Connect with us
Advertisements

Berita Daerah

Ketua DPRK Nabire Soroti Rasa Aman Warga, TNI Tekankan Kolaborasi dan Keberanian Bersama

Published

on

Nabire, Papua Tengah – enagoNews- Isu keamanan dan rasa takut yang masih dirasakan masyarakat menjadi sorotan utama dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama Kasdam XVII/Cenderawasih dengan Forkopimda Provinsi Papua Tengah, Pemkab Nabire, serta tokoh masyarakat, Selasa (24/2/2026) di Makorem 173/Praja Vira Braja (PVB).
Dalam forum tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nabire, Nancy Karolin Worabay, menyampaikan kegelisahan masyarakat secara terbuka di hadapan jajaran TNI-Polri dan unsur pemerintah.
Mengawali pernyataannya, Nancy mengutip pesan Kasdam bahwa negara harus kuat dan memang kuat karena ditopang TNI, Polri, dan pemerintahan yang solid. Namun ia menegaskan, di lapangan masih terdapat warga yang hidup dalam bayang-bayang ketakutan.
“Saya titip rakyat saya yang sedang ketakutan, dari Kalipapaya sampai Kilosra,” ujarnya.
Menurut Nancy, masyarakat menyaksikan langsung keberadaan kelompok bersenjata yang berkeliaran di tengah kota bahkan memasuki kawasan pemukiman. Dengan nada tegas ia mempertanyakan mengapa aparat seolah tidak dapat mendeteksi keberadaan mereka.
“Masa Bapak Tentara dan Polisi tidak bisa lihat dorang? Mereka jalan di pinggir jalan bawa senjata, bisa masuk rumah-rumah. Negara kuat di mana kalau mereka gampang bunuh orang?” ucapnya, menggambarkan keresahan warga.
Ia juga menyinggung insiden yang terjadi di wilayah Legari serta ketakutan warga transmigran yang telah lama menetap di Nabire. “Papua ini Indonesia kecil. Nabire ini Indonesia. Bhinneka Tunggal Ika. Semua suku ada di Nabire. Tapi aktivitas berjalan dalam ketakutan,” katanya.
Nancy menegaskan bahwa DPRK terus turun menyerap aspirasi masyarakat, namun aparat keamanan diharapkan lebih responsif terhadap realitas di lapangan agar warga tidak merasa berjalan sendiri menghadapi ancaman.


Danrem: Kami Butuh Keterbukaan Masyarakat
Menanggapi hal tersebut, Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI I Ketut Mertha Gunarda mengakui situasi keamanan di wilayahnya memang kompleks. Ia menyebut pihaknya sangat terpantau oleh kelompok bersenjata, tetapi kesulitan mengidentifikasi mereka secara langsung karena berbaur di tengah masyarakat.
“Terus terang, kita kondisi saat ini sangat terpantau oleh kelompok seberang itu. Tapi kita sangat tidak bisa melihat kelompok seberang itu,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya dukungan informasi dari masyarakat dan tokoh adat maupun tokoh agama. Menurutnya, pendekatan persuasif terus dilakukan melalui kegiatan sosial, patroli dialogis, hingga interaksi di pasar dan ruang publik.
“Kami ingin membantu masyarakat. Tapi kalau masyarakat takut terbuka, kami juga kesulitan. Yang kami butuhkan adalah human intelligence, informasi dari masyarakat,” jelasnya.
Danrem juga mengakui adanya kesalahan oknum di lapangan, namun menegaskan institusi TNI tetap berkomitmen membantu dan melindungi masyarakat. Ia menyebut kelompok bersenjata kerap memanfaatkan narasi di media sosial untuk memecah jarak antara TNI dan rakyat.
“Yang kami rasakan, ada upaya memisahkan TNI dan masyarakat. Padahal kami ingin dekat,” tegasnya.


