Nabire, Papua Tengah– enagoNews – Komitmen menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendorong percepatan pembangunan di Papua Tengah ditegaskan dalam kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar di Makorem 173/Praja Vira Braja (PVB), Selasa (24/2/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan jajaran Forkopimda Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Nabire, tokoh agama, tokoh adat, serta unsur TNI-Polri.
Dalam sambutannya, Komandan Korem 173/PVB, Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kepala Staf Kodam XVII/Cenderawasih yang berkenan mengunjungi Nabire di tengah dinamika keamanan yang berkembang di sejumlah wilayah Papua Tengah. Menurut Danrem, situasi keamanan di Papua Tengah dalam beberapa waktu terakhir cukup dinamis. Ia menyinggung sejumlah peristiwa yang terjadi di beberapa daerah seperti Mimika dan wilayah Legari di Nabire, serta aksi-aksi demonstrasi yang dipicu persoalan ekonomi, termasuk aktivitas pertambangan emas rakyat. “Perkembangan situasi terakhir memang menunjukkan dinamika yang cukup kompleks, baik persoalan sosial maupun faktor-faktor politis yang melibatkan kelompok masyarakat tertentu,” ujarnya.
Danrem mengakui bahwa respons masyarakat terhadap kehadiran TNI di Papua Tengah cukup beragam. Di beberapa wilayah seperti Dogiyai, Deiyai, dan Paniai, menurutnya, masih terdapat sikap yang kurang terbuka terhadap aparat. Namun di distrik Bibida, TNI justru mendapat sambutan positif dari masyarakat. “Di Bibida kami merasa sangat diterima. Mulai dari anak-anak hingga para orang tua menyambut kami dengan baik. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan pendekatan persuasif di wilayah lain,” jelasnya. Sebagai bagian dari pendekatan humanis, Korem 173/PVB secara rutin melaksanakan kegiatan Jumat Bersih bersama masyarakat di pasar-pasar tradisional. Kegiatan tersebut, menurut Danrem, bukan semata soal kebersihan, tetapi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat. “Kami ingin masyarakat merasa TNI hadir untuk membantu. Permasalahan sosial di masyarakat cukup banyak, dan kami berharap bisa dimanfaatkan sebagai mitra untuk menyelesaikan persoalan-persoalan itu,” tambahnya. Danrem juga menyoroti pentingnya penataan pertambangan emas rakyat agar dapat dilegalkan melalui skema koperasi, sehingga memberi kontribusi pajak bagi daerah. Selain itu, ia menggarisbawahi perlunya penguatan pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing, termasuk sinergi antara TNI, Polri, imigrasi, dan bea cukai.
Sementara itu, Kepala Staf Kodam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Thevi A. Zebua, yang hadir mewakili Pangdam XVII/Cenderawasih, menegaskan bahwa TNI memiliki tanggung jawab menjaga setiap jengkal wilayah NKRI, termasuk Papua Tengah. “Kehadiran TNI di tanah Papua adalah untuk menjaga keamanan, kedamaian, dan ketenteraman. Tidak satu jengkal pun wilayah Indonesia yang tidak kita jaga,” tegasnya. Kasdam juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap pembangunan Papua, yang diwujudkan melalui berbagai program strategis nasional, termasuk penempatan Batalyon Teritorial Pembangunan serta pembangunan infrastruktur penghubung di wilayah-wilayah terisolasi. Ia mengungkapkan rencana pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) di Papua Tengah dalam waktu dekat sebagai bagian dari penguatan struktur pertahanan wilayah. “Tidak lama lagi akan dibentuk kotama di Papua Tengah. Ini bagian dari upaya memperkuat stabilitas dan pelayanan keamanan kepada masyarakat,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Kasdam juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penyebaran informasi hoaks di media sosial yang dapat memicu konflik dan memperkeruh situasi. Ia mencontohkan adanya narasi yang memutarbalikkan pernyataan pimpinan TNI sehingga menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. “Perang informasi saat ini sangat berbahaya. Hoaks bisa membentuk opini yang salah dan memicu tindakan yang merugikan semua pihak,” katanya.
Kasdam menegaskan bahwa TNI terbuka terhadap kritik dan laporan masyarakat apabila terdapat oknum prajurit yang melakukan pelanggaran. Ia memastikan bahwa mekanisme pengawasan dan penegakan disiplin internal berjalan tegas, termasuk sanksi pidana dan administratif bagi pelanggar. “Kami tidak menutup diri. Jika ada prajurit yang menyimpang, silakan laporkan. Kami akan tindak tegas,” ujarnya. Menutup sambutannya, Kasdam mengajak seluruh unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan dan mendukung program pembangunan. “Keamanan bukan hanya tugas TNI-Polri, tetapi tanggung jawab bersama. Jika situasi aman, masyarakat bisa beraktivitas dengan tenang dan pembangunan dapat berjalan optimal,” pungkasnya.
Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama yang juga dihadiri Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol.Gutav R.Urbinas tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, mencerminkan komitmen bersama menjaga stabilitas Papua Tengah di tengah berbagai tantangan yang ada dengan diakhiri foto bersama. (red-enagoNews)
Nabire, Papua Tengah — enagoNews – Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT), John NR Gobai, menyampaikan penjelasan pengusul terhadap enam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif anggota DPRPT dalam sidang paripurna yang digelar di Aula DPRPT, Rabu (22/4/2026). Dalam pemaparannya, Gobai menegaskan bahwa pengusulan Raperda tersebut mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, khususnya Pasal 33 ayat (1), yang mengatur bahwa Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) harus memuat judul rancangan peraturan, materi yang diatur, serta keterkaitannya dengan regulasi lain. “Berdasarkan ketentuan tersebut serta Peraturan Tata Tertib DPRPT, kami telah menyampaikan penjelasan ringkas terhadap enam Raperda inisiatif anggota untuk dapat dipertimbangkan masuk dalam Propemperda tahun 2026,” ujar Gobai di hadapan peserta sidang. Ia menjelaskan, keenam Raperda yang diusulkan terdiri dari lima Raperda Provinsi (Raperdasi) dan satu Raperda Khusus (Raperdasus). Seluruhnya dinilai strategis karena menyentuh aspek perlindungan masyarakat adat, pelestarian budaya, hingga pengelolaan lingkungan hidup di Papua Tengah. Adapun rincian Raperda yang diusulkan meliputi Raperdasus tentang Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil, yang bertujuan memperkuat perlindungan serta pemberdayaan kelompok masyarakat adat yang masih terisolasi. Selanjutnya, Raperdasi tentang Ketertiban Umum yang diarahkan untuk menciptakan kondisi sosial yang aman dan tertib di wilayah Papua Tengah. Selain itu, DPRPT juga mengusulkan Raperdasi tentang Hukum dalam Masyarakat, sebagai upaya pengakuan dan penguatan sistem hukum adat yang hidup di tengah masyarakat. Raperdasi tentang Cagar Budaya turut diajukan guna melindungi warisan budaya daerah dari ancaman kerusakan dan kepunahan. Di sektor lingkungan, Raperdasi tentang Mangrove menjadi perhatian penting, mengingat peran ekosistem mangrove dalam menjaga keseimbangan pesisir dan mitigasi perubahan iklim. Sementara itu, Raperdasi tentang Noken diusulkan sebagai bentuk pelestarian simbol budaya khas Papua yang telah diakui secara internasional. Gobai menambahkan, keenam draft tersebut telah ditetapkan sebagai Raperda inisiatif DPRPT dan resmi masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Provinsi Papua Tengah tahun 20 “Dengan masuknya enam Raperda ini dalam Propemperda 2026, diharapkan proses pembahasan dapat berjalan optimal dan menghasilkan regulasi yang berpihak pada kepentingan masyarakat Papua Tengah,” katanya. Sidang paripurna tersebut menjadi bagian penting dalam tahapan perencanaan legislasi daerah, sekaligus menegaskan komitmen DPRPT dalam mendorong lahirnya regulasi yang responsif terhadap kebutuhan lokal serta berlandaskan nilai-nilai kearifan masyarakat Papua. (red-enagoNews)
Nabire, Papua Tengah — enagoNews – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, secara resmi membuka Lomba Balap Perahu Motor Tempel Yamaha yang digelar di Pantai Nabire, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Polda Papua Tengah yang jatuh pada 29 April 2026. Pembukaan lomba berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu dan Dandim 1705/Nabire Letkol Dwi Palwanto Tirta Mentari. Kapolda terlihat langsung memantau jalannya perlombaan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai wilayah pesisir.
Dalam keterangannya kepada media, Kapolda menjelaskan bahwa perlombaan ini menggunakan perahu khusus yang dirancang untuk balap dengan mesin motor tempel berkekuatan 15 PK. Ia menegaskan bahwa perahu yang digunakan berbeda dengan perahu nelayan biasa, karena telah dimodifikasi khusus untuk kebutuhan kompetisi. “Ini bukan perahu untuk memancing, tetapi benar-benar dirancang untuk balap. Kegiatan ini sangat positif, selain sebagai hiburan masyarakat juga menjadi sarana memperkenalkan potensi wisata pesisir Nabire yang memiliki keindahan pasir pantai yang luar biasa,” ujar Kapolda.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif yang diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan, tidak hanya oleh kepolisian, tetapi juga oleh berbagai pihak lainnya. Menurutnya, event semacam ini dapat menjadi daya tarik baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.
