Connect with us
Advertisements

Berita Daerah

Mendorong Kampung Nelayan HUB dan Kampung Nelayan Penyangga di Kabupaten Mimika dan kabupaten Nabire, Papua Tengah.

Published

on


Oleh : John NR Gobai (Wakil Ketua IV DPRPT

Pengantar
Saya bila ke timika dan Nabire paling sering ke Pomako, Distrik Mimika Timur Kabupaten Mimika dan Kampung Sima, Distrik Yaur, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah.
saya lihat masyarakat di pomako, mereka sebagian buruh bagasi, pedagang dan nelayan baik mereka yang memang kampungnya di Pomako tapi juga mereka yang kampungnya disekitar Pomako.
Pengaturan pemukiman nelayan dipomako menurut saya perlu ditata dengan baik melalui program Kampung Nelayan.
Berbeda dengan kampung sima dan kampung nifasi, yang perumahannya masih tergolong baik.
Beberapa waktu lalu kami sempat mendatangi kementrian kelautan dan perikanan guna berkonsultasi dan memohon adanya kampung nelayan di papua tengah.
Saya bersama ibu dewan stela misiro, hari ini (14/4) mendampingi pak Dodie dari kementerian kelautan dan perikanan melakukan Survei utk usulan rencana pembangunan kampung nelayan di kampung nifasi, distrik Makimi, kab Nabire.

Konsep Kampung Nelayan

karakteristik permukiman terjadi karena perpaduan antara pola pikir manusia dan perwujudan kebudayaan yang sama yang menghasilkan suatu ciri yang dapat dikenali.
Selain memiliki kesamaan, ada juga faktor khusus yang tidak sama antara kampung nelayan yang satu dengan kampung nelayan lainnya sehingga menjadikan sebuah identitas masing masing.
Persamaan budaya kampung nelayan dalam membentuk permukiman dapat mendefinisikan sebuah kampung nelayan, sedangkan perbedaan budaya antar kampung nelayan yang satu dengan yang lainnya dapat mendefinisikan kekayaan budaya dapat memberikan identitas pada sebuah kampung nelayan.
Bentuk dari suatu rumah nelayan merupakan esensi dalam menyesuaikan kondisi lingkungan sosial dan budaya, kebudayaan dapat berupa adat maupun cara hidup.
Kondisi alam terutama laut yang sering mengalami pasang Surut menjadikan rumah nelayan harus mampu mewadahi kehidupan penghuninya dalam kondisi apapun dan mampu menangani ancaman luar.
Kesamaan kebudayaan nelayan dalam menggantungkan hidup mereka dengan hasil laut menjadikan mereka memiliki karakteristik dalam hunian dan kebutuhan ruang yang sama.
Dan dalam skala kampung, karakteristik kuat muncul dengan posisi hunian yang terletak dekat laut atau dengan kata lan mereka menetapkan posisi rumah dekat dengan pekerjaan mereka, adanya tambatan kapal untuk serta tempat pelelangan ikan menjadi komponen inti untuk berjalannya aktifitas nelayan di suatu permukiman.

Kampung Nelayan di PPI Pomako Mimika, Papua Tengah

Kampung Pomako, Distrik Mimika Timur Kabupaten Mimika merupakan sebuah kampung yang mayoritas penduduknya adalah nelayan yang merupakan asli pomako dan kampung kampung lain dekat pomako yang membentuk pemukiman dekat pomako.
Mereka mempunyai filosofi hidup 3 (tiga) S yaitu Sagu, Sampan (Perahu) dan Sungai.
sesuai UU No 23 tahun 2014, pemkab mimika harus melakukan penyerahan P3D dulu ke provinsi, kemudian provinsi limpahkan kewenangan ke kab utk sekian urusan terkait kelautan dan perikanan termasuk areal PPI
Dipomako terdapat Pelabuhan Pendaratan Ikan dan Tempat Pelelangan Ikan, aset ini dahulu dibangun oleh pemkab mimika, namun, sesuai UU No 23 tahun 2014, pemkab mimika harus melakukan penyerahan P3D dulu ke provinsi, ini yang belum sepenuhnya terjadi untuk PPI Pomako.
Karena ada perkampungan masyarakat nelayan yang perlu dijadikan Kampung Nelayan Hub di Mimika.

