Connect with us
Advertisements

Berita Daerah

Perubahan Bappeda Menjadi Bapperida Mulai Tahun 2025

Published

on

Kepala Bapperida Nabire : Transformasi Perencanaan Daerah Berbasis Riset dan Inovasi Dimulai Tahun 2025″


Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Nabire, H. Dr. Mukayat, M.Si., M.Sc., M.Pd., menjelaskan bahwa perubahan nomenklatur dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menjadi Bapperida mulai berlaku sejak awal tahun 2025.
Menurutnya, perubahan tersebut tidak hanya sebatas pergantian nama, tetapi juga diikuti dengan penambahan tugas dan fungsi kelembagaan. Jika sebelumnya Bappeda hanya berfokus pada urusan perencanaan pembangunan daerah, kini Bapperida memiliki mandat baru dalam bidang riset dan inovasi daerah.
“Sekarang tugas kami tidak hanya sebagai perencana pembangunan, tetapi juga melaksanakan riset dan mendorong inovasi daerah. Karena itu namanya berubah menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah atau Bapperida,” jelas Mukayat saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/6/2026).
Selain itu, bidang yang sebelumnya dikenal sebagai Litbang kini berubah menjadi Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA).
Riset Sebagai Dasar Pengambilan Kebijakan
Mukayat menjelaskan bahwa riset merupakan kegiatan kajian yang bertujuan memberikan rekomendasi terhadap berbagai program, kegiatan, maupun kebijakan pemerintah daerah.
Melalui riset, pemerintah dapat mengidentifikasi program yang belum tepat sasaran, belum sesuai peruntukan, maupun yang memerlukan perbaikan agar pelaksanaan pembangunan menjadi lebih efektif dan efisien.
“Riset adalah kajian. Kita bisa melakukan kajian terhadap program, kegiatan maupun objek pembangunan yang perlu diperbaiki sehingga kebijakan pemerintah daerah semakin tepat,” ujarnya.
Inovasi untuk Mempermudah Pelayanan Publik
Sementara itu, inovasi diartikan sebagai upaya menciptakan kemudahan pelayanan kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih efektif dan efisien.
Menurut Mukayat, sebuah inovasi yang baik memiliki lima karakteristik utama, yaitu:
1.Novelty (Kebaruan), memiliki unsur baru atau pembaruan.
2.Replicable (Dapat Direplikasi), dapat ditiru oleh daerah lain.
3.Sustainable (Berkelanjutan), mampu berjalan dalam jangka panjang.
4.Beneficial (Bermanfaat), memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
5.Efisien Biaya, menggunakan sumber daya dan biaya yang relatif rendah.
“Inti dari inovasi adalah perubahan yang membuat pelayanan menjadi lebih baik dari hari ke hari,” katanya.
Prestasi Inovasi Kabupaten Nabire
Kabupaten Nabire pernah mencatatkan prestasi membanggakan dalam bidang inovasi daerah. Pada sejumlah ajang Innovative Government Award (IGA), Nabire berhasil meraih penghargaan pada tahun 2016, 2020, dan 2021.
Bahkan, Nabire pernah menempati peringkat ke-16 nasional dari 514 kabupaten/kota di Indonesia dalam penilaian inovasi daerah.
“Prestasi itu menunjukkan bahwa Nabire memiliki potensi besar dalam berinovasi. Yang perlu dibangun sekarang adalah mindset bahwa setiap perangkat daerah harus terus berinovasi,” ungkapnya.


Dukungan Bapperida terhadap Suksesnya Sensus Ekonomi
Mukayat juga menjelaskan keterlibatannya dalam kegiatan yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) di Hotel Adaman Nabire.
Dalam kegiatan tersebut, dirinya mewakili Bupati Nabire untuk membuka sekaligus mendukung pencanangan pelaksanaan Sensus Ekonomi yang bertujuan memperoleh data valid mengenai masyarakat, pelaku usaha perseorangan, maupun badan usaha.
Menurutnya, data yang akurat sangat penting untuk mendukung perencanaan pembangunan daerah yang tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat manfaat.
“Data yang valid akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun perencanaan pembangunan yang lebih berkualitas pada masa mendatang,” jelasnya.


