Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan definitif, Gubernur Papua Tengah Meki Frits Nawipa bersama Wakil Gubernur Deinas Geley menggelar refleksi kinerja pemerintahan melalui dialog publik yang menghadirkan jurnalis senior Andi F. Noya, Jumat (20/2/2026). Kegiatan bertajuk “Satu Tahun Kepemimpinan Meki Nawipa dan Deinas Geley” itu berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, dan disiarkan secara langsung oleh sejumlah stasiun televisi serta sejumlah media. Dalam forum tersebut, gubernur dan wakil gubernur memaparkan capaian tahun pertama sekaligus arah kebijakan strategis lima tahun ke depan. Sebagai provinsi Daerah Otonomi Baru (DOB), Papua Tengah dinilai membutuhkan fondasi pembangunan yang kuat dan terarah. Nawipa menegaskan, tahun pertama pemerintahannya difokuskan pada peletakan dasar kebijakan, terutama di sektor pendidikan dan kesehatan sebagai prioritas utama.
Pendidikan dan Kesehatan Jadi Pilar Di hadapan Andi F. Noya, Nawipa menekankan pentingnya akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak Papua, khususnya dari keluarga kurang mampu dan wilayah terpencil. “Kita harus kasih kesempatan anak-anak miskin dan anak-anak di berbagai daerah agar mereka punya hak yang sama untuk mengakses pendidikan, supaya bisa keluar dari kemiskinan,” ujarnya. Pemerintah Provinsi Papua Tengah mencatat sebanyak 217 siswa telah menerima program pendidikan gratis sesuai komitmen kampanye. Bantuan pendidikan juga diberikan kepada 150 siswa di lembaga pendidikan unggulan. Selain itu, dukungan pembiayaan diberikan kepada ribuan mahasiswa asal Papua Tengah yang menempuh studi di dalam maupun luar negeri. Penguatan kualitas sumber daya manusia turut dilakukan melalui sertifikasi guru, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, serta transformasi digital pendidikan dengan distribusi 200 unit laptop dan perangkat pendukung lainnya. Program sekolah sepanjang hari (full day school) disertai penyediaan makanan bergizi juga dijalankan. Selain meningkatkan kualitas belajar, program ini membuka peluang kerja bagi mama-mama Papua yang dilibatkan dalam penyediaan konsumsi siswa. Di sektor kesehatan, pemerintah berkomitmen memperluas akses layanan terutama bagi masyarakat di wilayah pegunungan dan daerah terpencil, sebagai bagian dari fondasi pembangunan jangka panjang. Sinergi Provinsi dan Kabupaten Nawipa menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, khususnya dalam pengelolaan pendidikan tingkat SMA/SMK yang menjadi kewenangan provinsi, sementara pendidikan dasar berada di bawah kabupaten/kota. Menurutnya, pembagian peran yang jelas serta dukungan anggaran dan regulasi akan memastikan pelayanan pendidikan berjalan optimal tanpa tumpang tindih kewenangan.
Tata Kelola Transparan dan Berbasis Data Dalam dialog tersebut, Nawipa juga menegaskan komitmen memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan berbasis data, terutama dalam pelaksanaan program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat lintas agama. Salah satu kebijakan yang disoroti adalah rencana pemberian jaminan sosial bagi pelayan keagamaan lintas agama melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Pemerintah tengah melakukan verifikasi dan validasi data agar bantuan tepat sasaran. “Kita bicara data. Kalau datanya sudah valid dan memenuhi syarat, maka eksekusi bisa dilakukan. Tapi ini harus jujur dan sesuai ketentuan,” tegasnya. Program 1.000 Motor dan Pemberdayaan Ekonomi Di bidang ekonomi, pemerintah meluncurkan program bantuan 1.000 unit sepeda motor bagi perempuan muda yang belum memiliki pekerjaan tetap. Bantuan tersebut dirancang sebagai alat kerja produktif untuk mendukung kegiatan ekonomi, distribusi material pembangunan, hingga usaha kecil di kampung-kampung. Program ini menjadi bagian dari skema pemberdayaan berbasis vokasi dan kewirausahaan lokal yang terintegrasi dalam agenda besar “Bangkit Papua Tengah”. Wakil Gubernur Deinas Geley menegaskan bahwa pembangunan tidak semata diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi dari sejauh mana pemerintah mampu menghadirkan keadilan sosial dan pelayanan bagi masyarakat paling bawah, khususnya Orang Asli Papua (OAP). “Fondasi utama kita adalah generasi masa depan. Karena itu, penguatan sosial dan ekonomi keluarga menjadi prioritas,” ujarnya.
