Connect with us
Advertisements

Berita Daerah

Empat Juara Lomba Karya Jurnalistik HPN 2026 Papua Tengah Berbagi Pengalaman dan Harapan

Published

on


Nabire, Papua Tengah–enagoNews – Para juara lomba menulis karya jurnalistik kategori straight news tingkat SMA/SMK pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Papua Tengah berbagi pengalaman, tantangan, dan harapan mereka kepada media, usai menerima penghargaan.

Dalam pengumuman yang dibacakan Ketua Panitia Haru Pers Nasional (HPN) 2026 Jodevri Panjaitan, lomba menulis karya jurnalistik stright news tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Nabire, juara 1 diraih Roihan Fadhil Pamungkas dari SMAN 1 Nabire, juara 2 Kania Masambe dari SMK Kristen Anak Panah.

Juara 3, Tadius Degei dari SMKN 2 Nabire, dan juara 4 diraih Novia Ismawati dari SMAN 2 Nabire.

Para juara mendapatkan masing-masing 1 unit laptop, uang tunai dan piagam.


‎Roihan Fadhil Pamungkas, peraih juara 1, mengaku lomba tersebut merupakan pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi jurnalistik. Ia menilai ajang ini menjadi wadah awal untuk mengembangkan diri dan menapaki cita-citanya menjadi seorang jurnalis setelah lulus sekolah.
‎“Ini lomba pertama yang saya ikuti. Saya merasa ini menjadi awal untuk saya berkembang dan mungkin ke depan menjadi seorang jurnalis,” ujarnya.
‎Roihan juga menceritakan sejumlah kendala yang dihadapinya, mulai dari keterbatasan waktu karena padatnya aktivitas sekolah dan organisasi, hingga tantangan di lapangan saat mencari lokasi narasumber. Ia bahkan sempat tersesat sebelum akhirnya menemukan lokasi dan melakukan wawancara.
‎Tak hanya itu, kendala jaringan internet juga menjadi hambatan saat pengiriman naskah. “Saya sempat berulang kali gagal mengirim karena jaringan. Akhirnya saya kirim larut malam agar bisa terkirim,” katanya.
‎Ia berharap ke depan PWI Papua Tengah terus menghadirkan wadah serupa bagi generasi muda agar semakin banyak pelajar yang tertarik dan berkembang di dunia jurnalistik.


‎Hal senada disampaikan Kania Masambe yang menjadi juara 2.
Ia mengaku baru pertama kali mengikuti lomba jurnalistik dan tertarik karena mendapat kesempatan untuk menggali informasi, mengolah berita, hingga menyusunnya menjadi karya yang layak dibaca publik.
‎“Melalui lomba ini saya bisa belajar mencari berita, mengelolanya, lalu menyampaikan kepada masyarakat luas,” tuturnya.
‎Kania berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan lebih dikembangkan agar semakin banyak pelajar yang terlibat dan mendapatkan pengalaman berharga di bidang jurnalistik.


‎Sementara itu, juara 3, Tadius Degei yang meraih juara tiga mengaku bangga dan termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan menulisnya. Ia menyebut kemenangan ini menjadi penyemangat untuk mengikuti ajang-ajang berikutnya.
‎“Senang sekali bisa juara. Ini menjadi motivasi agar ke depan bisa lebih baik lagi,” ujarnya singkat.
‎Sedangkan juara 4, Novia Ismawati mengaku awalnya hanya mencoba-coba mengikuti lomba tersebut tanpa ekspektasi tinggi. Namun tak disangka, ia berhasil meraih juara.
‎“Awalnya hanya iseng ikut, ternyata bisa juara. Ini pengalaman pertama saya,” katanya.
‎Ia juga mengakui sempat mengalami kendala teknis saat pengiriman naskah karena pernah salah mengirim email kosong. Meski begitu, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga baginya.


‎Novia berharap ajang jurnalistik seperti ini semakin dikenal luas dan dapat membantu generasi muda dalam mengembangkan bakat menulis serta keberanian menyampaikan informasi kepada publik.
‎Melalui lomba karya jurnalistik dalam rangka HPN 2026 ini, PWI Provinsi Papua Tengah dinilai berhasil membuka ruang belajar sekaligus memupuk minat generasi muda terhadap dunia pers, sekaligus menyiapkan calon-calon jurnalis masa depan dari Papua Tengah.

