Connect with us
Advertisements

Berita Daerah

Cari Formula Terbaik, Susun RKPD 2027 Secara Matang, Bapperida Undang Seluruh Elemen Terkait, Tampung Ide, Usulan dan Masukan

Published

on


Nabire, Papua Tengah – enagoNews –
Dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Nabire tahun 2027, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi (Bapperida) Kabupaten Nabire mengundang seluruh elemen terkait. Kegiatan yang dikemas dalam bingkai “Konsultasi Publik dalam rangka Penyusunan RKPD Kabupaten Nabire Tahun 2027” tersebut diselenggarakan pada Selasa (24/2/2026) bertempat di Aula Kantor Bapperida Kabupaten Nabire.


Hadir memenuhi undangan Bapperida antara lain Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nabire, Ibu Nancy Karolin Worabay, bersama tiga Ketua Komisi DPRK Nabire yang diwakili oleh anggota komisi masing-masing, sejumlah Kepala OPD, kepala suku, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pemuda, tokoh kesenian, serta perwakilan Perkumpulan WKRI Kabupaten Nabire.
Dalam sesi pertanyaan, usulan, dan masukan, berbagai hal dilontarkan oleh peserta forum. Di antaranya terkait ketepatan sasaran bantuan sosial (bansos), asupan gizi, pemeriksaan ibu hamil, pertumbuhan dan perkembangan anak, penyerapan dana desa, hingga tingginya angka penyakit menular. Arena tersebut menjadi momentum strategis sebagai langkah awal dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire tahun 2027.
Kepala Bapperida Kabupaten Nabire, Dr. H. Mukayat, S.Pd., M.Si., M.Sc., M.Pd., menjelaskan bahwa agar RKPD dapat disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda), diperlukan penggodokan materi secara matang melalui sejumlah tahapan. Konsultasi publik ini merupakan langkah awal menuju tahapan selanjutnya.


Setelah mendengar dan mempertimbangkan: pertama, penyampaian paparan rancangan awal RKPD Kabupaten Nabire tahun 2027; kedua, tanggapan dan saran dari forum konsultasi publik rancangan awal RKPD Kabupaten Nabire tahun 2027 yang telah dirangkum menjadi hasil kesepakatan, maka pada hari Selasa, 24 Februari 2026, pukul 12.00 WIB, bertempat di Aula Bapperida Kabupaten Nabire, forum menyepakati beberapa hal.
Kesepakatan tersebut meliputi: pertama, tema pembangunan Kabupaten Nabire tahun 2027 sebagaimana tercantum dalam lampiran dua berita acara; kedua, isu strategis pembangunan Kabupaten Nabire tahun 2027 sebagaimana tercantum dalam lampiran tiga berita acara; ketiga, prioritas pembangunan Kabupaten Nabire tahun 2027 sebagaimana tercantum dalam lampiran empat berita acara; keempat, hasil kesepakatan ini akan digunakan sebagai bahan penyempurnaan rancangan awal RKPD yang selanjutnya akan dibahas dalam Pramusrenbang RKPD Kabupaten Nabire tahun 2027.
Kesepakatan tersebut kemudian ditandatangani oleh perwakilan peserta, yakni Sekda Kabupaten Nabire Yulius Pasang, S.Pd., M.Pd., Ketua DPRK Kabupaten Nabire Ibu Nancy Karolin Worabay, perwakilan kepala suku Mee, perwakilan kepala suku Yaur, perwakilan tokoh kesenian, perwakilan tokoh pemuda, perwakilan dari SKPN, perwakilan dari WKRI, Ibu Nur Indah Fitriani, serta Kepala Bapperida Kabupaten Nabire Dr. H. Mukayat, S.Pd., M.Si., M.Sc., M.Pd.



