Connect with us
Advertisements

Berita Daerah

Komunikasi untuk Pelayanan : Refleksi Akhir Tahun 2025 Polda Papua Tengah Bersama Jurnalis

Published

on



Nabire, Papua Tengah – enagoNews –Aroma kopi panas, tawa ringan, dan dialog tanpa jarak mengisi sebuah ruang pertemuan sederhana di Nabire, Selasa (30/12/2025). Siang itu, suasana terasa berbeda. Tidak ada sekat formal yang kaku, tidak pula pidato panjang penuh angka semata. Yang hadir adalah percakapan—tentang tantangan, keterbatasan, harapan, dan kepercayaan.
Dalam balutan tema “Komunikasi untuk Kenyamanan”, Polda Papua Tengah mengundang insan pers dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2025. Sebanyak 28 jurnalis dari berbagai media duduk berdampingan dengan pimpinan kepolisian, tokoh adat, dan pejabat daerah. Sebuah simbol bahwa keamanan dan pelayanan publik tidak dibangun sendirian, melainkan melalui komunikasi dan keterbukaan.



Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare, S.I.K., hadir langsung bersama Wakapolda Kombes Pol Muhajir, S.I.K., M.H., Irwasda Kombes Gatot Suprasetia, Pejabat Utama Polda, Dansat Brimob Kombes Pol Tahir, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., Wakapolres Kompol Piter Kendek, Kepala Suku Besar Wate yang juga Kepala Satpol PP Pemprov Papua Tengah Otis Monei, S.Sos., M.Si serta perwakilan tokoh adat dan masyarakat.
“Silakan pesan kopi dulu, supaya nyaman,” ujar Kapolda sambil tersenyum, mencairkan suasana. Sebuah gestur kecil yang menegaskan pesan besar : Polri ingin hadir dengan pendekatan humanis, mendengar sebelum bertindak.


Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol.Alfred Papare, S.I.K


Papua Tengah : Luas Wilayah, Terbatas Personel
Di balik keakraban itu, refleksi yang disampaikan menyentuh realitas yang tidak mudah. Papua Tengah, provinsi baru dengan tantangan geografis ekstrem, masih dihadapkan pada keterbatasan sumber daya manusia kepolisian.
“Idealnya Polda Papua Tengah memiliki 9.907 personel. Namun saat ini kami baru memiliki 3.913 personel. Ini masih sangat jauh dari ideal,” ungkap Kapolda secara terbuka.
Wilayah hukum Polda Papua Tengah membawahi delapan kabupaten—Nabire sebagai ibu kota provinsi, Mimika, Deiyai, Dogiyai, Paniai, Puncak Jaya, Puncak, dan Intan Jaya—dengan medan berat, jarak antarkampung yang jauh, serta akses transportasi yang terbatas.
Kondisi ini, menurut Kapolda, menuntut personel Polri untuk bekerja lebih dari sekadar menjalankan tugas rutin. Dibutuhkan dedikasi, empati, dan kemampuan beradaptasi dengan kearifan lokal.
Meski demikian, optimisme tetap disuarakan. Melalui rekrutmen berkelanjutan dan dukungan pemerintah daerah, Kapolda menargetkan dalam lima tahun ke depan kebutuhan personel dapat terpenuhi hingga minimal 85 persen.


Keamanan Bukan Hanya Soal Senjata, Tapi Kepercayaan.

Sepanjang tahun 2025, Polda Papua Tengah menghadapi berbagai tantangan kamtibmas, mulai dari konflik sosial, perang antarkelompok, hingga gangguan keamanan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di sejumlah wilayah rawan.
Namun Kapolda menegaskan, pendekatan keamanan di Papua Tengah tidak semata-mata mengandalkan kekuatan bersenjata.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan kepala suku, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah daerah, dan media sangat menentukan,” tegasnya.
Ia menyinggung konflik antarkelompok di wilayah Mimika yang kerap berujung pada korban jiwa dan kerugian materi. Dalam banyak kasus, aparat dihadapkan pada dilema antara hukum positif dan penyelesaian adat.
“Ketika aparat turun menegakkan hukum, seringkali diminta dikembalikan ke adat. Padahal pada akhirnya, negara juga yang harus menanggung dampak dan kerugian,” ujarnya dengan nada reflektif.
Karena itu, Polda Papua Tengah terus mendorong dialog lintas budaya, membedakan konflik adat murni dengan konflik yang ditunggangi kepentingan tertentu.

