Connect with us
Advertisements

Berita Daerah

Peringati HUT ke-80 Bhayangkara, Polda Papua Tengah dan Polres Nabire Gelar Donor Darah serta Salurkan 100 Paket Sembako

Published

on

Wujud Kepedulian Polri kepada Masyarakat Melalui Aksi Kemanusiaan dan Bantuan Sosial”

Nabire, Papua Tengah – Dalam rangka menyambut dan memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Papua Tengah bersama Polres Nabire menggelar berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat, di antaranya donor darah dan penyaluran 100 paket sembako kepada warga, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan donor darah dipusatkan di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Nabire dan diikuti ratusan personel Polri serta peserta lainnya yang secara sukarela mendonorkan darahnya sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Sementara itu, penyaluran bantuan sosial berupa 100 paket sembako dilaksanakan di tiga pusat aktivitas ekonomi masyarakat, yakni Pasar Karang Tumaritis, Pasar Sentral Kalibobo, dan Pasar Oyehe.

Penyerahan bantuan secara simbolis dipusatkan di Pos Pengamanan Karang Tumaritis dan dilakukan langsung oleh Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, didampingi Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K.

Usai menyerahkan bantuan di Pasar Karang Tumaritis, rombongan melanjutkan kegiatan ke Pasar Sentral Kalibobo dan Pasar Oyehe untuk membagikan paket sembako kepada para pedagang dan masyarakat yang membutuhkan.

Tidak hanya membagikan sembako, Kapolres Nabire juga menyerahkan bantuan berupa puluhan payung kepada mama-mama pedagang di Pasar Sentral Kalibobo sebagai bentuk perhatian terhadap aktivitas mereka sehari-hari.

Kapolda: Bantuan Ini Wujud Ketulusan dan Kepedulian

Di hadapan para penerima bantuan di Pasar Karang Tumaritis, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan mungkin belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat, namun diharapkan dapat membantu mengurangi beban ekonomi keluarga.

“Kami menyadari bahwa bantuan ini bukan bantuan yang besar, tetapi kami berharap dapat membantu mama-mama sekalian dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Kapolda.

Ia mengajak masyarakat untuk melihat bantuan tersebut sebagai bentuk ketulusan dan kepedulian Polri kepada masyarakat.

“Jangan melihat besar atau kecilnya bantuan yang diberikan, tetapi lihatlah bahwa kami hadir dengan niat tulus untuk membantu meringankan beban kebutuhan mama-mama sekalian,” tambahnya.

Donor Darah Bentuk Pengabdian Kemanusiaan

Sementara itu, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu menegaskan bahwa kegiatan donor darah merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian sosial Polri yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, setiap kantong darah yang terkumpul memiliki nilai kemanusiaan yang sangat besar karena dapat membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah maupun penanganan medis lainnya.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kehidupan dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Setiap tetes darah yang didonorkan memiliki nilai kemanusiaan yang sangat besar karena dapat membantu mereka yang membutuhkan pertolongan medis,” kata Kapolres.

Kapolres juga mengajak seluruh peserta donor darah untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur.

Ia menambahkan bahwa donor darah tidak hanya membantu sesama manusia, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian sosial yang menjadi bagian dari tugas pengabdian Polri kepada masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan sosial tersebut, Polda Papua Tengah dan Polres Nabire berharap momentum Hari Bhayangkara ke-80 dapat semakin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong serta kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. (red-enagoNews)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita Daerah

Bimtek IGA 2026, Pemprov Papua Tengah Perkuat Kapasitas OPD dalam Pengelolaan Inovasi Daerah

Published

on

NABIRE, PAPUA TENGAH– enagoNews – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintahan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Cara Penginputan Indikator Inovasi Daerah dan Koordinasi Teknis Aplikasi Innovation Government Award (IGA) Tahun 2026. Kegiatan yang digelar oleh Bapperida Papua Tengah tersebut berlangsung di Guest House Nabire, Kamis (11/6/2026).