‎Paparkan Proses RKPD dan Capaian Makroekonomi, Dorong Perencanaan Partisipatif di Nabire

‎ Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Nabire menegaskan komitmennya menghadirkan perencanaan pembangunan yang partisipatif dan berbasis data dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
‎Dalam kegiatan yang digelar di Aula Bappeda, Kepala Bapperida Kabupaten Nabire, Dr.H.Mukayat, S.Pd., M.Si., M.Sc., M.Pd., menyampaikan bahwa pihaknya melayani 48 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terdiri dari 33 SKPD dan 15 distrik. Meski demikian, optimalisasi sumber daya manusia dinilai mampu memastikan seluruh proses perencanaan berjalan baik.
‎“Kita ingin perencanaan tidak lagi bersifat top down. RKPD harus partisipatif, membutuhkan banyak ide, saran, dan masukan dari semua pihak,” ujarnya di hadapan peserta yang terdiri dari unsur DPRK, akademisi, OPD, serta perwakilan masyarakat.


‎Proses Penyusunan RKPD Bertahap dan Panjang
‎Dijelaskan, RKPD merupakan dokumen tahunan yang diturunkan dari dokumen perencanaan jangka panjang dan menengah, yakni RPJPD (20 tahun) dan RPJMD (5 tahun). Penyusunannya tidak instan dan membutuhkan waktu hampir dua tahun.
‎Tahapan penyusunan dimulai dari pembentukan tim, penyusunan rancangan awal, rancangan, musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), rancangan akhir, hingga proses review oleh Inspektorat serta konsultasi ke pemerintah provinsi sebelum ditetapkan.
‎“RKPD ini gabungan rencana kerja 48 OPD. Karena itu dokumennya tebal, bisa lebih dari 600 halaman, lengkap dengan seluruh program, kegiatan, dan subkegiatan,” jelasnya.
‎Ia menambahkan, dalam waktu dekat Bappeda akan menggelar musrenbang distrik dengan melibatkan seluruh kepala distrik, 72 kampung, dan 9 kelurahan guna menjaring usulan langsung dari masyarakat. Selanjutnya akan dilaksanakan forum perangkat daerah dan musrenbang kabupaten sebelum penetapan akhir pada 31 Maret.
‎Payung Hukum Nasional
‎Kepala Bappeda juga menegaskan bahwa sistematika RKPD seragam secara nasional, merujuk pada regulasi seperti:
‎Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004
‎Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
‎Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017
‎“Dari Sabang sampai Merauke, sistematika RKPD sama. Ini memastikan standar perencanaan terjaga secara nasional,” ujarnya.


‎Dorong Kemandirian Daerah dan Penguatan PAD
‎Dalam kesempatan itu, Bappeda juga menyoroti pentingnya kemandirian fiskal daerah. Dengan kecenderungan pengetatan transfer ke daerah, pemerintah kabupaten didorong untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
‎“Kalau dana transfer makin berkurang, maka kita harus menguatkan PAD. Daerah harus mandiri, mampu menghasilkan pendapatan sendiri,” tegasnya.
‎Ia berharap perangkat daerah yang berada dalam rumpun PAD dapat menjadi motor penggerak peningkatan penerimaan daerah.



Indikator Makro Ekonomi Meningkat
‎Bappeda juga memaparkan sejumlah indikator makroekonomi Kabupaten Nabire berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan tren positif.
‎Beberapa capaian tersebut antara lain:
‎Pertumbuhan ekonomi meningkat dari 3,75 persen menjadi 3,81 persen.
‎Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik dari 72,28 menjadi 72,89.
‎Usia Harapan Hidup meningkat dari 70,06 tahun menjadi 70,50 tahun.
‎Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun dari 4,10 persen menjadi 3,16 persen.
‎Angka kemiskinan menurun dari 24 persen menjadi 22,65 persen.
‎Rasio Gini turun dari 0,346 menjadi 0,313, menandakan kesenjangan ekonomi semakin mengecil.
‎Sementara itu, Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) Nabire masih tergolong tinggi dibanding sejumlah daerah lain di Papua, yang berdampak pada harga barang dan biaya pembangunan.
‎Di sektor kesehatan, prevalensi stunting disebut sebagai yang terbaik di wilayah Papua Tengah berdasarkan data terbaru, dan pemerintah daerah menargetkan mempertahankan capaian tersebut dalam evaluasi tingkat provinsi.
‎Menutup kegiatan, Bappeda mengajak seluruh peserta aktif memberikan masukan agar RKPD tidak hanya menjadi dokumen tebal, tetapi benar-benar terimplementasi dan berdampak nyata bagi masyarakat.
‎“Kita ingin RKPD tidak sekadar rapi di atas kertas, tetapi berwarna dalam implementasi. Dengan partisipasi semua pihak, kita optimistis pembangunan Nabire semakin baik,” pungkasnya.