HPN 2026, PWI Papua Tengah Libatkan 80 Siswa SMA/SMK di Nabire dalam Lomba Jurnalistik
Sementara itu Ketua Panitia HPN 2026 PWI Papua Tengah Jodevri Panjaitan, dalam laporannya menerangkan, bahwa rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional 2026 tingkat Papua Tengah dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Kegiatan tersebut diselenggarakan bertepatan dengan 14 Februari 2026, sementara puncak peringatan HPN secara nasional jatuh pada 9 Februari 2026.


Ia menjelaskan, pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja PWI Papua Tengah, sekaligus upaya melihat dan menggali potensi siswa-siswi di Kabupaten Nabire agar lebih mengenal dunia jurnalistik sejak dini.
“Jurnalistik ini sangat penting, apalagi di tengah maraknya isu hoaks dan berita bohong. Kami berharap pers bisa hadir di sekolah-sekolah untuk meningkatkan literasi dan kualitas informasi di kalangan pelajar,” ujarnya.
Lomba karya jurnalistik straight news yang digelar dalam rangka HPN 2026 diikuti oleh 80 siswa-siswi dari berbagai SMA dan SMK se-Kabupaten Nabire. Panitia mendistribusikan informasi dan undangan lomba ke 20 SMA dan SMK, bahkan hingga wilayah Napan.
Dalam mekanisme lomba, peserta diberikan tiga tema utama. Tema pertama mengacu pada tema nasional HPN 2026, yakni “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”. Sementara dua tema tambahan yang ditetapkan panitia adalah “Sekolah Sepanjang Hari” dan “Makan Bergizi Gratis”, yang dinilai relevan dengan kehidupan para pelajar.


Untuk aspek penilaian, panitia menyerahkan proses tersebut kepada Ketua PWI dan jajaran, yang kemudian dinilai oleh tiga juri terdiri dari wartawan senior yang kompeten, tidak hanya dari Nabire tetapi juga melibatkan unsur PWI di Papua.
Penerimaan karya peserta ditutup pada 5 Februari 2026, sesuai dengan jadwal yang telah diumumkan melalui flyer resmi panitia. Meski masih ada karya yang masuk setelah batas waktu, panitia tetap berkomitmen menutup pendaftaran sesuai jadwal yang ditentukan.
“Kami tetap konsisten dengan komitmen yang sudah disampaikan. Setelah tanggal 5 Februari, tidak ada lagi penambahan karya yang diterima,” tegasnya.
Lebih lanjut, Jodevri berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda PWI semata, tetapi juga mendorong sekolah-sekolah untuk lebih mengedepankan kegiatan jurnalistik sebagai sarana edukasi dan pembentukan karakter siswa.


Pada kesempatan tersebut, panitia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada sejumlah pihak yang telah memberikan dukungan, di antaranya Wakil Ketua II DPRP Papua Tengah Dr. Dr. Andus Petrus Isaksuri, anggota DPR Papua Tengah Nensi Natalia Raweyai, serta anggota DPR Papua Tengah Catherine Marwanaya.
Rencananya, ketiga tokoh tersebut dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut, meski hingga laporan disampaikan, kehadiran mereka masih menunggu konfirmasi.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, PWI Papua Tengah berharap semangat Hari Pers Nasional 2026 dapat semakin menumbuhkan kesadaran literasi, memperkuat peran pers, serta membangun generasi muda yang kritis dan berintegritas di Papua Tengah. (red-enagoNews)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita Daerah

Panitia HUT ke-70 GKI di Tanah Papua Wilayah IV Klasis Nabire Timur Resmi Dilantik dan Dikukuhkan di Wireri Samanui

Published

on

NABIRE, PAPUA TENGAH –enagoNews – Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua Wilayah IV Klasis Nabire Timur resmi dilantik dan dikukuhkan dalam sebuah ibadah yang berlangsung khidmat di Gereja Jemaat Patros Wireri Samanui, Distrik Wapoga, Kabupaten Nabire, Minggu (14/6/2026).


