Connect with us
Advertisements

Berita Daerah

48 Kampung di Nabire Perkuat Pengendalian Malaria Melalui Dana Desa dan Kader Kesehatan

Published

on

Nabire, Papua Tengah -enagoNews – Upaya percepatan eliminasi malaria di Kabupaten Nabire terus diperkuat melalui pemberdayaan masyarakat kampung. Sebanyak 48 kampung telah membentuk tim pengendalian malaria dan mengalokasikan dana kampung untuk mendukung berbagai kegiatan pencegahan serta penanganan penyakit tersebut.
Komitmen ini mengemuka dalam pertemuan yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, didukung UNICEF dan Perdhaki, yang melibatkan para kepala kampung, kader malaria, serta pendamping desa.
Kepala DPMK Nabire, Pilemon Madai, menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh kampung dalam mendukung program eliminasi malaria. Menurutnya, kesehatan masyarakat menjadi fondasi utama pembangunan kampung sehingga pembiayaan untuk pengendalian malaria perlu menjadi prioritas dalam penggunaan dana desa.


Sementara itu, Dinas Kesehatan Nabire mendorong penguatan peran kader malaria dan tim kampung melalui pemeriksaan aktif dari rumah ke rumah, pemantauan kepatuhan minum obat bagi penderita, penyelidikan kasus, hingga edukasi penggunaan kelambu dan pengendalian sarang nyamuk.
Data yang disampaikan tenaga ahli pendamping kabupaten menunjukkan bahwa pada Tahun Anggaran 2026, sebanyak 44 kampung telah mengalokasikan dana desa sebesar Rp292 juta lebih untuk mendukung insentif kader, transportasi, dan kegiatan sosialisasi pencegahan malaria. Selain itu, beberapa kampung juga mulai menganggarkan program penanganan TBC dan HIV/AIDS.
Melalui sinergi pemerintah kampung, kader kesehatan, dan berbagai mitra pembangunan, diharapkan angka kasus malaria di Nabire dapat terus ditekan hingga mencapai target eliminasi yang telah ditetapkan pemerintah. (red-enagoNews)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita Daerah

Resmob Polres Nabire Ungkap Dugaan Penguasaan Motor Curian, Seorang Pria Diamankan

Published

on

NABIRE – enagoNews – Tim Reserse Mobile (Resmob) Polres Nabire berhasil mengamankan seorang pria berinisial O.J. yang diduga menguasai sepeda motor hasil tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Kabupaten Nabire, Selasa (23/6/2026).

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan kehilangan satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna hitam putih yang terjadi di Homestay Kusuma, Jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan Oyehe, pada 14 Juni 2026 lalu. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Resmob melakukan penyelidikan dan patroli guna melacak keberadaan kendaraan yang hilang.

Dalam kegiatan patroli, petugas menemukan sebuah sepeda motor dengan ciri-ciri yang identik dengan kendaraan yang dilaporkan hilang. Setelah melakukan pemantauan, tim akhirnya mengamankan seorang pria yang diketahui berinisial O.J. saat hendak meninggalkan kawasan Kantor Gubernur Papua Tengah di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Karang Mulia.

Dari hasil pemeriksaan awal, O.J. mengaku memperoleh sepeda motor tersebut dengan cara membeli dari seseorang yang tidak dikenalnya dengan harga Rp3 juta. Polisi kemudian mengamankan kendaraan yang diduga hasil curanmor tersebut beserta sejumlah barang bukti lain, termasuk satu unit telepon genggam dan kartu identitas milik terduga.

Saat ini, O.J. telah diamankan di Polres Nabire untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, penyidik masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap identitas penjual kendaraan dan menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan tindak pidana tersebut.(red-enagoNews)

Continue Reading

Berita Daerah

Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polda Papua Tengah Gelar Tabur Bunga di Perairan Nabire

Published

on


Nabire, Papua Tengah -enagoNews – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Papua Tengah menggelar upacara tabur bunga di perairan Nabire, Selasa (23/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Dermaga Pelabuhan Laut Nabire ini menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa dan negara

Upacara dipimpin oleh Irwasda Polda Papua Tengah, Kombes Pol Gatot Suprasetya, S.I.K., M.H., dan diikuti para pejabat utama Polda Papua Tengah, personel Polres Nabire, serta anggota yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan. Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Karo SDM, Karo Logistik, Dirpolairud, Dirpamobvit, Dirresnarkoba, Dirreskrimum, Dirbinmas, Kabid Propam, dan Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Papua Tengah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, kemudian dilanjutkan dengan pelarungan karangan bunga ke laut oleh inspektur upacara. Prosesi tersebut menjadi simbol penghargaan atas pengorbanan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan dan menjaga keutuhan bangsa.

