Samuel Rihi Purna Bbakti “Estafet Pelayanan Publik Papua Tengah Harus Terus Berlanjut”
NABIRE – Papua Tengah-enagonews – Beberapa waktu yang lalu, tepatnya Kamis tanggal 2 Oktober 2025, Keluarga besar Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Papua Tengah diselimuti suasana haru. Momen penting tersebut adalah perpisahan resmi dengan Kepala DPMPTSP, Drs. Samuel Rihi, M.Si., yang memasuki masa purna bakti setelah menuntaskan pengabdiannya selama 32 tahun 3 bulan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) di dunia birokrasi.
Dalam sambutan perpisahan yang penuh makna dan haru di aula DPMPTSP, Samuel Rihi menyampaikan refleksi yang mendalam tentang perjalanan karirnya. “Tak terasa perjalanan pengabdian saya di dunia birokrasi telah sampai di ujungnya. Hari ini bukanlah hari biasa bagi saya. Setelah lama mengabdi, berjuang, dan berkarya bersama-sama di gedung ini, di bawah atap DPMPTSP, tibalah saatnya bagi saya untuk menyampaikan kata pamit,” tuturnya. ”Tepat mulai besok, saya secara resmi akan memasuki masa Purna Bhakti. (Jeda sebentar, menarik napas panjang) Jujur, ada rasa haru yang mendalam. Selama beberapa tahun saya mengabdi sebagai ASN, dan khususnya, selama saya berada di tengah-tengah Bapak/Ibu sebagai Kepala DPMPTSP, kantor ini sudah menjadi rumah kedua, dan Bapak/Ibu sekalian sudah menjadi keluarga besar saya,” ungkap nya.
Samuel Rihi menuturkan, banyak kenangan, pelajaran dan pengalaman berharga yang telah dirinya lewati selama bertugas, khususnya di lingkungan DPMPTSP Provinsi Papua Tengah.
“Sebuah kehormatan besar bagi saya bisa menutup masa tugas ini dengan hati yang penuh syukur dan bangga,” katanya.
Keberhasilan dalam tugas dan pelayanan publik, lanjutnya, mustahil terwujud tanpa dukungan solid dan kerja sama yang erat dari seluruh jajaran.
Samuel Rihi secara khusus menyampaikan terima kasih kepada seluruh ASN, rekan sejawat serta semua mitra kerja yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanannya.
Samuel Rihi kemudian menengok kembali filosofi dalam setiap tugas yang diemban. Ia percaya bahwa pelayanan terbaik harus selalu dilandasi oleh integritas, ketulusan dan profesionalisme.
Nilai-nilai ini, menurutnya, adalah fondasi utama yang membuat DPMPTSP menjadi lebih dari sekadar institusi, melainkan “wajah pelayanan pemerintah terhadap masyarakat dan investor”.
Ia berharap agar nilai-nilai luhur tersebut dapat terus dijaga dan ditumbuhkan, bahkan setelah dirinya tidak lagi berada di lingkungan DPMPTSP. Pesan ini bukan sekadar permintaan, melainkan sebuah amanat untuk memastikan kualitas pelayanan publik di Papua Tengah terus meningkat.
Masa Purna Tugas bagi Samuel Rihi, bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari babak kehidupan yang baru. Dengan tulus, ia mendoakan agar instansi yang ia cintai ini dapat terus maju dan seluruh rekan ASN diberikan kemudahan serta kelancaran dalam menjalankan tugas-tugas berat mereka demi kemajuan daerah.
Di akhir sambutannya, Samuel Rihi juga menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya. “Jika selama menjabat terdapat ucapan, tindakan atau kebijakan yang mungkin kurang berkenan di hati bapak/ibu semua, percayalah semuanya semata-mata demi tugas dan tanggung jawab yang saya emban,” ujarnya dengan kerendahan hati.