Contoh Inovasi di Berbagai Organisasi Perangkat Daerah
Dr.Mukayat menyebutkan bahwa inovasi dapat dilakukan oleh seluruh perangkat daerah, baik berbasis digital maupun non-digital.
Beberapa contoh inovasi yang telah diterapkan antara lain:

  1. Inovasi Pelayanan Kependudukan
    Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menerapkan sistem jemput bola dengan mendatangi distrik-distrik untuk melakukan perekaman data kependudukan sehingga masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi ke kota.
  2. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit
    Rumah sakit telah memanfaatkan sistem informasi digital yang memudahkan pengelolaan data pasien, informasi ketersediaan kamar, hingga pemantauan stok obat.
  3. Digitalisasi Pelayanan Pajak Daerah
    Masyarakat kini dapat membayar pajak dan retribusi daerah secara lebih mudah tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.
  4. Perizinan Berbasis OSS
    Melalui sistem Online Single Submission (OSS), masyarakat dapat mengurus perizinan usaha secara daring dari rumah.
  5. Jembatan Gantung sebagai Inovasi Infrastruktur
    Pembangunan jembatan gantung yang menghubungkan wilayah terisolasi mampu memangkas waktu tempuh masyarakat dari satu hari perjalanan menjadi sekitar 30 menit.
  6. Guru Kontrak di Wilayah 3T
    Penempatan guru kontrak pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) menjadi solusi pemerataan layanan pendidikan yang selama ini terkonsentrasi di wilayah perkotaan.
  7. Pengembangan Homestay Wisata Pesisir
    Pengembangan homestay di kawasan pesisir, termasuk wilayah Yaur, menjadi inovasi sektor pariwisata yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

  1. Program Inovasi “SEMERU” untuk Ekonomi Masyarakat Pesisir
    Salah satu inovasi yang saat ini sedang dikembangkan Mukayat melalui proyek perubahan dalam Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II adalah program SEMERU (Sea Market untuk Ekonomi Rakyat Unggul).
    Program ini bertujuan mempertemukan masyarakat pesisir dengan masyarakat perkotaan melalui penyelenggaraan pasar langsung di wilayah pesisir, khususnya Distrik Yaur.
    Melalui program tersebut, nelayan dan masyarakat pesisir dapat menjual hasil tangkapan serta produk mereka secara langsung tanpa harus menanggung biaya transportasi yang tinggi menuju kota.
    “Selama ini masyarakat pesisir memiliki hasil laut yang melimpah, tetapi kesulitan menjualnya karena biaya BBM dan transportasi yang mahal. Akibatnya keuntungan yang diperoleh sangat kecil bahkan terkadang merugi,” jelasnya.
    Kolaborasi Pelaku Usaha dan Perbankan
    Program SEMERU akan melibatkan berbagai pihak, di antaranya:
    Pengusaha sembako.
    Pengepul dan pengusaha ikan.
    Pelaku usaha rumah makan.
    Sektor perbankan.
    Perbankan tidak hanya hadir untuk memperkenalkan layanan keuangan, tetapi juga mendorong budaya menabung bagi masyarakat pesisir melalui pembukaan rekening tabungan.
    Menurut Mukayat, masih banyak masyarakat pesisir yang belum memiliki akses terhadap layanan perbankan sehingga program ini sekaligus menjadi sarana peningkatan literasi keuangan.
    Penguatan Digitalisasi melalui Aplikasi SEMERU
    Sebagai pengembangan lebih lanjut, program SEMERU juga akan didukung oleh aplikasi digital yang memungkinkan masyarakat pesisir dan masyarakat kota saling berkomunikasi terkait harga, ketersediaan produk, serta kebutuhan pasar secara cepat dan mudah.
    Digitalisasi tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas ekonomi antara wilayah pesisir dan perkotaan sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
    Mukayat menegaskan bahwa program SEMERU tidak bersifat kegiatan sesaat, melainkan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan hingga tahun 2028 sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi rakyat dan pengentasan kemiskinan di wilayah pesisir Kabupaten Nabire. (red-enagoNews)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita Daerah

Panitia HUT ke-70 GKI di Tanah Papua Wilayah IV Klasis Nabire Timur Resmi Dilantik dan Dikukuhkan di Wireri Samanui

Published

on

NABIRE, PAPUA TENGAH –enagoNews – Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua Wilayah IV Klasis Nabire Timur resmi dilantik dan dikukuhkan dalam sebuah ibadah yang berlangsung khidmat di Gereja Jemaat Patros Wireri Samanui, Distrik Wapoga, Kabupaten Nabire, Minggu (14/6/2026).


