol Provinsi Papua Tengah, Albertus Adii, S.E., M.Si., dalam sambutannya mengatakan bahwa Pancasila merupakan kompas moral yang harus menjadi pegangan generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

“Teknologi berkembang pesat, informasi datang tanpa batas, tetapi nilai Pancasila adalah pondasi yang membuat kita tetap kokoh sebagai bangsa,” tegasnya.

Ia menegaskan, peran generasi muda—khususnya Paskibraka—sangat vital sebagai wajah dan representasi nasionalisme di daerah.

“Adik-adik bukan sekadar pengibar bendera pada upacara 17 Agustus. Kalian adalah Duta Pancasila yang memiliki tugas memberikan teladan di sekolah, kampung, hingga ruang digital,” kata Albertus.

Menurutnya, pembumian Pancasila harus benar-benar diwujudkan dalam laku kehidupan, bukan hanya dalam hafalan atau seremonial semata.

“Nilai ketuhanan mengajarkan moralitas dan toleransi. Nilai kemanusiaan menumbuhkan empati dan saling menghargai. Nilai persatuan menjaga kedamaian. Nilai kerakyatan memandu kita menyelesaikan persoalan lewat musyawarah. Dan nilai keadilan mendorong kita berkarya tanpa membedakan siapa pun,” urainya.

Narasumber Profesional Hadir Beri Penguatan Ideologi

Pelaksanaan kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari lembaga strategis nasional seperti:

▪ Tim Preventif Densus 88 AT Mabes Polri Wilayah Papua Rizki Hari F.P., S.H.,
▪ Ketua Bakorwil Forum Kader Bela Negara (FKBN) Republik Indonesia Provinsi Papua Tengah Samuel Sauwyar
▪ Perwakilan Purna Paskibraka Provinsi Papua Tengah Supami

Keikutsertaan narasumber tersebut diharapkan memberi pemahaman menyeluruh mengenai ancaman ideologi yang mengganggu persatuan nasional, seperti intoleransi, radikalisme, dan disinformasi.

Ketua Panitia, Maikel Gobay, S.E., M.A.P, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah solusi menghadapi tantangan sosial di era digital.

“Pemuda menjadi target utama provokasi dan informasi sesat. Karena itu, karakter dan daya nila bangsa harus diperkuat. Mereka harus bisa memilah informasi dan berdiri kokoh pada jati diri sebagai Bangsa Indonesia,” ujarnya.

Maikel menegaskan bahwa Paskibraka dipilih untuk menjadi peserta karena mereka adalah sosok yang sudah memiliki dasar kedisiplinan dan jiwa nasionalisme yang kuat.

Dukung Perdamaian dan Persatuan di Papua Tengah

Albertus menegaskan, Papua Tengah adalah rumah bersama bagi siapa saja tanpa memandang suku, agama, budaya, maupun asal-usul.

“Generasi muda harus menjadi benteng kebhinekaan. Kita harus saling menjaga dan membangun Papua Tengah sebagai tanah yang aman, damai, dan bersatu,” pesannya.

Acara kemudian resmi dibuka oleh Kepala Kesbangpol dengan seruan tiga kali Salam Pancasila yang disambut penuh semangat oleh seluruh peserta.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi, sesi dialog, serta pembekalan praktik pembumian nilai Pancasila dalam kehidupan sosial masyarakat.

Harapan Pemerintah untuk Generasi Muda Papua Tengah

Pemerintah berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti sebatas pertemuan seremonial, tetapi menjadi gerakan nyata pemuda dalam:

– Menjaga harmoni dalam keberagaman
– Menyaring dan melawan berita bohong (hoaks)
– Membangun semangat gotong royong
– Menghindari perilaku intoleran
– Menjadi pelopor prestasi dan kedisiplinan

“Jadilah generasi yang tidak hanya bangga memakai atribut Merah Putih, tetapi juga menghidupkan semangat Merah Putih dalam tindakan,” tutup Albertus.

Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan menyanyikan yel-yel Pancasila yang menggema memenuhi ruangan acara. (ing elsa)

Generasi Muda Papua Tengah Didorong Menjadi Penggerak Pembumian Nilai Pancasila

Sementara itu dalam pemaparan materinya, Ketua Bakorwil Forum Kader Bela Negara (FKBN) Provinsi Papua Tengah Samuel Sauwyar mengatakan,
Pancasila bukan hanya sekadar ideologi negara, melainkan nilai hidup yang harus terus dihidupkan, terutama di tengah arus perubahan zaman dan kemajuan teknologi saat ini. Generasi muda, khususnya di Provinsi Papua Tengah, dinilai memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai persatuan, menjaga keamanan daerah, serta mendorong pembangunan kemandirian di berbagai sektor.

Menurutnya, Pembumian Pancasila dimaknai sebagai upaya menjadikan nilai-nilai Pancasila benar-benar mengakar dalam perilaku, bukan hanya sekadar hafalan atau seremonial semata. Konsep ini menekankan pemahaman yang tepat, penghayatan moral, penerapan dalam tindakan nyata, serta kemampuan menyesuaikan nilai-nilai tersebut dengan tantangan kekinian, termasuk dalam ruang digital dan dinamika sosial masyarakat Papua Tengah.

Setiap sila Pancasila memiliki makna dan pesan moral bagi generasi muda. Mulai dari menjaga toleransi antarumat beragama, menolak tindakan perundungan, hingga menghormati keberagaman suku, budaya, dan latar belakang masyarakat yang hidup berdampingan di Papua Tengah. Para pemuda juga diharapkan mengedepankan musyawarah dalam penyelesaian masalah serta menjunjung keadilan dalam berbagai aspek kehidupan sosial.

Pemuda Papua Tengah diharapkan tampil sebagai agen persatuan, garda terdepan dalam menjaga harmoni sosial dan mencegah potensi konflik horizontal. Mereka juga menjadi bagian penting dalam penguatan nilai bela negara, yang tidak semata terkait aspek fisik, melainkan tercermin melalui kepatuhan terhadap hukum, sikap kritis terhadap informasi, keberanian melawan hoaks, serta kepedulian pada lingkungan dan masyarakat sekitar.

Selain itu, pemuda menjadi kunci dalam menggerakkan pembangunan sektor ekonomi kreatif, digitalisasi, pendidikan komunitas, serta pelestarian budaya lokal. Keteladanan dalam penggunaan media sosial juga menjadi sorotan penting, dengan harapan generasi muda mampu menyebarkan konten positif, merawat rasa kebangsaan, dan menolak ujaran kebencian yang dapat memecah belah.

Meski demikian, berbagai tantangan turut menghadang, seperti derasnya penyebaran informasi palsu, konflik identitas, pengaruh budaya negatif, hingga penyalahgunaan teknologi digital. Nilai-nilai Pancasila hadir sebagai solusi untuk memperkuat semangat persaudaraan, etika sosial, dan gotong royong yang menjadi karakter bangsa.

Strategi pembumian Pancasila di Papua Tengah terus diperkuat melalui berbagai langkah, antara lain pendidikan karakter berbasis budaya lokal, pelatihan kader bela negara, gerakan media sosial yang mempromosikan konten edukatif, serta pemberdayaan pemuda dalam kepemimpinan dan wirausaha kreatif.

Pada akhirnya, pembumian Pancasila merupakan tugas seluruh komponen bangsa. Namun, generasi muda menjadi faktor paling menentukan dalam menjaga masa depan Indonesia, termasuk Papua Tengah. Dengan memegang teguh nilai Pancasila, pemuda Papua Tengah diyakini mampu menjadi penjaga persatuan, pelopor pembangunan daerah, penggerak perdamaian, serta kader bela negara yang berintegritas.

