Nabire, Papua Tengah – enagoNews –Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional Provinsi Papua Tengah menggelar Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN se-Provinsi Papua Tengah sebagai bagian dari agenda konsolidasi dan reorganisasi kepengurusan partai di tingkat kabupaten. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 28 Februari 2026, bertempat di RM L’Prize, Nabire, dan dihadiri oleh jajaran pengurus DPW PAN Papua Tengah serta seluruh perwakilan DPD PAN dari delapan kabupaten di wilayah Papua Tengah. Musda secara resmi dibuka oleh Ketua DPW PAN Papua Tengah yang juga Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, didampingi Sekretaris DPW PAN Papua Tengah, Aner Maisini, serta unsur pimpinan wilayah dan daerah lainnya. Peneguhan Nilai Spiritual dan Solidaritas Partai Dalam sambutannya, Deinas Geley menekankan pentingnya nilai spiritual, kerendahan hati, dan rasa syukur kepada Tuhan sebagai fondasi utama dalam menjalankan aktivitas politik dan kepartaian. Ia mengajak seluruh kader PAN, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten, untuk senantiasa mengedepankan nilai iman dalam setiap perencanaan dan pengambilan keputusan. “Jabatan, kepengurusan, dan kekuasaan tidak bersifat abadi. Yang abadi adalah firman Tuhan. Karena itu, setiap langkah dan rencana yang kita buat dalam partai harus selalu mengedepankan Tuhan,” tegas Deinas di hadapan peserta Musda.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pemuka agama yang selama ini konsisten mendoakan bangsa dan daerah, serta kepada seluruh kader PAN di Papua Tengah yang dinilainya sebagai “pahlawan-pahlawan partai” yang berpikir ke depan demi masa depan masyarakat. PAN Tetap Solid di Papua Tengah Deinas Geley menegaskan bahwa PAN di Papua Tengah hingga saat ini tetap solid dan terhindar dari konflik internal yang kerap terjadi di sejumlah partai politik lain. Menurutnya, kekompakan tersebut merupakan hasil dari prinsip kerja tenang, disiplin organisasi, dan saling menghormati antar-pengurus. “PAN tidak pecah. Kita diam, tenang, dan bekerja. Tidak ada ribut antara ketua dan sekretaris, tidak ada konflik internal. Inilah kekuatan PAN di Papua Tengah,” ujarnya. Ia juga mengingatkan seluruh kader agar tidak terjebak dalam politik identitas berbasis suku atau kelompok. Menurutnya, seluruh masyarakat Papua Tengah adalah satu kesatuan sebagai orang Papua yang memiliki dan bertanggung jawab atas tanah dan masa depan daerahnya. Mekanisme Penetapan Kepengurusan DPD Terkait dinamika penetapan kepengurusan DPD PAN kabupaten, Deinas menjelaskan bahwa DPW PAN Papua Tengah telah mengikuti mekanisme dan kebijakan terbaru dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN, yakni pengajuan tiga nama calon pengurus dari masing-masing DPD untuk selanjutnya ditetapkan oleh DPP. Ia menegaskan bahwa apapun keputusan yang ditetapkan oleh DPP PAN harus dihormati dan diterima oleh seluruh kader sebagai bagian dari disiplin organisasi. “Kita punya struktur. Ada pusat, ada wilayah, ada daerah. Apapun keputusan dari pusat, kita wajib hormati dan laksanakan dengan lapang dada,” tegasnya. Kesiapan Menghadapi Dinamika Politik Nasional dan Pemilu 2029 Dalam forum Musda tersebut, Deinas Geley juga menyinggung dinamika politik nasional menjelang Pemilu 2029, termasuk wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah. Ia mengingatkan seluruh DPD PAN di Papua Tengah agar siap menghadapi dua kemungkinan, baik pemilihan langsung oleh rakyat maupun melalui DPRD. Menurutnya, PAN harus mulai memperkuat mesin partai, meningkatkan perolehan kursi legislatif di tingkat kabupaten, serta menyiapkan kader-kader terbaik untuk menduduki jabatan strategis di pemerintahan daerah. “Strategi belum bisa saya buka hari ini. Tapi yang jelas, kita harus kerja keras dari sekarang, membangun kekuatan di DPRD kabupaten sebagai basis perjuangan politik PAN ke depan,” ujarnya. Transparansi Keuangan dan Rencana Pembangunan Kantor DPW Dalam kesempatan tersebut, Deinas Geley juga memaparkan secara terbuka laporan keuangan DPW PAN Papua Tengah, termasuk penggunaan dana operasional, bantuan partai, serta rencana pembelian tanah dan pembangunan kantor DPW PAN Papua Tengah. