Nabire, Papua Tengah – enagoNews — Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nabire, Papua Tengah, untuk meresmikan Program TNI Manunggal Air di Kampung Lani, Distrik Teluk Kimi, Rabu (10/12/2025). Program penyediaan akses air bersih ini merupakan bagian dari upaya besar TNI AD untuk mempercepat pembangunan di wilayah Papua.
Perasmian ditandai dengan penekanan tombol oleh KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, Gubernur Papua Tengah Meki F.Nawipa, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Amrin Ibrahim, dan Kapolda Papua Tengah Brigjen Alfred Papare secara bersamaan.
Kedatangan KSAD ke lokasi peresmian didampingi Gubernur Papua Tengah Meki Frits Nawipa, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim, serta jajaran pejabat utama Mabesad seperti Irjenad, para Asisten KSAD, Staf Ahli, dan para kepala dinas. Jenderal Maruli menegaskan bahwa seluruh pejabat dibawa langsung ke Papua agar bisa melihat kondisi lapangan, memahami kebutuhan masyarakat, serta dapat merumuskan program yang lebih tepat sasaran. Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol.Alfred Papare juga nampak hadir dan turut mendampingi KSAD.
Nampak hadir pula Wakil Bupati Nabire H.Burhanudin Parenwari, sejumlah Dandim seperti Dandim Nabire, Puncak, Mimika.Danlanal Nabire, Dandenzipur 12-OHH/Nabire Mayor Czi.Abdul Ghofur, serta Komandan Satuan lain diwilayah Korem 173/PVB Kodam XVII/Cenderawasih.
Pejabat Mabesad Turun Lengkap ke Papua
KSAD menyampaikan bahwa kehadiran Mabes TNI AD secara lengkap sengaja dilakukan untuk memastikan semua jajaran memahami langsung persoalan masyarakat di Papua.
“Kami dari Mabes Angkatan Darat hadir di sini lengkap. Dua hari ini kantor Mabesat kosong. Saya bawa agar semua dapat melihat kondisi langsung dan punya program yang nyata,” tutur KSAD dalam sambutannya.
Ia menyebut, selama memimpin, TNI AD telah membangun hampir 400 titik air di Papua dan lebih dari 5.000 titik air di seluruh Indonesia. Angka itu masih akan meningkat mengingat besarnya kebutuhan air bersih bagi masyarakat.
37 Titik Air Baru untuk Masyarakat Kampung Lani
Dalam kesempatan tersebut, KSAD meresmikan 37 titik air di wilayah Korem 173/PVB yang mencakup : 36 Sumur Bor Kedalaman 30–45 meter Penerima manfaat : 80 KK
Pipanisasi dan Bak Penampungan Air 1 bak air Penerima manfaat : 3 gereja dengan total 550 jemaat
Renovasi dan Infrastruktur Pendukung Renovasi RTLH: 2 unit Pembuatan dapur sehat: 1 unit Pembangunan MCK: 1 unit (berisi 2 kamar mandi dan 2 WC)
Program ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD untuk terus hadir membantu mengatasi kesulitan rakyat, sekaligus mendukung program pembangunan nasional.
“Target 200 Titik Air per Tahun di Papua”
Jenderal Maruli mengungkapkan bahwa Presiden RI telah meminta agar pembangunan fasilitas dasar di Papua dipercepat. Salah satunya adalah infrastruktur air bersih.
“Saya berharap setiap tahun kita bisa bangun 200 titik air di Papua. Presiden sangat antusias agar Papua memiliki percepatan pembangunan yang signifikan,” ungkap KSAD.
Ia menambahkan bahwa pembangunan air bersih bukan hanya soal infrastruktur, tetapi menyangkut masa depan generasi Papua.
“Jika anak-anak tidak punya akses air bersih dan gizi yang baik, mereka akan sulit bersaing di masa depan. Kita tidak boleh lalai. Kita harus kerja kompak,” tegas Maruli.
Kolaborasi TNI, Polri, Pemda dan Masyarakat Semakin Solid
KSAD menilai bahwa beberapa tahun terakhir kolaborasi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah di Papua semakin kuat. Ia melihat pejabat-pejabat daerah semakin kompak dan aktif terlibat dalam program percepatan pembangunan.
“Saya semakin optimis. Para gubernur dan bupati semakin solid, dan ini akan mempercepat pembangunan Papua jauh lebih baik dibanding sebelumnya,” ucap KSAD.