Tujuh Operasi, Satu Tujuan: Rasa Aman
Meski baru berusia satu tahun sebagai Polda definitif, Polda Papua Tengah mencatat capaian signifikan. Sepanjang 2025, tujuh operasi kewilayahan berhasil digelar, di antaranya:
Operasi Keselamatan
Operasi Patuh Noken
Operasi Zebra Noken
Operasi Bina Waspada
Operasi Cinta Damai
Operasi Amole Noken I 2025 (berlangsung hingga Mei 2026)
Operasi-operasi tersebut difokuskan pada wilayah rawan seperti Puncak, Puncak Jaya, Intan Jaya, Mimika, Paniai, Dogiyai, dan Deiyai, dengan dukungan penuh Satuan Brimob.
Kapolda memastikan bahwa pendekatan yang digunakan tetap mengedepankan prinsip Presisi—prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan—serta mengutamakan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.



Media sebagai Mitra, Bukan Penonton
Dalam forum refleksi itu, Kapolda secara khusus menekankan peran strategis media. Bagi Polda Papua Tengah, jurnalis bukan sekadar peliput peristiwa, melainkan mitra strategis dalam menjaga stabilitas sosial.
“Kami membuka diri terhadap kritik dan saran. Media adalah jembatan komunikasi antara Polri dan masyarakat,” katanya.
Refleksi akhir tahun ini, menurut Kapolda, adalah bentuk pertanggungjawaban moral dan institusional Polri kepada publik, sekaligus ruang evaluasi untuk memperbaiki diri di tahun mendatang.
Menatap 2026 dengan Harapan dan Komitmen
Menutup refleksi, Kapolda Papua Tengah menyampaikan komitmen kuat untuk terus berbenah di tahun 2026—mulai dari peningkatan kualitas SDM, pelayanan publik, hingga penegakan hukum yang adil dan transparan.
“Kepercayaan publik adalah modal utama Polri. Tanpa itu, kami tidak bisa bekerja maksimal,” ujarnya.
Di tengah segala keterbatasan, Polda Papua Tengah memilih untuk melangkah dengan komunikasi, kolaborasi, dan pendekatan kemanusiaan. Sebab di tanah Papua, rasa aman bukan hanya soal kehadiran aparat, tetapi juga soal kehadiran hati. (RED)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita Daerah

Wabup Nabire Tegur OPD dan Distrik yang Absen dalam Monev, Tekankan Pentingnya Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan

Published

on


NABIRE, Papua Tengah – enagoNews – Wakil Bupati Nabire, H. Burhanudin Parenwari, memberikan perhatian serius terhadap tingkat kehadiran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan distrik dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Meja I Kegiatan Pembangunan Kabupaten Nabire Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Bapperida Kabupaten Nabire, Kamis (11/6/2026).
Dalam kegiatan yang membahas capaian pembangunan periode Januari hingga Mei 2026 tersebut, Wakil Bupati secara langsung melakukan absensi terhadap seluruh peserta yang diundang. Dari total 33 OPD dan 15 distrik yang seharusnya hadir, diketahui masih terdapat sejumlah OPD dan distrik yang tidak mengikuti kegiatan tersebut.
Kondisi itu mendapat perhatian khusus dari Wakil Bupati. Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan agenda yang sangat penting karena menjadi bagian dari proses perencanaan, pengawasan, sekaligus perbaikan pelaksanaan program pembangunan daerah.


“Kegiatan ini sangat penting, bahkan lebih penting dari kegiatan-kegiatan lainnya, karena ini adalah kegiatan monitoring dan evaluasi. Dari sinilah kita mengetahui sejauh mana program berjalan dan apa saja yang perlu diperbaiki,” tegas Burhanudin Parenwari di hadapan peserta kegiatan.
Ia menekankan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya perencanaan yang matang dan evaluasi yang berkelanjutan. Karena itu, seluruh perangkat daerah diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk hadir dan terlibat aktif dalam setiap forum evaluasi pembangunan yang diselenggarakan pemerintah daerah.
“Ini adalah kegiatan perencanaan. Bagaimana kita bisa bekerja tanpa ada perencanaan, dan bagaimana kita bisa memperbaiki kesalahan tanpa adanya evaluasi,” ujarnya.
Meski menyampaikan teguran kepada OPD dan distrik yang tidak hadir, Wakil Bupati belum mengungkapkan adanya sanksi khusus. Namun, sebagai bentuk pengawasan dan transparansi, ia meminta agar daftar kehadiran peserta diunggah ke dalam grup resmi Pemerintah Kabupaten Nabire sehingga dapat diketahui secara terbuka perangkat daerah mana yang hadir maupun yang tidak hadir.
“Nanti daftar kehadiran saya minta dimasukkan ke grup, sehingga kita bisa mengetahui OPD dan distrik mana yang hadir dan mana yang tidak hadir,” pintanya.