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini, DPW PAN Papua Tengah telah mengelola dana ratusan juta rupiah secara akuntabel, termasuk dana bantuan partai politik yang masih disimpan untuk rencana strategis jangka panjang. “Kami tidak kaya. Semua yang kami lakukan semata-mata karena pertolongan Tuhan dan kerja keras kader. Dana partai dikelola sesuai aturan dan dipersiapkan untuk kepentingan organisasi,” jelasnya. Penutup: Seruan Persatuan dan Optimisme Menutup sambutannya, Ketua DPW PAN Papua Tengah kembali mengajak seluruh kader untuk tetap setia pada partai, menjaga persatuan, dan bekerja dengan hati yang tulus demi masa depan Papua Tengah. “Jangan lupa Tuhan dalam setiap rencana. Kalau kita mengandalkan Tuhan, maka Tuhan akan membuka jalan bagi cita-cita kita semua,” pungkas Deinas Geley. Musda DPD PAN se-Provinsi Papua Tengah ini diharapkan menjadi momentum penguatan struktur partai, konsolidasi internal, serta langkah awal menuju kesiapan PAN Papua Tengah menghadapi agenda politik nasional dan daerah ke depan, khususnya Pemilu 2029.
DPP PAN Selenggaraan Konsolidasi Lewat Virtual Zoom
Pasca pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Amanat Nasional (PAN) se-Provinsi Papua Tengah, agenda kegiatan dilanjutkan dengan konsolidasi partai yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom. Konsolidasi tersebut dipandu langsung oleh jajaran DPP PAN dan dipimpin oleh Ketua Umum Zulkifli Hasan. Dalam arahannya, Zulkifli Hasan menyampaikan sejumlah perkembangan politik nasional yang perlu menjadi perhatian seluruh kader. Ia menyinggung kemungkinan perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah, di mana Pilkada, baik untuk Gubernur maupun Bupati, berpotensi dipilih melalui DPRD. Menurutnya, dinamika tersebut harus disikapi dengan kesiapan dan strategi yang matang oleh seluruh struktur partai. Karena itu, Ketua Umum DPP PAN meminta seluruh pengurus, baik di tingkat DPW (provinsi) maupun DPD (kabupaten/kota), serta seluruh kader, untuk mempersiapkan diri secara serius. Ia menegaskan pentingnya perjuangan merebut kursi pimpinan DPRD, minimal posisi Wakil Ketua, sebagai langkah strategis dalam memperkuat posisi politik partai di daerah. Konsolidasi nasional melalui Zoom tersebut diikuti oleh seluruh jajaran DPW dan DPD PAN se-Indonesia, sebagai bagian dari penguatan soliditas dan penyamaan visi menghadapi tantangan politik ke depan. (red-enagoNews)
NABIRE, Papua Tengah – enagoNews – Wakil Bupati Nabire, H. Burhanudin Parenwari, memberikan perhatian serius terhadap tingkat kehadiran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan distrik dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Meja I Kegiatan Pembangunan Kabupaten Nabire Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Bapperida Kabupaten Nabire, Kamis (11/6/2026). Dalam kegiatan yang membahas capaian pembangunan periode Januari hingga Mei 2026 tersebut, Wakil Bupati secara langsung melakukan absensi terhadap seluruh peserta yang diundang. Dari total 33 OPD dan 15 distrik yang seharusnya hadir, diketahui masih terdapat sejumlah OPD dan distrik yang tidak mengikuti kegiatan tersebut. Kondisi itu mendapat perhatian khusus dari Wakil Bupati. Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan agenda yang sangat penting karena menjadi bagian dari proses perencanaan, pengawasan, sekaligus perbaikan pelaksanaan program pembangunan daerah.