Pelantikan dan pengukuhan panitia dipimpin langsung oleh Ketua Klasis Nabire Timur, Pdt. Titus Ruamba, S.Si.Theol, serta dihadiri oleh Kepala Distrik Wapoga John Wayar, S.I.P., para majelis jemaat, tokoh gereja, dan jemaat dari sejumlah gereja di lingkungan Wilayah IV Klasis Nabire Timur, termasuk Jemaat GKI Ebenhaezer Kama Moor.
Dalam susunan kepanitiaan yang telah ditetapkan,

Ketua Klasis Nabire Timur dan Kepala Distrik Wapoga bertindak sebagai pelindung dan penasihat. Sementara itu, John Wayar, S.I.P. dipercaya sebagai Ketua Panitia, didampingi Wakil Ketua Yulius Senandi. Jabatan Sekretaris diemban oleh Friets G. Senandi, M.M., sedangkan Hilda Bindosano dipercaya sebagai Bendahara. Kepanitiaan tersebut juga dilengkapi dengan berbagai seksi, antara lain Seksi Acara dan Ibadah, Seksi Perlengkapan, Seksi Konsumsi, serta sejumlah seksi pendukung lainnya guna menyukseskan rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-70 GKI di Tanah Papua.


Sebelum prosesi pelantikan dan pengukuhan berlangsung, Pdt. Titus Ruamba menyampaikan pesan dan harapan kepada seluruh panitia yang baru dikukuhkan. Ia mengajak seluruh unsur panitia untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, hikmat, dan semangat pelayanan demi menyukseskan perayaan yang akan dilaksanakan mendatang.
Menurutnya, tugas yang dipercayakan kepada panitia bukan sekadar menjalankan kegiatan seremonial, melainkan menjadi bagian dari pelayanan gereja yang harus dilaksanakan dengan kesungguhan hati. Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa dengan dukungan semua pihak, khususnya pemerintah distrik dan jemaat, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan membawa berkat bagi umat Tuhan.
“Saya percaya Bapak Distrik sebagai kepala wilayah sekaligus ketua panitia mampu mengemban tugas ini dengan baik. Jika Tuhan berkehendak, maka pekerjaan yang dipercayakan kepada kita akan terlaksana dengan sukses. Mari kita kerjakan semua ini dengan penuh hikmat agar menjadi berkat bagi banyak orang,” ujar Pdt. Titus Ruamba.
Ia juga berharap pada momentum perayaan yang direncanakan berlangsung pada Oktober mendatang, Badan Pekerja Klasis Nabire Timur dapat turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan yang akan dilaksanakan di wilayah Wireri dan sekitarnya.
Prosesi pelantikan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan suasana kekeluargaan. Setelah pembacaan Surat Keputusan dan pengukuhan panitia, seluruh peserta mengikuti doa bersama sebagai bentuk komitmen untuk menyukseskan perayaan HUT ke-70 GKI di Tanah Papua.


Pada kesempatan tersebut, Kepala Distrik Wapoga sekaligus Ketua Panitia HUT ke-70 GKI di Tanah Papua Wilayah IV Klasis Nabire Timur, John Wayar, S.I.P., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua Klasis Nabire Timur, Pdt. Titus Ruamba, atas dukungan dan kehadirannya dalam pelantikan panitia.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh jemaat, majelis gereja, dan masyarakat yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan pelantikan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dan mendukung sehingga pelantikan panitia ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga kebersamaan dan semangat pelayanan yang terbangun hari ini terus terjaga hingga puncak perayaan HUT ke-70 GKI di Tanah Papua nanti,” ungkap John Wayar.
Dengan telah dilantik dan dikukuhkannya panitia, diharapkan seluruh persiapan menuju perayaan HUT ke-70 GKI di Tanah Papua Wilayah IV Klasis Nabire Timur dapat berjalan maksimal, sehingga momentum bersejarah ini menjadi sarana mempererat persatuan jemaat, meningkatkan iman, serta memperkuat pelayanan gereja di tengah masyarakat. (red-enagoNews)

Continue Reading

Berita Daerah

Ponpes Nurul Yaqien Al-Madina Gelar Haflah Akhirussanah 1447 H/2026 M, Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak

Published

on


NABIRE, PAPUA TENGAH–enagoNews – Pondok Pesantren dan Asrama Nurul Yaqien Yayasan Al-Madina Girimulyo, Kabupaten Nabire, menggelar Haflah Akhirussanah Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, Minggu (14/6/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum syukur atas berakhirnya tahun ajaran 2025/2026 sekaligus penyambutan tahun ajaran baru.
Acara tersebut menghadirkan mubaligh asal Jombang, Jawa Timur, KH Yudi Sarwojati, serta dihadiri Wakil Bupati Nabire H. Burhanudin Parenwari, Ketua MUI Papua Tengah KH Muhammad Rofiq, para pengasuh pondok pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan wali santri.
22 Tahun Mengabdi untuk Pendidikan dan Dakwah
Ketua Yayasan Al-Madina, H. Muhammad Iskandar, menyampaikan bahwa Yayasan Al-Madina yang menaungi Pondok Pesantren Nurul Yaqien telah memasuki usia 22 tahun sejak berdiri pada 15 Juli 2004.