Paparan Nilai-Nilai Pancasila dan Implementasinya bagi Generasi Muda Papua Tengah

Lebih lanjut dipaparkan Samuel Sauwyar, dalam pembumian Pancasila, setiap sila mengandung pesan moral yang harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, terutama oleh generasi muda sebagai penjaga masa depan.

Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila pertama mengajarkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai ketuhanan dan kebebasan beragama. Generasi muda Papua Tengah diharapkan mampu memelihara toleransi antarumat beragama.
Di era digital, hal ini diwujudkan dengan tidak menyebarkan ujaran kebencian berbasis agama, saling menghormati kegiatan ibadah, dan menciptakan ruang media sosial yang damai dan saling mendukung. Toleransi menjadi fondasi kehidupan sosial masyarakat yang majemuk.

Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Sila ini menegaskan pentingnya menghormati martabat setiap manusia tanpa kecuali.
Anak muda diajak menolak segala bentuk diskriminasi, bullying, dan kekerasan baik di sekolah maupun di ruang publik lainnya. Empati dan kepedulian harus tumbuh dalam tindakan nyata seperti saling menolong tanpa memandang latar belakang suku, warna kulit, atau budaya. Inilah sikap beradab yang mencerminkan nilai kemanusiaan sejati.

Sila Ketiga: Persatuan Indonesia

Papua Tengah adalah bagian penting dari Indonesia, rumah besar yang beragam namun tetap satu.
Pemuda harus menjadi garda persatuan, menjaga kerukunan antar suku dan kelompok masyarakat, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah.
Dengan mencintai budaya lokal serta bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia, maka persatuan bukan hanya slogan, tetapi menjadi kekuatan dalam menjaga keamanan dan keharmonisan daerah.

Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Demokrasi Indonesia menempatkan musyawarah sebagai jalan penyelesaian masalah.
Pemuda didorong untuk berani mengemukakan pendapat dengan sopan, menghargai pandangan orang lain, serta mengutamakan dialog ketika terjadi perbedaan.
Keterlibatan aktif dalam organisasi pemuda juga menjadi sarana melatih kepemimpinan dan kemampuan pengambilan keputusan yang adil bagi kepentingan bersama.

Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Sila terakhir menegaskan bahwa kesejahteraan harus dirasakan semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Generasi muda harus menumbuhkan sikap sportivitas, menolak ketidakadilan, dan mendukung usaha-usaha ekonomi yang memberdayakan masyarakat lokal seperti UMKM dan ekonomi kreatif.
Semangat membantu sesama tanpa memandang golongan adalah perwujudan nyata keadilan sosial dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan memahami makna setiap sila dan menerapkannya dalam berbagai situasi — baik dalam pergaulan, dunia pendidikan, hingga penggunaan media sosial — generasi muda Papua Tengah dapat menjadi penjaga kerukunan, pendorong kemajuan daerah, penggerak perubahan yang bermoral, kader bela negara yang berkarakter Pancasila,” pungkas Sauwyar.

Kasus SMAN 72 Jakarta Jadi Cermin Pentingnya Pembumian Pancasila di Era Digital

Sementara itu Rizky Hari F.P. , S.H.
Tim Preventif Densus 88 AT Mabes Polri wilayah Papua, dalam paparannya menyampaikan terkait dengan aksi terorisme Internasional, Nasional hingga Papua.
Bahwa terorisme yang terjadi merupakan rangkaian kelompok tingkat internasional seperti Alqaidah dan ISIS dan semua terorisme yang terjadi di Indonesia seperti Bom Bali terkait dengan terorisme tersebut.
Dalam kesempatan itu, Rizky menerangkan sejumlah kasus ektremisme yang terjadi dan
Kejadian yang baru-baru ini terjadi di SMAN 72 Jakarta membuka mata seluruh pihak bahwa upaya mencegah dan menangani kompleksitas ekstremisme kekerasan tidak bisa dilakukan secara parsial. Ketika seorang siswa menjadi korban perundungan (bullying), dampak psikologisnya dapat mengarah pada tindakan tak terduga dan tidak rasional. Sekolah, yang seharusnya menjadi ruang aman untuk tumbuh dan membentuk karakter positif, justru berpotensi meninggalkan trauma mendalam bagi peserta didik.