“Kegiatan ini sangat penting, bahkan lebih penting dari kegiatan-kegiatan lainnya, karena ini adalah kegiatan monitoring dan evaluasi. Dari sinilah kita mengetahui sejauh mana program berjalan dan apa saja yang perlu diperbaiki,” tegas Burhanudin Parenwari di hadapan peserta kegiatan. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya perencanaan yang matang dan evaluasi yang berkelanjutan. Karena itu, seluruh perangkat daerah diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk hadir dan terlibat aktif dalam setiap forum evaluasi pembangunan yang diselenggarakan pemerintah daerah. “Ini adalah kegiatan perencanaan. Bagaimana kita bisa bekerja tanpa ada perencanaan, dan bagaimana kita bisa memperbaiki kesalahan tanpa adanya evaluasi,” ujarnya. Meski menyampaikan teguran kepada OPD dan distrik yang tidak hadir, Wakil Bupati belum mengungkapkan adanya sanksi khusus. Namun, sebagai bentuk pengawasan dan transparansi, ia meminta agar daftar kehadiran peserta diunggah ke dalam grup resmi Pemerintah Kabupaten Nabire sehingga dapat diketahui secara terbuka perangkat daerah mana yang hadir maupun yang tidak hadir. “Nanti daftar kehadiran saya minta dimasukkan ke grup, sehingga kita bisa mengetahui OPD dan distrik mana yang hadir dan mana yang tidak hadir,” pintanya.
Lebih lanjut, Burhanudin Parenwari berharap kegiatan Monitoring dan Evaluasi Meja I tidak hanya menjadi agenda rutin atau sekadar formalitas pelaporan administrasi. Menurutnya, forum tersebut harus mampu menjadi wahana evaluasi yang efektif dalam meningkatkan kualitas kinerja perangkat daerah. Ia menegaskan bahwa hasil evaluasi harus ditindaklanjuti dengan langkah-langkah perbaikan yang nyata sehingga pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. “Melalui kegiatan Monev ini, saya berharap tidak hanya menjadi formalitas pelaporan semata, tetapi benar-benar menjadi sarana evaluasi dan perbaikan kinerja seluruh perangkat daerah guna mempercepat pencapaian visi pembangunan Kabupaten Nabire, yaitu terwujudnya Nabire yang aman, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati juga mengingatkan seluruh OPD agar senantiasa menjaga akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi administrasi maupun manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. “Setiap anggaran yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan, bukan hanya secara administratif, tetapi juga secara substantif, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Nabire,” tegasnya.
Selain membahas pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan anggaran, Wakil Bupati juga menyinggung kedisiplinan aparatur sipil negara terkait penggunaan pakaian dinas. Ia mengingatkan seluruh peserta agar menggunakan seragam Korpri yang berlaku sesuai ketentuan dalam setiap kegiatan resmi pemerintah daerah. “Saya harap pada kegiatan-kegiatan ke depan semuanya menggunakan seragam Korpri yang berlaku saat ini,” pungkasnya. Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Meja I tersebut menjadi bagian penting dalam upaya Pemerintah Kabupaten Nabire memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai target, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, disiplin, dan tanggung jawab seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat. (red-enagoNews)
NABIRE, PAPUA TENGAH-enagoNews – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, menegaskan pentingnya membangun sinergitas antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Papua Tengah. Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai sejumlah wartawan dari berbagai media usai kegiatan silaturahmi bersama tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat di Rumah Makan Sari Kuring, Nabire, Kamis (11/6/2026). Menurut Kapolda, forum tersebut menjadi sarana untuk menyerap aspirasi dan masukan dari masyarakat guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya di Kabupaten Nabire dan delapan kabupaten di wilayah Papua Tengah. “Kita bersilaturahmi dengan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk membangun sinergitas serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Papua Tengah. Kegiatan seperti ini juga akan kita dorong dilaksanakan di masing-masing Polres agar dapat menyerap masukan masyarakat melalui forum diskusi,” ujarnya. Situasi Dogiyai Berangsur Pulih, Pengamanan Tetap Diperkuat Terkait insiden yang terjadi di Kabupaten Dogiyai beberapa waktu lalu, Kapolda menjelaskan bahwa personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) yang diterjunkan ke wilayah tersebut masih diperpanjang masa tugasnya hingga Juli 2026. Menurutnya, kondisi keamanan di Dogiyai menunjukkan perkembangan positif dan perlahan mulai pulih berkat berbagai kegiatan kepolisian