Pelantikan dan pengukuhan panitia dipimpin langsung oleh Ketua Klasis Nabire Timur, Pdt. Titus Ruamba, S.Si.Theol, serta dihadiri oleh Kepala Distrik Wapoga John Wayar, S.I.P., para majelis jemaat, tokoh gereja, dan jemaat dari sejumlah gereja di lingkungan Wilayah IV Klasis Nabire Timur, termasuk Jemaat GKI Ebenhaezer Kama Moor.
Dalam susunan kepanitiaan yang telah ditetapkan,

Ketua Klasis Nabire Timur dan Kepala Distrik Wapoga bertindak sebagai pelindung dan penasihat. Sementara itu, John Wayar, S.I.P. dipercaya sebagai Ketua Panitia, didampingi Wakil Ketua Yulius Senandi. Jabatan Sekretaris diemban oleh Friets G. Senandi, M.M., sedangkan Hilda Bindosano dipercaya sebagai Bendahara. Kepanitiaan tersebut juga dilengkapi dengan berbagai seksi, antara lain Seksi Acara dan Ibadah, Seksi Perlengkapan, Seksi Konsumsi, serta sejumlah seksi pendukung lainnya guna menyukseskan rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-70 GKI di Tanah Papua.


Sebelum prosesi pelantikan dan pengukuhan berlangsung, Pdt. Titus Ruamba menyampaikan pesan dan harapan kepada seluruh panitia yang baru dikukuhkan. Ia mengajak seluruh unsur panitia untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, hikmat, dan semangat pelayanan demi menyukseskan perayaan yang akan dilaksanakan mendatang.
Menurutnya, tugas yang dipercayakan kepada panitia bukan sekadar menjalankan kegiatan seremonial, melainkan menjadi bagian dari pelayanan gereja yang harus dilaksanakan dengan kesungguhan hati. Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa dengan dukungan semua pihak, khususnya pemerintah distrik dan jemaat, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan membawa berkat bagi umat Tuhan.
“Saya percaya Bapak Distrik sebagai kepala wilayah sekaligus ketua panitia mampu mengemban tugas ini dengan baik. Jika Tuhan berkehendak, maka pekerjaan yang dipercayakan kepada kita akan terlaksana dengan sukses. Mari kita kerjakan semua ini dengan penuh hikmat agar menjadi berkat bagi banyak orang,” ujar Pdt. Titus Ruamba.
Ia juga berharap pada momentum perayaan yang direncanakan berlangsung pada Oktober mendatang, Badan Pekerja Klasis Nabire Timur dapat turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan yang akan dilaksanakan di wilayah Wireri dan sekitarnya.
Prosesi pelantikan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan suasana kekeluargaan. Setelah pembacaan Surat Keputusan dan pengukuhan panitia, seluruh peserta mengikuti doa bersama sebagai bentuk komitmen untuk menyukseskan perayaan HUT ke-70 GKI di Tanah Papua.


Pada kesempatan tersebut, Kepala Distrik Wapoga sekaligus Ketua Panitia HUT ke-70 GKI di Tanah Papua Wilayah IV Klasis Nabire Timur, John Wayar, S.I.P., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua Klasis Nabire Timur, Pdt. Titus Ruamba, atas dukungan dan kehadirannya dalam pelantikan panitia.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh jemaat, majelis gereja, dan masyarakat yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan pelantikan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dan mendukung sehingga pelantikan panitia ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga kebersamaan dan semangat pelayanan yang terbangun hari ini terus terjaga hingga puncak perayaan HUT ke-70 GKI di Tanah Papua nanti,” ungkap John Wayar.
Dengan telah dilantik dan dikukuhkannya panitia, diharapkan seluruh persiapan menuju perayaan HUT ke-70 GKI di Tanah Papua Wilayah IV Klasis Nabire Timur dapat berjalan maksimal, sehingga momentum bersejarah ini menjadi sarana mempererat persatuan jemaat, meningkatkan iman, serta memperkuat pelayanan gereja di tengah masyarakat. (red-enagoNews)

Continue Reading

Berita Daerah

Ponpes Nurul Yaqien Al-Madina Gelar Haflah Akhirussanah 1447 H/2026 M, Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak

Published

on


NABIRE, PAPUA TENGAH–enagoNews – Pondok Pesantren dan Asrama Nurul Yaqien Yayasan Al-Madina Girimulyo, Kabupaten Nabire, menggelar Haflah Akhirussanah Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, Minggu (14/6/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum syukur atas berakhirnya tahun ajaran 2025/2026 sekaligus penyambutan tahun ajaran baru.
Acara tersebut menghadirkan mubaligh asal Jombang, Jawa Timur, KH Yudi Sarwojati, serta dihadiri Wakil Bupati Nabire H. Burhanudin Parenwari, Ketua MUI Papua Tengah KH Muhammad Rofiq, para pengasuh pondok pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan wali santri.
22 Tahun Mengabdi untuk Pendidikan dan Dakwah
Ketua Yayasan Al-Madina, H. Muhammad Iskandar, menyampaikan bahwa Yayasan Al-Madina yang menaungi Pondok Pesantren Nurul Yaqien telah memasuki usia 22 tahun sejak berdiri pada 15 Juli 2004.


