Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Kapolda Papua Tengah lama, Irjen Pol Alfred Papare, menyampaikan sambutan perpisahan dalam acara pisah sambut Kapolda Papua Tengah yang digelar di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Nabire, Selasa (31/3/2026). Acara tersebut menandai serah terima jabatan kepada Kapolda Papua Tengah yang baru, Brigjen Pol Jermias Rontini, dihadiri unsur Forkopimda, para kepala daerah, pimpinan lembaga negara, serta tokoh agama, adat, perempuan, dan pemuda. Mengawali sambutannya, Irjen Pol Alfred Papare menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan tugasnya selama memimpin Polda Papua Tengah. Ia secara khusus menyoroti peran pemerintah daerah, baik tingkat provinsi maupun kabupaten di delapan wilayah, serta dukungan langsung dari Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa. Ia menegaskan bahwa kehadirannya di Papua Tengah sebagai Kapolda merupakan bagian dari tugas merintis institusi baru, bukan melanjutkan sistem yang sudah mapan. Dalam proses tersebut, dukungan lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjalankan roda organisasi kepolisian di wilayah otonomi baru.
“Kami datang sebagai perintis, bukan pewaris. Banyak hal harus dimulai dari nol, dan kami bersyukur mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa pola komunikasi yang dibangun bersama pemerintah daerah berlangsung secara intens, tidak selalu dalam forum resmi, namun efektif dalam merespons dinamika keamanan di lapangan. Diskusi informal, termasuk pertemuan santai, dinilai menjadi ruang strategis dalam merumuskan langkah-langkah penyelesaian persoalan kamtibmas. Dalam sambutannya, Irjen Pol Alfred Papare turut menyinggung situasi keamanan yang dihadapi Papua Tengah, termasuk konflik yang terjadi di sejumlah wilayah seperti Puncak Jaya dan Kwamki Lama. Ia menekankan bahwa pendekatan yang diterapkannya selama menjabat adalah mengedepankan komunikasi, dialog, dan pemahaman terhadap akar persoalan masyarakat. Menurutnya, pendekatan keamanan tidak harus selalu mengedepankan penggunaan kekuatan bersenjata. Ia menginstruksikan jajaran kepolisian untuk lebih banyak turun langsung ke masyarakat, mendengar, dan membangun kepercayaan sebagai langkah awal menciptakan stabilitas.
“Sebagai pemimpin, kita harus datang, duduk bersama masyarakat, lebih banyak mendengar daripada berbicara, agar memahami persoalan yang sebenarnya,” tegasnya. Ia juga mengungkapkan salah satu pengalaman pendekatan langsung kepada tokoh kelompok bersenjata, sebagai upaya untuk menekan tindakan kekerasan terhadap masyarakat sipil. Melalui komunikasi personal dan pendekatan terhadap keluarga serta lingkungan terdekat, ia berupaya membangun komitmen untuk mengurangi aksi kekerasan. Selain itu, ia menyoroti berbagai keterbatasan yang dihadapi Polda Papua Tengah, baik dari sisi personel, sarana, maupun prasarana. Ia menyebut banyak kantor kepolisian, baik di tingkat polres, polsek, hingga pos pelayanan, masih belum representatif. Meski demikian, ia memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh anggota yang tetap menjalankan tugas dengan dedikasi di berbagai kondisi geografis yang menantang. “Di pesisir, lembah, hingga pegunungan dan daerah konflik, anggota tetap hadir dan bekerja maksimal untuk masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan keprihatinan atas insiden yang terjadi di Kabupaten Dogiyai yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa, baik dari aparat maupun masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa sebelum acara berlangsung, telah dilakukan rapat koordinasi bersama pemerintah daerah dan jajaran kepolisian untuk menentukan langkah penanganan situasi tersebut. Irjen Pol Alfred Papare juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Korem 173/PVB, serta seluruh elemen masyarakat yang selama ini turut berperan dalam menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah. Ia menilai sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi kunci dalam penyelesaian berbagai konflik. Lebih lanjut, ia memberikan pesan kepada seluruh anggota Polda Papua Tengah untuk tetap menjaga integritas dan semangat pengabdian, serta tidak mengutamakan pencitraan dalam menjalankan tugas. “Tidak perlu mencari pengakuan. Apa yang dikerjakan dengan tulus untuk masyarakat akan bernilai di hadapan Tuhan,” katanya.
Menjelang akhir sambutannya, Irjen Pol Alfred Papare menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Papua Tengah atas segala kekurangan selama masa jabatannya. Ia menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil semata-mata bertujuan untuk menciptakan keamanan, kedamaian, dan kemajuan bagi daerah tersebut. Ia juga menyampaikan harapan agar di bawah kepemimpinan Kapolda yang baru, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat guna mewujudkan Papua Tengah yang aman, damai, dan modern. Sebagai penutup, ia berpamitan untuk melanjutkan tugas di tempat yang baru, seraya memohon doa restu agar dapat menjalankan amanah dengan baik serta terus memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.