yang terus dilakukan, seperti patroli dan pendekatan kepada masyarakat. “Dogiyai tidak akan kita biarkan. Situasi di sana perlahan mulai pulih dengan berbagai kegiatan kepolisian yang kita lakukan. Untuk personel BKO masih diperpanjang sampai Juli, dan setelah itu akan kita evaluasi kembali apakah masih diperlukan atau tidak,” jelasnya. Kapolda menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan langkah-langkah pengamanan guna memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman. Soroti Pentingnya Kehadiran Bank Darah di Papua Tengah Dalam rangkaian kegiatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda juga menyinggung pelaksanaan kegiatan donor darah yang selama ini terkendala oleh belum tersedianya fasilitas bank darah di wilayah Papua Tengah. Ia mengungkapkan bahwa donor darah sebenarnya menjadi salah satu kegiatan sosial yang rutin dilakukan Polri. Namun, tanpa adanya fasilitas penyimpanan darah yang memadai, darah yang telah didonorkan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. “Kendala kita adalah belum adanya bank darah. Kalau donor darah dilakukan, darah itu mau disimpan di mana? Ini yang perlu dipikirkan bersama. Saya mendorong pemerintah maupun pihak-pihak yang peduli untuk menghadirkan bank darah sehingga darah yang didonorkan dapat disimpan dan dimanfaatkan saat masyarakat membutuhkannya,” katanya. Menurut Kapolda, keberadaan bank darah akan sangat membantu pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan transfusi darah secara cepat. Bantuan Sosial untuk Perkuat Hubungan Polisi dan Masyarakat Selain kegiatan donor darah, Polri juga melaksanakan berbagai kegiatan bantuan sosial sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kapolda berharap bantuan sosial yang diberikan dapat mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. “Harapan kami, penerima bantuan sosial dapat bersama-sama mendukung tugas kepolisian dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif. Dengan keamanan yang terjaga, masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman,” ungkapnya. Pasar Dipilih sebagai Pusat Kegiatan Sosial Kapolda menjelaskan bahwa pasar menjadi salah satu lokasi yang diprioritaskan dalam pelaksanaan kegiatan sosial karena merupakan tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai latar belakang. Menurutnya, pasar menjadi ruang interaksi yang paling terbuka dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun kelompok tertentu. “Pasar menjadi tempat yang paling umum untuk berinteraksi. Semua unsur masyarakat ada di sana, sehingga kegiatan sosial yang dilakukan di pasar dapat dirasakan manfaatnya oleh lebih banyak warga,” tutup Kapolda. (red-enagoNews)
NABIRE, PAPUA TENGAH– enagoNews – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintahan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Cara Penginputan Indikator Inovasi Daerah dan Koordinasi Teknis Aplikasi Innovation Government Award (IGA) Tahun 2026. Kegiatan yang digelar oleh Bapperida Papua Tengah tersebut berlangsung di Guest House Nabire, Kamis (11/6/2026).
Mewakili Gubernur Papua Tengah, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, SDM dan Pengembangan Otonomi Khusus, Ukkas, S.Sos., M.KP, menegaskan bahwa inovasi menjadi kebutuhan penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Menurutnya, pemerintah daerah dituntut menghadirkan terobosan yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempercepat pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa Innovation Government Award tidak hanya berorientasi pada penghargaan, tetapi juga menjadi sarana membangun budaya kerja yang kreatif, efektif, dan responsif di setiap perangkat daerah. Inovasi dapat diwujudkan melalui berbagai langkah sederhana, seperti penyederhanaan prosedur pelayanan, percepatan administrasi, hingga penguatan koordinasi antar-OPD. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung visi pembangunan Papua Tengah, yakni mewujudkan Papua Tengah Emas yang adil, berdaya saing, bermartabat, harmonis, maju, dan berkelanjutan. Karena itu, seluruh perangkat daerah diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah.
Selain meningkatkan pemahaman teknis terkait aplikasi IGA, bimtek ini bertujuan memastikan setiap inovasi yang telah dilaksanakan oleh perangkat daerah dapat terdokumentasi dan terinput secara baik sesuai pedoman Kementerian Dalam Negeri. Dengan demikian, berbagai inovasi yang lahir dari daerah dapat terukur, terdokumentasi, dan memperoleh pengakuan dalam sistem penilaian nasional. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan pemahaman dalam pengelolaan data inovasi daerah, sehingga mampu mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (red-enagoNews)