Menurutnya, di tengah kemajuan teknologi, ancaman kekerasan dan radikalisasi tidak lagi terlihat jelas. Anak-anak bisa terjerumus dalam kekerasan digital yang tak kasatmata. Transformasi radikalisme kini tidak membutuhkan proses panjang; cukup melalui algoritma dan ruang digital yang memperkuat kebencian, seorang remaja bisa masuk dalam lingkaran ekstremisme. Fenomena echo chamber yang menyempitkan cara pandang menjadi ancaman serius bagi generasi muda yang masih dalam proses pencarian jati diri.

Densus 88 AT Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga ruang digital agar tidak menjadi sarang penyebaran paham kekerasan, terlebih yang menyasar anak-anak.

Momentum ini sekaligus menegaskan pentingnya pembumian dan pemahaman Pancasila secara nyata di kalangan generasi muda. Nilai gotong royong, kemanusiaan, dan persatuan harus hadir bukan hanya dalam hafalan, tetapi dalam tindakan, terutama dalam interaksi di ruang digital. Pendidikan Pancasila bukan sekadar mata pelajaran wajib—melainkan tameng ideologis yang melindungi anak bangsa dari paparan ekstremisme dan budaya kekerasan.

Sekolah, keluarga, dan masyarakat perlu bergandengan tangan menanamkan karakter yang berlandaskan Pancasila: menghormati keberagaman, mengutamakan dialog, dan menjunjung kemanusiaan. Dengan itu, generasi muda tidak hanya cerdas teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya untuk kebaikan bersama.

Kasus SMAN 72 menjadi pelajaran penting bahwa pembinaan mental dan karakter pelajar harus diperkuat. Pembumian Pancasila adalah upaya strategis agar para pelajar tumbuh sebagai generasi yang tangguh, berakhlak, serta memiliki daya tahan terhadap ideologi kekerasan. Dari sekolah, dari rumah, dan dari dunia digital—Pancasila harus kembali dihidupkan dalam setiap langkah generasi penerus bangsa.

“Program yang dilaksanakan dari
Kesbangpol Papua Tengah ini sangat bagus sekali. Artinya menimbulkan lagi nilai-nilai Pancasila dalam diri generasi muda itu sangat penting. Khususnya anak-anak Paski Beraka, karena anak-anak Paski Beraka merupakan agen perubahan di dalam mengajak seluruh elemen merasakan untuk bersama-sama mencegah radikalisme, ekstremisme, dan tersebut,” ujarnya.
“Harapan kami dari Densus 88 kepada adik-adik Paski Beraka ini sangat besar, Bapak. Kami berharap adik-adik Paski Beraka menjadi simbol bagi teman-teman di sebayanya untuk menjaga nilai-nilai Pancasila dan menjaga kerukunan umat beragama, khususnya di Papua Tengah,” pungkasnya. (ing elsa)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita Daerah

Gubernur Papua Tengah Serukan Doa Bersama Satu Jam untuk Kedamaian dan Keamanan Daerah

Published

on

Nabire, Papua Tengah-enagoNews – Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, menyerukan kepada seluruh masyarakat Papua Tengah untuk melaksanakan doa bersama demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif di seluruh wilayah Papua Tengah.

Seruan tersebut disampaikan melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Marthen Ukago, saat memberikan sambutan dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-62 Gereja KINGMI Jemaat Maranatha Nabire yang berlangsung di Nabire, Sabtu (6/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Marthen Ukago menyampaikan pesan khusus dari Gubernur Papua Tengah yang mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, lembaga pemerintah, hingga seluruh warga Papua Tengah untuk bersatu dalam doa selama satu jam pada Minggu, 7 Juni 2026, mulai pukul 17.00 hingga 18.00 WIT.