Nabire, Papua Tengah — enagoNews – Wakil Ketua IV Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPRPT), John NR Gobai, menyampaikan penjelasan pengusul terhadap enam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif anggota DPRPT dalam sidang paripurna yang digelar di Aula DPRPT, Rabu (22/4/2026). Dalam pemaparannya, Gobai menegaskan bahwa pengusulan Raperda tersebut mengacu pada ketentuan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, khususnya Pasal 33 ayat (1), yang mengatur bahwa Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) harus memuat judul rancangan peraturan, materi yang diatur, serta keterkaitannya dengan regulasi lain. “Berdasarkan ketentuan tersebut serta Peraturan Tata Tertib DPRPT, kami telah menyampaikan penjelasan ringkas terhadap enam Raperda inisiatif anggota untuk dapat dipertimbangkan masuk dalam Propemperda tahun 2026,” ujar Gobai di hadapan peserta sidang. Ia menjelaskan, keenam Raperda yang diusulkan terdiri dari lima Raperda Provinsi (Raperdasi) dan satu Raperda Khusus (Raperdasus). Seluruhnya dinilai strategis karena menyentuh aspek perlindungan masyarakat adat, pelestarian budaya, hingga pengelolaan lingkungan hidup di Papua Tengah. Adapun rincian Raperda yang diusulkan meliputi Raperdasus tentang Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil, yang bertujuan memperkuat perlindungan serta pemberdayaan kelompok masyarakat adat yang masih terisolasi. Selanjutnya, Raperdasi tentang Ketertiban Umum yang diarahkan untuk menciptakan kondisi sosial yang aman dan tertib di wilayah Papua Tengah. Selain itu, DPRPT juga mengusulkan Raperdasi tentang Hukum dalam Masyarakat, sebagai upaya pengakuan dan penguatan sistem hukum adat yang hidup di tengah masyarakat. Raperdasi tentang Cagar Budaya turut diajukan guna melindungi warisan budaya daerah dari ancaman kerusakan dan kepunahan. Di sektor lingkungan, Raperdasi tentang Mangrove menjadi perhatian penting, mengingat peran ekosistem mangrove dalam menjaga keseimbangan pesisir dan mitigasi perubahan iklim. Sementara itu, Raperdasi tentang Noken diusulkan sebagai bentuk pelestarian simbol budaya khas Papua yang telah diakui secara internasional. Gobai menambahkan, keenam draft tersebut telah ditetapkan sebagai Raperda inisiatif DPRPT dan resmi masuk dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Provinsi Papua Tengah tahun 20 “Dengan masuknya enam Raperda ini dalam Propemperda 2026, diharapkan proses pembahasan dapat berjalan optimal dan menghasilkan regulasi yang berpihak pada kepentingan masyarakat Papua Tengah,” katanya. Sidang paripurna tersebut menjadi bagian penting dalam tahapan perencanaan legislasi daerah, sekaligus menegaskan komitmen DPRPT dalam mendorong lahirnya regulasi yang responsif terhadap kebutuhan lokal serta berlandaskan nilai-nilai kearifan masyarakat Papua. (red-enagoNews)
Nabire, Papua Tengah — enagoNews – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini, secara resmi membuka Lomba Balap Perahu Motor Tempel Yamaha yang digelar di Pantai Nabire, Kamis (23/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Polda Papua Tengah yang jatuh pada 29 April 2026. Pembukaan lomba berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu dan Dandim 1705/Nabire Letkol Dwi Palwanto Tirta Mentari. Kapolda terlihat langsung memantau jalannya perlombaan yang diikuti puluhan peserta dari berbagai wilayah pesisir.
Dalam keterangannya kepada media, Kapolda menjelaskan bahwa perlombaan ini menggunakan perahu khusus yang dirancang untuk balap dengan mesin motor tempel berkekuatan 15 PK. Ia menegaskan bahwa perahu yang digunakan berbeda dengan perahu nelayan biasa, karena telah dimodifikasi khusus untuk kebutuhan kompetisi. “Ini bukan perahu untuk memancing, tetapi benar-benar dirancang untuk balap. Kegiatan ini sangat positif, selain sebagai hiburan masyarakat juga menjadi sarana memperkenalkan potensi wisata pesisir Nabire yang memiliki keindahan pasir pantai yang luar biasa,” ujar Kapolda.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif yang diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan, tidak hanya oleh kepolisian, tetapi juga oleh berbagai pihak lainnya. Menurutnya, event semacam ini dapat menjadi daya tarik baru sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah.