Samuel Rihi menyampaikan pesan khusus kepada para penerus di DPMPTSP. “Saya titipkan lembaga ini. Teruslah berkarya, berinovasi dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” ujarnya dengan nada penuh harap.
Ia meyakini betul potensi besar yang dimiliki Papua Tengah. “Saya yakin dengan semangat kebersamaan kita mampu membawa Papua Tengah menjadi provinsi yang ramah investasi dan unggul dalam pelayanan publik,”
”Terima kasih atas segala dedikasi , dan loyalitas yang tak pernah surut. Setiap capaian yang kita raih, setiap penghargaan yang kita dapatkan, itu semua adalah buah dari keringat dan kekompakan Bapak/Ibu sekalian. Saya hanyalah nahkoda, tapi Bapak/Ibu-lah awak kapal yang paling gigih, yang menjaga layar tetap terkembang meskipun badai datang menghadang,” ungkapnya. “Saya ingat betul saat kita berjuang menyelesaikan laporan penting hingga larut malam, saat kita harus turun ke lapangan di tengah terik atau hujan, demi memastikan pelayanan publik berjalan optimal. Semua kenangan itu, pahit dan manisnya, akan saya simpan sebagai harta paling berharga dalam memori karier saya,” tuturnya.
Menurutnya, sebagai seorang pemimpin, saya tidak luput dari kekurangan dan kekhilafan. Mungkin ada keputusan yang kurang tepat, ada kata-kata yang menyinggung perasaan, atau mungkin cara memimpin saya yang terlalu keras atau kurang berkenan. “Dari lubuk hati yang paling dalam, dengan segala kerendahan hati, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga keikhlasan Bapak/Ibu menjadi penutup yang indah bagi perjalanan dinas saya,” ujarnya. “Kepada penerus saya, dan kepada Bapak/Ibu semua, saya berpesan satu hal: Jaga kekompakan dan teruslah berinovasi. Tugas kita sebagai abdi negara adalah melayani. Jangan pernah lelah untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan bagi instansi ini. Jadikan OPD ini sebagai tempat yang nyaman untuk berkarya dan teruslah menjadi tim yang solid,” tuturnya.
Purna Bakti: Babak Baru dalam Kehidupan Dinyatakan Samuel Rihi, masa purna bakti bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari babak baru dalam kehidupan. “Saya akan menikmati masa pensiun bersama keluarga, namun semangat pengabdian saya akan tetap menyala, mungkin dalam bentuk yang berbeda, di tengah masyarakat. Saya mohon doa restu Bapak/Ibu sekalian agar saya dan keluarga senantiasa diberikan kesehatan, ketenangan, dan keberkahan. Dan sebaliknya, doa terbaik saya juga akan selalu menyertai Bapak/Ibu semua,” pungkasnya. (Tepuk tangan bergemuruh menyambut kalimat penutup. Beberapa pegawai terlihat mengusap air mata. Kepala OPD turun dari podium untuk menerima ucapan selamat, pelukan, dan salaman dari para pegawainya, menutup perpisahan dengan suasana haru dan kekeluargaan.) ((***)
Nabire, Papua Tengah-enagoNews – Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, menyerukan kepada seluruh masyarakat Papua Tengah untuk melaksanakan doa bersama demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif di seluruh wilayah Papua Tengah.
Seruan tersebut disampaikan melalui Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Marthen Ukago, saat memberikan sambutan dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-62 Gereja KINGMI Jemaat Maranatha Nabire yang berlangsung di Nabire, Sabtu (6/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Marthen Ukago menyampaikan pesan khusus dari Gubernur Papua Tengah yang mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, lembaga pemerintah, hingga seluruh warga Papua Tengah untuk bersatu dalam doa selama satu jam pada Minggu, 7 Juni 2026, mulai pukul 17.00 hingga 18.00 WIT.