Menurutnya, ajakan tersebut lahir dari kepedulian dan perhatian Gubernur terhadap kondisi Papua Tengah yang saat ini menghadapi berbagai tantangan dan dinamika sosial. Pemerintah daerah telah berupaya mengambil berbagai langkah strategis melalui jalur pemerintahan, koordinasi lintas sektor, serta pendekatan keamanan dan pembangunan. Namun demikian, Gubernur menilai bahwa upaya-upaya tersebut perlu disertai dengan kekuatan spiritual melalui doa bersama kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dalam penyampaiannya, Marthen Ukago mengungkapkan bahwa Gubernur secara langsung menyampaikan ajakan tersebut melalui media sosial sebagai bentuk komunikasi terbuka kepada masyarakat. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan kepedulian seorang pemimpin daerah yang tidak hanya mengandalkan kekuatan pemerintahan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk memohon campur tangan Tuhan demi kedamaian dan kesejahteraan daerah.

“Bapak Gubernur mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah untuk melaksanakan doa bersama selama satu jam pada hari Minggu, 7 Juni 2026, pukul 17.00 hingga 18.00 WIT. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya sesuai kewenangan yang dimiliki, namun beliau meyakini bahwa kekuatan doa dari seluruh umat beriman juga sangat dibutuhkan agar Papua Tengah senantiasa berada dalam perlindungan Tuhan dan dijauhkan dari berbagai persoalan yang dapat mengganggu keamanan dan kedamaian daerah,” ujar Marthen Ukago di hadapan jemaat.

Lebih lanjut, ia mengajak para pimpinan gereja, pengurus klasis, para pendeta, serta seluruh jemaat untuk menyebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat luas agar pelaksanaan doa bersama dapat berlangsung serentak di berbagai wilayah Papua Tengah.

Momentum doa bersama ini diharapkan menjadi wadah persatuan bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun golongan. Melalui kebersamaan dalam doa, diharapkan Papua Tengah senantiasa diberikan kedamaian, keamanan, persaudaraan yang kuat, serta terhindar dari berbagai konflik dan permasalahan yang dapat menghambat pembangunan daerah.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi dan mengambil bagian dalam gerakan doa bersama tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan Papua Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera.

Doa Bersama untuk Kedamaian Papua Tengah akan dilaksanakan pada:

Hari/Tanggal: Minggu, 7 Juni 2026

Waktu: 17.00 – 18.00 WIT

Agenda: Doa Bersama untuk Keamanan, Kedamaian, dan Kesejahteraan Papua Tengah

Ajakan ini menjadi wujud harapan Pemerintah Provinsi Papua Tengah agar seluruh masyarakat bersatu dalam semangat persaudaraan dan mengandalkan penyertaan Tuhan dalam menjaga kedamaian serta stabilitas daerah demi masa depan Papua Tengah yang lebih baik. (red-enagoNews)

Continue Reading

Berita Daerah

Polda Papua Tengah Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan, Kapolda: Jangan Ragu Melapor

Published

on


NABIRE, PAPUA TENGAH– enagoNews – Polda Papua Tengah mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan jalanan, khususnya tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang masih menjadi perhatian aparat kepolisian.
Masyarakat diminta untuk menggunakan sistem pengamanan tambahan pada kendaraan, tidak meninggalkan kendaraan tanpa pengawasan di lokasi y.ang dianggap rawan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana maupun aktivitas yang mencurigakan.

Himbauan itu disampaikan Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol.Jermias Rontini dalam jumpa pers, Senin (1/6/2026) di Mapolda Papua Tengah.
“Kami tidak akan memberikan ruang terhadap segala bentuk kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat. Keamanan pada hakikatnya merupakan tanggung jawab bersama dan Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” tegas pihak kepolisian.


Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Runtini, mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap tindak pidana yang dialami, terutama yang berkaitan dengan kejahatan jalanan seperti pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), maupun pencurian kendaraan bermotor.
“Laporkan kepada kami apabila mengalami atau mengetahui adanya tindak pidana. Kami akan mengambil langkah-langkah penyelidikan dan tindakan kepolisian lainnya untuk menemukan kembali barang yang hilang maupun mengungkap pelakunya,” ujar Kapolda.