Menurutnya, usia tersebut menggambarkan kematangan lembaga dalam menjalankan misi pendidikan dan pembinaan generasi muda.
“Alhamdulillah, selama 22 tahun kami terus berupaya menghadirkan pendidikan yang memadukan ilmu umum dan pendidikan berbasis pesantren. Hari ini menjadi wujud syukur atas perjalanan panjang tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa lembaga pendidikan di bawah Yayasan Al-Madina meliputi SD, SMP, dan SMK. Berbagai prestasi telah diraih para siswa, termasuk keberhasilan siswa SD meraih juara Olimpiade Matematika.


Selain itu, sejumlah alumni telah berhasil meniti karier sebagai anggota TNI, Polri, ASN, tenaga kesehatan, hingga melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral.
“Ini membuktikan bahwa lulusan pesantren mampu bersaing dan berkontribusi bagi bangsa, daerah, dan agama,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Iskandar juga mengajak masyarakat untuk mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Pondok Pesantren Nurul Yaqien dan sekolah-sekolah Al-Madina.


Wabup Nabire: Pesantren Lahirkan Generasi Masa Depan Papua Tengah
Wakil Bupati Nabire H. Burhanudin Parenwari membacakan sambutan tertulis Bupati Nabire Mesak Magai yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pondok Pesantren Nurul Yaqien dalam membangun sumber daya manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
Menurut Bupati, Haflah Akhirussanah bukan sekadar seremoni penutupan tahun ajaran, melainkan momentum refleksi dan rasa syukur atas perjalanan pendidikan para santri.
“Kegiatan ini menjadi titik awal bagi para santri untuk melangkah menuju masa depan yang lebih cerah dan lebih baik,” demikian disampaikan dalam sambutan.


Bupati juga berpesan kepada para santri agar tidak pernah merasa rendah diri meskipun berasal dari daerah yang jauh dari pusat-pusat kemajuan.
“Sejarah telah membuktikan bahwa banyak tokoh besar lahir dari pesantren dan daerah-daerah sederhana. Mereka berhasil karena memiliki ilmu, disiplin, semangat belajar, serta iman dan takwa yang kuat,” pesannya.
Ia mendorong para santri untuk terus bermimpi dan bercita-cita tinggi, menjadi dokter, guru, ulama, ahli teknologi, pengusaha, maupun pemimpin yang amanah.


Pendidikan Kunci Kemajuan Daerah
Dalam sambutannya, Pemerintah Kabupaten Nabire menegaskan komitmen untuk terus mendukung pembangunan sumber daya manusia, termasuk pengembangan pendidikan keagamaan.
Pemerintah meyakini bahwa kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan pembangunan moral dan spiritual masyarakat.
“Pendidikan pesantren telah terbukti tidak hanya mencetak generasi yang memahami agama, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Bupati.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada para orang tua yang telah berjuang dan berkorban demi pendidikan anak-anak mereka.


KH Yudi Sarwojati: Tiga Investasi Akhirat yang Tak Pernah Putus
Dalam tausiyahnya, KH Yudi Sarwojati menyampaikan pentingnya mempersiapkan bekal kehidupan akhirat melalui tiga investasi yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia.
Menurutnya, tiga aset tersebut adalah:
Sedekah Jariyah
Ilmu yang Bermanfaat
Anak Shalih dan Shalihah
“Meninggalnya seorang anak Adam akan memutus seluruh amalnya kecuali tiga perkara. Ketiga amal tersebut akan terus mengalirkan pahala dan menjadi penerang di alam kubur,” ungkap KH Yudi.
Selain itu, ia juga menyampaikan berbagai pesan hikmah dari para Wali Songo, khususnya Sunan Drajat dan Sunan Kalijaga, sebagai pedoman menjalani kehidupan dunia untuk meraih kebahagiaan akhirat.


Generasi Shalih Menjadi Aset Terbesar
KH Yudi menegaskan bahwa anak-anak yang saleh dan salehah merupakan investasi terbesar bagi orang tua. Karena itu, pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda harus menjadi perhatian bersama.