Menurutnya, usia tersebut menggambarkan kematangan lembaga dalam menjalankan misi pendidikan dan pembinaan generasi muda.
“Alhamdulillah, selama 22 tahun kami terus berupaya menghadirkan pendidikan yang memadukan ilmu umum dan pendidikan berbasis pesantren. Hari ini menjadi wujud syukur atas perjalanan panjang tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa lembaga pendidikan di bawah Yayasan Al-Madina meliputi SD, SMP, dan SMK. Berbagai prestasi telah diraih para siswa, termasuk keberhasilan siswa SD meraih juara Olimpiade Matematika.


Selain itu, sejumlah alumni telah berhasil meniti karier sebagai anggota TNI, Polri, ASN, tenaga kesehatan, hingga melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral.
“Ini membuktikan bahwa lulusan pesantren mampu bersaing dan berkontribusi bagi bangsa, daerah, dan agama,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Iskandar juga mengajak masyarakat untuk mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Pondok Pesantren Nurul Yaqien dan sekolah-sekolah Al-Madina.


Wabup Nabire: Pesantren Lahirkan Generasi Masa Depan Papua Tengah
Wakil Bupati Nabire H. Burhanudin Parenwari membacakan sambutan tertulis Bupati Nabire Mesak Magai yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pondok Pesantren Nurul Yaqien dalam membangun sumber daya manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
Menurut Bupati, Haflah Akhirussanah bukan sekadar seremoni penutupan tahun ajaran, melainkan momentum refleksi dan rasa syukur atas perjalanan pendidikan para santri.
“Kegiatan ini menjadi titik awal bagi para santri untuk melangkah menuju masa depan yang lebih cerah dan lebih baik,” demikian disampaikan dalam sambutan.


Bupati juga berpesan kepada para santri agar tidak pernah merasa rendah diri meskipun berasal dari daerah yang jauh dari pusat-pusat kemajuan.
“Sejarah telah membuktikan bahwa banyak tokoh besar lahir dari pesantren dan daerah-daerah sederhana. Mereka berhasil karena memiliki ilmu, disiplin, semangat belajar, serta iman dan takwa yang kuat,” pesannya.
Ia mendorong para santri untuk terus bermimpi dan bercita-cita tinggi, menjadi dokter, guru, ulama, ahli teknologi, pengusaha, maupun pemimpin yang amanah.


Pendidikan Kunci Kemajuan Daerah
Dalam sambutannya, Pemerintah Kabupaten Nabire menegaskan komitmen untuk terus mendukung pembangunan sumber daya manusia, termasuk pengembangan pendidikan keagamaan.
Pemerintah meyakini bahwa kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan pembangunan moral dan spiritual masyarakat.
“Pendidikan pesantren telah terbukti tidak hanya mencetak generasi yang memahami agama, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Bupati.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada para orang tua yang telah berjuang dan berkorban demi pendidikan anak-anak mereka.


KH Yudi Sarwojati: Tiga Investasi Akhirat yang Tak Pernah Putus
Dalam tausiyahnya, KH Yudi Sarwojati menyampaikan pentingnya mempersiapkan bekal kehidupan akhirat melalui tiga investasi yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia.
Menurutnya, tiga aset tersebut adalah:
Sedekah Jariyah
Ilmu yang Bermanfaat
Anak Shalih dan Shalihah
“Meninggalnya seorang anak Adam akan memutus seluruh amalnya kecuali tiga perkara. Ketiga amal tersebut akan terus mengalirkan pahala dan menjadi penerang di alam kubur,” ungkap KH Yudi.
Selain itu, ia juga menyampaikan berbagai pesan hikmah dari para Wali Songo, khususnya Sunan Drajat dan Sunan Kalijaga, sebagai pedoman menjalani kehidupan dunia untuk meraih kebahagiaan akhirat.


Generasi Shalih Menjadi Aset Terbesar
KH Yudi menegaskan bahwa anak-anak yang saleh dan salehah merupakan investasi terbesar bagi orang tua. Karena itu, pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda harus menjadi perhatian bersama.