Menurutnya, ajakan tersebut lahir dari kepedulian dan perhatian Gubernur terhadap kondisi Papua Tengah yang saat ini menghadapi berbagai tantangan dan dinamika sosial. Pemerintah daerah telah berupaya mengambil berbagai langkah strategis melalui jalur pemerintahan, koordinasi lintas sektor, serta pendekatan keamanan dan pembangunan. Namun demikian, Gubernur menilai bahwa upaya-upaya tersebut perlu disertai dengan kekuatan spiritual melalui doa bersama kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Dalam penyampaiannya, Marthen Ukago mengungkapkan bahwa Gubernur secara langsung menyampaikan ajakan tersebut melalui media sosial sebagai bentuk komunikasi terbuka kepada masyarakat. Ia menilai langkah tersebut menunjukkan kepedulian seorang pemimpin daerah yang tidak hanya mengandalkan kekuatan pemerintahan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk memohon campur tangan Tuhan demi kedamaian dan kesejahteraan daerah.
“Bapak Gubernur mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah untuk melaksanakan doa bersama selama satu jam pada hari Minggu, 7 Juni 2026, pukul 17.00 hingga 18.00 WIT. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya sesuai kewenangan yang dimiliki, namun beliau meyakini bahwa kekuatan doa dari seluruh umat beriman juga sangat dibutuhkan agar Papua Tengah senantiasa berada dalam perlindungan Tuhan dan dijauhkan dari berbagai persoalan yang dapat mengganggu keamanan dan kedamaian daerah,” ujar Marthen Ukago di hadapan jemaat.
Lebih lanjut, ia mengajak para pimpinan gereja, pengurus klasis, para pendeta, serta seluruh jemaat untuk menyebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat luas agar pelaksanaan doa bersama dapat berlangsung serentak di berbagai wilayah Papua Tengah.
Momentum doa bersama ini diharapkan menjadi wadah persatuan bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang suku, agama, maupun golongan. Melalui kebersamaan dalam doa, diharapkan Papua Tengah senantiasa diberikan kedamaian, keamanan, persaudaraan yang kuat, serta terhindar dari berbagai konflik dan permasalahan yang dapat menghambat pembangunan daerah.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi dan mengambil bagian dalam gerakan doa bersama tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan Papua Tengah yang aman, damai, maju, dan sejahtera.
Doa Bersama untuk Kedamaian Papua Tengah akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: Minggu, 7 Juni 2026
Waktu: 17.00 – 18.00 WIT
Agenda: Doa Bersama untuk Keamanan, Kedamaian, dan Kesejahteraan Papua Tengah
Ajakan ini menjadi wujud harapan Pemerintah Provinsi Papua Tengah agar seluruh masyarakat bersatu dalam semangat persaudaraan dan mengandalkan penyertaan Tuhan dalam menjaga kedamaian serta stabilitas daerah demi masa depan Papua Tengah yang lebih baik. (red-enagoNews)
NABIRE, PAPUA TENGAH– enagoNews – Polda Papua Tengah mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan jalanan, khususnya tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang masih menjadi perhatian aparat kepolisian. Masyarakat diminta untuk menggunakan sistem pengamanan tambahan pada kendaraan, tidak meninggalkan kendaraan tanpa pengawasan di lokasi y.ang dianggap rawan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana maupun aktivitas yang mencurigakan.
Himbauan itu disampaikan Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol.Jermias Rontini dalam jumpa pers, Senin (1/6/2026) di Mapolda Papua Tengah. “Kami tidak akan memberikan ruang terhadap segala bentuk kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat. Keamanan pada hakikatnya merupakan tanggung jawab bersama dan Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” tegas pihak kepolisian.
Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Runtini, mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap tindak pidana yang dialami, terutama yang berkaitan dengan kejahatan jalanan seperti pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), maupun pencurian kendaraan bermotor. “Laporkan kepada kami apabila mengalami atau mengetahui adanya tindak pidana. Kami akan mengambil langkah-langkah penyelidikan dan tindakan kepolisian lainnya untuk menemukan kembali barang yang hilang maupun mengungkap pelakunya,” ujar Kapolda.