Selain aspek wisata, Kapolda juga menekankan nilai sosial dari kegiatan tersebut, terutama dalam mengarahkan energi generasi muda ke aktivitas yang lebih positif. “Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk menyalurkan minat dan bakatnya, sehingga dapat menjauhkan mereka dari aktivitas negatif,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRK Nabire, Nancy Karolin Worabay, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan lomba tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi masyarakat pesisir dan generasi muda. “Kegiatan ini sangat positif karena mampu menjaring anak-anak muda pesisir untuk menunjukkan kemampuan mereka. Balap motor di laut tentu berbeda dengan di darat, karena harus menghadapi gelombang dan membutuhkan keterampilan serta perancangan perahu yang matang,” ungkap Nancy. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini berpotensi menjadi solusi dalam mengurangi aksi balap liar di jalan raya yang kerap melibatkan remaja. “Kalau kegiatan seperti ini rutin dilakukan, maka anak-anak muda yang sebelumnya terlibat balap liar bisa dialihkan ke kegiatan yang lebih aman dan terarah. Ini tentu dapat meminimalisir risiko kecelakaan di jalan,” jelasnya. Nancy berharap pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, dapat memberikan dukungan penuh agar kegiatan serupa terus berlanjut dan berkembang. Ia juga mendorong partisipasi lebih luas dari berbagai suku dan komunitas di Nabire agar tercipta kompetisi yang sehat dan inklusif. Dengan diikuti sekitar 24 peserta pada pelaksanaan perdana ini, diharapkan jumlah peserta akan terus meningkat di masa mendatang seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga balap perahu motor tempel. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga simbol sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ruang positif bagi generasi muda serta mempromosikan potensi daerah Papua Tengah ke tingkat yang lebih luas. (red-enagoNews)
Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Rombongan tamu kehormatan dari Pengurus Pusat (PP) Paguyuban Pasundan telah tiba di Nabire, Papua Tengah, Kamis (23/4/2026), dalam rangka agenda pelantikan kepengurusan organisasi di wilayah Tanah Papua. Kehadiran delegasi PP Paguyuban Pasundan ini menjadi bagian penting dari rangkaian konsolidasi organisasi yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, di Nabire. Dalam agenda tersebut, perwakilan pusat akan melantik Pengurus Wilayah, lima Pengurus Cabang tingkat provinsi, 18 Pengurus Anak Cabang kabupaten/kota, serta satu pengurus ranting.
Adapun rombongan yang hadir mewakili Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan terdiri dari Mayjen TNI (Purn.) Deny K. Irawan selaku Sekretaris Dewan Pangaping, Dr. Kunkunrat, M.Si. yang menjabat Ketua Bidang Organisasi sekaligus Dekan FISIP Universitas Pasundan, serta Subaryo, S.Pd., M.Pd. sebagai Sekretaris Bidang Organisasi yang juga Kepala SMK Pasundan 3 Cimahi. Setibanya di Nabire, rombongan disambut langsung oleh Ketua Paguyuban Pasundan Cabang Nabire, Tabroni M. Cahya, bersama jajaran pengurus setempat. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas organisasi berbasis kultural tersebut. Ketua Cabang Paguyuban Pasundan Nabire, Tabroni M. Cahya, menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat eksistensi dan peran Paguyuban Pasundan di Tanah Papua. Menurutnya, kehadiran pengurus pusat memberikan dorongan moral sekaligus legitimasi organisasi dalam menjalankan program-program ke depan.
“Ini bukan sekadar pelantikan, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi serta memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat bawah, agar lebih solid dan mampu berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, sejumlah pengurus cabang dan anak cabang dari berbagai daerah di Tanah Papua dilaporkan mulai berdatangan ke Nabire sejak beberapa hari terakhir. Namun, hingga Kamis sore, sebagian lainnya masih dalam perjalanan dan dijadwalkan tiba sebelum pelaksanaan pelantikan.
Pelantikan pengurus secara serentak ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarwilayah serta meningkatkan peran Paguyuban Pasundan dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di wilayah Papua Tengah dan sekitarnya. Selain itu, organisasi ini juga diharapkan terus menjadi wadah pemersatu warga Sunda di perantauan, sekaligus menjembatani nilai-nilai budaya dengan dinamika sosial masyarakat setempat.
Dengan agenda pelantikan yang melibatkan puluhan pengurus dari berbagai tingkatan, Nabire diproyeksikan menjadi pusat konsolidasi organisasi Paguyuban Pasundan di kawasan timur Indonesia dalam waktu dekat. (red-enagoNews)