Infrastruktur Sosial dan Penguatan BUMD Pemerintah provinsi juga merencanakan pembangunan panti asuhan berkapasitas 200 orang yang tersebar di lima wilayah sebagai bentuk perlindungan terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus. Di sektor ekonomi strategis, pemerintah mendorong pembentukan dan optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya di bidang pertambangan, guna memastikan pengelolaan sumber daya alam memberi nilai tambah dan manfaat langsung bagi masyarakat. Intervensi ekonomi turut difokuskan pada sektor perikanan, peternakan, perkebunan, dan pertanian. Pengembangan komoditas kopi di wilayah Paniai, Dogiyai, Puncak Jaya, dan Deiyai menjadi prioritas, disertai pendampingan budidaya, pengendalian hama, hingga pascapanen untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal. Pemerintah juga membangun ekosistem usaha melalui koperasi, UMKM, dan industri kecil agar hasil bumi memiliki pasar yang jelas. Penataan pertambangan rakyat dilakukan sesuai kewenangan agar lebih tertib dan berpihak pada masyarakat kecil. Gubernur Nawipa menegaskan bahwa seluruh kebijakan tersebut diarahkan untuk mewujudkan Papua Tengah yang mandiri, adil, dan berkelanjutan. “Semua program ini adalah pondasi. Kita sedang menancapkan dasar untuk generasi dan masa depan anak cucu Papua Tengah,” pungkasnya.
Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah Meki F.Nawipa dan Deinas Geley
Visi : “Mewujudkan Papua Tengah Emas, Adil, Berdaya Saing. Bermartabat, Harmonis, Maju dan berkelanjutan
Penjabaran Visi ke dalam 7 Misi : 1.Mengembangkan potensi individu dan komunitas melalui pendidikan, pelatihan dan inisiatif kesehatan yang inovatif 2.Mengembangkan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada dengan mengedepankan prinsip-prinsip keadilan dan kesetaraan 3. Penguatan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, transparan dengan mengimplementasikan sistem administrasi publik yang berbasis digitalisasi teknologi 4. Menciptakan lingkungan yang aman, tentram, damai, dan tertib dimana setiap warga masyarakat dapat hidup dan berkembang dengan optimal 5. Melestarikan kekayaan adat, budaya, dan kearifan lokal sebagai fondasi ketahanan sosial yang mantap, mendorong pengelolaan sumber daya alam yang bertanggungjawab dan berkelanjutan 6. Meningkatkan aksesibilitas infrastruktur wilayah sebagai pilar utama melalui pembangunan jaringan transportasi dan komunikasi yang lebih baik dan merata 7. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana yang ramah lingkungan melalui pemanfaatan teknologi hijau dan inovasi lokal dengan memprioritaskan pembangunan di daerah tertinggal, pinggiran dan terisolir.
Hingga berita ini diterbitkan, acara Talksow Satu Tahun Kepemimpinan Meki Nawipa dan Deinas Geley masih berlangsung. (red-enagoNews)
NABIRE, Papua Tengah – enagoNews – Wakil Bupati Nabire, H. Burhanudin Parenwari, memberikan perhatian serius terhadap tingkat kehadiran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan distrik dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Meja I Kegiatan Pembangunan Kabupaten Nabire Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Bapperida Kabupaten Nabire, Kamis (11/6/2026). Dalam kegiatan yang membahas capaian pembangunan periode Januari hingga Mei 2026 tersebut, Wakil Bupati secara langsung melakukan absensi terhadap seluruh peserta yang diundang. Dari total 33 OPD dan 15 distrik yang seharusnya hadir, diketahui masih terdapat sejumlah OPD dan distrik yang tidak mengikuti kegiatan tersebut. Kondisi itu mendapat perhatian khusus dari Wakil Bupati. Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan agenda yang sangat penting karena menjadi bagian dari proses perencanaan, pengawasan, sekaligus perbaikan pelaksanaan program pembangunan daerah.