Kasdam: Tidak Ada Masalah Tanpa Solusi
Kasdam XVII/Cenderawasih dalam arahannya menegaskan bahwa setiap persoalan pasti memiliki jalan keluar, asalkan semua unsur berani bersikap dan bersinergi. Ia menilai keberadaan kelompok bersenjata di tengah masyarakat tidak lepas dari minimnya pelaporan dan komunikasi.
“Kalau melihat mereka dan kita tutup mata, itu yang jadi persoalan. Kami butuh informasi dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemerintahan,” katanya.
Kasdam mencontohkan pengalaman penanganan potensi kerusuhan di Jayapura beberapa waktu lalu, di mana dialog intensif bersama para tokoh berhasil mencegah eskalasi. Menurutnya, pendekatan kolaboratif serupa perlu diperkuat di Nabire.
“Ini tidak bisa hanya diselesaikan TNI-Polri saja. Tidak bisa hanya gubernur atau bupati saja. Kita semua,” tegasnya.


Ia juga menyebut strategi keamanan di Papua berbeda dengan wilayah lain karena berhadapan langsung dengan kelompok bersenjata yang secara terbuka menyatakan perlawanan.
Kabinda: Saatnya Berani Bersikap


Sementara itu, Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Papua Tengah dalam tanggapannya menekankan pentingnya keberanian kolektif dalam menghadapi teror.
“Kita ini satu warna, merah putih. Kalau kita semakin takut, kita semakin babak belur. Kalau kita berani, mereka yang takut,” ujarnya.
Ia mengibaratkan situasi saat ini seperti pertandingan bela diri, di mana mental dan keberanian menjadi faktor penentu. Menurutnya, keberanian bukan hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga dalam sikap, pernyataan, dan komitmen bersama melawan teror.
“Kita jangan mati dalam ketakutan. Kita harus berani berkomitmen, berani bersuara, berani melapor,” katanya.
Kabinda juga memberikan apresiasi kepada Ketua DPRK Nabire atas keberaniannya menyuarakan aspirasi masyarakat secara terbuka dalam forum resmi.
Komitmen Bersama


Forum silaturahmi tersebut menegaskan bahwa situasi keamanan di Nabire dan Papua Tengah memerlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari aparat keamanan, pemerintah daerah, hingga tokoh adat dan agama.
Meski dinamika di lapangan diakui tidak mudah, seluruh pihak sepakat bahwa menjaga rasa aman masyarakat menjadi prioritas utama. Dialog, keterbukaan informasi, dan keberanian kolektif dinilai sebagai kunci untuk memutus rantai ketakutan yang selama ini membayangi sebagian warga.
Di tengah suasana buka puasa bersama, pertemuan itu menjadi ruang refleksi sekaligus komitmen bersama bahwa stabilitas keamanan di Nabire bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. (red-enagoNews)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita Daerah

Panitia HUT ke-70 GKI di Tanah Papua Wilayah IV Klasis Nabire Timur Resmi Dilantik dan Dikukuhkan di Wireri Samanui

Published

on

NABIRE, PAPUA TENGAH –enagoNews – Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua Wilayah IV Klasis Nabire Timur resmi dilantik dan dikukuhkan dalam sebuah ibadah yang berlangsung khidmat di Gereja Jemaat Patros Wireri Samanui, Distrik Wapoga, Kabupaten Nabire, Minggu (14/6/2026).


Pelantikan dan pengukuhan panitia dipimpin langsung oleh Ketua Klasis Nabire Timur, Pdt. Titus Ruamba, S.Si.Theol, serta dihadiri oleh Kepala Distrik Wapoga John Wayar, S.I.P., para majelis jemaat, tokoh gereja, dan jemaat dari sejumlah gereja di lingkungan Wilayah IV Klasis Nabire Timur, termasuk Jemaat GKI Ebenhaezer Kama Moor.
Dalam susunan kepanitiaan yang telah ditetapkan,

Ketua Klasis Nabire Timur dan Kepala Distrik Wapoga bertindak sebagai pelindung dan penasihat. Sementara itu, John Wayar, S.I.P. dipercaya sebagai Ketua Panitia, didampingi Wakil Ketua Yulius Senandi. Jabatan Sekretaris diemban oleh Friets G. Senandi, M.M., sedangkan Hilda Bindosano dipercaya sebagai Bendahara. Kepanitiaan tersebut juga dilengkapi dengan berbagai seksi, antara lain Seksi Acara dan Ibadah, Seksi Perlengkapan, Seksi Konsumsi, serta sejumlah seksi pendukung lainnya guna menyukseskan rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-70 GKI di Tanah Papua.