Lebih lanjut, Burhanudin Parenwari berharap kegiatan Monitoring dan Evaluasi Meja I tidak hanya menjadi agenda rutin atau sekadar formalitas pelaporan administrasi. Menurutnya, forum tersebut harus mampu menjadi wahana evaluasi yang efektif dalam meningkatkan kualitas kinerja perangkat daerah.
Ia menegaskan bahwa hasil evaluasi harus ditindaklanjuti dengan langkah-langkah perbaikan yang nyata sehingga pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan Monev ini, saya berharap tidak hanya menjadi formalitas pelaporan semata, tetapi benar-benar menjadi sarana evaluasi dan perbaikan kinerja seluruh perangkat daerah guna mempercepat pencapaian visi pembangunan Kabupaten Nabire, yaitu terwujudnya Nabire yang aman, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” katanya.


Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati juga mengingatkan seluruh OPD agar senantiasa menjaga akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi administrasi maupun manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
“Setiap anggaran yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan, bukan hanya secara administratif, tetapi juga secara substantif, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Nabire,” tegasnya.


Selain membahas pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan anggaran, Wakil Bupati juga menyinggung kedisiplinan aparatur sipil negara terkait penggunaan pakaian dinas. Ia mengingatkan seluruh peserta agar menggunakan seragam Korpri yang berlaku sesuai ketentuan dalam setiap kegiatan resmi pemerintah daerah.
“Saya harap pada kegiatan-kegiatan ke depan semuanya menggunakan seragam Korpri yang berlaku saat ini,” pungkasnya.
Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Meja I tersebut menjadi bagian penting dalam upaya Pemerintah Kabupaten Nabire memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai target, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, disiplin, dan tanggung jawab seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat. (red-enagoNews)

Continue Reading

Berita Daerah

Kapolda Papua Tengah Perkuat Sinergitas dan Keamanan Jelang HUT Bhayangkara ke-80Bangun Kebersamaan dengan Tokoh Agama, Adat, dan Masyarakat