Prioritaskan Peningkatan Kualitas SDM
Sementara itu, Bupati Nabire Mesak Magai dalam sambutan tertulis yang dibacakan Plt.Sekda Yulius Pasang yang juga membuka kegiatan secara resmi, menyampaikan bahwa penyusunan RKPD merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional serta Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Kedua regulasi tersebut mengharuskan pemerintah daerah menyusun perencanaan pembangunan secara partisipatif, transparan, dan akuntabel.
‎Adapun tema pembangunan Kabupaten Nabire Tahun 2027 adalah “Peningkatan Sumber Daya Manusia, Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan, dan Penguatan Ekonomi Lokal untuk Kesejahteraan Masyarakat.”
‎Tema tersebut, menurut Bupati, mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor pendidikan dan kesehatan, percepatan penurunan stunting, peningkatan kompetensi tenaga kerja, serta pemberdayaan perempuan dan generasi muda.


‎Selain itu, pemerintah daerah juga menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dengan memperhatikan pemerataan akses pelayanan dasar, peningkatan konektivitas antarwilayah, penyediaan air bersih dan sanitasi, penanganan rumah tidak layak huni, serta pembangunan infrastruktur penunjang perekonomian masyarakat.
‎Melalui forum konsultasi publik ini, Pemerintah Kabupaten Nabire berharap masukan dari seluruh pemangku kepentingan dapat menyempurnakan dokumen perencanaan RKPD 2027 sehingga selaras dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.


‎Kegiatan tersebut dihadiri unsur pimpinan dan anggota DPRD, kepala OPD, pejabat eselon, serta berbagai pemangku kepentingan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nabire. (red-enagoNews)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita Daerah

Wabup Nabire Tegur OPD dan Distrik yang Absen dalam Monev, Tekankan Pentingnya Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan

Published

on


NABIRE, Papua Tengah – enagoNews – Wakil Bupati Nabire, H. Burhanudin Parenwari, memberikan perhatian serius terhadap tingkat kehadiran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan distrik dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Meja I Kegiatan Pembangunan Kabupaten Nabire Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Bapperida Kabupaten Nabire, Kamis (11/6/2026).
Dalam kegiatan yang membahas capaian pembangunan periode Januari hingga Mei 2026 tersebut, Wakil Bupati secara langsung melakukan absensi terhadap seluruh peserta yang diundang. Dari total 33 OPD dan 15 distrik yang seharusnya hadir, diketahui masih terdapat sejumlah OPD dan distrik yang tidak mengikuti kegiatan tersebut.
Kondisi itu mendapat perhatian khusus dari Wakil Bupati. Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan agenda yang sangat penting karena menjadi bagian dari proses perencanaan, pengawasan, sekaligus perbaikan pelaksanaan program pembangunan daerah.


“Kegiatan ini sangat penting, bahkan lebih penting dari kegiatan-kegiatan lainnya, karena ini adalah kegiatan monitoring dan evaluasi. Dari sinilah kita mengetahui sejauh mana program berjalan dan apa saja yang perlu diperbaiki,” tegas Burhanudin Parenwari di hadapan peserta kegiatan.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya perencanaan yang matang dan evaluasi yang berkelanjutan. Karena itu, seluruh perangkat daerah diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk hadir dan terlibat aktif dalam setiap forum evaluasi pembangunan yang diselenggarakan pemerintah daerah.
“Ini adalah kegiatan perencanaan. Bagaimana kita bisa bekerja tanpa ada perencanaan, dan bagaimana kita bisa memperbaiki kesalahan tanpa adanya evaluasi,” ujarnya.
Meski menyampaikan teguran kepada OPD dan distrik yang tidak hadir, Wakil Bupati belum mengungkapkan adanya sanksi khusus. Namun, sebagai bentuk pengawasan dan transparansi, ia meminta agar daftar kehadiran peserta diunggah ke dalam grup resmi Pemerintah Kabupaten Nabire sehingga dapat diketahui secara terbuka perangkat daerah mana yang hadir maupun yang tidak hadir.
“Nanti daftar kehadiran saya minta dimasukkan ke grup, sehingga kita bisa mengetahui OPD dan distrik mana yang hadir dan mana yang tidak hadir,” pintanya.