Sebelum prosesi pelantikan dan pengukuhan berlangsung, Pdt. Titus Ruamba menyampaikan pesan dan harapan kepada seluruh panitia yang baru dikukuhkan. Ia mengajak seluruh unsur panitia untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, hikmat, dan semangat pelayanan demi menyukseskan perayaan yang akan dilaksanakan mendatang.
Menurutnya, tugas yang dipercayakan kepada panitia bukan sekadar menjalankan kegiatan seremonial, melainkan menjadi bagian dari pelayanan gereja yang harus dilaksanakan dengan kesungguhan hati. Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa dengan dukungan semua pihak, khususnya pemerintah distrik dan jemaat, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik dan membawa berkat bagi umat Tuhan.
“Saya percaya Bapak Distrik sebagai kepala wilayah sekaligus ketua panitia mampu mengemban tugas ini dengan baik. Jika Tuhan berkehendak, maka pekerjaan yang dipercayakan kepada kita akan terlaksana dengan sukses. Mari kita kerjakan semua ini dengan penuh hikmat agar menjadi berkat bagi banyak orang,” ujar Pdt. Titus Ruamba.
Ia juga berharap pada momentum perayaan yang direncanakan berlangsung pada Oktober mendatang, Badan Pekerja Klasis Nabire Timur dapat turut hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan yang akan dilaksanakan di wilayah Wireri dan sekitarnya.
Prosesi pelantikan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan suasana kekeluargaan. Setelah pembacaan Surat Keputusan dan pengukuhan panitia, seluruh peserta mengikuti doa bersama sebagai bentuk komitmen untuk menyukseskan perayaan HUT ke-70 GKI di Tanah Papua.


Pada kesempatan tersebut, Kepala Distrik Wapoga sekaligus Ketua Panitia HUT ke-70 GKI di Tanah Papua Wilayah IV Klasis Nabire Timur, John Wayar, S.I.P., menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Ketua Klasis Nabire Timur, Pdt. Titus Ruamba, atas dukungan dan kehadirannya dalam pelantikan panitia.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh jemaat, majelis gereja, dan masyarakat yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan pelantikan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dan mendukung sehingga pelantikan panitia ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga kebersamaan dan semangat pelayanan yang terbangun hari ini terus terjaga hingga puncak perayaan HUT ke-70 GKI di Tanah Papua nanti,” ungkap John Wayar.
Dengan telah dilantik dan dikukuhkannya panitia, diharapkan seluruh persiapan menuju perayaan HUT ke-70 GKI di Tanah Papua Wilayah IV Klasis Nabire Timur dapat berjalan maksimal, sehingga momentum bersejarah ini menjadi sarana mempererat persatuan jemaat, meningkatkan iman, serta memperkuat pelayanan gereja di tengah masyarakat. (red-enagoNews)

Continue Reading

Berita Daerah

Ponpes Nurul Yaqien Al-Madina Gelar Haflah Akhirussanah 1447 H/2026 M, Cetak Generasi Berilmu dan Berakhlak

Published

on


NABIRE, PAPUA TENGAH–enagoNews – Pondok Pesantren dan Asrama Nurul Yaqien Yayasan Al-Madina Girimulyo, Kabupaten Nabire, menggelar Haflah Akhirussanah Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, Minggu (14/6/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menjadi momentum syukur atas berakhirnya tahun ajaran 2025/2026 sekaligus penyambutan tahun ajaran baru.
Acara tersebut menghadirkan mubaligh asal Jombang, Jawa Timur, KH Yudi Sarwojati, serta dihadiri Wakil Bupati Nabire H. Burhanudin Parenwari, Ketua MUI Papua Tengah KH Muhammad Rofiq, para pengasuh pondok pesantren, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan wali santri.
22 Tahun Mengabdi untuk Pendidikan dan Dakwah
Ketua Yayasan Al-Madina, H. Muhammad Iskandar, menyampaikan bahwa Yayasan Al-Madina yang menaungi Pondok Pesantren Nurul Yaqien telah memasuki usia 22 tahun sejak berdiri pada 15 Juli 2004.


Menurutnya, usia tersebut menggambarkan kematangan lembaga dalam menjalankan misi pendidikan dan pembinaan generasi muda.
“Alhamdulillah, selama 22 tahun kami terus berupaya menghadirkan pendidikan yang memadukan ilmu umum dan pendidikan berbasis pesantren. Hari ini menjadi wujud syukur atas perjalanan panjang tersebut,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa lembaga pendidikan di bawah Yayasan Al-Madina meliputi SD, SMP, dan SMK. Berbagai prestasi telah diraih para siswa, termasuk keberhasilan siswa SD meraih juara Olimpiade Matematika.