Program Manunggal Air sendiri sering kali terlaksana melalui mekanisme kolaborasi, baik dengan pemerintah daerah, CSR bank, maupun bantuan dari lembaga dan perseorangan.
Gubernur Meki Nawipa: ‘Kerja Nyata Lebih Nyaring dari Bicara’
Gubernur Papua Tengah Meki F. Nawipa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran KSAD. Ia menilai program yang diberikan TNI AD tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami biasa hanya menonton di YouTube. Tapi hari ini Pak KSAD hadir langsung, bukan hanya datang, tetapi membawa berkat bagi masyarakat Nabire dan Papua Tengah,” ujar Gubernur.
Ia mengakui bahwa pemerintah provinsi dan kabupaten memiliki keterbatasan dalam melaksanakan pembangunan secara menyeluruh, sehingga kolaborasi menjadi kunci.
“Tidak semua hal bisa dilakukan pemerintah. Tapi kalau TNI, Polri, pemda, gereja, dan masyarakat bergandengan tangan, perubahan itu pasti terjadi,” tegasnya.
Gubernur juga memuji program-program TNI AD seperti Manunggal Air, ketahanan pangan, dapur sehat, bantuan pendidikan, hingga pembangunan rumah layak huni.
“Ini bukan bicara-bicara saja. Kita lihat hasilnya langsung di depan mata. Kerja nyata bunyinya lebih nyaring,” lanjut Meki.
Ia mengajak masyarakat untuk menjaga fasilitas yang telah diberikan TNI AD.
“Air bersih, rumah bagus, MCK — semua ini harus dijaga. Kita manfaatkan dengan baik karena ini berkat yang Tuhan kirim lewat TNI AD,” ucapnya.
Harapan Masyarakat Papua untuk Perubahan Lebih Baik
Meki menegaskan bahwa dirinya masih baru memimpin Papua Tengah selama delapan bulan, tetapi dengan sinergi yang kuat ia optimis bahwa masa depan Papua akan jauh lebih baik.
“Besok harus lebih baik dari hari ini. Dengan kolaborasi seperti ini, Papua Tengah akan mengalami perubahan yang besar,” tutupnya.
Pengunjung yang hadir termasuk tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga penerima manfaat menyambut program tersebut dengan antusias. Mereka berharap program serupa terus berlanjut di kampung-kampung lain yang masih kekurangan akses air bersih.
Apresiasi dan Ucapan Terima Kasih untuk KSAD dari Warga Masyarakat
Sementara itu dalam sambutannya, mewakili warga masyarakat Kampung Lani Distrik Teluk Kimi, Tokoh Pemuda Yopi Wonda menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Amrin Ibrahim, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Frits W.R.Pelamonia, Dandim 1705/Nabire serta Komandan Satuan TNI lainya di wilayah Korem 173/PVB Kodam XVII/Cenderawasih.
Bingkisan Tali Asih & Hampir 1.000 Paket Sembako Disalurkan
KSAD Maruli Simanjuntak dalam kesempatan ini memberikan Bingkisan Tali Asih dan menyalurkan hampir 1.000 (seribu) Paket Sembako kepada warga masyarakat kampung Lani dan sekitarnya.
Disamping itu juga, KSAD memberikan bantuan peralatan olahraga berupaya bola sepakbola dan voly.
NABIRE, Papua Tengah – enagoNews – Wakil Bupati Nabire, H. Burhanudin Parenwari, memberikan perhatian serius terhadap tingkat kehadiran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan distrik dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Meja I Kegiatan Pembangunan Kabupaten Nabire Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Bapperida Kabupaten Nabire, Kamis (11/6/2026). Dalam kegiatan yang membahas capaian pembangunan periode Januari hingga Mei 2026 tersebut, Wakil Bupati secara langsung melakukan absensi terhadap seluruh peserta yang diundang. Dari total 33 OPD dan 15 distrik yang seharusnya hadir, diketahui masih terdapat sejumlah OPD dan distrik yang tidak mengikuti kegiatan tersebut. Kondisi itu mendapat perhatian khusus dari Wakil Bupati. Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan agenda yang sangat penting karena menjadi bagian dari proses perencanaan, pengawasan, sekaligus perbaikan pelaksanaan program pembangunan daerah.