Lebih lanjut, Burhanudin Parenwari berharap kegiatan Monitoring dan Evaluasi Meja I tidak hanya menjadi agenda rutin atau sekadar formalitas pelaporan administrasi. Menurutnya, forum tersebut harus mampu menjadi wahana evaluasi yang efektif dalam meningkatkan kualitas kinerja perangkat daerah.
Ia menegaskan bahwa hasil evaluasi harus ditindaklanjuti dengan langkah-langkah perbaikan yang nyata sehingga pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan Monev ini, saya berharap tidak hanya menjadi formalitas pelaporan semata, tetapi benar-benar menjadi sarana evaluasi dan perbaikan kinerja seluruh perangkat daerah guna mempercepat pencapaian visi pembangunan Kabupaten Nabire, yaitu terwujudnya Nabire yang aman, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” katanya.


Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati juga mengingatkan seluruh OPD agar senantiasa menjaga akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi administrasi maupun manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Setiap anggaran yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan, bukan hanya secara administratif, tetapi juga secara substantif, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Nabire,” tegasnya.


Selain membahas pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan anggaran, Wakil Bupati juga menyinggung kedisiplinan aparatur sipil negara terkait penggunaan pakaian dinas. Ia mengingatkan seluruh peserta agar menggunakan seragam Korpri yang berlaku sesuai ketentuan dalam setiap kegiatan resmi pemerintah daerah.
“Saya harap pada kegiatan-kegiatan ke depan semuanya menggunakan seragam Korpri yang berlaku saat ini,” pungkasnya.
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Meja I tersebut menjadi bagian penting dalam upaya Pemerintah Kabupaten Nabire memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai target, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, disiplin, dan tanggung jawab seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat. (red-enagoNews)

Continue Reading

Berita Daerah

Kapolda Papua Tengah Perkuat Sinergitas dan Keamanan Jelang HUT Bhayangkara ke-80Bangun Kebersamaan dengan Tokoh Agama, Adat, dan Masyarakat