Kampung Nelayan Hub di PPI Waharia, Nabire
Pangkalan Pendaratan Ikan dan Tempat Pelelangan Ikan serta Stasiun Pengisian Minyak, terdapat di Kampung Waharia, Kabupaten Nabire, namun belum berfungsi dengan baik, ikan masih dibongkar di Kalibobo, Nabire, namun perlu direvitalisasi sebagai Kampung Nelayan Hub.
sesuai UU No 23 tahun 2014, pemkab nabire sudah melakukan penyerahan P3D ke provinsi sehingga mudah dilakukan pengusulan kampung nelayan di PPI Waharia Nabire.

Kampung Sima dan Kampung Nifasi, Nabire, Papua Tengah

Kampung sima distrik yaur, kabupaten Nabire, merupakan sebuh kampung pesisir barat, Kota Nabire di Nabire sementara kampung nifasi, distrik makimi, kabupaten nabire berada di pesisir timur, nabire.
Mata pencaharian masyarakat disini Nelayan dan petani.
Dikampung ini belum terdapat Tempat tambatan perahu nelayan, tempat pelelangan ikan, coldstrage, stasiun pengisian BBM, bengkel padahal potensi perikanannya bagus, laut dan pesisirnya merupakan kebun mereka mencari sumber makanan di Nabire.

Penutup
sesuai Peraturan Mentri Kelautan dan Perikanan,Nomor 34 Tahun 2022, perlu dibangun kampung nelayan, dalam skala hunian dengan adanya tempat untuk berkumpul ataupun memperbaiki jaring, dan gudang untuk menyimpan peralatan nelayan.
Di Pomako dan Nabire perlu di buat Kampung nelayan yang baik perlu yang memiliki komponen-komponen pendukung yatu pemenuhan fasilitas dan infrastruktur.
sesuai UU No 23 tahun 2014,Pemprov Papua Tengah dan Pemkab mimika harus mènuntaskan proses P3D dan melakukan penyerahan P3D PPI Pomako dulu ke provinsi papua tengah. (red-enagoNews)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Berita Daerah

DPR Papua Tengah Tetapkan 6 Raperda Inisiatif Masuk Propemperda 2026, Prioritaskan Adat dan Lingkungan