“Kegiatan ini sangat penting, bahkan lebih penting dari kegiatan-kegiatan lainnya, karena ini adalah kegiatan monitoring dan evaluasi. Dari sinilah kita mengetahui sejauh mana program berjalan dan apa saja yang perlu diperbaiki,” tegas Burhanudin Parenwari di hadapan peserta kegiatan. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya perencanaan yang matang dan evaluasi yang berkelanjutan. Karena itu, seluruh perangkat daerah diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk hadir dan terlibat aktif dalam setiap forum evaluasi pembangunan yang diselenggarakan pemerintah daerah. “Ini adalah kegiatan perencanaan. Bagaimana kita bisa bekerja tanpa ada perencanaan, dan bagaimana kita bisa memperbaiki kesalahan tanpa adanya evaluasi,” ujarnya. Meski menyampaikan teguran kepada OPD dan distrik yang tidak hadir, Wakil Bupati belum mengungkapkan adanya sanksi khusus. Namun, sebagai bentuk pengawasan dan transparansi, ia meminta agar daftar kehadiran peserta diunggah ke dalam grup resmi Pemerintah Kabupaten Nabire sehingga dapat diketahui secara terbuka perangkat daerah mana yang hadir maupun yang tidak hadir. “Nanti daftar kehadiran saya minta dimasukkan ke grup, sehingga kita bisa mengetahui OPD dan distrik mana yang hadir dan mana yang tidak hadir,” pintanya.
Lebih lanjut, Burhanudin Parenwari berharap kegiatan Monitoring dan Evaluasi Meja I tidak hanya menjadi agenda rutin atau sekadar formalitas pelaporan administrasi. Menurutnya, forum tersebut harus mampu menjadi wahana evaluasi yang efektif dalam meningkatkan kualitas kinerja perangkat daerah. Ia menegaskan bahwa hasil evaluasi harus ditindaklanjuti dengan langkah-langkah perbaikan yang nyata sehingga pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. “Melalui kegiatan Monev ini, saya berharap tidak hanya menjadi formalitas pelaporan semata, tetapi benar-benar menjadi sarana evaluasi dan perbaikan kinerja seluruh perangkat daerah guna mempercepat pencapaian visi pembangunan Kabupaten Nabire, yaitu terwujudnya Nabire yang aman, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati juga mengingatkan seluruh OPD agar senantiasa menjaga akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi administrasi maupun manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. “Setiap anggaran yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan, bukan hanya secara administratif, tetapi juga secara substantif, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Nabire,” tegasnya.
Selain membahas pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan anggaran, Wakil Bupati juga menyinggung kedisiplinan aparatur sipil negara terkait penggunaan pakaian dinas. Ia mengingatkan seluruh peserta agar menggunakan seragam Korpri yang berlaku sesuai ketentuan dalam setiap kegiatan resmi pemerintah daerah. “Saya harap pada kegiatan-kegiatan ke depan semuanya menggunakan seragam Korpri yang berlaku saat ini,” pungkasnya. Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Meja I tersebut menjadi bagian penting dalam upaya Pemerintah Kabupaten Nabire memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai target, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, disiplin, dan tanggung jawab seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat. (red-enagoNews)
NABIRE, PAPUA TENGAH-enagoNews – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, menegaskan pentingnya membangun sinergitas antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Papua Tengah. Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai sejumlah wartawan dari berbagai media usai kegiatan silaturahmi bersama tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat di Rumah Makan Sari Kuring, Nabire, Kamis (11/6/2026). Menurut Kapolda, forum tersebut menjadi sarana untuk menyerap aspirasi dan masukan dari masyarakat guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya di Kabupaten Nabire dan delapan kabupaten di wilayah Papua Tengah. “Kita bersilaturahmi dengan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk membangun sinergitas serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Papua Tengah. Kegiatan seperti ini juga akan kita dorong dilaksanakan di masing-masing Polres agar dapat menyerap masukan masyarakat melalui forum diskusi,” ujarnya. Situasi Dogiyai Berangsur Pulih, Pengamanan Tetap Diperkuat Terkait insiden yang terjadi di Kabupaten Dogiyai beberapa waktu lalu, Kapolda menjelaskan bahwa personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) yang diterjunkan ke wilayah tersebut masih diperpanjang masa tugasnya hingga Juli 2026. Menurutnya, kondisi keamanan di Dogiyai menunjukkan perkembangan positif dan perlahan mulai pulih berkat berbagai kegiatan kepolisian