Ia mengajak seluruh orang tua untuk terus membimbing anak-anaknya agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Nurul Yaqien Al-Madina tahun ini berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan. Selain menjadi ajang silaturahmi antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat komitmen dalam mencetak generasi religius, cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan Kabupaten Nabire serta Papua Tengah. (red-enagoNews)

Continue Reading

Berita Daerah

Wabup Nabire Tegur OPD dan Distrik yang Absen dalam Monev, Tekankan Pentingnya Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan

Published

on


NABIRE, Papua Tengah – enagoNews – Wakil Bupati Nabire, H. Burhanudin Parenwari, memberikan perhatian serius terhadap tingkat kehadiran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan distrik dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Meja I Kegiatan Pembangunan Kabupaten Nabire Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Bapperida Kabupaten Nabire, Kamis (11/6/2026).
Dalam kegiatan yang membahas capaian pembangunan periode Januari hingga Mei 2026 tersebut, Wakil Bupati secara langsung melakukan absensi terhadap seluruh peserta yang diundang. Dari total 33 OPD dan 15 distrik yang seharusnya hadir, diketahui masih terdapat sejumlah OPD dan distrik yang tidak mengikuti kegiatan tersebut.
Kondisi itu mendapat perhatian khusus dari Wakil Bupati. Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan agenda yang sangat penting karena menjadi bagian dari proses perencanaan, pengawasan, sekaligus perbaikan pelaksanaan program pembangunan daerah.


“Kegiatan ini sangat penting, bahkan lebih penting dari kegiatan-kegiatan lainnya, karena ini adalah kegiatan monitoring dan evaluasi. Dari sinilah kita mengetahui sejauh mana program berjalan dan apa saja yang perlu diperbaiki,” tegas Burhanudin Parenwari di hadapan peserta kegiatan.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya perencanaan yang matang dan evaluasi yang berkelanjutan. Karena itu, seluruh perangkat daerah diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk hadir dan terlibat aktif dalam setiap forum evaluasi pembangunan yang diselenggarakan pemerintah daerah.
“Ini adalah kegiatan perencanaan. Bagaimana kita bisa bekerja tanpa ada perencanaan, dan bagaimana kita bisa memperbaiki kesalahan tanpa adanya evaluasi,” ujarnya.
Meski menyampaikan teguran kepada OPD dan distrik yang tidak hadir, Wakil Bupati belum mengungkapkan adanya sanksi khusus. Namun, sebagai bentuk pengawasan dan transparansi, ia meminta agar daftar kehadiran peserta diunggah ke dalam grup resmi Pemerintah Kabupaten Nabire sehingga dapat diketahui secara terbuka perangkat daerah mana yang hadir maupun yang tidak hadir.
“Nanti daftar kehadiran saya minta dimasukkan ke grup, sehingga kita bisa mengetahui OPD dan distrik mana yang hadir dan mana yang tidak hadir,” pintanya.


Lebih lanjut, Burhanudin Parenwari berharap kegiatan Monitoring dan Evaluasi Meja I tidak hanya menjadi agenda rutin atau sekadar formalitas pelaporan administrasi. Menurutnya, forum tersebut harus mampu menjadi wahana evaluasi yang efektif dalam meningkatkan kualitas kinerja perangkat daerah.
Ia menegaskan bahwa hasil evaluasi harus ditindaklanjuti dengan langkah-langkah perbaikan yang nyata sehingga pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan Monev ini, saya berharap tidak hanya menjadi formalitas pelaporan semata, tetapi benar-benar menjadi sarana evaluasi dan perbaikan kinerja seluruh perangkat daerah guna mempercepat pencapaian visi pembangunan Kabupaten Nabire, yaitu terwujudnya Nabire yang aman, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” katanya.


Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati juga mengingatkan seluruh OPD agar senantiasa menjaga akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi administrasi maupun manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Setiap anggaran yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan, bukan hanya secara administratif, tetapi juga secara substantif, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Nabire,” tegasnya.


Selain membahas pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan anggaran, Wakil Bupati juga menyinggung kedisiplinan aparatur sipil negara terkait penggunaan pakaian dinas. Ia mengingatkan seluruh peserta agar menggunakan seragam Korpri yang berlaku sesuai ketentuan dalam setiap kegiatan resmi pemerintah daerah.
“Saya harap pada kegiatan-kegiatan ke depan semuanya menggunakan seragam Korpri yang berlaku saat ini,” pungkasnya.
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Meja I tersebut menjadi bagian penting dalam upaya Pemerintah Kabupaten Nabire memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai target, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, disiplin, dan tanggung jawab seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat. (red-enagoNews)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 ENAGONEWS.COM