Published

on


Nabire, Papua Tengah — enagoNews – Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT), John NR Gobai, menyampaikan penjelasan pengusul terhadap enam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif anggota DPRPT dalam sidang paripurna yang digelar di Aula DPRPT, Rabu (22/4/2026).
Dalam pemaparannya, Gobai menegaskan bahwa pengusulan Raperda tersebut mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, khususnya Pasal 33 ayat (1), yang mengatur bahwa Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) harus memuat judul rancangan peraturan, materi yang diatur, serta keterkaitannya dengan regulasi lain.
“Berdasarkan ketentuan tersebut serta Peraturan Tata Tertib DPRPT, kami telah menyampaikan penjelasan ringkas terhadap enam Raperda inisiatif anggota untuk dapat dipertimbangkan masuk dalam Propemperda tahun 2026,” ujar Gobai di hadapan peserta sidang.
Ia menjelaskan, keenam Raperda yang diusulkan terdiri dari lima Raperda Provinsi (Raperdasi) dan satu Raperda Khusus (Raperdasus). Seluruhnya dinilai strategis karena menyentuh aspek perlindungan masyarakat adat, pelestarian budaya, hingga pengelolaan lingkungan hidup di Papua Tengah.
Adapun rincian Raperda yang diusulkan meliputi Raperdasus tentang Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil, yang bertujuan memperkuat perlindungan serta pemberdayaan kelompok masyarakat adat yang masih terisolasi. Selanjutnya, Raperdasi tentang Ketertiban Umum yang diarahkan untuk menciptakan kondisi sosial yang aman dan tertib di wilayah Papua Tengah.
Selain itu, DPRPT juga mengusulkan Raperdasi tentang Hukum dalam Masyarakat, sebagai upaya pengakuan dan penguatan sistem hukum adat yang hidup di tengah masyarakat. Raperdasi tentang Cagar Budaya turut diajukan guna melindungi warisan budaya daerah dari ancaman kerusakan dan kepunahan.
Di sektor lingkungan, Raperdasi tentang Mangrove menjadi perhatian penting, mengingat peran ekosistem mangrove dalam menjaga keseimbangan pesisir dan mitigasi perubahan iklim. Sementara itu, Raperdasi tentang Noken diusulkan sebagai bentuk pelestarian simbol budaya khas Papua yang telah diakui secara internasional.
Gobai menambahkan, keenam draft tersebut telah ditetapkan sebagai Raperda inisiatif DPRPT dan resmi masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Provinsi Papua Tengah tahun 20
“Dengan masuknya enam Raperda ini dalam Propemperda 2026, diharapkan proses pembahasan dapat berjalan optimal dan menghasilkan regulasi yang berpihak pada kepentingan masyarakat Papua Tengah,” katanya.
Sidang paripurna tersebut menjadi bagian penting dalam tahapan perencanaan legislasi daerah, sekaligus menegaskan komitmen DPRPT dalam mendorong lahirnya regulasi yang responsif terhadap kebutuhan lokal serta berlandaskan nilai-nilai kearifan masyarakat Papua. (red-enagoNews)

Continue Reading

Berita Daerah

Kapolda Papua Tengah Resmi Buka Lomba Balap Perahu Motor Tempel di Nabire, Dorong Wisata dan Kreativitas Pemuda Pesisir

Published

on


Nabire, Papua Tengah — enagoNews – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, secara resmi membuka Lomba Balap Perahu Motor Tempel Yamaha yang digelar di Pantai Nabire, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Polda Papua Tengah yang jatuh pada 29 April 2026.
Pembukaan lomba berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu dan Dandim 1705/Nabire Letkol Dwi Palwanto Tirta Mentari. Kapolda terlihat langsung memantau jalannya perlombaan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai wilayah pesisir.


Dalam keterangannya kepada media, Kapolda menjelaskan bahwa perlombaan ini menggunakan perahu khusus yang dirancang untuk balap dengan mesin motor tempel berkekuatan 15 PK. Ia menegaskan bahwa perahu yang digunakan berbeda dengan perahu nelayan biasa, karena telah dimodifikasi khusus untuk kebutuhan kompetisi.
“Ini bukan perahu untuk memancing, tetapi benar-benar dirancang untuk balap. Kegiatan ini sangat positif, selain sebagai hiburan masyarakat juga menjadi sarana memperkenalkan potensi wisata pesisir Nabire yang memiliki keindahan pasir pantai yang luar biasa,” ujar Kapolda.


Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif yang diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan, tidak hanya oleh kepolisian, tetapi juga oleh berbagai pihak lainnya. Menurutnya, event semacam ini dapat menjadi daya tarik baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.


Selain aspek wisata, Kapolda juga menekankan nilai sosial dari kegiatan tersebut, terutama dalam mengarahkan energi generasi muda ke aktivitas yang lebih positif.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk menyalurkan minat dan bakatnya, sehingga dapat menjauhkan mereka dari aktivitas negatif,” tambahnya.