yang terus dilakukan, seperti patroli dan pendekatan kepada masyarakat. “Dogiyai tidak akan kita biarkan. Situasi di sana perlahan mulai pulih dengan berbagai kegiatan kepolisian yang kita lakukan. Untuk personel BKO masih diperpanjang sampai Juli, dan setelah itu akan kita evaluasi kembali apakah masih diperlukan atau tidak,” jelasnya. Kapolda menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan langkah-langkah pengamanan guna memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman. Soroti Pentingnya Kehadiran Bank Darah di Papua Tengah Dalam rangkaian kegiatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda juga menyinggung pelaksanaan kegiatan donor darah yang selama ini terkendala oleh belum tersedianya fasilitas bank darah di wilayah Papua Tengah. Ia mengungkapkan bahwa donor darah sebenarnya menjadi salah satu kegiatan sosial yang rutin dilakukan Polri. Namun, tanpa adanya fasilitas penyimpanan darah yang memadai, darah yang telah didonorkan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. “Kendala kita adalah belum adanya bank darah. Kalau donor darah dilakukan, darah itu mau disimpan di mana? Ini yang perlu dipikirkan bersama. Saya mendorong pemerintah maupun pihak-pihak yang peduli untuk menghadirkan bank darah sehingga darah yang didonorkan dapat disimpan dan dimanfaatkan saat masyarakat membutuhkannya,” katanya. Menurut Kapolda, keberadaan bank darah akan sangat membantu pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan transfusi darah secara cepat. Bantuan Sosial untuk Perkuat Hubungan Polisi dan Masyarakat Selain kegiatan donor darah, Polri juga melaksanakan berbagai kegiatan bantuan sosial sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kapolda berharap bantuan sosial yang diberikan dapat mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. “Harapan kami, penerima bantuan sosial dapat bersama-sama mendukung tugas kepolisian dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif. Dengan keamanan yang terjaga, masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman,” ungkapnya. Pasar Dipilih sebagai Pusat Kegiatan Sosial Kapolda menjelaskan bahwa pasar menjadi salah satu lokasi yang diprioritaskan dalam pelaksanaan kegiatan sosial karena merupakan tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai latar belakang. Menurutnya, pasar menjadi ruang interaksi yang paling terbuka dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun kelompok tertentu. “Pasar menjadi tempat yang paling umum untuk berinteraksi. Semua unsur masyarakat ada di sana, sehingga kegiatan sosial yang dilakukan di pasar dapat dirasakan manfaatnya oleh lebih banyak warga,” tutup Kapolda. (red-enagoNews)
NABIRE, PAPUA TENGAH– enagoNews – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintahan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Cara Penginputan Indikator Inovasi Daerah dan Koordinasi Teknis Aplikasi Innovation Government Award (IGA) Tahun 2026. Kegiatan yang digelar oleh Bapperida Papua Tengah tersebut berlangsung di Guest House Nabire, Kamis (11/6/2026).
Mewakili Gubernur Papua Tengah, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, SDM dan Pengembangan Otonomi Khusus, Ukkas, S.Sos., M.KP, menegaskan bahwa inovasi menjadi kebutuhan penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Menurutnya, pemerintah daerah dituntut menghadirkan terobosan yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempercepat pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa Innovation Government Award tidak hanya berorientasi pada penghargaan, tetapi juga menjadi sarana membangun budaya kerja yang kreatif, efektif, dan responsif di setiap perangkat daerah. Inovasi dapat diwujudkan melalui berbagai langkah sederhana, seperti penyederhanaan prosedur pelayanan, percepatan administrasi, hingga penguatan koordinasi antar-OPD. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung visi pembangunan Papua Tengah, yakni mewujudkan Papua Tengah Emas yang adil, berdaya saing, bermartabat, harmonis, maju, dan berkelanjutan. Karena itu, seluruh perangkat daerah diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah.
Selain meningkatkan pemahaman teknis terkait aplikasi IGA, bimtek ini bertujuan memastikan setiap inovasi yang telah dilaksanakan oleh perangkat daerah dapat terdokumentasi dan terinput secara baik sesuai pedoman Kementerian Dalam Negeri. Dengan demikian, berbagai inovasi yang lahir dari daerah dapat terukur, terdokumentasi, dan memperoleh pengakuan dalam sistem penilaian nasional. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan pemahaman dalam pengelolaan data inovasi daerah, sehingga mampu mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (red-enagoNews)