Selain aspek wisata, Kapolda juga menekankan nilai sosial dari kegiatan tersebut, terutama dalam mengarahkan energi generasi muda ke aktivitas yang lebih positif. “Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk menyalurkan minat dan bakatnya, sehingga dapat menjauhkan mereka dari aktivitas negatif,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPRK Nabire, Nancy Karolin Worabay, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan lomba tersebut. Ia menilai kegiatan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi masyarakat pesisir dan generasi muda. “Kegiatan ini sangat positif karena mampu menjaring anak-anak muda pesisir untuk menunjukkan kemampuan mereka. Balap motor di laut tentu berbeda dengan di darat, karena harus menghadapi gelombang dan membutuhkan keterampilan serta perancangan perahu yang matang,” ungkap Nancy. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini berpotensi menjadi solusi dalam mengurangi aksi balap liar di jalan raya yang kerap melibatkan remaja. “Kalau kegiatan seperti ini rutin dilakukan, maka anak-anak muda yang sebelumnya terlibat balap liar bisa dialihkan ke kegiatan yang lebih aman dan terarah. Ini tentu dapat meminimalisir risiko kecelakaan di jalan,” jelasnya. Nancy berharap pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, dapat memberikan dukungan penuh agar kegiatan serupa terus berlanjut dan berkembang. Ia juga mendorong partisipasi lebih luas dari berbagai suku dan komunitas di Nabire agar tercipta kompetisi yang sehat dan inklusif. Dengan diikuti sekitar 24 peserta pada pelaksanaan perdana ini, diharapkan jumlah peserta akan terus meningkat di masa mendatang seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga balap perahu motor tempel. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga simbol sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ruang positif bagi generasi muda serta mempromosikan potensi daerah Papua Tengah ke tingkat yang lebih luas. (red-enagoNews)
Nabire, Papua Tengah – enagoNews – Rombongan tamu kehormatan dari Pengurus Pusat (PP) Paguyuban Pasundan telah tiba di Nabire, Papua Tengah, Kamis (23/4/2026), dalam rangka agenda pelantikan kepengurusan organisasi di wilayah Tanah Papua. Kehadiran delegasi PP Paguyuban Pasundan ini menjadi bagian penting dari rangkaian konsolidasi organisasi yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, di Nabire. Dalam agenda tersebut, perwakilan pusat akan melantik Pengurus Wilayah, lima Pengurus Cabang tingkat provinsi, 18 Pengurus Anak Cabang kabupaten/kota, serta satu pengurus ranting.
Adapun rombongan yang hadir mewakili Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan terdiri dari Mayjen TNI (Purn.) Deny K. Irawan selaku Sekretaris Dewan Pangaping, Dr. Kunkunrat, M.Si. yang menjabat Ketua Bidang Organisasi sekaligus Dekan FISIP Universitas Pasundan, serta Subaryo, S.Pd., M.Pd. sebagai Sekretaris Bidang Organisasi yang juga Kepala SMK Pasundan 3 Cimahi. Setibanya di Nabire, rombongan disambut langsung oleh Ketua Paguyuban Pasundan Cabang Nabire, Tabroni M. Cahya, bersama jajaran pengurus setempat. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas organisasi berbasis kultural tersebut. Ketua Cabang Paguyuban Pasundan Nabire, Tabroni M. Cahya, menyampaikan bahwa pelantikan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat eksistensi dan peran Paguyuban Pasundan di Tanah Papua. Menurutnya, kehadiran pengurus pusat memberikan dorongan moral sekaligus legitimasi organisasi dalam menjalankan program-program ke depan.
“Ini bukan sekadar pelantikan, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi serta memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat bawah, agar lebih solid dan mampu berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, sejumlah pengurus cabang dan anak cabang dari berbagai daerah di Tanah Papua dilaporkan mulai berdatangan ke Nabire sejak beberapa hari terakhir. Namun, hingga Kamis sore, sebagian lainnya masih dalam perjalanan dan dijadwalkan tiba sebelum pelaksanaan pelantikan.
Pelantikan pengurus secara serentak ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarwilayah serta meningkatkan peran Paguyuban Pasundan dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya di wilayah Papua Tengah dan sekitarnya. Selain itu, organisasi ini juga diharapkan terus menjadi wadah pemersatu warga Sunda di perantauan, sekaligus menjembatani nilai-nilai budaya dengan dinamika sosial masyarakat setempat.
Dengan agenda pelantikan yang melibatkan puluhan pengurus dari berbagai tingkatan, Nabire diproyeksikan menjadi pusat konsolidasi organisasi Paguyuban Pasundan di kawasan timur Indonesia dalam waktu dekat. (red-enagoNews)