Menurutnya, keberhasilan kepolisian dalam mengembalikan enam unit kendaraan bermotor kepada pemiliknya merupakan salah satu bukti nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menjadi korban tindak kejahatan. Momentum tersebut juga bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026. Mengusung tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, Kapolda mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai sarana memperkuat persatuan dan kebersamaan dalam membangun Provinsi Papua Tengah. “Mari kita jadikan momentum Hari Lahir Pancasila sebagai momentum pemersatu seluruh masyarakat Papua Tengah untuk bersama-sama membangun daerah ini menjadi lebih maju, aman, dan sejahtera,” katanya.
Kapolda menegaskan bahwa upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak dapat dilakukan oleh aparat kepolisian semata. Diperlukan kolaborasi dan partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi serta melaporkan setiap kejadian kriminal yang terjadi di lingkungan masing-masing. Menurutnya, meningkatnya perlawanan masyarakat terhadap aksi begal menunjukkan tingginya tingkat keresahan warga terhadap kriminalitas. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk mengutamakan keselamatan diri dan menyerahkan penanganan kasus kepada aparat penegak hukum. “Mari kita berkolaborasi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Papua Tengah, khususnya di Kabupaten Nabire. Polisi tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” tutup Kapolda. Pada kesempatan tersebut, Polda Papua Tengah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi yang edukatif, objektif, dan menyejukkan kepada masyarakat. Kehadiran media dinilai memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat melalui penyebaran informasi yang akurat dan berimbang.
Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Papua Tengah menegaskan bahwa pengembalian kendaraan hasil pengungkapan kasus merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta menindaklanjuti setiap laporan tindak pidana secara serius, profesional, dan akuntabel. “Kami berharap pengembalian kendaraan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para korban serta menjadi bukti bahwa setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti secara serius, profesional, dan akuntabel,” ujarnya.
Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada seluruh personel Ditreskrimum Polda Papua Tengah dan jajaran Satreskrim Polres Nabire yang telah bekerja keras dalam mengungkap berbagai kasus kriminalitas jalanan yang selama ini meresahkan masyarakat. (red-enagoNews)
Nabire, Papua Tengah–enagoNews- Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) memaparkan hasil penanganan kasus kejahatan jalanan atau tindak pidana C3 yang meliputi pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas/Begal), dan pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) selama periode Januari hingga Mei 2026. Pemaparan tersebut disampaikan dalam kegiatan jumpa pers yang berlangsung di Markas Polda Papua Tengah, Senin (1/6/2026). Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Papua Tengah, Polda Papua Tengah bersama seluruh jajaran Polres terus mengoptimalkan langkah preventif, preemtif, serta penegakan hukum terhadap berbagai bentuk kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat.
Berdasarkan data rekapitulasi penanganan perkara selama lima bulan terakhir, tercatat sebanyak 307 laporan polisi (LP) terkait tindak pidana C3. Jumlah tersebut terdiri dari 156 kasus pencurian dengan kekerasan (curas/begal), 31 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), dan 120 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Penanganan Kasus Curas/Begal Untuk kasus pencurian dengan kekerasan atau begal, tercatat sebanyak 156 laporan polisi yang ditangani oleh jajaran Polda Papua Tengah selama periode Januari hingga Mei 2026.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 144 perkara masih berada pada tahap penyelidikan, sementara 12 perkara berhasil ditingkatkan ke tahap penyidikan dengan total 17 tersangka berhasil diamankan. Selain itu, 3 perkara telah dinyatakan lengkap atau P-21, sedangkan 2 perkara diselesaikan melalui mekanisme Restorative Justice (RJ) sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Polda Papua Tengah menilai peningkatan kasus curas menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu rasa aman masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat mobilitas yang tinggi. Untuk itu, berbagai langkah pencegahan dan penindakan terus dilakukan melalui peningkatan patroli, penguatan fungsi penyelidikan, serta tindakan tegas terhadap para pelaku kejahatan jalanan. Pengungkapan Kasus Curat Sementara itu, untuk tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), tercatat sebanyak 31 laporan polisi selama periode yang sama. Dari jumlah tersebut, 23 perkara masih dalam tahap penyelidikan, sedangkan 8 perkara berhasil diungkap dengan 11 tersangka berhasil diamankan. Selain itu, 3 perkara telah dinyatakan P-21, 4 perkara masih dalam proses penyidikan, dan 1 perkara diselesaikan melalui Restorative Justice.