Mewakili Gubernur Papua Tengah, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, SDM dan Pengembangan Otonomi Khusus, Ukkas, S.Sos., M.KP, menegaskan bahwa inovasi menjadi kebutuhan penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Menurutnya, pemerintah daerah dituntut menghadirkan terobosan yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempercepat pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa Innovation Government Award tidak hanya berorientasi pada penghargaan, tetapi juga menjadi sarana membangun budaya kerja yang kreatif, efektif, dan responsif di setiap perangkat daerah. Inovasi dapat diwujudkan melalui berbagai langkah sederhana, seperti penyederhanaan prosedur pelayanan, percepatan administrasi, hingga penguatan koordinasi antar-OPD.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung visi pembangunan Papua Tengah, yakni mewujudkan Papua Tengah Emas yang adil, berdaya saing, bermartabat, harmonis, maju, dan berkelanjutan. Karena itu, seluruh perangkat daerah diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah.


Selain meningkatkan pemahaman teknis terkait aplikasi IGA, bimtek ini bertujuan memastikan setiap inovasi yang telah dilaksanakan oleh perangkat daerah dapat terdokumentasi dan terinput secara baik sesuai pedoman Kementerian Dalam Negeri. Dengan demikian, berbagai inovasi yang lahir dari daerah dapat terukur, terdokumentasi, dan memperoleh pengakuan dalam sistem penilaian nasional.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan pemahaman dalam pengelolaan data inovasi daerah, sehingga mampu mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (red-enagoNews)

Continue Reading

Berita Daerah

Ditengah Demam Piala Dunia 2026, Wakil Bupati Nabire Ingatkan Masyarakat Jaga Persatuan, Nasionalisme dan Disiplin Kerja ASN

Published

on

Boleh Saling Mendukung, Namun Jangan Merusak Persaudaraan, Melunturkan Nasionalisme, dan Mengabaikan Tugas ASN”


NABIRE, Papua Tengah – enagoNews – Di tengah euforia dan demam Piala Dunia 2026 yang melanda masyarakat, Wakil Bupati Nabire, H. Burhanudin Parenwari, mengingatkan masyarakat, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN), agar tetap menjaga persatuan, nasionalisme, serta disiplin dalam menjalankan tugas.


Pesan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Meja Kegiatan Pembangunan Kabupaten Nabire periode Januari–Mei 2026 yang berlangsung di Aula Bapperida Kabupaten Nabire, Kamis (11/6/2026).
Menurut Burhanudin Parenwari, antusiasme masyarakat dalam mendukung tim favorit masing-masing merupakan hal yang wajar karena sepak bola merupakan olahraga yang paling digemari oleh berbagai kalangan.
“Kami tidak mungkin melarang masyarakat untuk mendukung tim favoritnya. Silakan mendukung, silakan bersemangat dan bergembira menyambut Piala Dunia, tetapi ada beberapa hal penting yang perlu kita ingat bersama,” ujarnya.


Jangan Lupakan Nasionalisme
Poin pertama yang disampaikan Wakil Bupati adalah agar dukungan terhadap tim negara lain tidak mengurangi rasa cinta kepada Indonesia.
Menurutnya, masyarakat boleh mengidolakan dan mendukung negara peserta Piala Dunia mana pun, tetapi harus tetap menempatkan nasionalisme dan patriotisme kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai prioritas utama.
“Yang kita dukung adalah negara lain, itu tidak masalah. Namun jangan sampai mengurangi nilai kebangsaan dan patriotisme kita terhadap Indonesia. Jangan sampai semangat mendukung tim favorit justru melunturkan rasa nasionalisme,” tegasnya.
Ia bahkan menyoroti fenomena banyaknya bendera negara peserta Piala Dunia yang dikibarkan di berbagai tempat, sementara saat momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia masih ada warga yang kurang antusias memasang bendera Merah Putih.
“Kalau kita bisa begitu semangat mengibarkan bendera negara lain, maka saat bulan Agustus nanti semangat yang sama harus kita tunjukkan untuk Merah Putih,” katanya.