Seluruh peserta selanjutnya melaksanakan tabur bunga di perairan Nabire dengan penuh khidmat. Kegiatan ini merupakan salah satu tradisi dalam peringatan Hari Bhayangkara yang sarat makna, sekaligus menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus meneladani semangat pengabdian para pendahulu.

Melalui peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Papua Tengah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di wilayah Papua Tengah. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. (red-enagoNews)

Continue Reading

Berita Daerah

Urbanus Beanal Minta PT Freeport Tingkatkan Tanggung Jawab Sosial dan Infrastruktur bagi Masyarakat Tiga Desa Sekitar Tambang

Published

on


Nabire, Papua Tengah -enagoNews –Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Provinsi Papua Tengah, Urbanus Beanal, meminta PT Freeport Indonesia⁠� untuk terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan, khususnya di tiga desa yang terdampak langsung aktivitas pertambangan.
Menurut Urbanus Beanal, keberadaan PT Freeport Indonesia sebagai perusahaan tambang yang telah beroperasi selama puluhan tahun di wilayah Papua tidak hanya berkaitan dengan kegiatan produksi dan investasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk memastikan masyarakat lokal memperoleh manfaat nyata dari keberadaan perusahaan tersebut.


Ia menegaskan bahwa selama PT Freeport Indonesia masih menjalankan aktivitas operasionalnya, perusahaan harus tetap hadir dalam mendukung pembangunan masyarakat secara berkelanjutan. Perhatian perusahaan tidak hanya terfokus pada sektor kesehatan dan pendidikan yang selama ini telah berjalan cukup baik, tetapi juga perlu diperluas pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang masih menjadi persoalan di sejumlah kampung sekitar area tambang.
Salah satu hal yang menjadi perhatian utama adalah kondisi rumah layak huni yang sebelumnya telah dibangun oleh perusahaan. Urbanus menilai rumah-rumah tersebut perlu mendapatkan perawatan dan perbaikan secara berkala agar tetap nyaman dan aman ditempati masyarakat. Menurutnya, pembangunan tidak berhenti pada saat rumah selesai dibangun, tetapi harus disertai dengan pemeliharaan yang berkelanjutan.
Selain itu, kebutuhan akan akses air bersih yang memadai juga menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian serius. Ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang sangat penting untuk mendukung kesehatan dan kualitas hidup warga di tiga desa sekitar wilayah operasional perusahaan.


Urbanus juga menyoroti pentingnya pembangunan dan pemeliharaan jembatan serta infrastruktur dasar lainnya yang menjadi sarana utama mobilitas masyarakat. Infrastruktur yang memadai dinilai sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga konektivitas antarwilayah.
Ia menegaskan bahwa tanggung jawab pembangunan di wilayah sekitar tambang tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah. Sebagai perusahaan yang memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaan sumber daya alam di wilayah tersebut, PT Freeport Indonesia diharapkan turut berperan aktif dalam menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.
“Selama ini sektor kesehatan dan pendidikan berjalan cukup baik, namun PT Freeport Indonesia juga harus memperhatikan kondisi perumahan, air bersih, jembatan, dan infrastruktur dasar lainnya yang masih dibutuhkan masyarakat setempat,” tegas Urbanus Beanal.
Lebih lanjut, ia berharap perusahaan dapat melakukan evaluasi langsung terhadap kondisi masyarakat di tiga desa tersebut sehingga program-program tanggung jawab sosial yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga. Dengan demikian, manfaat kehadiran perusahaan dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan oleh masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan operasional tambang.
Urbanus Beanal juga mengajak seluruh pihak, baik pemerintah, perusahaan maupun masyarakat, untuk membangun sinergi yang kuat demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat lokal. Ia berharap PT Freeport Indonesia terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pembangunan sosial dan infrastruktur sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat Papua. (red-enagoNews)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 ENAGONEWS.COM