Connect with us
Advertisements

Berita Deiyai

Martika Edison: “Putra Siliwangi” yang Menyalakan Merah Putih di Langit Nusantara

Published

on

Nabire, Papua Tengah -enago News –
Di tengah gemuruh modernitas yang sering mengikis nilai cinta tanah air, sosok Martika Edison hadir seperti embun yang menyejukkan semangat kebangsaan. Ia bukan sekadar pemimpin ekspedisi, melainkan simbol keteguhan hati seorang putra Siliwangi yang lahir di Indonesia dan mengabdi pada bumi pertiwi lewat langkah, peluh, dan keyakinan.



‎Sebagai Komandan Tim Ekspedisi Siliwangi Cinta Alam Indonesia, Martika Edison menginisiasi gerakan monumental untuk memperingati HUT ke-79 Republik Indonesia dengan membentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 79 meter di Ibu Kota Nusantara (IKN). Aksi ini bukan seremoni biasa, melainkan manifestasi cinta tanah air yang berakar dari jiwa Siliwangi—jiwa yang teguh, sederhana, tapi penuh keberanian.

Di tengah gemuruh modernitas yang sering mengikis nilai cinta tanah air, sosok Martika Edison hadir seperti embun yang menyejukkan semangat kebangsaan. Ia bukan sekadar pemimpin ekspedisi, melainkan simbol keteguhan hati seorang putra Siliwangi yang lahir di Indonesia dan mengabdi pada bumi pertiwi lewat langkah, peluh, dan keyakinan.



‎Sebagai Komandan Tim Ekspedisi Siliwangi Cinta Alam Indonesia, Martika Edison menginisiasi gerakan monumental untuk memperingati HUT ke-79 Republik Indonesia dengan membentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 79 meter di Ibu Kota Nusantara (IKN). Aksi ini bukan seremoni biasa, melainkan manifestasi cinta tanah air yang berakar dari jiwa Siliwangi—jiwa yang teguh, sederhana, tapi penuh keberanian.


‎Sebagai Komandan Tim Ekspedisi Siliwangi Cinta Alam Indonesia, Martika Edison menginisiasi gerakan monumental untuk memperingati HUT ke-79 Republik Indonesia dengan membentangkan Bendera Merah Putih sepanjang 79 meter di Ibu Kota Nusantara (IKN). Aksi ini bukan seremoni biasa, melainkan manifestasi cinta tanah air yang berakar dari jiwa Siliwangi—jiwa yang teguh, sederhana, tapi penuh keberanian.

“‎Menggelorakan Semangat Bandung Lautan Api, Dari Siliwangi Untuk Dunia”

‎Martika memaknai ekspedisi ini sebagai perjalanan spiritual kebangsaan. Ia ingin menghidupkan kembali semangat Bandung Lautan Api—roh perjuangan yang lahir dari keberanian rakyat untuk mempertahankan kehormatan bangsa.


‎“Semangat itu harus terus menyala. Dari Bandung untuk Indonesia,” tutur Martika dalam satu kesempatan ngobrol dengan Porosmedia.com, Jumat, 31 Oktober 2025.

‎Rangkaian ekspedisi ini telah digelar di dua titik penting IKN, yaitu Titik Nol Nusantara (17 Agustus 2024) dan Taman Bukit Soeharto (19 Agustus 2024). Namun perjalanan itu bukan akhir, melainkan awal dari misi besar: membawa Merah Putih ke 80 gunung di Indonesia, dari puncak-puncak Jawa Barat hingga Pegunungan Jayawijaya, Papua Tengah.



‎“Bendera merah putih itu bukan hanya kain. Ia napas bangsa,” ungkap Martika dengan mata berkaca-kaca saat di Lepas secara Resmi oleh Pangdam III Siliwangi , Mayjen TNI Kosasih S.E di Lapangan Monumen Darondong Buah Buah Kab.Sumedang.

Baca juga:  Prajurit Kodam Kasuari Sambut Mayjen Gabriel Lema Sebagai Pangdam Baru

Dari Bandung ke Jayawijaya: Merah Putih Menembus Langit

‎Agenda tahun 2025 menjadi tonggak baru ekspedisi Siliwangi Cinta Alam Indonesia. Pada 17 Agustus 2025, bendera merah putih sepanjang 80 meter dikibarkan di monumen Kujang Papasangan Gunung Bohong, Brigif 17 Kujang II Kodam III/Siliwangi, sebagai simbol awal ekspedisi menuju 80 gunung di seluruh Nusantara, yang akan berlangsung hingga 30 Juli 2026.