Jaga Persaudaraan dan Hindari Konflik
Poin kedua, Wakil Bupati mengingatkan agar perbedaan dukungan terhadap tim tertentu tidak menimbulkan perpecahan maupun konflik antarwarga.
Menurutnya, kemenangan sebuah tim tidak memberikan keuntungan langsung kepada masyarakat sehingga tidak perlu sampai merusak hubungan persaudaraan hanya karena berbeda pilihan.
“Boleh mendukung Argentina, Brasil, Portugal, Senegal, atau negara lainnya. Tetapi jangan sampai gara-gara sepak bola kita menjadi bermusuhan, bertengkar, bahkan berkelahi. Kita tetap satu sebagai masyarakat Nabire dan sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sepak bola hanyalah hiburan dan ajang olahraga yang bersifat sementara, sementara persaudaraan dan persatuan harus dijaga selamanya.


ASN Diminta Tetap Disiplin dan Profesional
Poin ketiga dan keempat secara khusus ditujukan kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire.
Burhanudin mengingatkan bahwa sebagian pertandingan Piala Dunia berlangsung pada jam kerja sehingga ASN tidak boleh menjadikan tontonan sepak bola sebagai alasan untuk mengurangi disiplin maupun kinerja.
“Tidak ada alasan tidak masuk kantor karena menonton Piala Dunia. Kita adalah ASN yang bekerja sesuai aturan dan jam kerja yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Ia meminta seluruh ASN tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab secara profesional serta tidak membiarkan aktivitas menonton pertandingan mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
“Silakan menonton bola, tetapi jangan sampai mengurangi kinerja, mengurangi disiplin, apalagi sampai bolos kerja. ASN harus tetap menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” katanya.
Imbau Jaga Keselamatan Saat Euforia
Selain itu, Wakil Bupati juga mengapresiasi aparat keamanan yang telah membantu mengawal berbagai kegiatan konvoi dan pawai pendukung tim peserta Piala Dunia agar tetap berlangsung tertib dan aman.
Ia mengimbau masyarakat, terutama generasi muda, agar tidak melakukan euforia secara berlebihan yang dapat membahayakan keselamatan diri maupun orang lain.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menikmati Piala Dunia dengan penuh kegembiraan, tetapi tetap menjaga ketertiban, keselamatan, persaudaraan, serta rasa cinta kepada bangsa dan negara,” tutupnya. (red-enagoNews)

Continue Reading

Berita Daerah

Bapperida Nabire Gelar Monev Meja I 2026, Evaluasi Kinerja OPD dan Distrik untuk Percepat Pembangunan Daerah

Published

on

Wakil Bupati Tekankan Evaluasi Kinerja untuk Percepatan Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat


Nabire, Papua Tengah – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Nabire menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Meja I Kegiatan Pembangunan Kabupaten Nabire Tahun 2026, Kamis (11/6/2026), di Aula Kantor Bapperida Kabupaten Nabire.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Nabire, Burhanuddin Pawennari, yang hadir mewakili Bupati Nabire Mesak Magai. Monev Meja I diikuti oleh 33 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 15 distrik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire.


Monev Sebagai Instrumen Pengendalian Pembangunan
Ketua Panitia dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan bagian dari proses pengendalian dan evaluasi pembangunan daerah yang mengacu pada berbagai regulasi, antara lain Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006, PP Nomor 8 Tahun 2008, serta Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.


Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan memastikan kesesuaian data realisasi fisik dan keuangan secara berkala, merumuskan solusi terhadap rendahnya serapan anggaran dan capaian fisik perangkat daerah, serta mengidentifikasi program dan kegiatan yang akan menjadi fokus dalam monitoring lapangan berikutnya.
“Melalui Monev Meja I ini diharapkan laporan realisasi fisik dan keuangan semakin terukur dan tepat sasaran, serta mampu meningkatkan kinerja perangkat daerah yang masih memiliki tingkat penyerapan rendah,” ujarnya.


Kegiatan berlangsung selama satu hari dengan pendanaan yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Bapperida Kabupaten Nabire.