Polda Papua Tengah menegaskan bahwa tindak pidana curat merupakan salah satu bentuk kejahatan yang sangat merugikan masyarakat karena umumnya menyasar rumah tinggal, pertokoan, fasilitas umum, maupun aset milik warga. Berbagai modus operandi yang digunakan pelaku menjadi perhatian khusus aparat kepolisian dalam upaya pencegahan dan pengungkapan kasus. Penanganan dan Pengungkapan Kasus Curanmor Untuk tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor), tercatat sebanyak 120 laporan polisi selama Januari hingga Mei 2026. Dari jumlah tersebut, 110 perkara masih dalam tahap penyelidikan, sementara 10 perkara berhasil ditingkatkan ke tahap penyidikan dengan 11 tersangka berhasil diamankan. Saat ini terdapat 9 perkara yang masih dalam proses penyidikan, terdiri dari 4 perkara yang telah memasuki Tahap I dan 5 perkara yang masih dalam proses penyidikan lanjutan. Selain itu, 1 perkara diselesaikan melalui mekanisme Restorative Justice. Dalam rangka pengungkapan kasus curanmor tersebut, Ditreskrimum Polda Papua Tengah bersama jajaran Satreskrim Polres berhasil mengamankan 15 unit kendaraan bermotor roda dua yang diduga merupakan hasil tindak pidana pencurian kendaraan bermotor.
Sebagai bentuk komitmen Polri dalam mengembalikan hak masyarakat, pada kesempatan yang sama Polda Papua Tengah juga melaksanakan penyerahan simbolis kendaraan hasil curanmor kepada para pemilik yang sah. Penyerahan dilakukan setelah melalui proses identifikasi dan verifikasi yang ketat, termasuk pemeriksaan dokumen kepemilikan, pencocokan nomor rangka dan nomor mesin, serta pemeriksaan administrasi dan yuridis oleh penyidik. Adapun kendaraan yang berhasil dikembalikan kepada pemiliknya antara lain: 1 unit Honda Beat Street warna hitam milik Muhammad Riski Ali; 1 unit Honda Beat Street warna hitam yang telah terverifikasi kepemilikannya; 1 unit Yamaha Mio 125 warna merah milik Era; 1 unit Honda Beat warna merah hitam milik Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire; 1 unit Honda Beat warna hitam milik Friska; 1 unit Honda Beat warna biru milik Arianti. Komitmen Polda Papua Tengah Kapolda Papua Tengah menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen melakukan penegakan hukum secara tegas, profesional, transparan, dan akuntabel terhadap seluruh bentuk kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat. Selain penindakan, upaya pencegahan melalui kegiatan preventif dan preemtif juga akan terus ditingkatkan guna meminimalisir potensi terjadinya tindak pidana di tengah masyarakat.
Kapolda Papua Tengah juga mengimbau seluruh masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menggunakan sistem pengamanan tambahan pada kendaraan, menghindari lokasi parkir yang rawan tindak kejahatan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengalami tindak pidana maupun mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar. “Keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Polri tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman, tertib, dan kondusif,” tegas Kapolda Papua Tengah. Melalui sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat, diharapkan situasi keamanan di wilayah Papua Tengah dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman. (red-enagoNews)