Ia mengajak seluruh orang tua untuk terus membimbing anak-anaknya agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Nurul Yaqien Al-Madina tahun ini berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan. Selain menjadi ajang silaturahmi antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat komitmen dalam mencetak generasi religius, cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan Kabupaten Nabire serta Papua Tengah. (red-enagoNews)

Continue Reading

Berita Daerah

Wabup Nabire Tegur OPD dan Distrik yang Absen dalam Monev, Tekankan Pentingnya Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan

Published

on


NABIRE, Papua Tengah – enagoNews – Wakil Bupati Nabire, H. Burhanudin Parenwari, memberikan perhatian serius terhadap tingkat kehadiran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan distrik dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Meja I Kegiatan Pembangunan Kabupaten Nabire Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Bapperida Kabupaten Nabire, Kamis (11/6/2026).
Dalam kegiatan yang membahas capaian pembangunan periode Januari hingga Mei 2026 tersebut, Wakil Bupati secara langsung melakukan absensi terhadap seluruh peserta yang diundang. Dari total 33 OPD dan 15 distrik yang seharusnya hadir, diketahui masih terdapat sejumlah OPD dan distrik yang tidak mengikuti kegiatan tersebut.
Kondisi itu mendapat perhatian khusus dari Wakil Bupati. Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan agenda yang sangat penting karena menjadi bagian dari proses perencanaan, pengawasan, sekaligus perbaikan pelaksanaan program pembangunan daerah.


“Kegiatan ini sangat penting, bahkan lebih penting dari kegiatan-kegiatan lainnya, karena ini adalah kegiatan monitoring dan evaluasi. Dari sinilah kita mengetahui sejauh mana program berjalan dan apa saja yang perlu diperbaiki,” tegas Burhanudin Parenwari di hadapan peserta kegiatan.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya perencanaan yang matang dan evaluasi yang berkelanjutan. Karena itu, seluruh perangkat daerah diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk hadir dan terlibat aktif dalam setiap forum evaluasi pembangunan yang diselenggarakan pemerintah daerah.
“Ini adalah kegiatan perencanaan. Bagaimana kita bisa bekerja tanpa ada perencanaan, dan bagaimana kita bisa memperbaiki kesalahan tanpa adanya evaluasi,” ujarnya.
Meski menyampaikan teguran kepada OPD dan distrik yang tidak hadir, Wakil Bupati belum mengungkapkan adanya sanksi khusus. Namun, sebagai bentuk pengawasan dan transparansi, ia meminta agar daftar kehadiran peserta diunggah ke dalam grup resmi Pemerintah Kabupaten Nabire sehingga dapat diketahui secara terbuka perangkat daerah mana yang hadir maupun yang tidak hadir.
“Nanti daftar kehadiran saya minta dimasukkan ke grup, sehingga kita bisa mengetahui OPD dan distrik mana yang hadir dan mana yang tidak hadir,” pintanya.


Lebih lanjut, Burhanudin Parenwari berharap kegiatan Monitoring dan Evaluasi Meja I tidak hanya menjadi agenda rutin atau sekadar formalitas pelaporan administrasi. Menurutnya, forum tersebut harus mampu menjadi wahana evaluasi yang efektif dalam meningkatkan kualitas kinerja perangkat daerah.
Ia menegaskan bahwa hasil evaluasi harus ditindaklanjuti dengan langkah-langkah perbaikan yang nyata sehingga pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan Monev ini, saya berharap tidak hanya menjadi formalitas pelaporan semata, tetapi benar-benar menjadi sarana evaluasi dan perbaikan kinerja seluruh perangkat daerah guna mempercepat pencapaian visi pembangunan Kabupaten Nabire, yaitu terwujudnya Nabire yang aman, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” katanya.


Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati juga mengingatkan seluruh OPD agar senantiasa menjaga akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi administrasi maupun manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Setiap anggaran yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan, bukan hanya secara administratif, tetapi juga secara substantif, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Nabire,” tegasnya.


Selain membahas pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan anggaran, Wakil Bupati juga menyinggung kedisiplinan aparatur sipil negara terkait penggunaan pakaian dinas. Ia mengingatkan seluruh peserta agar menggunakan seragam Korpri yang berlaku sesuai ketentuan dalam setiap kegiatan resmi pemerintah daerah.
“Saya harap pada kegiatan-kegiatan ke depan semuanya menggunakan seragam Korpri yang berlaku saat ini,” pungkasnya.
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Meja I tersebut menjadi bagian penting dalam upaya Pemerintah Kabupaten Nabire memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai target, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, disiplin, dan tanggung jawab seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat. (red-enagoNews)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 ENAGONEWS.COM