Wakil Bupati : Jangan Jadikan Monev Sekadar Formalitas
Dalam sambutan tertulis Bupati Nabire yang dibacakan Wakil Bupati Burhanuddin Pawennari, ditegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dari proses pengendalian pembangunan daerah.
Ia menyampaikan bahwa Monev Meja I bertujuan menilai kesesuaian antara rencana kerja dengan realisasi fisik dan keuangan seluruh perangkat daerah dan distrik, mendeteksi secara dini berbagai kendala pelaksanaan program, serta menyusun rekomendasi yang konkret dan solutif untuk perbaikan pelaksanaan pembangunan.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi formalitas pelaporan, tetapi benar-benar menjadi wahana evaluasi dan perbaikan kinerja seluruh perangkat daerah secara efektif, efisien, dan berkelanjutan guna mempercepat pencapaian visi Kabupaten Nabire yaitu Terwujudnya Nabire Aman, Mandiri, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” ujar Burhanuddin.


Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar setiap penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan, tidak hanya secara administratif tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kepala Bapperida Tekankan Pentingnya Perencanaan


Sementara itu, Kepala Bapperida Kabupaten Nabire, H. Dr. Mukayat, menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan daerah harus berlandaskan regulasi dan dokumen perencanaan yang jelas.
Menurutnya, pemerintah daerah telah memiliki dokumen perencanaan yang lengkap mulai dari RPJPD, RPJMD, Renstra OPD hingga RKPD yang menjadi pedoman pelaksanaan pembangunan.
“Perencanaan adalah mata air pembangunan. Jika perencanaannya baik, maka pelaksanaan dan penganggarannya juga akan baik. Tidak boleh ada kegiatan tanpa perencanaan karena berpotensi menjadi temuan dalam pemeriksaan,” tegas Mukayat.
Ia juga mengingatkan seluruh OPD agar segera menyelesaikan penyusunan dokumen Renja Tahun 2027 yang masih belum dilaporkan oleh beberapa perangkat daerah.
Indikator Makro Pembangunan Nabire Menunjukkan Tren Positif
Dalam pemaparannya, Mukayat juga menyampaikan sejumlah indikator makro pembangunan Kabupaten Nabire yang menunjukkan perkembangan positif.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Nabire meningkat dari 72,28 menjadi 72,89 dan menempatkan Nabire pada posisi kedua di Papua Tengah setelah Mimika.


Tingkat pengangguran terbuka juga mengalami penurunan dari 4,10 persen menjadi 3,16 persen. Sementara angka kemiskinan turun dari sekitar 24 persen menjadi 22,65 persen meskipun masih menjadi pekerjaan rumah yang harus terus ditangani.
Selain itu, angka harapan hidup meningkat menjadi 70,50 tahun. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) baik atas dasar harga konstan maupun harga berlaku juga mengalami peningkatan signifikan.
Untuk sektor kesehatan, angka stunting Kabupaten Nabire tercatat sebesar 14,68 persen dan menjadi salah satu yang terbaik di Papua Tengah. Sementara tingkat inflasi yang sebelumnya mencapai 5,81 persen berhasil ditekan menjadi 1,81 persen.
“Walaupun pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan dari 3,81 persen menjadi 3,22 persen, namun masih berada pada jalur positif. Yang terpenting adalah bagaimana kita terus memperbaiki kualitas pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” jelas Mukayat.
Evaluasi Serapan Anggaran dan Realisasi Fisik
Melalui Monev Meja I ini, Bapperida akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kegiatan seluruh perangkat daerah berdasarkan DPA APBD Tahun Anggaran 2026.
Evaluasi difokuskan pada tingkat realisasi fisik dan keuangan, hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan program, serta kesesuaian antara kegiatan yang dilaksanakan dengan dokumen perencanaan daerah.
Mukayat menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah harus memastikan setiap program yang dijalankan sesuai dengan Renja, Renstra, RPJMD, hingga RKPD sehingga tidak menimbulkan persoalan administratif maupun hukum di kemudian hari.
“Kalau perencanaan benar, maka pelaksanaan dan penganggaran akan berjalan baik. Karena itu, pembangunan harus dimulai dari perencanaan yang matang dan sesuai aturan,” pungkasnya. (red-enagoNews)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 ENAGONEWS.COM