Published

on


NABIRE, PAPUA TENGAH-enagoNews – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, menegaskan pentingnya membangun sinergitas antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Papua Tengah.
Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai sejumlah wartawan dari berbagai media usai kegiatan silaturahmi bersama tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat di Rumah Makan Sari Kuring, Nabire, Kamis (11/6/2026).
Menurut Kapolda, forum tersebut menjadi sarana untuk menyerap aspirasi dan masukan dari masyarakat guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya di Kabupaten Nabire dan delapan kabupaten di wilayah Papua Tengah.
“Kita bersilaturahmi dengan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk membangun sinergitas serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Papua Tengah. Kegiatan seperti ini juga akan kita dorong dilaksanakan di masing-masing Polres agar dapat menyerap masukan masyarakat melalui forum diskusi,” ujarnya.
Situasi Dogiyai Berangsur Pulih, Pengamanan Tetap Diperkuat
Terkait insiden yang terjadi di Kabupaten Dogiyai beberapa waktu lalu, Kapolda menjelaskan bahwa personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) yang diterjunkan ke wilayah tersebut masih diperpanjang masa tugasnya hingga Juli 2026.
Menurutnya, kondisi keamanan di Dogiyai menunjukkan perkembangan positif dan perlahan mulai pulih berkat berbagai kegiatan kepolisian yang terus dilakukan, seperti patroli dan pendekatan kepada masyarakat.
“Dogiyai tidak akan kita biarkan. Situasi di sana perlahan mulai pulih dengan berbagai kegiatan kepolisian yang kita lakukan. Untuk personel BKO masih diperpanjang sampai Juli, dan setelah itu akan kita evaluasi kembali apakah masih diperlukan atau tidak,” jelasnya.
Kapolda menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan langkah-langkah pengamanan guna memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman.
Soroti Pentingnya Kehadiran Bank Darah di Papua Tengah
Dalam rangkaian kegiatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda juga menyinggung pelaksanaan kegiatan donor darah yang selama ini terkendala oleh belum tersedianya fasilitas bank darah di wilayah Papua Tengah.
Ia mengungkapkan bahwa donor darah sebenarnya menjadi salah satu kegiatan sosial yang rutin dilakukan Polri. Namun, tanpa adanya fasilitas penyimpanan darah yang memadai, darah yang telah didonorkan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kendala kita adalah belum adanya bank darah. Kalau donor darah dilakukan, darah itu mau disimpan di mana? Ini yang perlu dipikirkan bersama. Saya mendorong pemerintah maupun pihak-pihak yang peduli untuk menghadirkan bank darah sehingga darah yang didonorkan dapat disimpan dan dimanfaatkan saat masyarakat membutuhkannya,” katanya.
Menurut Kapolda, keberadaan bank darah akan sangat membantu pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan transfusi darah secara cepat.
Bantuan Sosial untuk Perkuat Hubungan Polisi dan Masyarakat
Selain kegiatan donor darah, Polri juga melaksanakan berbagai kegiatan bantuan sosial sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Kapolda berharap bantuan sosial yang diberikan dapat mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Harapan kami, penerima bantuan sosial dapat bersama-sama mendukung tugas kepolisian dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif. Dengan keamanan yang terjaga, masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman,” ungkapnya.
Pasar Dipilih sebagai Pusat Kegiatan Sosial
Kapolda menjelaskan bahwa pasar menjadi salah satu lokasi yang diprioritaskan dalam pelaksanaan kegiatan sosial karena merupakan tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai latar belakang.
Menurutnya, pasar menjadi ruang interaksi yang paling terbuka dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun kelompok tertentu.
“Pasar menjadi tempat yang paling umum untuk berinteraksi. Semua unsur masyarakat ada di sana, sehingga kegiatan sosial yang dilakukan di pasar dapat dirasakan manfaatnya oleh lebih banyak warga,” tutup Kapolda. (red-enagoNews)

Continue Reading

Berita Daerah

Bimtek IGA 2026, Pemprov Papua Tengah Perkuat Kapasitas OPD dalam Pengelolaan Inovasi Daerah

Published

on

NABIRE, PAPUA TENGAH– enagoNews – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintahan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Cara Penginputan Indikator Inovasi Daerah dan Koordinasi Teknis Aplikasi Innovation Government Award (IGA) Tahun 2026. Kegiatan yang digelar oleh Bapperida Papua Tengah tersebut berlangsung di Guest House Nabire, Kamis (11/6/2026).


Mewakili Gubernur Papua Tengah, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, SDM dan Pengembangan Otonomi Khusus, Ukkas, S.Sos., M.KP, menegaskan bahwa inovasi menjadi kebutuhan penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Menurutnya, pemerintah daerah dituntut menghadirkan terobosan yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempercepat pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa Innovation Government Award tidak hanya berorientasi pada penghargaan, tetapi juga menjadi sarana membangun budaya kerja yang kreatif, efektif, dan responsif di setiap perangkat daerah. Inovasi dapat diwujudkan melalui berbagai langkah sederhana, seperti penyederhanaan prosedur pelayanan, percepatan administrasi, hingga penguatan koordinasi antar-OPD.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung visi pembangunan Papua Tengah, yakni mewujudkan Papua Tengah Emas yang adil, berdaya saing, bermartabat, harmonis, maju, dan berkelanjutan. Karena itu, seluruh perangkat daerah diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah.


Selain meningkatkan pemahaman teknis terkait aplikasi IGA, bimtek ini bertujuan memastikan setiap inovasi yang telah dilaksanakan oleh perangkat daerah dapat terdokumentasi dan terinput secara baik sesuai pedoman Kementerian Dalam Negeri. Dengan demikian, berbagai inovasi yang lahir dari daerah dapat terukur, terdokumentasi, dan memperoleh pengakuan dalam sistem penilaian nasional.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan pemahaman dalam pengelolaan data inovasi daerah, sehingga mampu mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (red-enagoNews)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 ENAGONEWS.COM