Selain itu, sejumlah alumni telah berhasil meniti karier sebagai anggota TNI, Polri, ASN, tenaga kesehatan, hingga melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral.
“Ini membuktikan bahwa lulusan pesantren mampu bersaing dan berkontribusi bagi bangsa, daerah, dan agama,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Iskandar juga mengajak masyarakat untuk mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada Pondok Pesantren Nurul Yaqien dan sekolah-sekolah Al-Madina.


Wabup Nabire: Pesantren Lahirkan Generasi Masa Depan Papua Tengah
Wakil Bupati Nabire H. Burhanudin Parenwari membacakan sambutan tertulis Bupati Nabire Mesak Magai yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi Pondok Pesantren Nurul Yaqien dalam membangun sumber daya manusia yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.
Menurut Bupati, Haflah Akhirussanah bukan sekadar seremoni penutupan tahun ajaran, melainkan momentum refleksi dan rasa syukur atas perjalanan pendidikan para santri.
“Kegiatan ini menjadi titik awal bagi para santri untuk melangkah menuju masa depan yang lebih cerah dan lebih baik,” demikian disampaikan dalam sambutan.


Bupati juga berpesan kepada para santri agar tidak pernah merasa rendah diri meskipun berasal dari daerah yang jauh dari pusat-pusat kemajuan.
“Sejarah telah membuktikan bahwa banyak tokoh besar lahir dari pesantren dan daerah-daerah sederhana. Mereka berhasil karena memiliki ilmu, disiplin, semangat belajar, serta iman dan takwa yang kuat,” pesannya.
Ia mendorong para santri untuk terus bermimpi dan bercita-cita tinggi, menjadi dokter, guru, ulama, ahli teknologi, pengusaha, maupun pemimpin yang amanah.


Pendidikan Kunci Kemajuan Daerah
Dalam sambutannya, Pemerintah Kabupaten Nabire menegaskan komitmen untuk terus mendukung pembangunan sumber daya manusia, termasuk pengembangan pendidikan keagamaan.
Pemerintah meyakini bahwa kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan pembangunan moral dan spiritual masyarakat.
“Pendidikan pesantren telah terbukti tidak hanya mencetak generasi yang memahami agama, tetapi juga menanamkan nilai kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Bupati.
Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada para orang tua yang telah berjuang dan berkorban demi pendidikan anak-anak mereka.


KH Yudi Sarwojati: Tiga Investasi Akhirat yang Tak Pernah Putus
Dalam tausiyahnya, KH Yudi Sarwojati menyampaikan pentingnya mempersiapkan bekal kehidupan akhirat melalui tiga investasi yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia.
Menurutnya, tiga aset tersebut adalah:
Sedekah Jariyah
Ilmu yang Bermanfaat
Anak Shalih dan Shalihah
“Meninggalnya seorang anak Adam akan memutus seluruh amalnya kecuali tiga perkara. Ketiga amal tersebut akan terus mengalirkan pahala dan menjadi penerang di alam kubur,” ungkap KH Yudi.
Selain itu, ia juga menyampaikan berbagai pesan hikmah dari para Wali Songo, khususnya Sunan Drajat dan Sunan Kalijaga, sebagai pedoman menjalani kehidupan dunia untuk meraih kebahagiaan akhirat.


Generasi Shalih Menjadi Aset Terbesar
KH Yudi menegaskan bahwa anak-anak yang saleh dan salehah merupakan investasi terbesar bagi orang tua. Karena itu, pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda harus menjadi perhatian bersama.