“Kegiatan ini sangat penting, bahkan lebih penting dari kegiatan-kegiatan lainnya, karena ini adalah kegiatan monitoring dan evaluasi. Dari sinilah kita mengetahui sejauh mana program berjalan dan apa saja yang perlu diperbaiki,” tegas Burhanudin Parenwari di hadapan peserta kegiatan. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya perencanaan yang matang dan evaluasi yang berkelanjutan. Karena itu, seluruh perangkat daerah diharapkan memiliki komitmen yang sama untuk hadir dan terlibat aktif dalam setiap forum evaluasi pembangunan yang diselenggarakan pemerintah daerah. “Ini adalah kegiatan perencanaan. Bagaimana kita bisa bekerja tanpa ada perencanaan, dan bagaimana kita bisa memperbaiki kesalahan tanpa adanya evaluasi,” ujarnya. Meski menyampaikan teguran kepada OPD dan distrik yang tidak hadir, Wakil Bupati belum mengungkapkan adanya sanksi khusus. Namun, sebagai bentuk pengawasan dan transparansi, ia meminta agar daftar kehadiran peserta diunggah ke dalam grup resmi Pemerintah Kabupaten Nabire sehingga dapat diketahui secara terbuka perangkat daerah mana yang hadir maupun yang tidak hadir. “Nanti daftar kehadiran saya minta dimasukkan ke grup, sehingga kita bisa mengetahui OPD dan distrik mana yang hadir dan mana yang tidak hadir,” pintanya.
Lebih lanjut, Burhanudin Parenwari berharap kegiatan Monitoring dan Evaluasi Meja I tidak hanya menjadi agenda rutin atau sekadar formalitas pelaporan administrasi. Menurutnya, forum tersebut harus mampu menjadi wahana evaluasi yang efektif dalam meningkatkan kualitas kinerja perangkat daerah. Ia menegaskan bahwa hasil evaluasi harus ditindaklanjuti dengan langkah-langkah perbaikan yang nyata sehingga pelaksanaan program pembangunan dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan. “Melalui kegiatan Monev ini, saya berharap tidak hanya menjadi formalitas pelaporan semata, tetapi benar-benar menjadi sarana evaluasi dan perbaikan kinerja seluruh perangkat daerah guna mempercepat pencapaian visi pembangunan Kabupaten Nabire, yaitu terwujudnya Nabire yang aman, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati juga mengingatkan seluruh OPD agar senantiasa menjaga akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran daerah. Ia menegaskan bahwa setiap rupiah yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik dari sisi administrasi maupun manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. “Setiap anggaran yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan, bukan hanya secara administratif, tetapi juga secara substantif, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat Kabupaten Nabire,” tegasnya.
Selain membahas pelaksanaan pembangunan dan pengelolaan anggaran, Wakil Bupati juga menyinggung kedisiplinan aparatur sipil negara terkait penggunaan pakaian dinas. Ia mengingatkan seluruh peserta agar menggunakan seragam Korpri yang berlaku sesuai ketentuan dalam setiap kegiatan resmi pemerintah daerah. “Saya harap pada kegiatan-kegiatan ke depan semuanya menggunakan seragam Korpri yang berlaku saat ini,” pungkasnya. Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Meja I tersebut menjadi bagian penting dalam upaya Pemerintah Kabupaten Nabire memastikan seluruh program pembangunan berjalan sesuai target, sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, disiplin, dan tanggung jawab seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik bagi masyarakat. (red-enagoNews)
NABIRE, PAPUA TENGAH-enagoNews – Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, menegaskan pentingnya membangun sinergitas antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Papua Tengah. Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai sejumlah wartawan dari berbagai media usai kegiatan silaturahmi bersama tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat di Rumah Makan Sari Kuring, Nabire, Kamis (11/6/2026). Menurut Kapolda, forum tersebut menjadi sarana untuk menyerap aspirasi dan masukan dari masyarakat guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif, khususnya di Kabupaten Nabire dan delapan kabupaten di wilayah Papua Tengah. “Kita bersilaturahmi dengan tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk membangun sinergitas serta menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di Papua Tengah. Kegiatan seperti ini juga akan kita dorong dilaksanakan di masing-masing Polres agar dapat menyerap masukan masyarakat melalui forum diskusi,” ujarnya. Situasi Dogiyai Berangsur Pulih, Pengamanan Tetap Diperkuat Terkait insiden yang terjadi di Kabupaten Dogiyai beberapa waktu lalu, Kapolda menjelaskan bahwa personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) yang diterjunkan ke wilayah tersebut masih diperpanjang masa tugasnya hingga Juli 2026. Menurutnya, kondisi keamanan di Dogiyai menunjukkan perkembangan positif dan perlahan mulai pulih