Published

on


NABIRE, PAPUA TENGAH-enagoNews – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, menegaskan pentingnya membangun sinergitas antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Papua Tengah.
Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai sejumlah wartawan dari berbagai media usai kegiatan silaturahmi bersama tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat di Rumah Makan Sari Kuring, Nabire, Kamis (11/6/2026).
Menurut Kapolda, forum tersebut menjadi sarana untuk menyerap aspirasi dan masukan dari masyarakat guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya di Kabupaten Nabire dan delapan kabupaten di wilayah Papua Tengah.
“Kita bersilaturahmi dengan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk membangun sinergitas serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Papua Tengah. Kegiatan seperti ini juga akan kita dorong dilaksanakan di masing-masing Polres agar dapat menyerap masukan masyarakat melalui forum diskusi,” ujarnya.
Situasi Dogiyai Berangsur Pulih, Pengamanan Tetap Diperkuat
Terkait insiden yang terjadi di Kabupaten Dogiyai beberapa waktu lalu, Kapolda menjelaskan bahwa personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) yang diterjunkan ke wilayah tersebut masih diperpanjang masa tugasnya hingga Juli 2026.
Menurutnya, kondisi keamanan di Dogiyai menunjukkan perkembangan positif dan perlahan mulai pulih berkat berbagai kegiatan kepolisian yang terus dilakukan, seperti patroli dan pendekatan kepada masyarakat.
“Dogiyai tidak akan kita biarkan. Situasi di sana perlahan mulai pulih dengan berbagai kegiatan kepolisian yang kita lakukan. Untuk personel BKO masih diperpanjang sampai Juli, dan setelah itu akan kita evaluasi kembali apakah masih diperlukan atau tidak,” jelasnya.
Kapolda menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan langkah-langkah pengamanan guna memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman.
Soroti Pentingnya Kehadiran Bank Darah di Papua Tengah
Dalam rangkaian kegiatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda juga menyinggung pelaksanaan kegiatan donor darah yang selama ini terkendala oleh belum tersedianya fasilitas bank darah di wilayah Papua Tengah.
Ia mengungkapkan bahwa donor darah sebenarnya menjadi salah satu kegiatan sosial yang rutin dilakukan Polri. Namun, tanpa adanya fasilitas penyimpanan darah yang memadai, darah yang telah didonorkan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kendala kita adalah belum adanya bank darah. Kalau donor darah dilakukan, darah itu mau disimpan di mana? Ini yang perlu dipikirkan bersama. Saya mendorong pemerintah maupun pihak-pihak yang peduli untuk menghadirkan bank darah sehingga darah yang didonorkan dapat disimpan dan dimanfaatkan saat masyarakat membutuhkannya,” katanya.
Menurut Kapolda, keberadaan bank darah akan sangat membantu pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan transfusi darah secara cepat.
Bantuan Sosial untuk Perkuat Hubungan Polisi dan Masyarakat
Selain kegiatan donor darah, Polri juga melaksanakan berbagai kegiatan bantuan sosial sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Kapolda berharap bantuan sosial yang diberikan dapat mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Harapan kami, penerima bantuan sosial dapat bersama-sama mendukung tugas kepolisian dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif. Dengan keamanan yang terjaga, masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman,” ungkapnya.
Pasar Dipilih sebagai Pusat Kegiatan Sosial
Kapolda menjelaskan bahwa pasar menjadi salah satu lokasi yang diprioritaskan dalam pelaksanaan kegiatan sosial karena merupakan tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai latar belakang.
Menurutnya, pasar menjadi ruang interaksi yang paling terbuka dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun kelompok tertentu.
“Pasar menjadi tempat yang paling umum untuk berinteraksi. Semua unsur masyarakat ada di sana, sehingga kegiatan sosial yang dilakukan di pasar dapat dirasakan manfaatnya oleh lebih banyak warga,” tutup Kapolda. (red-enagoNews)

Continue Reading

Berita Daerah

Bimtek IGA 2026, Pemprov Papua Tengah Perkuat Kapasitas OPD dalam Pengelolaan Inovasi Daerah

Published

on

NABIRE, PAPUA TENGAH– enagoNews – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintahan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Cara Penginputan Indikator Inovasi Daerah dan Koordinasi Teknis Aplikasi Innovation Government Award (IGA) Tahun 2026. Kegiatan yang digelar oleh Bapperida Papua Tengah tersebut berlangsung di Guest House Nabire, Kamis (11/6/2026).


Mewakili Gubernur Papua Tengah, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, SDM dan Pengembangan Otonomi Khusus, Ukkas, S.Sos., M.KP, menegaskan bahwa inovasi menjadi kebutuhan penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Menurutnya, pemerintah daerah dituntut menghadirkan terobosan yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempercepat pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa Innovation Government Award tidak hanya berorientasi pada penghargaan, tetapi juga menjadi sarana membangun budaya kerja yang kreatif, efektif, dan responsif di setiap perangkat daerah. Inovasi dapat diwujudkan melalui berbagai langkah sederhana, seperti penyederhanaan prosedur pelayanan, percepatan administrasi, hingga penguatan koordinasi antar-OPD.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung visi pembangunan Papua Tengah, yakni mewujudkan Papua Tengah Emas yang adil, berdaya saing, bermartabat, harmonis, maju, dan berkelanjutan. Karena itu, seluruh perangkat daerah diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah.


Selain meningkatkan pemahaman teknis terkait aplikasi IGA, bimtek ini bertujuan memastikan setiap inovasi yang telah dilaksanakan oleh perangkat daerah dapat terdokumentasi dan terinput secara baik sesuai pedoman Kementerian Dalam Negeri. Dengan demikian, berbagai inovasi yang lahir dari daerah dapat terukur, terdokumentasi, dan memperoleh pengakuan dalam sistem penilaian nasional.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan pemahaman dalam pengelolaan data inovasi daerah, sehingga mampu mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (red-enagoNews)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 ENAGONEWS.COM