Menurutnya, keberhasilan kepolisian dalam mengembalikan enam unit kendaraan bermotor kepada pemiliknya merupakan salah satu bukti nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menjadi korban tindak kejahatan.
Momentum tersebut juga bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026. Mengusung tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai sarana memperkuat persatuan dan kebersamaan dalam membangun Provinsi Papua Tengah.
“Mari kita jadikan momentum Hari Lahir Pancasila sebagai momentum pemersatu seluruh masyarakat Papua Tengah untuk bersama-sama membangun daerah ini menjadi lebih maju, aman, dan sejahtera,” katanya.


Kapolda menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian semata. Diperlukan kolaborasi dan partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi serta melaporkan setiap kejadian kriminal yang terjadi di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, meningkatnya perlawanan masyarakat terhadap aksi begal menunjukkan tingginya tingkat keresahan warga terhadap kriminalitas. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk mengutamakan keselamatan diri dan menyerahkan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum.
“Mari kita berkolaborasi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Nabire. Polisi tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” tutup Kapolda.
Pada kesempatan tersebut, Polda Papua Tengah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi yang edukatif, objektif, dan menyejukkan kepada masyarakat. Kehadiran media dinilai memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penyebaran informasi yang akurat dan berimbang.


Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Papua Tengah menegaskan bahwa pengembalian kendaraan hasil pengungkapan kasus merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta menindaklanjuti setiap laporan tindak pidana secara serius, profesional, dan akuntabel.
“Kami berharap pengembalian kendaraan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para korban serta menjadi bukti bahwa setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti secara serius, profesional, dan akuntabel,” ujarnya.


Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel Ditreskrimum Polda Papua Tengah dan jajaran Satreskrim Polres Nabire yang telah bekerja keras dalam mengungkap berbagai kasus kriminalitas jalanan yang selama ini meresahkan masyarakat. (red-enagoNews)

Continue Reading

Berita Daerah

Polda Papua Tengah Ungkap 307 Kasus Kejahatan Jalanan Selama Januari -Mei 2026, 6 Kendaraan Hasil Curanmor Dikembalikan Kepada Pemiliknya

Published

on


Nabire, Papua Tengah–enagoNews- Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) memaparkan hasil penanganan kasus kejahatan jalanan atau tindak pidana C3 yang meliputi pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas/Begal), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) selama periode Januari hingga Mei 2026. Pemaparan tersebut disampaikan dalam kegiatan jumpa pers yang berlangsung di Markas Polda Papua Tengah, Senin (1/6/2026).
Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Papua Tengah, Polda Papua Tengah bersama seluruh jajaran Polres terus mengoptimalkan langkah preventif, preemtif, serta penegakan hukum terhadap berbagai bentuk kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.


Berdasarkan data rekapitulasi penanganan perkara selama lima bulan terakhir, tercatat sebanyak 307 laporan polisi (LP) terkait tindak pidana C3. Jumlah tersebut terdiri dari 156 kasus pencurian dengan kekerasan (curas/begal), 31 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), dan 120 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Penanganan Kasus Curas/Begal
Untuk kasus pencurian dengan kekerasan atau begal, tercatat sebanyak 156 laporan polisi yang ditangani oleh jajaran Polda Papua Tengah selama periode Januari hingga Mei 2026.


Dari jumlah tersebut, sebanyak 144 perkara masih berada pada tahap penyelidikan, sementara 12 perkara berhasil ditingkatkan ke tahap penyidikan dengan total 17 tersangka berhasil diamankan. Selain itu, 3 perkara telah dinyatakan lengkap atau P-21, sedangkan 2 perkara diselesaikan melalui mekanisme Restorative Justice (RJ) sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.