berkat berbagai kegiatan kepolisian yang terus dilakukan, seperti patroli dan pendekatan kepada masyarakat. “Dogiyai tidak akan kita biarkan. Situasi di sana perlahan mulai pulih dengan berbagai kegiatan kepolisian yang kita lakukan. Untuk personel BKO masih diperpanjang sampai Juli, dan setelah itu akan kita evaluasi kembali apakah masih diperlukan atau tidak,” jelasnya. Kapolda menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan langkah-langkah pengamanan guna memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman. Soroti Pentingnya Kehadiran Bank Darah di Papua Tengah Dalam rangkaian kegiatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda juga menyinggung pelaksanaan kegiatan donor darah yang selama ini terkendala oleh belum tersedianya fasilitas bank darah di wilayah Papua Tengah. Ia mengungkapkan bahwa donor darah sebenarnya menjadi salah satu kegiatan sosial yang rutin dilakukan Polri. Namun, tanpa adanya fasilitas penyimpanan darah yang memadai, darah yang telah didonorkan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. “Kendala kita adalah belum adanya bank darah. Kalau donor darah dilakukan, darah itu mau disimpan di mana? Ini yang perlu dipikirkan bersama. Saya mendorong pemerintah maupun pihak-pihak yang peduli untuk menghadirkan bank darah sehingga darah yang didonorkan dapat disimpan dan dimanfaatkan saat masyarakat membutuhkannya,” katanya. Menurut Kapolda, keberadaan bank darah akan sangat membantu pelayanan kesehatan masyarakat, terutama dalam kondisi darurat yang membutuhkan transfusi darah secara cepat. Bantuan Sosial untuk Perkuat Hubungan Polisi dan Masyarakat Selain kegiatan donor darah, Polri juga melaksanakan berbagai kegiatan bantuan sosial sebagai bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Kapolda berharap bantuan sosial yang diberikan dapat mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. “Harapan kami, penerima bantuan sosial dapat bersama-sama mendukung tugas kepolisian dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif. Dengan keamanan yang terjaga, masyarakat bisa beraktivitas dengan nyaman,” ungkapnya. Pasar Dipilih sebagai Pusat Kegiatan Sosial Kapolda menjelaskan bahwa pasar menjadi salah satu lokasi yang diprioritaskan dalam pelaksanaan kegiatan sosial karena merupakan tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai latar belakang. Menurutnya, pasar menjadi ruang interaksi yang paling terbuka dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun kelompok tertentu. “Pasar menjadi tempat yang paling umum untuk berinteraksi. Semua unsur masyarakat ada di sana, sehingga kegiatan sosial yang dilakukan di pasar dapat dirasakan manfaatnya oleh lebih banyak warga,” tutup Kapolda. (red-enagoNews)
NABIRE, PAPUA TENGAH– enagoNews – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintahan melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tata Cara Penginputan Indikator Inovasi Daerah dan Koordinasi Teknis Aplikasi Innovation Government Award (IGA) Tahun 2026. Kegiatan yang digelar oleh Bapperida Papua Tengah tersebut berlangsung di Guest House Nabire, Kamis (11/6/2026).
Mewakili Gubernur Papua Tengah, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, SDM dan Pengembangan Otonomi Khusus, Ukkas, S.Sos., M.KP, menegaskan bahwa inovasi menjadi kebutuhan penting dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Menurutnya, pemerintah daerah dituntut menghadirkan terobosan yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik serta mempercepat pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa Innovation Government Award tidak hanya berorientasi pada penghargaan, tetapi juga menjadi sarana membangun budaya kerja yang kreatif, efektif, dan responsif di setiap perangkat daerah. Inovasi dapat diwujudkan melalui berbagai langkah sederhana, seperti penyederhanaan prosedur pelayanan, percepatan administrasi, hingga penguatan koordinasi antar-OPD. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung visi pembangunan Papua Tengah, yakni mewujudkan Papua Tengah Emas yang adil, berdaya saing, bermartabat, harmonis, maju, dan berkelanjutan. Karena itu, seluruh perangkat daerah diharapkan mampu menghadirkan inovasi yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah pembangunan daerah.
Selain meningkatkan pemahaman teknis terkait aplikasi IGA, bimtek ini bertujuan memastikan setiap inovasi yang telah dilaksanakan oleh perangkat daerah dapat terdokumentasi dan terinput secara baik sesuai pedoman Kementerian Dalam Negeri. Dengan demikian, berbagai inovasi yang lahir dari daerah dapat terukur, terdokumentasi, dan memperoleh pengakuan dalam sistem penilaian nasional. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan pemahaman dalam pengelolaan data inovasi daerah, sehingga mampu mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. (red-enagoNews)