‎Dukungan moral dan institusional datang dari berbagai pihak: Presiden Republik Indonesia, Menteri Sekretaris Negara, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, serta jaringan komunitas nasional seperti Kawargian Abah Alam, Eiger, Menwa Mahawarman, Jurnalis Bela Negara Ketua Umum DPP PAPERA /TANI MERDEKA INDONESIA, RBNI, MPAI, MYDARLING, Patriot Siliwangi Sejati, dan Sunda Ngahiji Papua Tengah

‎Momen pelepasan tim ekspedisi oleh Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menjadi sejarah tersendiri. Bagi Martika, kehadiran Pangdam bukan hanya dukungan institusi, tapi bentuk nyata sinergi antara militer dan rakyat untuk menjaga semangat nasionalisme dalam bingkai persaudaraan.



Pemimpin yang Menyatu dengan Alam dan Rakyat

‎Martika Edison bukan tipe pemimpin yang hanya memberi perintah dari kejauhan. Ia ikut mendaki, menembus kabut, tidur di bawah tenda, dan makan dari bekal sederhana.
‎“Kalau kita mencintai alam, maka alam akan mengajarkan keteguhan,” katanya suatu sore, saat, di Lembah Puspa Gunung Sunda Tangkubanparahu, tempat timnya melakukan latihan jelang ekspedisi nasional.



‎Di mata para pendaki muda, Martika adalah sosok guru sekaligus komandan. Ia disiplin tapi lembut, tegas namun penuh empati. Dalam setiap perjalanan, ia selalu menanamkan nilai gotong royong, hormat kepada alam, dan rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia.

‎Menyalakan Api Cinta Tanah Air di Setiap Puncak

‎Ekspedisi Siliwangi Cinta Alam Indonesia bukan sekadar penaklukan geografis, melainkan penaklukan batin. Setiap puncak gunung adalah tempat berdoa bagi Martika dan timnya. Mereka membawa pesan sederhana tapi mendalam: bahwa cinta tanah air harus dihidupkan, bukan hanya diucapkan.

‎Melalui bendera yang berkibar di ketinggian, Martika ingin menanamkan pesan kepada generasi muda: Indonesia adalah rumah bersama yang harus dijaga, dirawat, dan dibanggakan.

‎“Kalau tidak kita yang menjaga Indonesia, siapa lagi?” ujar Martika, menutup perbincangan dengan senyum yang mencerminkan keyakinan seorang patriot sejati.

Tentang Martika Edison

‎Nama Lengkap: Martika Edison

‎Jabatan: Komandan Tim Ekspedisi Siliwangi Cinta Alam Indonesia

‎Misi Nasional: Mengibarkan Bendera Merah Putih sepanjang O80 meter di 80 gunung seluruh Indonesia (2025–2026)

‎Nilai yang Dipegang: Cinta Tanah Air, Persatuan, Keteguhan, dan Kepedulian terhadap Alam

‎Dukungan: Presiden RI, Mensekneg RI, Pangdam III/Siliwangi, Kawargian Abah Alam, Eiger, Poros Media, dan sejumlah lembaga nasional
‎Martika Edison adalah wajah Indonesia yang tetap teguh di tengah perubahan zaman. Ia tidak hanya menaklukkan gunung, tapi juga menaklukkan ego manusia untuk kembali mencintai tanah air dengan sepenuh hati.

‎“Merah Putih bukan hanya berkibar di langit — ia harus berkibar di dalam dada kita.” (ing elsa)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita Daerah

Published

on

Kapolres Nabire Pimpin Rakor Pengamanan Rencana Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa
Nabire, Papua Tengah – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) terkait rencana aksi unjuk rasa yang akan digelar oleh mahasiswa Puncak se-Indonesiadi Kabupaten Nabire. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Wicaksana Lagawa Mapolres Nabire pada Minggu (26/4/2026).


Rakor ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Nabire H. Burhanudin Parenwari, Danbrig 82 Nabire Kolonel Andika, serta Dandim 1705/Nabire Letkol Dwi Palwanto Tirta Mentari. Selain itu, hadir pula berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, kepala suku, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Dalam arahannya, Kapolres Nabire menyampaikan bahwa aksi demonstrasi direncanakan berlangsung pada Senin, 27 April 2026, dengan melibatkan massa yang mengatasnamakan mahasiswa dari wilayah Puncak. Aksi tersebut direncanakan dimulai dari sejumlah titik, termasuk asrama mahasiswa dan kawasan Pasar Karang.
Kapolres menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak mengizinkan pelaksanaan long march dari titik-titik yang jauh. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan potensi gangguan ketertiban umum, terutama kemacetan lalu lintas yang dapat melumpuhkan aktivitas masyarakat, terlebih karena bertepatan dengan hari pertama kerja serta adanya agenda kunjungan pejabat penting, yakni Wakil Ketua Komisi V DPR RI.