Polda Papua Tengah menilai peningkatan kasus curas menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu rasa aman masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat mobilitas yang tinggi. Untuk itu, berbagai langkah pencegahan dan penindakan terus dilakukan melalui peningkatan patroli, penguatan fungsi penyelidikan, serta tindakan tegas terhadap para pelaku kejahatan jalanan.
Pengungkapan Kasus Curat
Sementara itu, untuk tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), tercatat sebanyak 31 laporan polisi selama periode yang sama.
Dari jumlah tersebut, 23 perkara masih dalam tahap penyelidikan, sedangkan 8 perkara berhasil diungkap dengan 11 tersangka berhasil diamankan. Selain itu, 3 perkara telah dinyatakan P-21, 4 perkara masih dalam proses penyidikan, dan 1 perkara diselesaikan melalui Restorative Justice.


Polda Papua Tengah menegaskan bahwa tindak pidana curat merupakan salah satu bentuk kejahatan yang sangat merugikan masyarakat karena umumnya menyasar rumah tinggal, pertokoan, fasilitas umum, maupun aset milik warga. Berbagai modus operandi yang digunakan pelaku menjadi perhatian khusus aparat kepolisian dalam upaya pencegahan dan pengungkapan kasus.
Penanganan dan Pengungkapan Kasus Curanmor
Untuk tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor), tercatat sebanyak 120 laporan polisi selama Januari hingga Mei 2026.
Dari jumlah tersebut, 110 perkara masih dalam tahap penyelidikan, sementara 10 perkara berhasil ditingkatkan ke tahap penyidikan dengan 11 tersangka berhasil diamankan. Saat ini terdapat 9 perkara yang masih dalam proses penyidikan, terdiri dari 4 perkara yang telah memasuki Tahap I dan 5 perkara yang masih dalam proses penyidikan lanjutan. Selain itu, 1 perkara diselesaikan melalui mekanisme Restorative Justice.
Dalam rangka pengungkapan kasus curanmor tersebut, Ditreskrimum Polda Papua Tengah bersama jajaran Satreskrim Polres berhasil mengamankan 15 unit kendaraan bermotor roda dua yang diduga merupakan hasil tindak pidana pencurian kendaraan bermotor.


Sebagai bentuk komitmen Polri dalam mengembalikan hak masyarakat, pada kesempatan yang sama Polda Papua Tengah juga melaksanakan penyerahan simbolis kendaraan hasil curanmor kepada para pemilik yang sah. Penyerahan dilakukan setelah melalui proses identifikasi dan verifikasi yang ketat, termasuk pemeriksaan dokumen kepemilikan, pencocokan nomor rangka dan nomor mesin, serta pemeriksaan administrasi dan yuridis oleh penyidik.
Adapun kendaraan yang berhasil dikembalikan kepada pemiliknya antara lain:
1 unit Honda Beat Street warna hitam milik Muhammad Riski Ali;
1 unit Honda Beat Street warna hitam yang telah terverifikasi kepemilikannya;
1 unit Yamaha Mio 125 warna merah milik Era;
1 unit Honda Beat warna merah hitam milik Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire;
1 unit Honda Beat warna hitam milik Friska;
1 unit Honda Beat warna biru milik Arianti.
Komitmen Polda Papua Tengah
Kapolda Papua Tengah menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen melakukan penegakan hukum secara tegas, profesional, transparan, dan akuntabel terhadap seluruh bentuk kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat. Selain penindakan, upaya pencegahan melalui kegiatan preventif dan preemtif juga akan terus ditingkatkan guna meminimalisir potensi terjadinya tindak pidana di tengah masyarakat.


Kapolda Papua Tengah juga mengimbau seluruh masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menggunakan sistem pengamanan tambahan pada kendaraan, menghindari lokasi parkir yang rawan tindak kejahatan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengalami tindak pidana maupun mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.
“Keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, tertib, dan kondusif,” tegas Kapolda Papua Tengah.
Melalui sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan situasi keamanan di wilayah Papua Tengah dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman. (red-enagoNews)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 ENAGONEWS.COM