Sementara itu, Ketua DPRK Nabire, Nancy Karolin Worabay, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan lomba tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi masyarakat pesisir dan generasi muda.
“Kegiatan ini sangat positif karena mampu menjaring anak-anak muda pesisir untuk menunjukkan kemampuan mereka. Balap motor di laut tentu berbeda dengan di darat, karena harus menghadapi gelombang dan membutuhkan keterampilan serta perancangan perahu yang matang,” ungkap Nancy.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini berpotensi menjadi solusi dalam mengurangi aksi balap liar di jalan raya yang kerap melibatkan remaja.
“Kalau kegiatan seperti ini rutin dilakukan, maka anak-anak muda yang sebelumnya terlibat balap liar bisa dialihkan ke kegiatan yang lebih aman dan terarah. Ini tentu dapat meminimalisir risiko kecelakaan di jalan,” jelasnya.
Nancy berharap pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, dapat memberikan dukungan penuh agar kegiatan serupa terus berlanjut dan berkembang. Ia juga mendorong partisipasi lebih luas dari berbagai suku dan komunitas di Nabire agar tercipta kompetisi yang sehat dan inklusif.
Dengan diikuti sekitar 24 peserta pada pelaksanaan perdana ini, diharapkan jumlah peserta akan terus meningkat di masa mendatang seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga balap perahu motor tempel.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga simbol sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ruang positif bagi generasi muda serta mempromosikan potensi daerah Papua Tengah ke tingkat yang lebih luas. (red-enagoNews)

Continue Reading

Berita Daerah

Tamu Kehormatan PP Paguyuban Pasundan Tiba di Nabire, Siap Lantik 5 PC & 18 PAC se-Tanah Papua

Published

on


Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Rombongan tamu kehormatan dari Pengurus Pusat (PP) Paguyuban Pasundan telah tiba di Nabire, Papua Tengah, Kamis (23/4/2026), dalam rangka agenda pelantikan kepengurusan organisasi di wilayah Tanah Papua.
Kehadiran delegasi PP Paguyuban Pasundan ini menjadi bagian penting dari rangkaian konsolidasi organisasi yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, di Nabire. Dalam agenda tersebut, perwakilan pusat akan melantik Pengurus Wilayah, lima Pengurus Cabang tingkat provinsi, 18 Pengurus Anak Cabang kabupaten/kota, serta satu pengurus ranting.


Adapun rombongan yang hadir mewakili Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan terdiri dari Mayjen TNI (Purn.) Deny K. Irawan selaku Sekretaris Dewan Pangaping, Dr. Kunkunrat, M.Si. yang menjabat Ketua Bidang Organisasi sekaligus Dekan FISIP Universitas Pasundan, serta Subaryo, S.Pd., M.Pd. sebagai Sekretaris Bidang Organisasi yang juga Kepala SMK Pasundan 3 Cimahi.
Setibanya di Nabire, rombongan disambut langsung oleh Ketua Paguyuban Pasundan Cabang Nabire, Tabroni M. Cahya, bersama jajaran pengurus setempat. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas organisasi berbasis kultural tersebut.
Ketua Cabang Paguyuban Pasundan Nabire, Tabroni M. Cahya, menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat eksistensi dan peran Paguyuban Pasundan di Tanah Papua. Menurutnya, kehadiran pengurus pusat memberikan dorongan moral sekaligus legitimasi organisasi dalam menjalankan program-program ke depan.


“Ini bukan sekadar pelantikan, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi serta memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat bawah, agar lebih solid dan mampu berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah pengurus cabang dan anak cabang dari berbagai daerah di Tanah Papua dilaporkan mulai berdatangan ke Nabire sejak beberapa hari terakhir. Namun, hingga Kamis sore, sebagian lainnya masih dalam perjalanan dan dijadwalkan tiba sebelum pelaksanaan pelantikan.


Pelantikan pengurus secara serentak ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarwilayah serta meningkatkan peran Paguyuban Pasundan dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di wilayah Papua Tengah dan sekitarnya. Selain itu, organisasi ini juga diharapkan terus menjadi wadah pemersatu warga Sunda di perantauan, sekaligus menjembatani nilai-nilai budaya dengan dinamika sosial masyarakat setempat.


Dengan agenda pelantikan yang melibatkan puluhan pengurus dari berbagai tingkatan, Nabire diproyeksikan menjadi pusat konsolidasi organisasi Paguyuban Pasundan di kawasan timur Indonesia dalam waktu dekat. (red-enagoNews)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2017 ENAGONEWS.COM