“Kami tidak melarang penyampaian aspirasi, namun harus dilakukan dengan tertib dan terkoordinasi. Long march dari titik jauh berpotensi menimbulkan kemacetan dan gangguan keamanan. Oleh karena itu, kami akan mengatur pergerakan massa agar tetap terkendali,” ujar Kapolres.
Ia juga mengungkapkan bahwa pengalaman sebelumnya menunjukkan adanya potensi massa yang menyebar dan berkumpul di titik-titik strategis seperti perempatan jalan, yang berisiko menimbulkan kemacetan parah dan situasi yang sulit dikendalikan.
Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian telah menyiapkan strategi pengamanan dengan memecah konsentrasi massa ke beberapa titik dan mengarahkan mereka menuju lokasi utama penyampaian aspirasi, yakni Kantor DPR Provinsi. Selain itu, disiapkan pula sekitar 10 hingga 15 kendaraan angkut untuk membantu mobilisasi massa secara terkoordinasi.


Kapolres juga menyoroti adanya informasi terkait kemungkinan keterlibatan pihak-pihak tertentu, termasuk adanya indikasi pengerahan massa dalam jumlah besar hingga mencapai sekitar 2.000 orang, serta potensi keterlibatan anak-anak dalam aksi tersebut. Hal ini menjadi perhatian serius aparat keamanan.
“Kami bertanggung jawab penuh terhadap keamanan. Oleh karena itu, setiap rencana aksi harus mengikuti ketentuan yang telah disepakati bersama. Kami tidak mengizinkan adanya pergerakan massa yang tidak terkontrol,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung upaya menjaga keamanan dan ketertiban di Nabire. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam memastikan aspirasi dapat disampaikan secara damai tanpa mengganggu kepentingan umum.


Rakor ini juga menjadi forum untuk menyerap masukan dari para tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, guna merumuskan langkah terbaik dalam menghadapi rencana aksi tersebut.
Dengan koordinasi yang matang dan sinergi semua pihak, diharapkan pelaksanaan aksi unjuk rasa dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan tetap menghormati hak masyarakat luas. (red-enagoNews)

Continue Reading

Berita Daerah

Wabup Nabire Tegaskan Demo Boleh, Tapi Harus Tertib dan Tidak Ganggu Aktivitas Warga

Published

on


Nabire, Papua Tengah – enagoanews – Wakil Bupati Nabire, Burhanudin Parenwari, menyampaikan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang rencana aksi unjuk rasa yang akan dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa yang mengatasnamakan mahasiswa Puncak se-Indonesi pada Senin, 27 April 2026.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Nabire, Minggu (26/4/2026), yang dihadiri unsur TNI-Polri, Pemerintah Kabupaten Nabire, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta para kepala suku.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama aparat keamanan tidak pernah melarang masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Ia menekankan bahwa aksi demonstrasi merupakan hak konstitusional warga negara yang dijamin oleh undang-undang.
“Perlu saya tegaskan, tidak benar jika ada anggapan bahwa pemerintah, TNI, maupun Polri melarang aksi demonstrasi. Penyampaian aspirasi adalah hak masyarakat, sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pelaksanaan aksi harus tetap memperhatikan aspek ketertiban, keamanan, dan kepentingan masyarakat luas. Pemerintah daerah, kata dia, tidak menginginkan aktivitas masyarakat terganggu, seperti penutupan sekolah, toko, maupun terhambatnya mobilitas warga akibat aksi yang tidak terkendali.
Wakil Bupati juga menyinggung pengalaman aksi sebelumnya yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ia menyebut bahwa persepsi publik terhadap demonstrasi seringkali identik dengan potensi kericuhan, sehingga berdampak pada aktivitas sosial dan ekonomi warga.
“Yang terpenting adalah bagaimana aksi itu berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan kekacauan. Jangan sampai masyarakat merasa takut setiap mendengar ada rencana demo,” katanya.


Terkait rencana aksi kali ini, ia mengapresiasi langkah aparat keamanan yang telah memfasilitasi penyampaian aspirasi secara terkoordinasi, termasuk dengan menyediakan transportasi menuju lokasi aksi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah (DPRPT).
Namun demikian, ia kembali menegaskan agar tidak dilakukan long march dari titik-titik jauh, mengingat hal tersebut berpotensi memicu kemacetan dan kerawanan keamanan. Ia juga mengingatkan bahwa sebelumnya telah ada kesepakatan bersama untuk tidak melaksanakan long march, namun pada praktiknya sempat dilanggar.
“Kesepakatan yang sudah dibuat bersama harus kita hormati. Jangan sampai terulang kembali pelanggaran yang dapat berujung pada situasi yang tidak diinginkan,” tegasnya.