Ia mengajak seluruh orang tua untuk terus membimbing anak-anaknya agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kegiatan Haflah Akhirussanah Pondok Pesantren Nurul Yaqien Al-Madina tahun ini berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan. Selain menjadi ajang silaturahmi antara pesantren, pemerintah, dan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat komitmen dalam mencetak generasi religius, cerdas, berkarakter, dan siap membangun masa depan Kabupaten Nabire serta Papua Tengah. (red-enagoNews)

Continue Reading

Berita Daerah

Wabup Nabire Tegur OPD dan Distrik yang Absen dalam Monev, Tekankan Pentingnya Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan

Published

on


NABIRE, Papua Tengah – enagoNews – Wakil Bupati Nabire, H. Burhanudin Parenwari, memberikan perhatian serius terhadap tingkat kehadiran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan distrik dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Meja I Kegiatan Pembangunan Kabupaten Nabire Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Bapperida Kabupaten Nabire, Kamis (11/6/2026).
Dalam kegiatan yang membahas capaian pembangunan periode Januari hingga Mei 2026 tersebut, Wakil Bupati secara langsung melakukan absensi terhadap seluruh peserta yang diundang. Dari total 33 OPD dan 15 distrik yang seharusnya hadir, diketahui masih terdapat sejumlah OPD dan distrik yang tidak mengikuti kegiatan tersebut.
Kondisi itu mendapat perhatian khusus dari Wakil Bupati. Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan agenda yang sangat penting karena menjadi bagian dari proses perencanaan, pengawasan, sekaligus perbaikan pelaksanaan program pembangunan daerah.


“Kegiatan ini sangat penting, bahkan lebih penting dari kegiatan-kegiatan lainnya, karena ini adalah kegiatan monitoring dan evaluasi. Dari sinilah kita mengetahui sejauh mana program berjalan dan apa saja yang perlu diperbaiki,” tegas Burhanudin Parenwari di hadapan peserta kegiatan.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya perencanaan yang matang dan evaluasi yang berkelanjutan. Karena itu, seluruh perangkat daerah diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk hadir dan terlibat aktif dalam setiap forum evaluasi pembangunan yang diselenggarakan pemerintah daerah.
“Ini adalah kegiatan perencanaan. Bagaimana kita bisa bekerja tanpa ada perencanaan, dan bagaimana kita bisa memperbaiki kesalahan tanpa adanya evaluasi,” ujarnya.
Meski menyampaikan teguran kepada OPD dan distrik yang tidak hadir, Wakil Bupati belum mengungkapkan adanya sanksi khusus. Namun, sebagai bentuk pengawasan dan transparansi, ia meminta agar daftar kehadiran peserta diunggah ke dalam grup resmi Pemerintah Kabupaten Nabire sehingga dapat diketahui secara terbuka perangkat daerah mana yang hadir maupun yang tidak hadir.
“Nanti daftar kehadiran saya minta dimasukkan ke grup, sehingga kita bisa mengetahui OPD dan distrik mana yang hadir dan mana yang tidak hadir,” pintanya.


Lebih lanjut, Burhanudin Parenwari berharap kegiatan Monitoring dan Evaluasi Meja I tidak hanya menjadi agenda rutin atau sekadar formalitas pelaporan administrasi. Menurutnya, forum tersebut harus mampu menjadi wahana evaluasi yang efektif dalam meningkatkan kualitas kinerja perangkat daerah.
Ia menegaskan bahwa hasil evaluasi harus ditindaklanjuti dengan langkah-langkah perbaikan yang nyata sehingga pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan Monev ini, saya berharap tidak hanya menjadi formalitas pelaporan semata, tetapi benar-benar menjadi sarana evaluasi dan perbaikan kinerja seluruh perangkat daerah guna mempercepat pencapaian visi pembangunan Kabupaten Nabire, yaitu terwujudnya Nabire yang aman, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” katanya.


Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati juga mengingatkan seluruh OPD agar senantiasa menjaga akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi administrasi maupun manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Setiap anggaran yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan, bukan hanya secara administratif, tetapi juga secara substantif, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Nabire,” tegasnya.


Selain membahas pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan anggaran, Wakil Bupati juga menyinggung kedisiplinan aparatur sipil negara terkait penggunaan pakaian dinas. Ia mengingatkan seluruh peserta agar menggunakan seragam Korpri yang berlaku sesuai ketentuan dalam setiap kegiatan resmi pemerintah daerah.
“Saya harap pada kegiatan-kegiatan ke depan semuanya menggunakan seragam Korpri yang berlaku saat ini,” pungkasnya.
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Meja I tersebut menjadi bagian penting dalam upaya Pemerintah Kabupaten Nabire memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai target, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, disiplin, dan tanggung jawab seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat. (red-enagoNews)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 ENAGONEWS.COM