Lebih lanjut, Wakil Bupati mengajak para tokoh masyarakat dan kepala suku, khususnya dari komunitas yang terlibat dalam aksi, untuk turut berperan aktif dalam menjaga ketertiban. Ia meminta agar para tokoh dapat menyampaikan imbauan kepada massa aksi untuk tetap menjaga keamanan, menghindari provokasi, dan menyampaikan aspirasi secara damai.
Ia juga menyoroti bahwa aksi tersebut dipicu oleh kepedulian terhadap situasi kemanusiaan yang terjadi di wilayah Puncak Jaya. Oleh karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menyikapi hal tersebut secara bijak tanpa menimbulkan dampak negatif di daerah lain, khususnya di Nabire.


“Kami memahami adanya kepedulian dan solidaritas. Namun mari kita salurkan dengan cara yang baik, menjaga etika, serta tidak menimbulkan gangguan keamanan di daerah kita,” ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, Wakil Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung langkah-langkah aparat keamanan dalam menjaga stabilitas wilayah. Ia berharap sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat dapat memastikan aksi unjuk rasa berlangsung aman, tertib, dan kondusif. (red-enagoNews)

Continue Reading

Berita Daerah

Gubernur Papua Tengah Tekankan Harmoni dan Kolaborasi dalam Pelantikan Pengurus Paguyuban Pasundan di Nabire

Published

on

Nabire, Papua Tengah -enagoNews – Pelantikan lima Pengurus Cabang dan 28 Pengurus Anak Cabang Paguyuban Pasundan se-Tanah Papua yang digelar di Padepokan PSHT Wadio, Distrik Nabire Barat, Kabupaten Nabire, Sabtu (25/4/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat peran organisasi kedaerahan di tengah keberagaman masyarakat Papua Tengah. Dalam sambutan tertulis Gubernur Papua Tengah, Meki F. Nawipa, yang dibacakan oleh Asisten III Viktor Fun, ditegaskan bahwa keberadaan Paguyuban Pasundan tidak sekadar sebagai wadah berkumpulnya masyarakat Sunda, melainkan memiliki makna strategis dalam merawat nilai-nilai persatuan, budaya, dan gotong royong.


Dalam sambutan tersebut, Gubernur menyoroti filosofi hidup masyarakat Sunda, yakni silih asih, silih asah, silih asuh, sebagai nilai universal yang sejalan dengan kehidupan sosial masyarakat Papua. Nilai-nilai ini dinilai mampu memperkuat kohesi sosial di tengah realitas Papua yang kaya akan keberagaman suku, bahasa, budaya, dan latar belakang.
Ia menekankan bahwa meskipun masyarakat Papua hidup dalam kemajemukan, terdapat satu tujuan bersama yang menjadi perekat, yakni membangun daerah menuju kemajuan, kedamaian, dan kesejahteraan. Dalam konteks tersebut, Paguyuban Pasundan diharapkan hadir sebagai jembatan persaudaraan yang mampu memperkuat harmoni sosial sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam proses pembangunan.


ebih lanjut, disampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah saat ini mengusung visi besar “Mewujudkan Papua Tengah Emas yang adil, berdaya saing, bermartabat, harmonis, maju, dan berkelanjutan.” Untuk merealisasikan visi tersebut, dibutuhkan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan seperti Paguyuban Pasundan.
Peran organisasi ini diharapkan tidak berhenti pada aktivitas seremonial atau sekadar ajang silaturahmi, melainkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Beberapa bidang strategis yang menjadi fokus antara lain penguatan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pelestarian budaya, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Gubernur juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi yang berkelanjutan agar pembangunan di Papua Tengah dapat berjalan secara inklusif dan merata, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.


Pada bagian akhir sambutan, disampaikan harapan kepada seluruh pengurus yang baru dilantik agar menjadikan momentum ini sebagai awal dari tanggung jawab besar, bukan sekadar seremoni. Para pengurus diharapkan mampu bekerja secara solid, menjaga kekompakan organisasi, serta membangun komunikasi yang konstruktif dengan berbagai elemen masyarakat.
Paguyuban Pasundan diharapkan dapat menjadi “rumah bersama” yang tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga ruang untuk bertumbuh, berbagi gagasan, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Amanah yang diberikan kepada para pengurus pun diharapkan dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, serta semangat pengabdian yang tinggi demi kemajuan Papua Tengah. (red-enagoNews)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 ENAGONEWS.COM